Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Life Cycle Assessment of Gayo Arabica Coffee Green Bean at Aceh Province Pramulya, Rahmat; Tajudin Bantacut; Erliza Noor; Mohamad Yani; Muhammad Romli
HABITAT Vol. 33 No. 3 (2022): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2022.033.3.29

Abstract

Indonesia's coffee production will reach 774.6 thousand tons in 2021, an increase of 2.75% from 2020, which was 753.9 thousand tons, and is the highest in the last decade and is expected to increase threefold in 2050. Hence, the evaluating environmental performance of the coffee agroindustry is essential if it is to become a more sustainable agroindustry. This paper aims to assess environmental performance (energy footprint, water footprint, and carbon footprint) in Gayo Arabica coffee green bean production with different agro-industry models. The method to evaluate environmental performance that can be used to identify indications of sustainability is Life Cycle Assessment (LCA) Method. The study was conducted on coffee production and exporter cooperatives in Central Aceh. Primary data were obtained through interviews with farmers, collectors, huller owners, and cooperative administrators. Secondary data comes from cooperative reports. The LCA study is described in two product systems, the model of 2015 and the model of 2016. The LCA model of 2015 is based on the green bean production system carried out in 2015 which includes water treatment, pulping, collecting, drying, hulling, finishing, and transportation. The LCA model of 2016 is based on the green bean production system carried out in 2016 until now which includes sub-processes for water treatment, pulping, collecting 1, hulling, collecting 2, finishing, and transportation. The results show that the energy footprint of the 2016 model (2.5128 MJ per f.u) is greater than that of the 2015 model (1.2336 MJ per f.u), the water footprint of the 2015 model is the same as the water footprint of the 2016 model product system, namely 0. 0086 m3 per f.u., and the carbon footprint of the 2016 model (1.93 kg CO2-eq per f.u) is greater than that of the 2015 model (1.48 kg CO2-eq per f.u). The cooperative initiative (in the model of 2016) is for the purpose of process improvement but cannot reduce carbon emissions. To reduce emissions from the use of fossil fuels, it is necessary to optimize land transportation routes and energy efficiency.
Analisis Struktur Biaya Logistik Jeruk Siam di Desa Sumber Bakti dalam Penyusunan Strategi Rantai Pasok Wijaksena, Ego Ibnu; Pramulya, Rahmat
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk penggambaran struktur rantai pasok jeruk siam, menganalisis struktur biaya logistik, dan menyusun strategi alternatif untuk tier rantai pasok jeruk siam, dengan tujuan untuk memperbaiki distribusi pendapatan yang lebih merata dan meningkatkan pendapatan petani. Total responden pada penelitian ini sebanyak 21 orang. Metode yang digunakan untuk melakukan analisis biaya logistik adalah metode Activity-Based Costing (ABC). Hasil dari penelitian ini adalah sistem rantai pasok komoditas jeruk siam terdiri dari empat tier, dengan tier utamanya adalah petani, pengepul desa, pedagang besar (collector), dan pedagang kecil (retail seller). Hasil perhitungan biaya logistik menunjukkan bahwa total biaya logistik sebesar Rp8.113.21/kg dengan 53,31% merupakan biaya yang berasal dari aktivitas material handling dan 46,69% lainnya adalah biaya dari aktivitas procurement, transportation, inventory, dan information. Berdasarkan perhitungan biaya logistik, ada beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan, seperti menambah aktivitas pascapanen di tingkat petani dan menerapkan aktivitas logistik yang lebih efisien dan responsif di tingkat petani. Strategi Vendor Managed Inventory (VMI) sebaiknya digunakan dalam semua pola rantai pasok.
PEMETAAN MODEL BISNIS RED HOUSE COFFEE DENGAN PENDEKATAN BISNIS MODEL CANVAS Pramulya, Rahmat; Agustia, Devi; Darmansyah, Dedy; Lestari, Rachmatika; Safrida, Safrida; Alfizar, Alfizar; Dabutar, Candra
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2441

Abstract

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia, dan dikenal juga sebagai negara yang menjadi referensi produksi kopi berkualitas baik. Budaya minum kopi sekarang merupakan menjadi rutinitas atau bahkan menjadi kebiasaan yang sering kita jumpai mulai dari kedai kopi di gang sempit, persimpangan jalan, hingga mal – mal di perkotaan. Hal ini menjadi penanda bahwa fenomena kedai kopi menjadi sebuah bisnis baru yang cukup menjajikan, salah satunya yaitu red house coffee. Pertumbuhan UMKM di kabupaten bener meriah ditambah dengan adanya program pemerintah yaitu PPKM membuat pendapatan para pelaku usaha semakin berkurang. Red house coffee merupakan coffee Honey, wine, natural,luwak,robusta, speacility berlokasi di kabupaten bener meriah, provinsi aceh yang harus terus berinovasi agar usahanya dapat bertahan yang dapat dilakukan dengan memetakan model bisnis dan mengevaluasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan memetakan operasional bisnis usaha mikro dengan studi pada “red house coffee” dengan pendekatan Business Model Canvas. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis Sembilan blok business model canvas. Hasil penelitian menunjukan bahwa bisnis model kanvas red house coffee terdapat aspek yang masih lemah pada red house coffee dan perlu diperbaharui, yaitu aspek Channels yang masih mengandalkan penjualan dari outlet dan kurang mengoptimalkan penjualan online, meningkatkan promosi melalui social media seperti Instagram, facebook, tiktok dan youtub dengan melakukan iklan berbayar. Aspek value propotition yang belum menambahkan logo pada kemasan produk, menambah fasilitas wifi. Aspek customer relationship membangun awareness merek dan mengadakan membership. Aspek Revenue stream yaitu bisa menambah pendapatan dengan penyewaan tempat. Dan aspek key partner yaitu bisa memasok produk pada retail atau pun melalui minimarket local dan nasional.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN PALA DI KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN Ismi, Nur; Pramulya, Rahmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 1 (2022): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i1.1652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efisiensi pada masing - masing saluran pemasaran dan seberapa besar margin pemasaran pala yang diperoleh masing - masing lembaga pemasaran yang terlibat serta farmer’share yang di terima oleh petani di Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel petani dilakukan secara purposive sampling sebanyak 24 orang. Sedangkan sampel pedagang diperoleh secara snowball sampling sebanyak 20 orang.  Metode analisis yang digunakan adalah melihat saluran pemasaran, menghitung  margin pemasaran, farmer’s share dan rasio biaya keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran pala dalam bentuk pala basah di Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan yang paling efisien itu terdapat pada saluran pemasaran tipe kedua, hal ini karena bagian yang di terima petani itu lebih menguntungkan dan rasio keuntungan terbesar juga terdapat  pada saluran pemasaran tipe kedua.
ANALISIS PENGEMBANGAN DESA PERHUTANAN SOSIAL BERBASIS KOMODITI KOPI MELALUI SUSTAINABLE LIVELIHOOD APPROACH: STUDI KASUS DESA KEKUYANG KECAMATAN KETOL KABUPATEN ACEH TENGAH Aulia, Muhammad Reza; Pramulya, Rahmat; Fachruddin, Fachruddin; Ariska, Nana; Sulindawati, Rishi; Mauliza, Rahma
Jurnal Pertanian Agros Vol 27 No 1 (2025): EDISI JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v27i1.43

Abstract

The Sustainable Livelihood Approach (SLA) is very relevant in managing coffee commodities in Central Aceh through the Social Forestry program that allows communities to manage forests sustainably. This study used in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and field observations to understand the factors that influence the sustainability of community livelihoods. SLA assesses five main assets, namely natural, human, physical, financial, and social. Although human and physical assets have potential, there is an urgent need to strengthen access to social and financial assets. Limited education, skills, and less solid social networks can hinder community economic development. Although infrastructure and natural resources are supportive, dependence on financial access and cooperation between community members is still a major challenge. To improve community welfare and coffee sustainability, there needs to be increased training and more practical counseling, as well as access to capital through microfinance institutions. Building stronger social networks, with collaboration from external parties such as government and non-governmental organizations, is important to strengthen community solidarity. These steps are expected to increase the economic and social resilience of the community while maintaining environmental sustainability.
Quality Assessment and Comparative Analysis of Malinau Coffee Among Indonesian Specialty Coffees Sutrisno, Adi; Wahyuni, Etty; Santoso, Dwi; Agang, Mohammad Wahyu; Titing, Deny; Kusnadi, Erwan; Hartono, Tjahjo Tri; Sayaza, Mas Davino; Novita, Elida; Pramulya, Rahmat; Rahmah, Devi Maulida
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 3 (2025): June 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i3.812-822

Abstract

Malinau Robusta coffee demonstrates untapped potential within the specialty coffee market. This study aims to evaluate the quality of Malinau coffee comprehensively and benchmark it against prominent specialty coffees such as Gayo, Toraja, and Kintamani. A descriptive quantitative method was employed to analyze critical parameters including caffeine content, moisture level, defect value, impurity level, grain size, and flavor profile. Coffee samples were gained from nine coffee-producing villages in Malinau Regency, involving 28 farmers covering 190 ha of coffee plantations. The results identified distinct strengths of Malinau coffee, notably its low moisture level (10.2%) and high caffeine content (1.94%) among the samples, offering a strong and intense flavor profile including chocolatey, a bitter aftertaste, and fruity undertones. Challenges for Malinau coffee includes high defect value (65.7/300 g) and impurity level (0.6%), which undermine its marketability in premium segments. To bring Malinau coffee up to par with other established specialty coffees, improvements in post harvest handling are needed, particularly sorting, quality control and consistent processes methods. By adopting innovative cultivation and processing, Malinau coffee holds strong potential as a competitor of specialty coffee, both for domestic and global markets while highlighting its unique regional identity. Keywords: Malinau coffee, North Kalimantan, Quality improvement, Robusta, Specialty coffee.
Pemberdayaan KTH Jekoni dalam Pengembangan Agroforestri Kopi Robusta Sabet Berbasis Perhutanan Sosial Melalui Peningkatan Kualitas dan Pemasaran Digital: Pengabdian Faizin, Rusdi; Wijaksena, Ego Ibnu; Fajri, Maulidil; Diman, Banta; Pramulya, Rahmat; Darmansyah, Dedy
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4437

Abstract

This community service program aims to improve production capacity, post-harvest quality, and robusta coffee marketing strategies at the Jekoni KTH in Sabet Village, Aceh Jaya. The main problems include substandard cultivation practices, inconsistent harvest quality, and marketing that still relies on collectors without product identification. Activities are carried out in a participatory manner through training in Good Agricultural Practices, natural post-harvest processing methods, hygienic storage, packaging design, and digital promotion. The results show a significant increase in farmer knowledge and skills, coffee quality with a red fruit harvest above 80%, a cupping score of 83.00, and the development of the "Green Coffee Sabet" product with ready-to-sell packaging and Instagram promotion. Overall, this activity increases the empowerment of partners to become independent and strengthens the competitiveness of local coffee through quality improvement and digital marketing.
Strategi Pengembangan Agroforestri Kopi Gayo Rendah Karbon Berbasis Perhutanan Sosial Putra, Aditya Handoyo; Fakhruddin; Pramulya, Rahmat; Dahlan; Setiajiati, Fitta; Hartono, Tjahjo Tri; Novita, Elida; Tarmizi; Irwansyah, Putra
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 1 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0801.1524-1529

Abstract

Kopi gayo merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor dari Provinsi Aceh yang memiliki reputasi internasional. Namun, pengelolaan kopi saat ini menghadapi tantangan serius berupa degradasi lahan, perubahan iklim, dan praktik budidaya yang belum ramah lingkungan sehingga perlunya pengelolaan kopi yang berkelanjutan salah satunya yang rendah emisi karbon. Provinsi Aceh memiliki potensi besar mengembangkan agroforestri kopi melalui program perhutanan sosial yang memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan. Pendekatan berbasis sistem sosial-ekologi menjadi kunci untuk memahami keterkaitan antara aspek ekologi (keanekaragaman hayati, penyerapan karbon, konservasi tanah dan air) dan aspek sosial (kesejahteraan petani, kelembagaan lokal, akses pasar, dan budaya kopi) yang kompleks dan dinamis. Melalui penguatan kelembagaan petani, insentif ekonomi hijau, serta dukungan kebijakan, agroforestri kopi dapat menjadi alternatif strategi pembangunan rendah karbon sekaligus meningkatkan daya saing kopi gayo di pasar global. Policy brief ini memberikan analisis kondisi terkini, tantangan sosial-ekologi, serta rekomendasi kebijakan untuk mengoptimalkan perhutanan sosial sebagai instrumen pengembangan agroforestri kopi gayo rendah karbon di Aceh.
Mapping mangrove forest distribution on Banten, Jakarta, and West Java Ecotone Zone from Sentinel-2-derived indices using cloud computing based Random Forest Asy'Ari, Rahmat; Rahmawati, Azelia Dwi; Sa'diyya, Naifa; Gustawan, Ardya Hwardaya; Setiawan, Yudi; Zamani, Neviaty P.; Pramulya, Rahmat
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.97-111

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan kawasan yang sangat potensial, umumnya berada di kawasan ekoton (kombinasi kawasan intertidal dan supratidal), dimana terdapat interaksi antara perairan (laut, air payau, dan sungai) dengan kawasan daratan. Indonesia khususnya wilayah Banten dan Jawa Barat memiliki kawasan mangrove yang sangat luas dan saat ini terancam alih fungsi lahan. Apalagi pemetaan sebaran hutan bakau menggunakan platform Google Earth Engine berbasis Cloud Computing kurang dipublikasikan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan memperkenalkan sebaran hutan mangrove yang melibatkan metode algoritma klasifikasi Random Forest (RF), dan mencari modifikasi indeks yang terbaik. Uji kombinasi dilakukan dengan melibatkan indeks NDVI, EVI, ARVI, SLAVI, IRECI, RVI, DVI, SAVI, IBI, GNDVI, NDWI, MNDWI, dan LSWI. Sebaran mangrove terdapat di tiga provinsi (Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta) yaitu seluas 933,54 ha (8,372%), 1.537,89 ha (18,231%), dan 8.184,82 ha (73,397%). Dari 70 pengujian kombinasi, indeks LSWI (K13, Type-A) merupakan kombinasi dengan tingkat akurasi terendah sebesar 58,45% (Overal Accuracy) dan 39,59 (Kappa statistik), dan kombinasi K23 (SAVI-MNDWI-IBI) merupakan kombinasi yang terbaik yaitu 96,48% dan 92,79. Hasil dan rekomendasi dalam penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan perlindungan kawasan mangrove dan referensi untuk penelitian selanjutnya.
Co-Authors Abd Malik A Madinu Adi Sutrisno Agang, Mohammad Wahyu Agustia, Devi Aisyah Ajat Sudrajat Alfizar Alfizar Ali Dzulfigar Anggodo Ariska, Nana Aswin Nasution Asy'Ari, Rahmat Atmaja, Nanda Aulia Ranti Aulia Ulfa Azelia Dwi Rahmawati Azelia Dwi Rahmawati Azelia Dwi Rahmawati Banta Diman Citra Putri Perdana Dabutar, Candra Dahlan Danik Septianingrum Darmansyah, Dedy Dela Puspita Damanik Dewi Fithria Diman, Banta Dwi Purnomo DWI SANTOSO Dzulfigar, Ali Elida Novita Erliza Noor Fachruddin Fachruddin Faizin, Rusdi Fajri, Maulidil Fakhruddin Faojiah, Rahma Septiany Faradilla Anggit Prameswari Fitta Setiajiati Gustawan, Ardya Hwardaya Hadisah, Hadisah Handian Purwawangsa Hanum Resti Saputri Harahap, Arya Gading Herni Natasha Aulia Irvan Subandar Irwansyah, Putra Ismi, Nur Khairani Putri Marfi Kusnadi, Erwan L, Izmi Ahad Lestari, Rachmatika Lina Lathifah Nurazizah Lizmah, Sumeinika Fitria Made Chandra Aruna Putra Mahadika Rifka Nugraha Marfi, Khairani Putri Maulidia, Vina Mauliza, Rahma Moh Zulfajrin Moh. Yani Muhammad Afrillah Muhammad Aqbal Fathonah Muhammad Ikhwan Ramadhan MUHAMMAD ILHAM Muhammad Romli dan Suprihatin Andes Ismayana Muliana, Muliana Neviati Putri Zamani Neviaty P Zamani Neviaty P. Zamani Neviaty Putri Zamani NEVIATY PUTRI ZAMANI Ningrum, Almyanti Nur Rahmadhanti, Intan Pascawisudawati, Azzahra Pelangi, Putri Priyanto Puspitasari, Raditya Febri Putra, Aditya Handoyo Rachman, Habbly Rahmat Asy'Ari Rahmat Asy'ari Rahmat Asy’ari Rahmat Asy’Ari Rahmawati, Azelia Dwi Ramadhan, Muhammad Ikhwan Resta, Muhammad Resta Destyana Rimun Wibowo, Rimun Sa'diyya, Naifa Safrida Safrida Salma, Ummu Salsabila Nur'Aini Sarah, Santi Sayaza, Mas David Sayaza, Mas Davino Selvianing Tiyas Sulindawati, Rishi Tajudin Bantacut Tarmizi Titing, Deny Tjahjo Tri Hartono Usnil Khotimah Verawati Ayu Lestari Wahyu, Adi Wahyuni, Etty Wijaksena, Ego Ibnu Wildan Maynardy Wicaksono Wiwik Handayani Yudi Setiawan Yudi Setiawan Yudi Setiawan Yudi Setiawan Yudi Setyawan Yulisna, Yulisna Zayyaan Nabiila Khairunnisa