Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik (Studi PTK pada Pelajaran Matematika Materi Lingkaran) Dewi Lestari
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas Penerapan Model Project Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik materi lingkaran di SMP Negeri 11 Cirebon. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan instrument yang digunakan berupa tes. Adapun hasil penelitiannya yaitu Penerapan model project based learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dari pada metode ceramah biasa. Hal ini terlihat dari nilai Rata-rata kelas pada tes penilaian harian pra siklus = 70,88. siklus I = 75,7. siklus II = 80. siklus III = 85.dan persentase ketuntasan belajar dari peserta didik secara perorangan pada tes harian pra siklus tuntas 55,88%. siklus I tuntas76%. Siklus II tuntas 85,3%. dan siklus III tuntas 97,1%. Penerapan model project based learning juga meningkatkan aktivitas belajar peserta didik. Ini terlihat dari hasil persentase observasi peserta didik pada pembelajaran pra siklus 57% dengan predikat cukup, siklus I 70% dengan predikat baik, siklus II 86% dengan predikat sangat baik dan siklus III 96% dengan predikat sangat baik. Kata Kunci: Lingkaran, Project Base Learning, Hasil Belajar
Study of Purse Seine Fishing Ship Trimaran Seakeeping with Axe-Bow and Without Axe-Bow Model Using Computational Fluids Dynamics Fella Gaspersz; Agustinus Tupamahu; Richard Benny Luhulima; Simon Tubalawony
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 20, No 1 (2023): February
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kapal.v20i1.47092

Abstract

Maluku waters are dominated by extreme weather conditions with wave heights of 1-5 meters. Purse seine fishingvessel is one type of fishing vessel that has very poor transverse stability. One way to improve the stability of theship is to change the shape of the monohull ship to a ship with a trimaran hull type. This research was focused onexamining the movement characteristics of purse seine fishing vessels with trimaran hull type with Axe-Bowmodification on the bow and without Axe-bow, through computational fluid dynamics. The use of Axe-bow ontrimaran is able to significantly reduce RMS Pitch, which is an average of 13.35% smaller when compared to Trimaranwithout Axe-bow. On the RMS Heave Trimaran Axe-bow can reduce an average of 5.27% if the Trimaran is withoutAxe-bow. Furthermore, the Trimaran Axe-bow is also able to reduce the RMS Roll by an average of 3.98% comparedto the Trimaran without Axe-bow. The results of this study can provide an initial description of the advantages ofusing the Axe-Bow on the Purse seine fishing trimaran ship.
Biologi Reproduksi Lalosi Merah (Pterocaeasio tile, Cuvier 1830) Hubungannya Dengan Selektivitas Jaring Insang Lingkar Haruna Haruna; Agustinus Tupamahu; Reskyta Maharani Aprillia
Jurnal Kelautan Tropis Vol 26, No 2 (2023): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v26i2.17457

Abstract

Intensive and massive fishing exploitation of various reef fish resources occurs in coastal areas, including the Pteriocaesio tile (dark-banded fusilier). This study was conducted due to a lack of information, including size distribution, length of first captured (Lc), length at first mature (Lm), and the selectivity of the mesh size for Pteriocaesio tile caught in the Huamual Belakang waters. The data collection was conducted from September to December 2022. The experimental fishing method was conducted by operating one unit of encircling gillnet consisting of eight panels, each consisting of four mesh net units of 1.75 inch and 2.0 inch, installed randomly. Samples of fish caught for each actual fishing were measured for total length. The reproductive aspect used 10-15% of fish samples per trip. The fish were measured for total length and body weight, and dissected to determine the sex and gonad maturity level and weight. The catches with encircling gillnets were dominated by the Caesionidae family, consisting of Pteriocaesio tile at 74.73%, Pterocaesio chrysozona at 6.80%, and caesio caerulaurea at 6.41%. The size distribution of the total length of Pteriocaesio tile was 15.0 – 27.3 cm. The average length first caught in a  1.75-inch mesh was 21.4 cm, and 22.5 cm for the 2.0-inch mesh. The length at first mature was 18.6 cm for the female, and 20.6 cm for the male. The gillnet selectivity obtained 50% chance of being caught in the mesh size of 1.75 inches was 18.8 cm, and 21.9 cm in the mesh size of 2.0 inches. The status of the resource utilization of Pteriocaesio tile was in good condition (Lc > Lm). Nevertheless, the use of the 1.75-inch mesh size indicated recruitment overfishing   Eksploitasi penangkapan terjadi secara intensif dan masif di wilayah pesisir terhadap berbagai sumberdaya ikan karang termasuk ikan Pteriocaesio tile (dark-banded fusilier). Penelitian ini dilakukan karena masih minimnya informasi meliputi; distribusi ukuran, ukuran ikan pertama kali tertangkap, ukuran ikan pertama kali matang gonad, dan selektivitas ukuran mata jaring Pteriocaesio tile yang tertangkap di perairan Huamual Belakang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan September sampai Desember 2022. Metode experimental fishing dilakukan dengan mengoperasikan satu unit jaring insang lingkar terdiri dari 8 panel ukuran mata jaring 1,75 inci dan 2,0 inci yang dipasang secara acak. Sampel ikan hasil tangkapan setiap aktual atau trip penangkapan diukur panjang total, untuk aspek reproduksi menggunakan 10-15% sampel ikan setiap trip, ikan diukur panjang total, berat tubuh dan dibedah untuk mengetahui jenis kelamin, tingkat kematangan gonad maupun berat gonad.  Hasil tangkapan jaring insang lingkar di dominasi family Caesionidae masing-masing jenis ikan Pteriocaesio tile 74,73%, Pterocaesio chrysozona 6,80% dan Caesio caerulaurea 6,41%. Distribusi ukuran panjang total ikan Pteriocaesio tile 15,0-27,3 cm. Ukuran ikan rata-rata pertama kali tertangkap mata jaring 1,75 inci adalah  21,4 cm dan 2,0 inci adalah 22,5 cm. Ukuran pertama kali matang gonad ikan betina 18,6 cm dan jantan  20,6 cm. Selektivitas jaring diperoleh peluang tertangkap 50% mata jaring 1,75 inci adalah 18,8 cm dan 2,0 inci adalah 21,9 cm. Status pemanfaatan sumberdaya ikan P tile berada dalam kondisi baik (Lc > Lm) tetapi penggunaan mata jaring 1,75 inci terindikasi mengalami recruitment overfishing.
PERBEDAAN AKTUAL LAJU TANGKAP OPERASI PENANGKAPAN SKIPJACK POLE AND LINE DI RUMPON DAN GEROMBOLAN IKAN Fahri Aulia; Agustinus Tupamahu; Stany Rachel Siahainenia
Pattimura Proceeding 2020: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KELAUTAN DAN PERIKANAN 2019
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.172-181

Abstract

Pulau Ambon dan sekitarnya merupakan salah satu pusat kegiatan penangkapan ikan cakalang terutama dengan alat tangkap skipjack pole and line yang mengandalkan alat bantu rumpon dalam operasi penangkapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktual laju tangkap skipjack pole and line yang beroperasi di rumpon dan di gerombolan ikan dan menganalisis perbedaan antara nilai aktual laju tangkap skipjack pole and line yang beroperasi di rumpon dan menemukan gerombolan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata laju tangkap pada operasi penangkapan di rumpon adalah 0,65 individu/menit/orang, sedangkan rata-rata laju tangkap di gerombolan ikan adalah 2,67 individu/menit/orang. Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sangat nyata antara laju tangkap pada operasi penangkapan di rumpon dan gerombolan ikan (t hit> α 0,05. df : 83).
PEMBENTUKAN KELOMPOK USAHA BERSAMA DI DESA HAYA KABUPATEN MALUKU TENGAH DALAM UPAYA MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PERIKANAN PANCING ULUR TUNA Haruna Haruna; F. D Silooy; R. H. S Tawari; Agustinus Tupamahu; S. R. Siahainenia; J. B. Paillin; Selfi Sangadji
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poverty among fishermen is a complex problem and often occurs in many coastal areas and small islands. Fishermen depend heavily on fish catches for their income, however, they are very vulnerable to seasonal fluctuations, climate change, limited infrastructure, access to capital, social security and price competition. The factors faced by fishermen cause unstable economic conditions and make them vulnerable to poverty. This condition is also experienced by tuna handline fishermen in Haya Village, Central Maluku Regency. Community Service Activities (PKM) aim to identify problems with small-scale tuna handline fisheries and assist in the institutional formation of a Joint Business Group (KUB) for tuna handline fisheries in Haya Village. Implementation of activities begins with training, Participatory Rural Appraisal (PRA) and assistance in establishing KUB. This activity is in the form of a Forum Group Discussion (FGD) with partners and other stakeholders. Mitra is a small-scale tuna hand-line fisherman who has experience and is of productive age. The results of identifying partner and stakeholder problems through the Focus Group Discussion (FGD) method are decreasing fish resources, weak availability of facilities and infrastructure, low technology, weak institutions, and not yet optimal policy implementation. In this PKM activity, fishing operation management material is presented as material for gaining knowledge, experience and real conditions of fishermen management in handline fishing activities. All participants were very enthusiastic about taking part in this activity by providing feedback and suggestions for developing their fisheries business in the future. The implementation of the formation of Joint Business Groups (KUB) is expected to be able to overcome fishermen's problems, provide motivation, and be innovative and collaborative in groups. PKM activities were carried out well, apart from that, partners had increased capability, cooperation, communication and commitment within the group for fisheries business development.
DAMPAK GHOST FISHING PADA JARING INSANG DASAR TERHADAP SUMBERDAYA IKAN DI PERAIRAN OHOI SATHEAN, MALUKU TENGGARA Ariel J.O. Tethool; Agus Tupamahu; Donald Noija
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 2 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i2p57-64

Abstract

Jenis alat tangkap hilang dan teringgal di dasar laut yang paling banyak ditemukan pada ghost fishing adalah jaring insang dan bubu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak ghost fishing jaring insang terhadap sumberdaya ikan di perairan ohoi Sathean. Penelitian ini dilaksanakan di perairan ohoi Sathean selama satu bulan pada bulan November sampai dengan Desember 2021 dengan menggunakan metode deskriptif dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang tertangkap dengan jaring insang dasar selama 30 hari berjumlah 64 individu yang terdiri dari 16 famili, 20 genera dan 22 spesies. Pendugaan peningkatan hasil tangkapan menunjukkan bahwa hasil tangkapan meningkat secara eksponensial hingga hari ke-28. Hal ini disebabkan oleh kondisi panel jaring insang yang menurun akibat penempelan sedimen.
SELEKTIVITAS JARING INSANG DASAR IKAN BARONANG (Siganus canaliculatus) DI TELUK KOTANIA Jacobus Latumeten; Agustinus Tupamahu; Haruna Haruna
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 2 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i2p86-92

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menduka selektivitas ukuran mata jaring insang dasar 2,0 dan 2,5 inch terhadap ukuran ikan Siganus canaliculatus. Penelitian ini dilaksanakan di teluk Kotania Seram Barat selama bulan Juni sampai Juli 2022 melalui percobaan penangkapan selama 8 kali seting dan hauling. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan S canaliculatus yang tertangkap dengan ukuran mata jaring 2,0 inch terdistribusi dari ukuran panjang total 11-25 cm dengan frekuensi tertangkap terbanyak pada ukuran panjang total 15-17 cm, sedangkan pada ukuran mata jaring 2,5 inch terdistribusi pada ukuran panjang total 12-25 cm dengan frekuensi tertangkap terbanyak pada kelas panjang total 16-19 cm. Hasil pendugaan tingkat selektivitas ukuran ikan S canaliculatus yang optimum tertangkap dengan ukuran mata jaring 2,0 inch adalah pada kelas panjang total 14-15 cm (peluang tertangkap relative 50% 11-12 cm dan 17-18 cm). Ukuran ikan yang optimum tertangkap dengan ukuran mata jaring 2,5 inch adalah pada kelas panjang total 18-19 cm (peluang tertangkap relative 50% 15-16 cm dan 21-22 cm).
TINGKAH LAKU IKAN BUBARA (Caranx ignobilis) TERHADAP LAMA WAKTU PERENDAMAN UMPAN Abdul F Rahawarin; Haruna Haruna; Agustinus Tupamahu; Stany R. Siahainenia; Kedswin G. Hehanussa
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 2 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i2p80-85

Abstract

Umpan merupakan faktor penting pada perikanan pancing. Pemahaman tingkah laku dan respon makan ikan menjadi bagian penting untuk mengetahui efektivitas penggunaan umpan. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikani pola reaksi ikan kuwe (C ignobilis) terhadap perlakuan umpan, dan menganalisis pengaruh lama waktu perendaman umpan dan waktu pengamatan terhadap respon C ignobilis. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan. Umpan yang digunakan adalah potongan daging ikan cakalang. Sampel ikan C ignobilis sebanyak 5 ekor (TL 29-30 cm). Data penelitian meliputi waktu respons makan ikan terhadap umpan masing-masing adalah umpan tidak di rendam, umpan direndam 1 jam dan (C) umpan direndam 2 jam yang dilakukan secara acak pada pagi hari (jam 07.30-09.30) dan malam hari (jam 21.00-23.00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga fase dalam proses C ignobilis memangsa umpan meliputi fase appearance, approach, dan attack. Respons makan C ignobilis terhadap potongan umpan cakalang secara parsial pada pagi hari dan malam hari tidak berbeda (P>0,05). Terdapat perbedaan respons makan C ignobilis lebih cepat pada kondisi waktu pagi hari dibandingkan pada malam hari (P<0,05).
SELEKTIFITAS JARING INSANG DASAR IKAN SAMANDAR (SIGANIDAE SP) DI PERAIRAN TELUK KOTANIA KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Salma Salma; Agustinus Tupamahu; Barbara G. Hutubessy; Ruslan H. S. Tawari
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 2 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i2p93-101

Abstract

Ukuran mata jaring yang digunakan nelayan di Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat untuk menangkap ikan demersal biasanya berkisar antara 1,5 - 4 inch. Nelayan memilih jaring insang karena harganya yang relatif murah, dan mudah dioperasikan. Salah satu jenis ikan yang menjadi tujuan penangkapan dengan jaring insang di Perairan Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat adalah ikan samandar papan (Siganus sp). Ukuran mata jaring yang digunakan berkisar antara 2 inch sampai 3,5 inch. Walaupun upaya penangkapan ini sudah lama dilakukan, informasi tentang selektifitas jaring insang terhadap hasil tangkapan ikan samandar papan masih belum banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis selektifitas jaring insang dasar dengan ukuran mata jaring 2,0 inch, 3,0 inch dan 3,5 inch terhadap ukuran ikan samandar papan (Siganidae sp). Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yakni pada bulan Maret-April 2018. Penelitian ini berlokasi di Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat. Percobaan penangkapan dengan mengikuti operasi penangkapan ikan oleh nelayan di dusun Wael, Negeri Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat. Jaring insang dasar yang digunakan terdiri dari 3 ukuran mata jaring yaitu 2,0 inch, 3,0 inch dan 3,5 inch, di mana masing-masing ukuran mata jaring yang digunakan sebanyak 2 piece. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini Kurva selektivitas diperoleh berdasarkan metode Kitahara (1971), kurva polinomial (Fujimori et al, 1996) dan program Solver pada Microsoft Excel (Tokai and Fujimori, 1999). Hasil penelitian ini adalah selektifitas jaring insang dasar dengan menggunakan ukuran mata jaring 2,0 inch, 3,0 inch dan 3,5 inch terhadap ukuran ikan samandar (Siganidae) dapat disimpulkan bahwa efisiensi penggunaan alat tangkap jaring insang yang efektif untuk menangkap ikan samandar (Siganidae ) adalah jaring insang dengan ukuran mata jaring 3, 0 inch dan 3,5 inch. Hal ini dikarenakan kurva selektifitas ukuran mata jaring 3,0 inch dan 3,5 inch cenderung membentuk kurva normal yang artinya hanya memiliki satu nilai optimum dibandingkan dengan kurva selektifitas ukuran mata jaring 2,0 inch yang cenderung berbentuk kurva bi-modal yang artinya terjadinya fluktuatif yang mengakibatkan adanya peningkatan nilai optimum lebih dari satu.
Kondisi Perikanan Pancing Tuna Skala Kecil di Dusun Parigi Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah Agustinus Tupamahu; Filkha A. Makatita; Ruslan H. S. Tawari
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p19-30

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi perikanan pancing tuna di dusun Parigi Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2019 di dusun Parigi Maluku Tengah melalui pengamatan langsung dan wawancara dengan nelayan pancing tuna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit penangkapan pancing tuna terdiri dari kapal dengan dimensi rata-rata (LxBxD) adalah 8,2x1,1x0,8 m menggunakan pancing ulur yang dioperasikan oleh satu orang nelayan dengan jumlah keseluruhan nelayan adalah 198 orang yang sebagian besar membentuk 3 kelompok usaha. Operasi penangkapan dilakukan di rumpon laut dalam dengan jarak tempuh dari fishing base 14 – 34 mil, hasil tangkapan utama adalah tuna madidihang yang dijadikan produk tuna loin yang dijual kepada pedagang pengumpul. Sarana dan prasarana penunjang kegiatan penangkapan ikan seperti penyalur BBM, toko bahan dan alat tangkap, tempat tambatan kapal.