Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 di Polsek Kota Kediri: Implementation of Covid 19 Vaccination at Kediri City Police Dwi Rahayu Rahayu; Hengky Irawan; Puguh Santoso; Dyah Ika Krisnawati; Erna Susilowati; Elfi Quyumi Rahmawati; Fajar Rinawati; Yunarsih; Sucipto; Didik Susetiyanto Atmojo; Heny Kristanto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.004 KB)

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 yang terjadi  saat ini telah menimbulkan berbagai dampak yang sangat signifikan pada seluruh bidang kehidupan masyarakat. Salah satu cara yang sangat mungkin untuk mencegah penyebaran virus ini adalah dengan mengembangkan vaksin. Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu. Indonesia menjadikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sebagai bagian dari strategi penanggulangan pandemi COVID-19. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mempercepat terlaksananya kegiatan vaksinasi Covid 19 di Kota Kediri. Metode Pengabdian masyarakat ini dilakukan mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi dan rencana tindak lanjut pelaksanaan vaksinasi Covid 19. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Polsek Kota Kediri dengan sasaran masyarakat umum yang bersedia datang ke lokasi kegiatan. Pengabdian masyarakat dalam pemberian vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat kelompok sasaran masyakat umum yang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 5 Maret 2022 jam 08.00 sampai jam 15.00 WIB di Polsek Kota Kediri telah berhasil memberikan vaksinasi pada 350 orang. Kegiatan pemberian vaksin COVID-19 kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan mengaktifkan antibodi dalam tubuh supaya dapat mengurangi dampak dari penularan Penyakit COVID-19 dan sebagai upaya memutus rantai penyebaran penyakit COVID-19. Abstract: The current COVID-19 pandemic had  very significant impact on people's lives. One very possible way to prevent the spread of this virus is to develop a vaccine. Vaccination aims to provide specific immunity against a particular disease. Indonesia has made the implementation of the COVID-19 vaccination part of its strategy for dealing with the COVID-19 pandemic. The purpose of this action is to accelerate the implementation of Covid 19 vaccination in Kediri. This action method is carried out starting from planning to evaluation and follow-up plans for the implementation of the Covid 19 vaccination. This action is carried out at the Kediri City Police Station with the target of the general public. Community service in the provision of COVID-19 vaccination for the target group of the general public which was carried out on Saturday, March 5, 2022, 08.00 to 15.00 WIB at the Kediri City Police, has succeeded in vaccinating 350 people. The activity of giving the COVID-19 vaccine to the community aims to increase the body's immunity by activating antibodies in the body in order to reduce the impact of the transmission of COVID-19 disease and as an effort to break the chain of spread of the COVID-19 disease.  
EFEKTIVITITAS TEKNIK BEHAVIORAL SKILLS TRAINING (BST) DALAM PENINGKATAN KETRAMPILAN PENGENALAN TRAUMA CAPITIS Dwi Rahayu; Fajar Rinawati; Yunarsih Yunarsih
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.547

Abstract

Pendahuluan: Trauma capitis merupakan salah satu penyebab kematian pasien yang berusia di bawah 45 tahun akibat adanya benturan pada kepala, dan angkanya mencapai hampir 50%. Petugas kesehatan harus mampu mengetahui tanda yang terjadi dan harus mampu melakukan pengenalan terjadinya trauma capitis. Pengkajian awal derajat keparahan pada trauma capitis merupakan sesuatu hal yang sangat penting dimana bertujuan untuk menentukan jenis tindakan yang paling tepat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas teknik Behavioral Skills Training dalam Peningkatan Ketrampilan Pengenalan Trauma Capitis. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experimental design dengan rancangan one group pretest and posttest design. Penelitian ini melibatkan 39 responden. Sampling menggunakan purposive sampling, instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dari google form. Pelaksanaan Behavioral Skills Training (BST) dilakukan langsung ke responden. Data dianalisa dengan wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan p-value: 0,000 yang berarti ada perbedaan antara ketrampilan pengenalan cedera kepala sebelum dan sesudah dilakukan teknik Behavioral Skills Training. Metode Behavioral Skills Training sangat efektif dalam melatih ketrampilan responden untuk pengenalan derajat keparahan pada trauma capitis yang terjadi. Diskusi: Ketrampilan dalam pengenalan derajat keparahan trauma capitis diperlukan untuk menentukan jenis tindakan yang tepat untuk dilakukan dengan harapan bisa dengan meningkatkan keberhasilan dari tindakan sehingga prognosa pada pasien trauma capitis akan semakin baik. Kata Kunci: Behavioral, Pengenalan, Skills, Training, Trauma Capitis
Pemanfaatan Posyandu Jiwa Di Wilayah Puskesmas Balowerti Kota Kediri Rofik Darmayanti; Betristasia Puspitasari; Dyah Ika Krisnawati; Puguh Santoso; Yunarsih Yunarsih; Sucipto Sucipto; Heny Kristanto
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v3i1.551

Abstract

Gangguan jiwa menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat. Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukan prevalensi gangguan jiwa di Indonesia sebesar 6,2%.Fasilitas kesehatan terdekat bagi pasien gangguan jiwa salah satunya adalah Posyandu Jiwa. Kegiatan di posyandu jiwa tidak hanya difokuskan pada proses penyembuhan, peningkatan keterampilan, dan kemampuan orang yang mengalami gangguan jiwa saja tetapi juga pada dukungan keluarga dalam memandirikan orang yang mengalami gangguan jiwa. Keteraturan berobat merupakan hal yang penting terkait kesembuhan pasien gangguan jiwa. Puskesmas Balowerti  di bawah naungan Dinas kesehatan Kelurahan Balowerti Kota Kediri merupakan salah satu Puskesmas yang menyediakan pelayanan posyandu jiwa. Akper Dharma husada yang dalam hal ini sudah bekerja sama dengan Puskesmas Balowerti  untuk memberikan penanganan terhadap orang yang mengalami gangguan jiwa, selain juga mahasiswa juga kami libatkan untuk kegiatan penanganan dan pemberian terapi jiwa yang diadakan 1 bulan sekali di Wilayah Puskesmas Balowerti di bawah naungan Dinas kesehatan kota kediri. Kegiatan mahasiswa diantranya ikut melakukan pengkajian pasien, pemeriksaan dan pemberian terapi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan Posyandu jiwa dalam usaha meringankan penderitaan orang dengan gangguan jiwa    
PEER SUPPORT DALAM PENINGKATAN MOTIVASI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI CA MAMMAE Dwi Rahayu; Yunarsih Yunarsih
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1111

Abstract

Kanker payudara di Indonesia menempati urutan kedua setelah kanker leher rahim. Diperkirakan 10 dari 100.000 penduduk terkena kanker payudara dan 70% dari penderita memeriksakan dirinya pada keadaan stadium lanjut. Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah penderita tidak tahu atau kurang mengerti tentang kanker payudara.Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara Peer Support dengan Peningkatan Motivasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Desain penelitian yang digunakan adalah Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling yaitu Consecutive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 79 Responden. Analisa data yang digunakan adalah dengan uji statistik Spearman Rank Corelation.  Hasil uji statistik dengan Spearman Rank Correlation didapatkan ada Hubungan antara Peran Sebaya ( Peer Support ) dengan Motivasi untuk Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan nilai signifikansi p = 0.041 (p < 0.05) yang berarti Hubungan Antara Peran Sebaya dengan Motivasi untuk Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa Peran Sebaya ( Peer Support ) sangat penting dalam meningkatkan Motivasi untuk Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang sangat berguna untuk Deteksi dini Ca Mammae. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan Petugas Kesehatan untuk meningkatkan Peran Sebaya dalam Keberhasilan tindakan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebagai upaya untuk deteksi dini Ca Mammae. Kata kunci: Peer Support, Grup, Motivasi, Pemeriksaan Payudara Sendiri DOI: 10.5281/zenodo.4771292
EDUKASI PENTINGNYA PENCEGAHAN HIPERTENSI DI RT 01 RW 07 DSN. JIMBIR DS. SUGIHWARAS KEC.PRAMBON KAB. NGANJUK betris tasia; rofik darmayanti; dyah ika krisnawati; yunarsih yunarsih; puguh santoso; sucipto sucipto; heny kristanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 3 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v3i4.1520

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik berada diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah terus meningkatkan tekanan. Jika tidak segera ditangani, hipertensi bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, hingga stroke. Hipertensi dapat dikendalikan melalui penyuluhan tentang pencegahan hipertensi. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Tekanan darah tinggi yang terjadi terus-menerus dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini lama-kelamaan bisa membuat jantung membesar, merusak pembuluh darah, dan membuat ginjal tidak bisa bekerja dengan baik. Oleh karena itu, hipertensi perlu segera ditangani. Setelah tekanan darah kembali normal pun, perlu terus dilakukan pemantauan dan bahkan penggunaan obat rutin agar tekanan darah selalu terkontrol. Edukasi atau penyuluhan diperlukan agar dapat mengubah gaya hidup masyarakat menjadi gaya hidup sehat. Dengan adanya pemberian edukasi kesehatan ini diharapkan masyarakat bisa mencegah hipertensi melalui perbaikan gaya hidup dengan olahraga teratur, istirahat cukup, kelola stress dan mengonsumsi makanan kaya serat rendah garam dan lemak.
Upaya Pencegahan Penyakit Jantung pada Wanita Usia Subur dengan Senam Jantung Sehat Betristasia Puspitasari; Rofik Darmayanti; Dyah Ika Krisnawati; Puguh Santoso; Yunarsih Yunarsih; Sucipto Sucipto; Heny Kristanto
Jurnal Abdimas Vol 27, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v27i1.40349

Abstract

Mempunyai jantung sehat merupakan impian semua orang, karena dengan jantung sehat akan terhidar dari penyakit jantung dan penyakit berbahaya lainnya. Senam jantung merupakan olahraga yang baik untuk kesehatan jantung. Senam jantung sehat bertujuan merawat jantung dan pembuluh darah. Pembuluh darah yang sehat, membuat kerja jantung menjadi optimal, karena kedua organ tersebut bekerja saling berhubungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 16 Oktober 2022. Bentuk kegiatan adalah senam jantung sehat bersama para ibu (wanita usia subur). Sasaran kegiatan ini adalah para ibu (wanita usia subur) di Dusun Sembung Desa Cengkok Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk.  Jumlah yang berpartisipasi dalam kegiatan senam jantung sehat sebanyak 43 orang. Senam jantung sehat ini menjadikan para ibu lebih semangat dalam berolahraga sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit jantung sejak dini. Dari kegiatan ini didapatkan antusiasme para ibu yang begitu tinggi dalam mengikuti kegiatan senam. Para peserta menjadi lebih semangat dalam mengikuti kegiatan olahraga senam. Hal ini terbukti dengan para ibu yang berencana untuk menjadikan senam ini sebagai kegiatan rutin. Mereka sepakat untuk mengadakan senam jantung sehat ini seminggu sekali yang rencananya diadakan setiap hari minggu pagi. Senam ini merupakan salah satu upaya untuk pencegahan secara dini penyakit jantung pada wanita usia subur.
Kegiatan Imunisasi Sub Pin Polio Putaran 1 Dalam Rangka Pencegahan Penyakit Polio Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Selatan Kota Kediri Puspitasari, Betristasia; Darmayanti, Rofik; yunarsih, Yunarsih; Santoso, Puguh; sucipto, sucipto; Kristanto, Heny; Krisnawati, Dyah Ika
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 3 No 2 (2024): Edisi Juli 2024 - Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v3i2.1180

Abstract

Polio adalah penyakit yang disebabkan oleh virus polio dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Polio sebenarnya bisa menyerang siapa saja, tapi lebih rentan menyerang anak-anak, terutama usia di bawah 5 tahun. Tujuan Kegiatan Sub PIN polio adalah sebagai pencegahan terjadinya kasus polio. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan metode memberikan secara langsung imunisasi Polio kepada anak usia 0-7 tahun. Setelah diberikan imunisasi, setiap anak diberikan tanda tinta pada jari dan kartu imunisasi. Pada orangtua dipesan agar mengikuti kegiatan PIN kedua dengan jarak satu bulan. Dari hasil kegiatan pekan imunisasi Sub PIN Polio Putaran 1 di Puskesmas Kota Selatan Kota Kediri dinyatakan berhasil dengan capaian sebanyak 3470 (98,2%). Masyarakat khususnya orangtua yang mempunyai anak usia 0-7 tahun sangat antusias dalam kegiatan ini, terbukti dengan kehadiran masyarakat yang memenuhi undangan untuk imunisasi. Diharapkan untuk putaran ke 2 antusiasme masyarakat meningkat sehingga berhasil mencapai cakupan 100%.
Melatih Kemandirian Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Melalui Posyandu Jiwa Rofik Darmayanti; Betristasia Puspitasari; Yunarsih; Puguh Santoso; Sucipto; Heny Kristanto
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 11 (2024): November
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu jiwa merupakan salah satu layanan kesehatan terpadu yang dapat membantu melatih kemandirian orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kegiatan yang dilakukan di posyandu jiwa untuk melatih kemandirian ODGJ antara lain: Pelatihan keterampilan, Edukasi tentang gangguan jiwa dan tanda gejalanya, Senam bersama, Pemberian pengetahuan dan keterampilan sederhana sebagai terapi, Pendampingan untuk mengajarkan kegiatan positif di rumah, Pembinaan usaha mandiri bagi keluarga ODGJ. Tujuan penelitian ini adalah untuk melatih kemandirian ODGJ melalui Posyandu Jiwa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif melalui pendekatan cros sectional, dengan variabel melatih kemandirian ODGJ melalui Posyandu Jiwa di Wilayah Kelurahan Ngadirejo Kota Kediri pada tanggal 9 Oktober 2024. Hasil dari penanganan ODGJ ini ada 15 ( 100%) rutin mengikuti kegiatan ini.  Penderita yang rutin minum obat ada 8 ( 53,3%), yang rajin ibadah ada 5 (33,3%), yang berusaha ekonomi produktif ada 2 (13,3), bahkan sudah ada yang berkerja di dealer motor. Peran kader sudah baik dalam meningkatkan kemandirian ODGJ. Untuk keberlanjutan kegiatan perlu adanya dukungan dan peran dari petugas/pemerintah/LSM, kader, masyarakat dan keluarga ODGJ tersebut. Penderita ODGJ dalam hal ini rutin mengikuti kegiatan pemeriksaan 100% setiap bulannya yang diadakan dinas kesehatan kota Kediri melalui Puskesmas Balowerti. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kemandirian ODGJ dapat tercapai secara maksimal dengan adanya dukungan yang baik dari keluarga. Diharapkan keluarga dapat mempertahankan dukungan keluarga yang baik pada ODGJ agar lebih mandiri dan mempertahankan kemandirian ODGJ, agar tidak tergantung pada keluarga.
HUBUNGAN FAKTOR SOSIO-DEMOGRAFI DENGAN PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA PEREMPUAN DI INDONESIA: ANALISIS SURVEI DHS 2017 Asri, Yuni; Irawan, Hengky; Yunarsih, Yunarsih
coba Vol 13 No 1 (2024): November 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i1.759

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan tantangan signifikan bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di Indonesia, kesenjangan pengetahuan tentang IMS di kalangan perempuan dipengaruhi oleh berbagai faktor sosiodemografi; namun, data komprehensif mengenai hubungan ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan pengetahuan tentang IMS di kalangan perempuan di Indonesia menggunakan data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Metode :Analisis cross-sectional dilakukan pada sampel 49.627 perempuan berusia ≥ 15 tahun. Variabel dependen adalah pengetahuan tentang IMS. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, status perkawinan, indeks kekayaan, dan tempat tinggal. Uji chi-square bivariat dan regresi logistik multivariat digunakan untuk menilai hubungan dengan tingkat signifikansi P < 0,05. Hasil : Sebanyak 81,58% perempuan melaporkan memiliki pengetahuan tentang IMS. Pendidikan yang lebih tinggi (p < 0,001), tempat tinggal di perkotaan (p < 0,001), status menikah (p < 0,001), dan indeks kekayaan yang lebih tinggi (p < 0,001) memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan tentang IMS. Kesimpulan : Perempuan muda (15-24 tahun) menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi dibandingkan perempuan yang lebih tua. Faktor sosiodemografi seperti pendidikan, kekayaan, dan tempat tinggal secara signifikan memengaruhi pengetahuan tentang IMS di kalangan perempuan Indonesia, menegaskan perlunya edukasi kesehatan masyarakat yang terarah, terutama bagi kelompok yang kurang beruntung Kata Kunci: Pengetahuan IMS, perempuan, Indonesia, faktor sosio-demografis, pendidikan, kesehatan masyarakat
PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM Rahayu, Dwi; Yunarsih, Yunarsih
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i1.628

Abstract

Rendahnya cakupan ASI eksklusif dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu, faktor sosial budaya, kurangnya informasi tentang ASI eksklusif dan konseling laktasi dari tenaga kesehatan serta kuatnya promosi susu formula (Ambarwati, Muis, & Susantini, 2013). Kegagalan Ibu dalam memberikan ASI Eksklusif, akan berdampak pada angka kesakitan bayi yang semakin meningkat. Hal ini berkaitan dengan pemberian makan pada bayi yang terlalu dini. (Juanita, 2013). Oleh karena itu diperlukan tindakan untuk meningkatkan produksi ASI untuk keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah pijat Oksitosin. Pijatan ini berfungsi untuk meningkatkan hormonoksitosin yang dapat meningkatkan kenyamanan ibu menyusui, sehingga ASI pun otomatis keluar (Rahayu, Yunitasari, & Santoso, 2015). Tujuan penelitian ini membuktikan pijat oksitosin dalam meningkatkan kenyamanan dan produksi ASI.Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test design with control group. Sampling yang digunakan adalah consecutive sampling, sebanyak 18 Responden, dibagi 2 kelompok. Kenyamanan diukur dengan GCQ (General Comfort Questionarre), Produksi ASI diukur dengan Weighing Test. Data diukur sebelum dan sesudah dilakukannya tindakan, kemudian dianalisis dengan ANOVA dengan α ≤ 0,05.Hasil analisis untuk kenyamanan didapatkan nilai p=0,035 yang berarti ada perbedaan kenyamanan yang signifikan antara pijat Oksitosin dan Kelompok kontrol. Hasil pengukuran produksi ASI didapatkan nilai p=0,013 yang berarti ada perbedaan produksi ASI yang signifikan antara pijat oksitosin dan Kelompok kontrol.Pijat oksitosin dapat meningkatkan enyamanan dan produksi ASI pada ibu postpartum. Untuk itu perlu digunakan sebagai intervensi alternatif dalam melakukan perawatan pada ibu postpartum terutama terkait masalah laktasi, dan perawat perlu mengajarkan teknik pijat oksitosin ini kepada pasien dan keluarga, supaya keluarga lebih berperan serta dalam mendukung program ASI Eksklusif. Kata Kunci: Pijat Oksitosin, Kenyamanan, ASI.The low practice of exclusive breastfeeding is due to a lack of mother's knowledge, socio-cultural factors, lack of information on exclusive breastfeeding and lactation counseling from health personnel and strong promotion of infant formula in modern / private health care facilities (Ambarwati, Muis, & Susantini, 2013). The absence of an increase in the number of successful breastfeeding mothers will have an impact on the responsibilities of health workers and local community units on increasing rates of infant morbidity. This is related to infant feeding too early, where it plays an important role in the incidence of disease in infants. It will also have an impact on raising the national budget on health financing (Juanita, 2013). Therefore action is required to increase milk production for the success of Exclusive Breastfeeding. One of the actions that can be done is an oxytocin massage. This massage serves to increase the hormone oxytocin that can improve mother’s comfort, so breastmilk is also automatically out (Rahayu, Yunitasari, & Santoso, 2015). This study purpose was to prove the oxytocin massage in improving Comfort and Production of Breastmilk in Postpartum Mother.The Research design was quasi experimental with the design of pre-post test design with control group. The sampling technique is consecutive sampling, as many as 18 Responden, divided by 2 groups. Comfort is measured by GCQ (General Comfort Questionarre), Breastmilk Production is measured by Weighing Test. The data were measured before and after the action, then analyzed with ANOVA with α≤ 0.05. Result of analysis for convenience obtained p value= 0.035 which means there is difference Comfort significantly between oksitosin massage and control group. The results of breast milk production measurement obtained p value=0.013 which means there is a significant difference in milk production between oxytocin and control group massage. Oxytocin massage can improve comfort and production of breast milk in postpartum mother. It is therefore necessary to be used as an alternative intervention in the care of the Postpartum mother, especially on the issue of lactation, and the nurse needs to teach this oxytocin massage technique to the patient and family, so that the family is more involved in supporting the Exclusive Breastfeeding Program. Keywords: Oxytocin massage, Convenience, Breast milk production.DOI: 10.5281/zenodo.1405371 ÂÂÂÂ