Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI UPTD PUSKESMAS LOTU KABUPATEN NIAS UTARA Zendrato, Nonitehe; Nababan, Donal; Silitonga, Evawani Martalena; Hidayat, Wisnu; Sitorus, Mido Ester J.; Pane, Masdalina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i1.2761

Abstract

Employee performance at the Puskesmas is one of the factors that are expected to support the achievement of the goals of the Puskesmas it self. Employee performance is influenced by several factors, one of which is internal control and leadership style as very fundamental in the administration of government to ensure that government goals are achieved effectively and efficiently. In the initial survey, it was seen that internal control and leadership style had not been implemented properly, so it was seen that many employees were often absent, arrived late and returned home early, and the submission of reports was often late. timely submission of reports. The purpose of this study was to determine the effect of internal control and leadership style on the performance of UPTD Lotu Public Health Center employees, North Nias Regency. The research design used in this study was analytic with a cross sectional approach. The population in this study were 96 employees of the Lotu Health Center UPTD with samples taken from the entire population. The data collection method was primary data and secondary data. The data analysis used was test multiple linear regression. The results showed that internal control had a sig-p value of 0.003 < 0.05, leadership style had a sig-p value of 0.003 < 0.005, which means that internal control and leadership style had an effect on performance. The conclusion in this study is that there is an influence of internal control and leadership style on employee performance at the Lotu Health Center UPTD North Nias Regency in 2020 and it is hoped that the Lotu Health Center UPTD Leader will improve and innovate in internal control and good leadership style.
FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA USIA 25-36 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIREM BAYEUN KABUPATEN ACEH TIMUR fransisca, fransisca; Pane, Masdalina; Hutajulu, Johansen; Nababan, Donal; Br. Brahmana, Nettietalia; Sitorus, Mido Ester J
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7371

Abstract

Balita stunting mengalami peningkatan pada tahun 2020, terdapat 22,2% atau 151 juta anak yang menderita stunting di seluruh dunia. Proporsi stunting terbanyak terdapat di Asia dengan dengan jumlah balita stunting lebih dari setengah kasus di dunia atau sebanyak 83,6 juta (55%), sedangkan sepertiganya lagi terdapat di Afrika sebanyak 39% dari jumlah balita stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan faktor yang berpotensi menyebabkan  stunting pada balita usia 25-36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross sectional, dan kuesioner merupakan alat pengumpul data terhadap 73 sampel penelitian. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga dengan anak balita sebanyak 225 orang. Sampel penelitian ini adalah balita yang ada di wilayah Kerja Puskkesmas Birem Bayuem sebanyak 73 orang  yang diambil dengan teknik purposive sampling merupakan ibu dengan balita usia 25-36 bulan, baik yang pertumbuhannya normal maupun stunting. Analisis dilakukan dengan menggunakan univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat BBLR, riwayat ASI Eksklusif, riwayat infeksi balita dan riwayat penyakit penyerta merupakan faktor risiko stunting pada balita usia 25-36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur, sedangkan jenis kelamin dan asi eksklusif faktor risiko stunting pada balita usia 25-36 bulan dan faktor yang dominan berpengaruh yaitu riwayat infeksi balita. Membuat kebijakan dengan mewajibkan seluruh ibu yang memiliki balita mengikuti posyandu setiap bulan. Dilakukan sosialisasi tentang peningkatan gizi balita guna mencegah stunting
ANALISIS KESIAPAN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK II MEDAN TERHADAP PELAKSANAAN KELAS RAWAT INAP STANDAR (KRIS) Mz, Miftahul Qurnaini; Pane, Masdalina; Hutajulu, Johansen; Tarigan, Frida Lina; Ginting, Daniel
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.16079

Abstract

Dari peta jalan DJSN, pemerintah akan mulai mengimplementasikan kelas tunggal JKN ini di 2024. Pada saat ini RS Bhayangkara Medan belum menerapkan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sejak diumumkan oleh DJSN tahun 2020. Belum terlaksananya KRIS pada RS Bhayangkara kemungkinan diakibatkan oleh kurangnya sosialisasi, infrastruktur, sarana prasarana dan sumber daya manusia yang mendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kesiapan rumah sakit baik dari faktor internal maupun faktor eksternal dalam menghadapi wacana pemerintah menjadikan kelas rawat inap standar atau kelas tunggal JKN. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri yang bersifat subyektif, maka data yang diperoleh harus diperiksa keabsahannya dengan menggunakan metode triangulasi, yaitu perpanjangan waktu, triangulasi sumber dan triangulasi metode pengumpulan data. Informan adalah Kepala Rumah Sakit, Bagian Pelayanan Kesehatan, Bagian Jangmedum RS Bhayangkara, Keuangan RS Bhayangkara, dan Pasien RS Bhayangkara.Analisis data dengan menggunakan SWOT, Fishbone dan VUCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RS Bhayangkara TK II Medan siap dalam melaksanakan KRIS yang diusungkan oleh DJSN. Hal ini dapat dilihat dengan upaya RS Bhayangkara TK II Medan yang terus melakukan sosialisasi dan hubungan baik dengan pasien, pembenahan infrastruktur dan perluasan bangunan rawat inap. RS Bhayngkara yakin bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak yang baik bagi kita semua. Studi ini menghasilkan Theoritical Frame Work sesuai dengan hasil pengumpulan, pengolahan dan analisis data.
UPAYA PEMBERDAYAAN SISWA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN REPRODUKSI DI MTs KHOIROTUL ISLAMIAH PEMATANG SIANTAR Purba, Ivan Elisabeth; Sitorus, Mido Ester J; Pane, Masdalina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu masa yang sangat penting dalam siklus hidup manusia dimana terjadi perubahan yang sangat dramatis baik perubahan fisik, seksual, psikologis, maupun mental. Remaja merupakan kelompok populasi yang besar, yaitu sekitar 20% dari polulasi dunia dan 85% di antaranya tinggal di negara sedang berkembang. Secara fisik remaja relatif sehat karena sudah tidak mudah menderita penyakit infeksi seperti masa anak dan belum terlalu berisiko mengalami penyakit degeneratif seperti orang tua.Meskipun demikian, kelompok remaja sangat berisiko mengalami masalah kesehatan yang berhubungan dengan perilaku, terutama yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Menjaga kebersihan adalah masalah yang tidak rumit, gampang dan bisa dilakukan oleh setiap orang, bahkan remaja.Namun seringkali seringkali akar permasalahannya adalah kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk menjaga kebersihan dan mencapai sehat secara reproduksi. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan,terbentuk tim KKR CERIA dimana anggota dalam tim tersebut adalah siswa kelas 7 yaitu 10 orang siswa perempuan yang akan menjadi Kader Kesehatan Reproduksi disekolah tersebut. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Upaya Pemberdayaan Siswa Untuk Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Di Mts Khoirotul Islamiah Pematang Siantar” telah dilaksanakan pada hari Jum’at, 7 Desember 2019 pada pukul 08.00 WIB sampai selesai di ruang kelas Mts Khoirotul Islamiah Pematang. Kegiatan pelatihan kesehatan kali ini dihadiri oleh siswi MTs Khoirotul Islamiah Pematang. Proses kegiatan dimulai dengan pemaparan kegiatan yang akan dilakukan, dilanjutkan dengan pembentukan tim KKR serta penyampaian materi pelatihan tentang kesehatan reproduksi remaja serta pemutaran video promosi kesehatan. Dilanjuti dengan diskusi tanya-jawab interaktif untuk mendiskusikan terkait materi yang disampaikan.Untuk menilai keberhasilan pelatihan, diakhir sesi, peserta dievaluasi dengan menilai praktek langsung hasil pelatihan yang diberikan. Tingkat pengetahuan siswa setelah dilakukan pelatihan kesehatan tentang kesehatan reproduksi remaja menjadi lebih baik, Terbentuknya tim Kader Kesehatan Reproduksi (KKR) CERIA.
HEALTH RISK ASSESSMENT OF PESTICIDE EXPOSURE IN FARMERS AROUND RICE FARMING AREA IN OGAN ILIR REGENCY, SOUTH SUMATRA, INDONESIA Maksuk; Intan Kumalasari; Maliha Amin; Pane, Masdalina
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 19 No. 1 (2024): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v19i1.2024.118-131

Abstract

Introduction: Pesticides are chemical compounds that are toxic to the environment and humans. Approximately 89.8% of farmers in South Sumatra use chemical pesticides. Aims: This study aims to analyze the health risks due to pesticide exposure among farmers residing in rice farming areas. Methods: This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach and was conducted in Pemulutan Subdistrict, Ogan Ilir Regency, from October 2020 to January 2021. The sample size consisted of 61 randomly selected respondents. Blood test samples were taken and examined at the Palembang Health Laboratory Center. The cholinesterase was examined using the DGKC colorimetric (KINETIC) method. Independent t-test and multiple linear regression test were used to analyze the data. Results: The results of the analysis showed that the average cholinesterase level in the blood serum of the farmers was 7628.40 U/L. This study also found that 83.6% of the farmers did not use complete and standard personal protective equipment. The variables that were significantly associated with cholinesterase levels in the blood of the farmers were age group and length of farming. Length of farming was identified as a predictor variable. Conclusion: Pesticides used by farmers in rice farming areas vary widely, ranging from slightly to extremely hazardous. Although the cholinesterase levels in farmers are in the normal range, they can increase over a long period of time. The length of farming is a predictor of cholesterol levels in farmers.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMANFAATAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) OLEH IBU HAMIL YANG MEMPUNYAI BALITA DI PUSKESMAS SAITNIHUTA KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2021 Ambarita, Elparida; Pane, Masdalina; Manurung, Kesaktian; Nababan, Donal; Martalena Silitonga, Evawani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1767

Abstract

Faktor pencapaian indikator di tingkat nasional salah satunya adalah peningkatan pengetahuan, peran, dan dukungan keluarga dan masyarakat melalui kegiatan kelas ibu hamil dan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), dan Distribusi buku KIA, sebagai sarana pencatatan pelayanan kesehatan dan media KIE kesehatan ibu dan anak untuk ibu dan keluarga sampai ke masyarakat. Survey di Puskesmas Saitnihuta pengelola program KIA,  pemanfaatan Buku KIA masih rendah, dimana cakupan KN3 68,6% dan K4 adalah 61,8%. Diduga faktor pengetahuan, sikap, dukungan petugas Kesehatan, dukungan keluarga dekat dan dukungan teman sebaya memengaruhi pemanfaatan buku KIA. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan study deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Saitnihuta. Populasi penelitian 80 orang dan sampel sebanyak 80 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan uji chi- square dan uji regresi linier berganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang memengaruhi pemanfaatan buku KIA yaitu sikap (p=0,008), dukungan petugas kesehatan (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0,038). Variabel yang tidak berpengaruh yaitu pengetahuan (p=0,268), dan dukungan teman sebaya (p=0,173). Hasil analisis multivariat, Dukungan petugas kesehatan merupakan variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap pemanfaatan buku KIA nilai sig 0,000 < 0.05 dan nilai OR = 1.331. Ibu yang memeroleh dukungan yang baik dari petugas kesehatan akan memanfaatkan buku KIA lebih baik dibandingkan ibu dengan dukungan petugas Kesehatan yang rendah. Disarankan pada tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan tentang buku KIA kepada ibu hamil hingga usia anak balita sehingga lebih banyak atau semua ibu memanfaatkan buku KIA dengan baik pula. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Dukungan Petugas Kesehatan, Keluarga dan     Pemanfaatan buku KIA
Perilaku Merokok Pada Siswa Laki-Laki Kelas XI Jurusan TKR SMK Sinar Husni Medan Tahun 2020 Lestari, Uci; Pane, Masdalina; Ester J Sitorus, Mido; Nababan, Donal; Arwina, Henny
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1572

Abstract

ABSTRAKMasalah kesehatan yang dihadapi oleh anak usia sekolah sangat kompleks dan bervariasi, salah satunya adalah perilaku merokok. Global Youth Tobbaco Survey (GYTS) menyatakan Indonesia sebagai negara dengan angka perokok remaja tertinggi di dunia dimana sebagian besar laki-laki pertama kali merokok pada umur 12-13 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang perlaku merokok pada siswa kelas XI jurusan SMK Sinar Husni Medan Tahun 2020. Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Penentuan informan menggunkan metode purposive sampling dan diperoleh sebanyak 6 orang. Pengumpulan data berupa Fgd dan Wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informan mengetahui informasi tentang zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok dan pengaruh rokok terhadap kesehatan. Sikap informan menunjukkan hal yang berbeda dari pengetahuan yang dimiliki kerena informan setuju terhadap iklan rokok, teman sebaya yang merokok. Teman sebaya menjadi faktor utama yang mempengaruhi informan merokok. Selain itu keluarga turut pula mempengaruhi perilaku merokok informan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada siswa agar pengetahuan siswa tentang bahaya rokok terhadap kesehatan sejalan dengan sikap mereka untuk mulai menghentikan kebiasaan merokok mereka dengan melakukan kegiatan edukasi tentang bahaya rokok terhadap kesehatan kepada sesama teman lainnya.Kata Kunci : Perilaku Merokok, Remaja.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PADA PELAYANAN KESEHATAN DI UPT PUSKESMAS SUKARAMAI KOTA MEDAN Alyakin Dakhi, Rahmat; Mido Ester J. Sitorus; Netti Etalia Brahmana; Ivan Elisabeth Purba; Lyenta Simanullang; Toni Wandra; Masdalina Pane
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i1.6273

Abstract

Background: Patient satisfaction is heavily influenced by the quality of services provided by healthcare centers (Puskesmas). The World Health Organization (WHO) states that good healthcare services are those that are effective, safe, and of high quality for those in need. Purpose: This study aims to identify the factors associated with patient satisfaction regarding healthcare services at Puskesmas Sukaramai. Method: The research is a quantitatfve study with a cross-sectional design, conducted in the operational area of Puskesmas Sukaramai, Medau City, from Maret-Juni 2025. The study population includes all patients visiting the Puskesmas, totaling 619 per month. The sample size was determined using the Lemeslow formula, with a sample af 149 respondents selected through accidental sampling. Primary data were collected dfrectly through questionnaires distributed ta patients visiting Puskesmas Sukaramai. Data analysis was carried out using both univariate and bivariate methods, With hypothesis testing conducted using the Chi-square statistical test. Results: The study results indicate significant relationships between physical evidence (tangible) and patient satisfaction (p=0.000), reliability and patient satisfaction (p=0.000), responsiveness and patient satisfaction (p=0.000), assurance and patfent satisfaction (p=0.000), and empathy and patient satisfaction (p=0. 002 < 0.05. Disscusion and Conclusion: it is recommended that healthcare workers focus on improving service cleanliness, friendliness, and efficiency at Puskesmas Sukaramai to enhance patfent satisfaction.