Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Berkala Ilmiah Pertanian

STUDI BIOLOGI DAN PREFERENSI Carpophilus dimidiatus F. (Coleoptera: Nitidulidae) PADA BEBERAPA JENIS KACANG-KACANGAN Jihan, .; Suharto, .; Prastowo, Sigit
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 1, No 4: MEI
Publisher : Berkala Ilmiah Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1343.772 KB)

Abstract

[ENGLISH] Carpophilus dimidiatus is an important pest that attack post harvest grains and dried fruit. The losses caused by C. dimidiatus attacks is quite high. C. dimidiatus has reported attacks on nut product. This study aims to know the biology of C. dimidiatus and the level of attacks on several nut. This research was conducted in Pest laboratory, Pest and Plant Disease Department of the Agricultural Faculty, Jember University from September 2012 until December 2012. The method used in this research was conduct biology test and preference test consisting of choosen test and non choosen test. The results showed C. dimidiatus life cycle needs 35-47 days or average 39,33 days wich consists of eggs 2-5 days, first instar 3-4 days, second instar 2-6 days, third instar 2-6 days, fourth instar 2-5 days, fifth instar 3-6 days, 7-18 days at sixth instar, pupa are 3-8 days. The egg colour are translucent white with a shape like a grain of rice, the larval body color are yellowish-white with golden brown head and tip of abdomen, the pupa are white with brown eyes. Fecundity C. dimidiatus are 162 eggs for 37 days, and about 5.4 eggs a day. Fertility of C. dimidiatus are 53.7%. Sex ratio of C. dimidiatus are 1:2. Three pairs of C. dimidiatus that made damages on 50 grams peanut local varieties can reach 54.90% during the eigth weeks of storage period. Keywords: Carpophilus dimidiatus; nuts; preferences [INDONESIAN] Carpophilus dimidiatus adalah hama penting yang menyerang biji-bijian dan buah kering pasca panen. Kehilangan hasil yang diakibatkan oleh serangan C. dimidiatus cukup tinggi. Serangan C. dimidiatus juga ditemukan pada produk kacangkacangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi dari C. dimidiatus dan tingkat serangan pada beberapa jenis kacang. Penelitian ini dilakukan di Lab. Hama Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Jember mulai bulan September 2012 hingga Desember 2012. Metode yang dilakukan adalah melakukan Uji Biologi dan Uji Preferensi yang terdiri dari uji pilihan dan uji non pilihan. Hasil penelitian menunjukkan siklus hidup C. dimidiatus membutuhkan waktu 35-47 hari yaitu rata-rata 39,33, terdiri dari telur 2-5 hari, larva instar ke-I 3-4 hari, larva instar ke-II 2-6 hari, larva instar ke-III 2-6 hari, larva instar ke-IV 2-5 hari, larva instar ke-V 3-6 hari, larva instar ke-VI 7-18 hari, pupa 3-8 hari. Warna telur putih bening dengan bentuk seperti bulir beras, warna tubuh larva putih kekuningan dengan ujung kepala dan ujung abdomen berwarna coklat keemasan, warna pupa putih dan bagian mata berwarna coklat. Fekunditas C. dimidiatus untuk satu pasang imago dapat menghasilkan 162 telur selama 37 hari, dan perharinya sekitar 5,4 butir telur. Fertilitas sebesar 53.7%. Seks rasio imago jantan:betina adalah 1:2. Infestasi tiga pasang C. dimidiatus pada 50 gram kacang tanah varietas lokal mengakibat kerusakan 54.90 % selama masa simpan delapan minggu. Kata Kunci: Carpophilus dimidiatus; Kacang – kacangan; preferensi How to citate: Jihan, Suharto, S Prastowo. 2014. Studi biologi dan preferensi Carpophilus dimidiatus F. (Coleoptera: Nitidulidae) pada beberapa jenis kacang-kacangan. Berkala Ilmiah Pertanian 1(4): 73-76.
STUDI BIOLOGI DAN PREFERENSI Carpophilus dimidiatus F. (Coleoptera: Nitidulidae) PADA BEBERAPA JENIS KACANG-KACANGAN . Jihan; . Suharto; Sigit Prastowo
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 1 No 4 (2014): MEI
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1343.772 KB)

Abstract

[ENGLISH] Carpophilus dimidiatus is an important pest that attack post harvest grains and dried fruit. The losses caused by C. dimidiatus attacks is quite high. C. dimidiatus has reported attacks on nut product. This study aims to know the biology of C. dimidiatus and the level of attacks on several nut. This research was conducted in Pest laboratory, Pest and Plant Disease Department of the Agricultural Faculty, Jember University from September 2012 until December 2012. The method used in this research was conduct biology test and preference test consisting of choosen test and non choosen test. The results showed C. dimidiatus life cycle needs 35-47 days or average 39,33 days wich consists of eggs 2-5 days, first instar 3-4 days, second instar 2-6 days, third instar 2-6 days, fourth instar 2-5 days, fifth instar 3-6 days, 7-18 days at sixth instar, pupa are 3-8 days. The egg colour are translucent white with a shape like a grain of rice, the larval body color are yellowish-white with golden brown head and tip of abdomen, the pupa are white with brown eyes. Fecundity C. dimidiatus are 162 eggs for 37 days, and about 5.4 eggs a day. Fertility of C. dimidiatus are 53.7%. Sex ratio of C. dimidiatus are 1:2. Three pairs of C. dimidiatus that made damages on 50 grams peanut local varieties can reach 54.90% during the eigth weeks of storage period. Keywords: Carpophilus dimidiatus; nuts; preferences [INDONESIAN] Carpophilus dimidiatus adalah hama penting yang menyerang biji-bijian dan buah kering pasca panen. Kehilangan hasil yang diakibatkan oleh serangan C. dimidiatus cukup tinggi. Serangan C. dimidiatus juga ditemukan pada produk kacangkacangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi dari C. dimidiatus dan tingkat serangan pada beberapa jenis kacang. Penelitian ini dilakukan di Lab. Hama Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Jember mulai bulan September 2012 hingga Desember 2012. Metode yang dilakukan adalah melakukan Uji Biologi dan Uji Preferensi yang terdiri dari uji pilihan dan uji non pilihan. Hasil penelitian menunjukkan siklus hidup C. dimidiatus membutuhkan waktu 35-47 hari yaitu rata-rata 39,33, terdiri dari telur 2-5 hari, larva instar ke-I 3-4 hari, larva instar ke-II 2-6 hari, larva instar ke-III 2-6 hari, larva instar ke-IV 2-5 hari, larva instar ke-V 3-6 hari, larva instar ke-VI 7-18 hari, pupa 3-8 hari. Warna telur putih bening dengan bentuk seperti bulir beras, warna tubuh larva putih kekuningan dengan ujung kepala dan ujung abdomen berwarna coklat keemasan, warna pupa putih dan bagian mata berwarna coklat. Fekunditas C. dimidiatus untuk satu pasang imago dapat menghasilkan 162 telur selama 37 hari, dan perharinya sekitar 5,4 butir telur. Fertilitas sebesar 53.7%. Seks rasio imago jantan:betina adalah 1:2. Infestasi tiga pasang C. dimidiatus pada 50 gram kacang tanah varietas lokal mengakibat kerusakan 54.90 % selama masa simpan delapan minggu. Kata Kunci: Carpophilus dimidiatus; Kacang – kacangan; preferensi How to citate: Jihan, Suharto, S Prastowo. 2014. Studi biologi dan preferensi Carpophilus dimidiatus F. (Coleoptera: Nitidulidae) pada beberapa jenis kacang-kacangan. Berkala Ilmiah Pertanian 1(4): 73-76.
POTENSI TEPUNG DAUN SIRSAK, SERAI, KENIKIR, JERUK NIPIS, DAN KLUWIH TERHADAP KUMBANG BUBUK KEDELAI (Callosobruchus analis F.) PADA KEDELAI (Glyxine max L.) DALAM SIMPANAN Laily Dwi Dzulhijja; Wagiyana Wagiyana; Sigit Prastowo
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 2 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v2i1.16167

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effect of soursop leaf flour, lemongrass flour, kenikir leaf flour, lime leaf flour, and kluwih leaf flour on: 1) mortality, 2) damage to seeds, 3) shrinkage of seed weight, 4) appearance of adult C. analysts on soybean seeds in deposits and 5) laying eggs of C. imago female eggs, 6) probit analysis LT50. The experiment was carried out using a Completely Randomized Design (CRD). As treatments are: A) controls; B) soursop leaf flour in doses of 1gr, 2gr, and 3gr; C) Serai leaf flour with doses of 1gr, 2gr, and 3gr; D) kenikir leaf flour with doses of 1gr, 2gr, and 3gr; E) lime leaf flour with doses of 1gr, 2gr, and 3gr; and F) kluwih leaf flour with doses of 1gr, 2gr, and 3gr. Each treatment uses five replications. The observed parameters were analyzed by "F" test variance then if it was significantly different to find out the difference in the effect of treatment, an Honest Real Difference Test was conducted at a level of 5% distrust. The best mortality results using the treatment of soursop leaf flour dose 3gr on 5 days amounted to 1.80 tails; 1 month is 6.60; 2 months totaling 13.40; and 3 months totaling 11.20. The results of the observation of the number of eggs produced by C. C. the best analyst was the treatment of soursop leaf flour dose 3gr on 5 days amounting to 139 items, 1 month 119.20 items; 2 months 91.20 items; and 3 months 72.20 items. The best imago observation results were treatment of soursop leaf flour dose 3gr at 1 month amounting to 132.20 tails; while at 2 months there were 79 heads. The best observation of seed damage and shrinkage of seed weight was the treatment of soursop leaf flour with a dose of 3gr, in the damage of seeds of 67.40 grains of seed damage; while the seed weight is reduced by 17.94 gr. The results of the best analysis of Probit LT50 were treatment of soursop leaf flour with a dose of 3gr because it could kill 50% of the population C. Analysts with a relatively short time were 9 days after treatment. Keywords: C. analis, leaf flour, dosage ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung daun sirsak, tepung daun serai, tepung daun kenikir, tepung daun jeruk nipis, dan tepung daun kluwih terhadap: 1) mortalitas, 2) kerusakan biji, 3) susut bobot biji, 4) kemunculan dewasa C. analis pada biji kedelai dalam simpanan dan 5) peletakan telur imago betina C. analis, 6) analisis probit LT50. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebagai perlakuan adalah: A) kontrol; B) tepung daun sirsak dengan dosis 1gr, 2gr, dan 3gr; C) tepung daun serai dengan dosis 1gr, 2gr, dan 3gr; D) tepung daun kenikir dengan dosis 1gr, 2gr, dan 3gr; E) tepung daun jeruk nipis dengan dosis 1gr, 2gr, dan 3gr; dan F) tepung daun kluwih dengan dosis 1gr, 2gr, dan 3gr. Tiap perlakuan menggunakan lima ulangan. Terhadap parameter yang diamati dilakukan analisis dengan sidik ragam uji “F” kemudian apabila berbeda nyata untuk mengetahui perbedaan pengaruh perlakuan dilakukan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf ketidakpercayaan 5%. Hasil mortalitas terbaik menggunakan perlakuan tepung daun sirsak dosis 3gr pada 5 hari sejumlah 1,80 ekor; 1 bulan sejumlah 6,60 ekor; 2 bulan sejumlah 13,40 ekor; dan 3 bulan sejumlah 11,20 ekor. Hasil pengamatan jumlah telur yang dihasilkan imago C. analis terbaik adalah perlakuan tepung daun sirsak dosis 3gr pada 5 hari sejumlah 139 butir, 1 bulan 119,20 butir; 2 bulan 91,20 butir; dan 3 bulan 72,20 butir. Hasil pengamatan imago muncul terbaik adalah perlakuan tepung daun sirsak dosis 3gr pada 1 bulan sejumlah 132,20 ekor; sedangkan pada 2 bulan sejumlah 79 ekor. Hasil pengamatan kerusakan biji dan susut bobot biji terbaik adalah perlakuan tepung daun sirsak dosis 3gr, pada kerusakan biji sejumlah 67,40 butir kerusakan biji; sedangan susut bobot biji sejumlah 17,94 gr. Hasil Analisis Probit LT50 terbaik adalah perlakuan tepung daun sirsak dosis 3gr karena dapat mematikan 50% populasi C. analis dengan rentan waktu yang cukup singkat yaitu pada 9 hari setelah perlakuan. Kata kunci: C. analis, tepung daun, dosis
TOKSISITAS DAUN BIDURI (Calotropis gigantea) DAN DAUN TEMBELEKAN (Lantana camara L) TERHADAP KUTU KEBUL (Bemisia tabaci) Pradiar Ikhsanu; Sigit Prastowo
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.965 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.28830

Abstract

Hama merupakan organisme yang mampu membuat tanaman mengalami kerusakan. Salah satu hama yang menyerang tanaman adalah kutu kebul (Bemisia tabaci). Kutu kebul tergolong hama polifaq karena mampu menyerang banyak jenis tanaman dari berbagai famili.Tanaman yang terserang kutu kebul akan terdapat tanda bintik-bintik, menguning, lalu rontok. Upaya pengendalian yang bisa dilakukan dengan menggunkan pestisida nabati. Tembelekan mengandung bahan aktif senyawa alkoloid (Lantanine), flovonoid dan triterpenoid. Biduri mengandung bahan aktif saponin, flovonoid, polifenol, glukosida kalotropin, sedikit damar, alban dan fluavil. Cara kerja ekstrak daun biduri dan tembelekan adalah racun kontak. Data mortalitas hama kutu kebul dihitung dengan menggunakan analisis varian (ANOVA), untuk membedakan rerata antar perlakuan diuji dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf 5 %. Efektifitas ekstrak daun biduri dan daun tembelekan dihitung nilai LC50 dengan menggunakan analisis probit. Nilai mortalitas terbaik nya yaitu pada perlakuan P5 konsentrasi 15 % dengan lama pengamatan 48 jam menunjukkan mortalitas sebesar 80 % berbeda nyata dengan perlakuan lain. Mortalitas terbaik pada perlakuan P10 konsentrasi 15 % pada pengamatan 48 sebesar 90 % berbeda nyata dengan perlakuan lain. Nilai LC50 pada biduri dan tembelekan mortalitas terbaiknya pada konsentrasi 11,61 ml dan 6,51 ml membutuhkan waktu 12 jam untuk membunuh 50 % serangga uji.
Co-Authors . Jihan . Jihan . Suharto Adi Ratriyanto Agung Sih Kurnianto Agung, Sih Al Musa, Akmalus Salam Alfarisy, Fariz Kustiawan Ali Wafa Ambar Susanti Ananta, Rizqi Candra Yuda Anggara, Yudistira Dwi Ani Toshiba Anindya Salsabilla Ankardiansyah Pandu Pradana ARI SUSILOWATI Arsanti, Titania Artamevia, Adella Vadia Aryahya, Mayisya Najmuts Zahra Aryo Fajar Sunartomo Ati Kusmiati Ayunda, Berliana Dwi Bagaskara, Septian Tri Cahyo Basuki, Basuki Chandra, Vegarico Dani Kurniawan, Dani Darusalam, Zulfan Riski Distiana Wulanjari Fadilla Rahma Aulia Fahrani, Dinda Inggar Farok, Ahfas Syahdan Anwar Fathurrohmah Putri Dzikriyah Fawnia, Antesa Farah Fermansyah, Mahatir Muhammad Febi Gabrillo, Christina A. Hadian, Gloria Rida Handayani, Nurika Hari PURNOMO Hasjim, Saifuddin Hoesain, Mohammad Hutapea, Fredella Ibanah, Indah Ika Sumantri Indah Kurniasari Khansa Bashira Pondavi Kusumaningrum, Ayu Kusumawati, Ati Laily Dwi Dzulhijja Laily Dwi Dzulhijja Lanjar Sumarno Lenny Widjayanthi Mas Rizky A.A. Syamsunarno Maulidyanu, Firdaus Putra Mawla, Ega Fazle Moh. Wildan DJADMIKO Mubarok, Ananda Nur Ichwan Muhammad Hoesain MUHAMMAD RIZAL Mukarromah, Dilayatul Mustaqiem, Muhammad Muwahidi, Amirul Nafis, Muhammad Nisa, Nadia Novitasari, Erliana Dwi Nugraheni, Dita Fauziah Nurlita Pratiwi Pambuko, Galih Pradiar Ikhsanu Pradista, Luthfi Adya Pratama, Andhika Surya Pratama, Yoga Surya Purwa Desriyandi Purwandarini, Anggi Arsy Putra, Muhammad Agustin Akhirul Putri, Azzahra Purwo Sugito Rachmi Masnilah Rahayu Kusumaningrum Rasidi, Ahmad Haris Ridhlo, Muhammad Rosyid Rini Widyastuti Rosi, Annisa Salsabila S, Setiyono Saviera, Shavya Sarah Shohab MABDUH Sitio, Raffly Pandapotan Suharto Suharto Sutarno Sutarno Teni Wahyuningsih Tri Candra Setiawati Tri Satya Mastuti Widi Tristianto Nugroho Ulfa, Laila Badriyah Vanessa, Rebecca Verdaningsih, Yasmin Wachju Subchan Wagiyana Wagiyana Wagiyana Wagiyana, Wagiyana Widi, TriSatya Mastuti Widyas, Nuzul Widyas, Nuzul Wulanjani, Distiana Wulanjari, Distiana Yagus Wijayanto Yusuf, Alvin Zahra, Ayu Fatimatus Zikri, Fahrul