Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Moluccas Health Journal

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keseimbangan Lansia Di Panti Tresna Werdha Inakaka, Kota Ambon Valensya Yeslin Tomasoa; Joan Herly Herwawan
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i1.710

Abstract

The elderly experience a constant decline both physically and psychologically. Physical changes occur because of morphological changes in older muscles as you get older. Such physical changes cause slowing in motion, short steps, and muscle strength to drop and tend to wobble, resulting in slow aging in anticipation of the slipping, the tripping, the balance. Contributing factors include age, gender, body mass index (BMI) and physical activity. The purpose of this study is to identify factors related to the balance of the elderly in the house of tresna werdha inakaka, the city of ambon. This method of research is a descriptive description of a sectional cross. The sample sampling technique uses an purposive sampling of 49 respondents, with inclusions criteria: older people who can carry out their own activities and be willing to become the responders. Exact results of fisher's test are found with age relative to the balance of the elderly (p value= 0,000), there are genders with the elderly's balance (p value= 0,000), there are body mass indexes with the elderly's balance (p value= 0,000), and there is a relationship of physical activity with the elderly's balance (p value= 0,000).Key words: balance; Age; Gender; Body mass index; Physical activity
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Kesehatan Mata Anak Usia Sekolah Di SD Negeri 142 Maluku Tengah Valensya Yeslin Tomasoa; Joan Herly Herwawan
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i1.937

Abstract

Improvement in technology is the impact of the development of civilization, one of which is the existence of gadgets, which will facilitate the level of communication regardless of distance and space. For school-aged children, good eyesight is a very important factor because it supports children's learning, so that if a disturbance occurs it will hamper the child's achievement and education, thus impacting the child's achievement. For this reason, the purpose of this study was to see the relationship between the use of gadgets and the eye health of school-age children at SD Negeri 142 Central Maluku. The type of research is descriptive correlation which was conducted at SD Negeri 142 Central Maluku with a sample of 37 respondents. The sampling technique used is total sampling. The instrument used is a questionnaire). The statistical analysis used to see the relationship between the two variables is chi square. The results showed that there was a relationship between the use of gadgets and the eye health of school-age children at SD Negeri 142 Central Maluku with a p value of 0.003 (0.05). Keywords: Eye Health; child; Use of Gadgets.
Gambaran Keluhan Kesehatan Mata Anak Usia Sekolah Di SD Negeri 142 Maluku Tengah Joan Herwawan; Valensya Yeslin Tomasoa; Franesya Krismendo Pattipawaej; Moomina Siauta
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i3.957

Abstract

Pemanfaatan teknologi memiliki dampak positif dan negatif. Sekitar 60% anak Indoensia menggunakan media elektronik atau gadget lebih dari 2 jam. Penggunaan yang berlebihan ini dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mata dan muskuloskelektal. Hal ini disebabkan karena penggunaan dalam durasi yang lama, posisi yang kurang tepat atau baik saat menggunakan gadget dan kurangnya intensitas cahaya.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keluhan kesehatan mata ank usia sekolah. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mempelajari mengenai gambaran perilaku penggunaan gadget dan kesehatan mata anak usia sekolah. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4, 5 dan 6 pada SD Negeri 142 Maluku Tengah sebanyak 37 responden. Teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah total sampling. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi untuk pemeriksaan fisik mata responden. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis distribusi frekuensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki kebiasaan penggunaan gadget lebih dari 2 jam sebanyak 67,6%, responden yang biasanya menggunakan gadget dalam keadaan cahaya yang kurang baik (redup atau kondisi gelap) sebesar 48,6%, responden yang menggunakan gadget dalam posisi berbaring atau tiduran sebesar 55,8% dan responden yang menggunakan gadget dengan jarak yang dekat dengan mata sebesar 64.9%. Serta responden yang mengeluh mata merah sebesar 37,8%, mata berair sebesar 29,7%, mata kering 59,5%, padangan kabur 27,0%, mata lelah 67,6% dan mata perih sebesar 40,5%.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keseimbangan Lansia Di Panti Tresna Werdha Inakaka, Kota Ambon Valensya Yeslin Tomasoa; Joan Herly Herwawan
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i1.710

Abstract

The elderly experience a constant decline both physically and psychologically. Physical changes occur because of morphological changes in older muscles as you get older. Such physical changes cause slowing in motion, short steps, and muscle strength to drop and tend to wobble, resulting in slow aging in anticipation of the slipping, the tripping, the balance. Contributing factors include age, gender, body mass index (BMI) and physical activity. The purpose of this study is to identify factors related to the balance of the elderly in the house of tresna werdha inakaka, the city of ambon. This method of research is a descriptive description of a sectional cross. The sample sampling technique uses an purposive sampling of 49 respondents, with inclusions criteria: older people who can carry out their own activities and be willing to become the responders. Exact results of fisher's test are found with age relative to the balance of the elderly (p value= 0,000), there are genders with the elderly's balance (p value= 0,000), there are body mass indexes with the elderly's balance (p value= 0,000), and there is a relationship of physical activity with the elderly's balance (p value= 0,000).Key words: balance; Age; Gender; Body mass index; Physical activity
Peningkatan Pelaksanaan Identifikasi Pasien Risiko Jatuh oleh Petugas Kesehatan melalui Supervisi Pimpinan dan Sarana Prasarana di Puskesmas Manuhutu, Feby; Tomasoa, Valensya Yeslin
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 6, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v6i1.1278

Abstract

Pengurangan risiko pasien jatuh merupakan salah satu sasaran keselamatan pasien, dimana keselamatan pasien menjadi perhatian organisasi kesehatan di dunia maupun di Indonesia. Pengurangan risiko pasien jatuh dapat dilakukan salah satunya dengan assesmen awal yang tepat. Peran pemimpin terkait ketersediaan fasilitas dan pembinaan staf dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja staf. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan supervisi pimpinan dan sarana prasarana dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh oleh tenaga kesehatan di puskesmas. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yaitu 95 responden. Didapatkan hasil yaitu mayoritas responden menyatakan supervisi pimpinan baik dengan pelaksanaan identifikasi risiko pasien jatuh baik 48 responden (50,5%), dan sebagian kecil responden yang menyatakan supervisi pimpinan kurang dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh baik 2 responden (2,1%). Serta mayoritas responden menyatakan sarana prasarana di puskesmas kurang memadai sehingga pelaksanaan identifikasi risiko pasien jatuh kurang sebanyak 49 responden (51,8%), dan tidak ada responden yang menyatakan sarana prasarana kurang memadai dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh baik (0.0%). Berdasarkan uji chi square antara supervisi pimpinan dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh p=0,001, serta antara sarana prasarana dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh p=0,004. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara supervisi pimpinan dan sarana prasarana dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh oleh petuhgas kesehatan di puskesmas. Rekomendasi penelitian ini yaitu konsistensi dan kontiunitas pimpinan dalam melakukan supervisi terhadap kinerja petugas kesehatan, rerta  pemimpin rumah sakit perlu untuk memfasilitasi petugas kesehatan terkait kesidiaan sarana prasarana memberikan dampak positif terhadap peningkatan sasaran keselamatan pasien di puskesmas.Kata kunci : Identifikasi Pasien Risiko Jatuh; Supervisi Pimpinan; Sarana Prasarana; Puskesmas.
Gambaran Keluhan Kesehatan Mata Anak Usia Sekolah Di SD Negeri 142 Maluku Tengah Herwawan, Joan; Tomasoa, Valensya Yeslin; Pattipawaej, Franesya Krismendo; Siauta, Moomina
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 3 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i3.957

Abstract

Pemanfaatan teknologi memiliki dampak positif dan negatif. Sekitar 60% anak Indoensia menggunakan media elektronik atau gadget lebih dari 2 jam. Penggunaan yang berlebihan ini dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mata dan muskuloskelektal. Hal ini disebabkan karena penggunaan dalam durasi yang lama, posisi yang kurang tepat atau baik saat menggunakan gadget dan kurangnya intensitas cahaya.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keluhan kesehatan mata ank usia sekolah. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mempelajari mengenai gambaran perilaku penggunaan gadget dan kesehatan mata anak usia sekolah. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4, 5 dan 6 pada SD Negeri 142 Maluku Tengah sebanyak 37 responden. Teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah total sampling. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi untuk pemeriksaan fisik mata responden. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis distribusi frekuensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki kebiasaan penggunaan gadget lebih dari 2 jam sebanyak 67,6%, responden yang biasanya menggunakan gadget dalam keadaan cahaya yang kurang baik (redup atau kondisi gelap) sebesar 48,6%, responden yang menggunakan gadget dalam posisi berbaring atau tiduran sebesar 55,8% dan responden yang menggunakan gadget dengan jarak yang dekat dengan mata sebesar 64.9%. Serta responden yang mengeluh mata merah sebesar 37,8%, mata berair sebesar 29,7%, mata kering 59,5%, padangan kabur 27,0%, mata lelah 67,6% dan mata perih sebesar 40,5%.
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Kesehatan Mata Anak Usia Sekolah Di SD Negeri 142 Maluku Tengah Tomasoa, Valensya Yeslin; Herwawan, Joan Herly
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i1.937

Abstract

Improvement in technology is the impact of the development of civilization, one of which is the existence of gadgets, which will facilitate the level of communication regardless of distance and space. For school-aged children, good eyesight is a very important factor because it supports children's learning, so that if a disturbance occurs it will hamper the child's achievement and education, thus impacting the child's achievement. For this reason, the purpose of this study was to see the relationship between the use of gadgets and the eye health of school-age children at SD Negeri 142 Central Maluku. The type of research is descriptive correlation which was conducted at SD Negeri 142 Central Maluku with a sample of 37 respondents. The sampling technique used is total sampling. The instrument used is a questionnaire). The statistical analysis used to see the relationship between the two variables is chi square. The results showed that there was a relationship between the use of gadgets and the eye health of school-age children at SD Negeri 142 Central Maluku with a p value of 0.003 (0.05). Keywords: Eye Health; child; Use of Gadgets.