Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH SOSIALISASI PERPAJAKAN DAN KUALITAS PELAYANANPERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BUMI DANBANGUNAN KECAMATAN AMONGGEDO KABUPATEN KONAWE Jusbair Baheri; Muh. Nur; Tinas Saputra
Sigma: Journal of Economic and Business Vol 8 No 2 (2025): Sigma : Journal of Economic and Business
Publisher : STIE ENAM ENAM KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60009/t8g2dm21

Abstract

This study aims to determine the effect of tax socialization and the quality of tax services on taxpayer compliance. The method used is quantitative, with a population of all land and building taxpayers in Amonggedo District, Konawe Regency of 5,867, while a sample of 99 taxpayers was taken using random sampling, the number of which was determined by the Slovin formula. Data collection was carried out using a questionnaire in the form of a questionnaire. Data analysis used descriptive statistical analysis, instrument testing, classical assumption testing, multiple linear regression, determination testing, and hypothesis testing using SPSS v. 27 for windows. The results of the study indicate that Tax Socialization and Tax Service Quality on Taxpayer Compliance have a positive and significant effect on Amonggedo District, Konawe Regency.
Analisis Determinan Pertumbuhan Ekonomi Regional Menggunakan Model Panel Data Muh. Nur; Rince Tambunan; Kusman Paluala
Journal of Economic Studies Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi regional merupakan salah satu indikator utama dalam mengukur kemajuan pembangunan di tingkat daerah. Di Indonesia, yang terdiri dari berbagai provinsi dengan karakteristik ekonomi yang beragam, pemahaman terhadap faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ini menjadi krusial untuk perumusan kebijakan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pertumbuhan ekonomi regional menggunakan model panel data, dengan fokus pada variabel seperti investasi, tenaga kerja, pendidikan, dan infrastruktur. Data yang digunakan berasal dari 34 provinsi di Indonesia selama periode 2019-2024, yang dianalisis melalui pendekatan regresi panel dengan model efek tetap (fixed effect). Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara variabel investasi, tenaga kerja, dan pendidikan menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pemerintah daerah perlu memprioritaskan pengembangan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga membahas implikasi kebijakan dalam konteks ketimpangan regional di Indonesia. Secara keseluruhan, analisis ini memberikan kontribusi bagi literatur ekonomi regional dengan menekankan pentingnya data panel dalam menangkap variasi antar daerah dan waktu.
Integrating Spatial Planning and Agroecology to Enhance Agricultural Carrying Capacity in Rural Development Zones Rince Tambunan; Ummy Kalsum; Muh. Nur
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 2 (2026): JIMKES Edisi March 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i2.4250

Abstract

Spatial planning has been recognized as a critical tool for guiding regional development in alignment with environmental conservation and food security objectives. However, in practice, discrepancies often exist between formal spatial planning and adaptive, locally-based agricultural systems. This gap creates a knowledge divide in understanding how spatial and agroecological aspects can be synergistically integrated to support the sustainability of agricultural areas. This study aims to explore the integration of spatial planning and agroecology practices to enhance the carrying capacity of agricultural zones within rural development areas. The research employs a qualitative approach with a sequential explanatory design, beginning with in-depth interviews with local stakeholders in North Konawe Regency. The findings indicate that strengthening the carrying capacity of agricultural areas requires a more contextual integration between spatial planning policies and community agroecological practices, which, in turn, enhances the effectiveness of regionally-based development planning. These results have theoretical implications for expanding the understanding of the interrelationship between spatial planning and agroecology, as well as practical implications for formulating policies that leverage local potentials to achieve sustainable rural development.