Claim Missing Document
Check
Articles

PENILAIAN RISIKO PAJANAN TOTAL SUSPENDED PARTICULATE PADA MASYARAKAT Ayu Rofia Nurfadillah; Sarinah Basri K
Jambura Health and Sport Journal Vol 5, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v5i2.19019

Abstract

Pertambangan batu kapur merupakan sumber terjadinya pencemaran udara karena dapat menimbulkan partikel debu salah satunya adalah Total Suspended Particulate (TSP). Apabila konsentrasi TSP melampaui baku mutu maka akan menyebabkan beragam efek negatif baik untuk kesehatan makhluk hidup serta lingkungan. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis risiko pajanan TSP Pada Masyarakat di Kelurahan Buliide Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain analisis risiko kesehatan lingkungan. Langkah-langkah dalam analisis risiko kesehatan lingkungan meliputi identifikasi  bahaya, analisis dosis, analisis pajanan dan karakterisasi risiko.Sampel terdiri dari sampel lingkungan dan manusia. Sampel lingkungan dalam penelitian ini yaitu udara ambien yang diukur pada 8 titik sekitar pertambangan kapur. Responden yang terlibat sebanyak  110 orang  dengan metode pengambilan  purposive sampling. Hasil perhitungan Intake Realtime pada konsentrasi TSP diperoleh nilai Intake Realtime tertinggi berada pada lokasi 2 yaitu 0.0180 – 0.2210 mg/kg/hari dengan rata-rata 0.013307 mg/kg/hari dan intake lifetime yaitu 0.0675 – 0.1980 mg/kg/hari dengan rata-rata 0.123200 mg/kg/hari. Berdasarkan tingkat risiko (RQ) pada konsentrasi TSP realtime dan lifetime didapatkan RQ ≤ 1 artinya tidak ada risiko atau masih aman bagi masyarakat yang tinggal di daerah pertambangan kapur Buliide. Mengingat lokasi tambang batu kapur yang begitu dekat dengan pemukiman penduduk, diharapkan pemerintah mulai memberlakukan undang-undang untuk memantau konsentrasi kandungan debu.
Percepatan Penurunan Stunting Melalui Edukasi PHBS Rumah Tangga pada Masyarakat Desa Owata Ayu Rofia Nurfadillah; Madania Madania; Ariani Hutuba
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v12i2.18458

Abstract

Abstract Gorontalo Province is included in the top 10 provinces with the highest stunting cases nationally. Based on the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI), the stunting rate in Gorontalo Province in 2021 will reach 29%. Furthermore, the SSGI data shows that the prevalence rate of stunting in Bone Bolango Regency is 25.1 percent. The high number of stunting cases in Bone Bolango Regency is of great concern to both lecturers and students of KKN-PK at Gorontalo State University in 2022 to make several efforts to reduce stunting in Bone Bolango Regency, this also supports the Gorontalo Province BKKBN Program in terms of accelerating stunting prevention in the Regency area. Bone Bolango. According to BKKBN data, Owata Village is one of the villages that will become a locus of stunting in 2022, the number of stunting in Owata village is 12 toddlers. The KKN PK activities were carried out for 42 days starting from November 30 2022 to January 7 2023 in Owata Village, Bulango Ulu District, Bone Bolango Regency with a total of 12 KKN PK participants. The stages of the activities carried out include field observations, initial surveys, discussions and interviews, initial seminars as well as FGDs with the community, village assistants and village officials to explain the KKN PK program that will be carried out in the village and determine additional programs from the community, implementation of the KKN program PK is PHBS education to the community which consists of CTPS socialization activities for children at SDN 9 Bulango Ulu and household PHBS socialization to the Owata community and the final activity is monitoring and evaluation. The target of this program is to increase public awareness in implementing PHBS so that it can reduce stunting cases in Owata Village.       AbstrakProvinsi Gorontalo termasuk dalam 10 besar Provinsi dengan kasus stunting tertinggi Nasional. Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Provinsi Gorontalo pada tahun 2021 mencapai 29%. Selanjutnya data SSGI menunjukkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Bone Bolango sebesar 25,1 persen. Tingginya kasus stunting di Kabupaten Bone Bolango menjadi perhatian besar baik bagi dosen dan mahasiswa KKN-PK Universitas Negeri Gorontalo Tahun 2022 untuk melakukan beberapa upaya penurunan stunting di Kabupaten Bone Bolango, hal ini juga mendukung Program BKKBN Provinsi Gorontalo dalam hal percepatan pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Bone Bolango. Menurut Data BKKBN Desa Owata merupakan salah satu desa yang menjadi lokus stunting pada tahun 2022, jumlah stunting di desa owata adalah 12 balita.  Kegiatan KKN PK dilaksanakan selama 42 hari dimulai tanggal 30 November 2022 sampai dengan 7 Januari 2023 di Desa Owata, Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango dengan jumlah peserta KKN PK sebanyak 12 orang. Adapun tahapan kegiatan yang dilaksanakan antara lain, observasi lapangan, survey awal, diskusi dan wawancara, seminar awal sekaligus FGD bersama masyarakat, pendamping desa dan aparat desa untuk memaparkan program KKN PK  yang akan dilaksanakan di desa dan menetapkan program tambahan dari masyarakat, pelaksanaan program KKN PK yaitu edukasi PHBS pada masyarakat yang terdiri dari kegiatan sosialisasi CTPS pada anak SDN 9 Bulango Ulu dan sosialisasi PHBS Rumah Tangga pada masyarakat Owata dan kegiatan akhir yaitu monitoring dan evaluasi.  Target program ini yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan PHBS agar bisa menurunkan kasus stunting di Desa Owata.  
Upaya Pengurangan Sampah Plastik dengan Menggunakan Metode Ecobrick di Wilayah Pesisir Huangobotu Ayu Rofia Nurfadillah; Sabrina Nadjib Mohamad; Nur Ayini S Lalu
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 1 (2022): juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i1.50

Abstract

Wilayah pesisir adalah daerah pertemuan antara darat dan laut. Berbagai aktivitas rumah tangga diwilayah pesisir merupakan penyumbang limbah domestic. Wilayah ini kini mengalami kemerosotan fungsi ekologis karena pencemaran limbah rumah tangga terutama sampah yang berbahan plastic. Salah satu permasalahan juga karena wilayah pesisir Huangobotu merupakan wilayah pesisir terdekat dengan perkotaan. Dan seringkali sampah-sampah yang berasal dari perkotaan terbawa oleh air sungai dan bermuara di laut sekitar pesisir huangobotu. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang baik menggunakan metode Ecobrick di kawasan pesisir teluk tomini kemudian untuk meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam mengelola dan mengolah sampah yang dihasilkan menjadi barang kerajinan yang bernilai ekonomi, dan membawa dampak positif terhadap lingkungan. Sasaran pengabdian masyarakat ini yaitu karang taruna dan ibu-ibu yang tergabung dalam dasa wisma desa tersebut. Metode kegiatan dimulai dari mengidentifikasi masalah, memeberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengolahaan sampah plastick dan kemudian melakukan demonstrasi mengenai pembuatan ecobrick. Hasil yang diperoleh hampir 90% masyarakat antusias dalam kegiatan pengabdian ini, dapat dilihat dari beberapa pertanyaan yang diberikan oleh peserta pengabdian, selain itu produk ecobrick diselesaikan hampir 80%, hanya kareka keterbatasan waktu maka produk ini diselesaikan oleh karang taruna secara mandiri.
Upaya Mewujudkan Desa Wisata Zero Waste melalui Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kawasan Pesisir Bajo Maksum, Tri Septian; Nurfadillah, Ayu Rofia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 3, No 2 (2024): Volume 3, Nomor 2, Tahun (2024)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v3i2.26636

Abstract

Wilayah pesisir rentan terhadap pencemaran sampah, terutama sampah plastik, yang menyumbang sekitar 60-80% dari total sampah laut global. Kawasan pesisir Desa Bajo merupakan kawasan pemukiman yang berdampingan dengan laut. Desa Bajo baik daratan maupun lautannya menjadi sumber mata pencaharian warga lokal. Mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan, namun ada juga yang budidaya tambak, hingga membuka warung-warung makanan dan jajanan, ketersediaan tempat sampah masih sangat kurang. Penanganan masalah sampah tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan sosialisasi terkait sampah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat. Masalah sampah dapat dikurangi mulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. Salah satu cara untuk meminimalkan dampak negatif dari sampah rumah tangga baik organik maupun non organic adalah dengan mengolahnya menggunakan metode pengomposan dan handy craft melalui upaya pengelolaan sampah berbasis Masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah Masyarakat umum desa Bajo. Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan cara memberikan pelatihan agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sampah yang tidak terpakai menjadi produk yang bernilai ekonomis dan bermanfaat, yaitu pupuk kompos dan handy craft. Hasil observasi menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat mengenai pengolahan sampah rumah tangga menjadi handy craft dan kompos. Pelatihan yang disampaikan mudah dipahami dan dipraktikkan sendiri, bahan dan alat untuk membuat produk yang bernilai ekonomis mudah didapatkan, dan waktu pelaksanaan kegiatan tidak mengganggu aktivitas rumah tangga mereka. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan ini dapat membawa perubahan positif dalam pengelolaan sampah, mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, dan mendukung terciptanya desa zero waste.
UPAYA PENINGKATAN GENERASI PEDULI LINGKUNGAN MELALUI GERAKAN BERSIH PULAU PONELO GORONTALO Nurfadillah, Ayu Rofia; Saleh, Reinaldi Julfirman; Arsad, Nikmatisni; Mokodompis, Yasir
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2025): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v6i0.28579

Abstract

Pulau Ponelo di Provinsi Gorontalo memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata dengan pesona alam yang memikat. Namun, permasalahan lingkungan, terutama akumulasi sampah plastik di pesisir pantai, menjadi tantangan serius. Masyarakat Pulau Ponelo menghasilkan rata-rata 9,27 liter sampah per keluarga per hari dengan populasi 1.172 jiwa yang sebagian besar dibuang ke laut. Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan memperburuk situasi yang berdampak negatif pada ekosistem laut dan kesehatan masyarakat. Generasi muda hanya 25% di antaranya memiliki pemahaman dasar tentang pengelolaan sampah, memegang peran strategis dalam membangun kesadaran lingkungan. Program edukasi dan kegiatan pembersihan pantai dinilai mampu meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Kebaruan kegiatan terletak pada program gerakan bersih pulau sebagai upayan peningkatan generasi peduli lingkungan. Selain mendukung pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan ini bertujuan membangun generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 2 November 2024. Sebanyak 60 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dari persiapan yaitu survei lokasi dan pengurusan izin mitra, pelaksanaan pengabdian yaitu Gerakan bersih Pantai dan edukasi peduli lingkungan dengan metode door to door kepada masyarakat. Kesimpulan bahwa edukasi terkait peduli lingkungan dengan kegiatan Gerakan Bersih pulau Ponelo membuat masyarakat lebih peduli tentang lingkungan terutama masalah sampah.
Penurunan Angka Stunting Melalui Pelatihan Pembuatan Sorgum Cookies Sebagai Inovasi untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Anak Usia Dini di Desa Tinelo Arsyad, Karlena; Saman, Widya Rahmawaty; Nurfadillah, Ayu Rofia
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16383

Abstract

Background: Stunting adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mental anak. Kecamatan Tilango memiliki prevalensi stunting tinggi, sehingga perlu intervensi melalui pemberian makanan tambahan bergizi. Salah satu solusi adalah pengolahan sorgum menjadi produk inovatif, seperti cookies, yang dapat diterima masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk mencegah stunting dengan memberdayakan sumber daya lokal menjadi produk bergizi. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan pembuatan sorgum cookies, yang diawali dengan memberikan penyuluhan tentang stunting, pengenalan tanaman sorgum, dan kandungan gizi sorgum cookies. Kelompok sasaran dalam kegiatan ini adalah Tim PKK, Kader Kesehatan, Aparat Desa dan perwakilan masyarakat. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang stunting (85% pengetahuan baik) dan sorgum (30% pengetahuan baik) setelah penyuluhan. Pelatihan pengolahan sorgum meningkatkan keterampilan peserta, dengan 75% memiliki keterampilan baik dalam pembuatan cookies. Pelatihan ini menghasilkan cookies bergizi yang diharapkan dapat mencegah stunting dan menjadi potensi usaha ekonomi baru. Produk ini juga diuji kandungan gizinya, yang menunjukkan sorgum sebagai sumber nutrisi baik untuk mencegah stunting. Kesimpulan: mitra memperoleh pengetahuan tentang sorgum sebagai pangan lokal bergizi yang dapat diolah menjadi produk makanan sehat, termasuk cookies untuk ibu hamil dan anak usia dini.
Pelatihan Pembuatan Larvasida dan Pembentukan Kader P2V: Strategi Efektif Pengendalian Malaria Berbasis Komunitas Nurfadillah, Ayu Rofia; Rahim, Nirwanto K; Dumar, Bergita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34143

Abstract

Malaria merupakan ancaman kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah endemis seperti Kabupaten Pohuwato dan Boalemo, Provinsi Gorontalo, yang mengalami Kejadian Luar Biasa pada triwulan pertama 2025. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Pengendalian dan Pemberantasan Vektor (P2V) dalam pemanfaatan larvasida alami berbasis daun jeruk purut (Citrus hystrix) sebagai upaya pencegahan malaria berbasis lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: Sosialisasi materi pencegahan malaria dan pengenalan larvasida alami, demonstrasi pembuatan larvasida oleh ahli, dan  simulasi langsung oleh kader dengan supervisi tim. Evaluasi menggunakan desain post-test only dengan kuesioner pemahaman. Hasil menunjukkan kompetensi kader yang homogen dengan median skor 30 (maksimal), simpangan baku rendah (0,5), dan 66,7% responden mencapai nilai tertinggi. Konsistensi ini memperkuat efektivitas edukasi pencegahan, responsivitas terhadap mobilitas populasi berisiko seperti pekerja tambang, serta keberlanjutan kolaborasi lintas sektor. Kesimpulan kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik dengan pendekatan partisipatif efektif meningkatkan kompetensi kader dalam pengendalian vektor secara ramah lingkungan. Disarankan pelaksanaan program serupa secara berkala dengan cakupan wilayah lebih luas, serta integrasi dengan surveilans migrasi dan intervensi bagi kelompok rentan untuk mendukung target eliminasi malaria 2030.
The relationship between environmental sanitation and nutritional status with soil-transmitted helminths infection in elementary school children Maksum, Tri Septian; Mokodompis, Yasir; Ali, Indra Haryanto; Nurfadillah, Ayu Rofia
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 2 (2023): gema wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i2.360

Abstract

Soil-Transmitted Helminths (STH) infection is still a significant public health problem worldwide, including in Indonesia. This infection is caused by worms whose life cycle requires a soil medium in the maturation of eggs or larvae into an infective form and mainly occurs in children of primary school age. Poor environmental sanitation and malnutrition are the leading causes of STH infection. This study aims to determine the relationship between ecological sanitation, nutritional status, and STH infection incidence in elementary school children. This type of research is descriptive research. The research location is SDN 22 Telaga Biru, Telaga Biru District, Gorontalo Regency. The sample was 32 SDN 22 Telaga Biru students, obtained using the total sampling technique. Data was collected using questionnaire instruments, Body Mass Index (BMI) examinations, and fecal examinations at the UPTD Regional Health Laboratory Center of Gorontalo Province. The data were further analyzed univariately. The results showed that most environmental sanitation conditions did not qualify, such as latrine conditions (68.8%), SPAL conditions (75.0%), trash can conditions (87.5%), and clean water facilities (68.8%). Nutritional status (BMI/U) was most in the normal category (65.6%), and no helminth eggs were found in respondents (negative STH), so a relationship analysis could not be carried out. It is suggested that the school and parents support government programs related to providing mass worm-prevention drugs.
PERAN PENGAWAS MINUM OBAT DAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PROGRAM TOSS TB TERHADAP PASIEN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DUMBO RAYA KOTA GORONTALO Saleh, Reinaldi Julfirman; Nurfadillah, Ayu Rofia
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.29146

Abstract

Sebagai upaya menekan angka tuberkulosis paru di Indonesia, pemerintah meluncurkan program TOSS TB pada Juli 2017, melengkapi program DOTS sebelumnya. Berbeda dengan DOTS yang bersifat pasif menunggu pasien datang ke puskesmas, TOSS TB diharapkan dapat meningkatkan deteksi kasus. Program ini pertama kali dicanangkan pada bulan juli 2017 yang melengkapi program sebelumnya yaitu DOTS yang pada dasarnya menggunakan metode menunggu pasien memeriksakan diri di puskesmas sehingga penyakit TB paru hanya sebagian kecil terdeteksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara peran Pengawas Minum Obat (PMO) dan petugas kesehatan dengan keberhasilan implementasi TOSS TB pada pasien TB Paru di Puskesmas Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian hubungan antara peran Pengawas Minum Obat (PMO) dan petugas kesehatan dalam pelaksanaan program TOSS TB di Puskesmas Dumbo Raya, Kota Gorontalo, yang memberikan wawasan baru mengenai faktor-faktor lokal yang memengaruhi keberhasilan program penanggulangan TB. Penelitian dengan desain cross-sectional ini melibatkan 39 pasien TB Paru yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji korelasi berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif dan signifikan antara peran PMO dan petugas kesehatan dengan pelaksanaan program TOSS TB. Kesimpulannya bahwa peran pengawas minum obat dan peran petugas kesehatan terdapat hubungan positif dan signifikan program TOSS TB.
Differences in the Effectiveness of Moringa Seed Powder (Moringa oleifera) and Tamarind (Tamarindus indica) in Reducing Chemical Oxygen Demand (COD) Levels Sri Abel W Tahir; Herlina Jusuf; Ayu Rofia Nurfadillah
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) January 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.9979

Abstract

Industrial tofu liquid waste is waste produced from the tofu production process, such as soy washing and boiling, which has the characteristics of brownish-yellow, pungent stench and contains high organic matter. Tofu industrial liquid waste contains Chemical Oxygen Demand (COD) levels. The purpose of the study was to analyze the difference between moringa seed powder, tamarind seed powder and the combination of the two on the decrease in Chemical Oxygen Demand (COD) levels in tofu industrial liquid waste. The type of laboratory experiment research with a Complete Random Design (RAL) research design uses moringa seed powder, tamarind and a combination of the two with a dose variation of 3 grams, 4 grams and 5 grams. The sample is 6 liters of tofu wastewater obtained using the grab sample technique. The test used was Kruskal-Waliis The initial COD level in this study was 1800 mg/L The results of this study showed that the initial COD level in tofu liquid waste was 1800 mg/L. The effectiveness of coagulants in reducing COD levels was 5 grams of moringa powder, 5 grams of tamarind and a combination of 5 grams with a percentage reduction of 85%, 89% and 90% respectively. There was no difference in decrease in each dose used to lower COD levels (p-value = 0.368). It is recommended to test other variables such as sedimentation time, as well as stirring variations.