Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sebatik

POTENSI MINUMAN DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU POSTPARTUM Herni Johan; Ryzky Diah Anggraini; Siti Noorbaya
Sebatik Vol 23 No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.064 KB)

Abstract

Praktek menyusui merupakan optimalisasi kesehatan dan perkembangan anak. Namun, pemberian Air Susu Ibu terkadang mengalami hambatan, beberapa ibu sering mengalami kesulitan dalam menyusui bayinya karena ASI yang tidak keluar ataupun ASI yang dirasa kurang . Memanfaatkan tanaman berupa daun kelor yang mengandung laktagogum dapat membantu merangsang produksi ASI, sehingga dapat membantu ibu dalam mengatasi masalah menyusui. Tujuanpenelitian ini menganalisis potensi daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI Pada Ibu Postpartum. Metode yang digunakan Quasi Experiment dengan rancangan Nonequivalent Control Group Desain yang dilakukan pada 22 ibu postpartum dan dibagi menjadi 2 kelompok dengan memberikan air rebusan daun kelor pada kelompok intervensi. Penelitian dilakukan selama 7 hari. Hasil dari uji Friedman dan Mann Whitney menunjukkan nilai P <0,05 hal berarti makna peningkatan produksi ASI antara 2 kelompok. Kesimpulannya daun kelor memiliki potensi dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu Postpartum.
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROMOSI KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK BALITA Johan, Herni
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam promosi kesehatan sebagai upaya pencegahan diare pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Sempaja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas strategi promosi kesehatan yang melibatkan advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p advokasi adalah sebesar 0,001, dukungan sosial p = 0,008, dan pemberdayaan masyarakat p = 0,005. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat terhadap partisipasi masyarakat dalam pencegahan diare pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Sempaja. Advokasi dalam konteks ini berperan penting untuk mempengaruhi kebijakan publik melalui berbagai bentuk komunikasi persuasif yang strategis dan terencana guna mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak terkait. Dukungan sosial mencakup bantuan emosional dan praktis dari anggota komunitas yang dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan pencegahan diare. Pemberdayaan masyarakat merupakan proses peningkatan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan lingkungan mereka. Program promosi kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas Sempaja juga mencakup penyuluhan dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan praktik higiene yang baik untuk mencegah diare. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran ibu dalam pencegahan diare, karena ibu merupakan pengasuh utama yang mempengaruhi kesehatan anak melalui pemberian asupan makanan, perawatan kesehatan, dan stimulasi mental. Selain itu, faktor-faktor seperti pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi juga mempengaruhi sikap dan tanggapan masyarakat terhadap pencegahan diare. Dengan demikian, intervensi yang holistik dan melibatkan berbagai aspek kehidupan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan diare pada anak balita.
THE PERFORMANCE ANALYSIS OF MIDWIFERY SERVICES IN SAMARINDA CITY Johan, Herni
Sebatik Vol. 27 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i2.2436

Abstract

Antenatal care (ANC) was an essential part of healthcare services for pregnant women. Various studies showed that antenatal care could improve care experiences and health outcomes for pregnant women and newborns. This study aimed to analyze the factors influencing the performance of midwives in antenatal care services in Samarinda City. This research used a quantitative method with a cross-sectional approach. The respondents of the study were the entire population, totaling 23 people, and were obtained through a questionnaire. Data processing was done with SPSS and data analysis used statistical tests, including univariate, bivariate, and multivariate analyses. The results of the study showed that there was a relationship between age, employee status, and years of service with the performance of midwives in ANC services. This study recommended that the Health Department and midwives establish human resource management policies for midwives with non-permanent employee status and regulate incentives that could improve performance in ANC services. Additionally, it was important to carry out antenatal care with full responsibility and seriousness, considering that these services were related to the Maternal and Child Health program that needed to be achieved.