Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

SCREENING ANEMIA, STATUS GIZI DAN ASUPAN NUTRISI REMAJA PUTRI Kusniyati Utami; Henny Yolanda; Melati Inayati Albayani; Marthilda Suprayitna; Febrina Sulistiawati; Ika Nurfajri Mentari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11017

Abstract

Abstrak: Anemia defisiensi besi diperkirakan menjadi satu-satunya penyebab terbesar kesakitan dan kematian pada remaja. Anemia yang terjadi dapat menyebabkan menurunnya kesehatan reproduksi, perkembangan motorik, mental, kecerdasan terhambat, menurunnya prestasi belajar, tingkat kebugaran menurun dan tidak tercapainya tinggi badan maksimal. Hasil wawancara dengan kepala puskesmas penimbung serta kader desa penimbung didapatkan data bahwa masalah yang dihadapi mitra saat ini adalah belum teridentifikasinya kasus anemia pada remaja putri karena belum pernah dilakukan pemeriksaan screening Hb yang diketahui efektif mengidentifikasi kejadian anemia remaja putri. Solusi permasalahan yang dilakukan adalah screening Hemoglobin untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya anemia serta faktor yang mempengaruhinya. Kegiatan screening anemia dimulai dengan registrasi peserta screening sebanyak 50 remaja putri, dilanjutkan dengan pemeriksaan TB dan BB, Pemeriksaan Hb dan wawancara food recall 24 jam. Hasil kegiatan didapatkan bahwa semua remaja putri (100 %) di dusun penimbung timur mengikuti kegiatan screening, 11 diantaranya mengalami anemia dan sebanyak 44 remaja berstatus gizi kurus. Kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya berfokus pada pemberdayaan keluarga dengan anemia remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan diet remaja.Abstract: Iron deficiency anemia is thought to be the single biggest cause of morbidity and mortality in adolescents. Anemia that occurs can cause a decrease in reproductive health, motoric development, mental development, inhibited intelligence, decreased learning achievement, decreased fitness levels and not achieving maximum height. The results of interviews with the head of the penimbung health center and penimbung village cadres obtained data that the problem faced by partners at this time was that there had not been identified cases of anemia in young women, because there had never been an Hb screening examination that was known to be effective in identifying the incidence of anemia in young women. The solution to the problem is hemoglobin screening to increase adolescent awareness about the importance of anemia and the factors that affect it for young women in east penimbung hamlet. The anemia screening activity began with the registration of screening participants as many as 50 young women, the activity continued with height and weight examinations, Hb examinations and 24-hour food recall interviews. It was found that all young women (100%) in east penimbung hamlet participated in screening activities, 11 of them had anemia and as many as 44 adolescents had thin nutritional status. Further community service activities focus on empowering families with adolescent anemia to improve adolescent dietary knowledge and skills.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG TOILET TRAINING PADA IBU DENGAN ANAK USIA TODDLER DI DESA KEKERI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENIMBUNG Henny Yolanda; Zurriyatun Thoyibah; Melati Inayati Albayani; Haryani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.92 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3679

Abstract

Tugas perkembangan anak di usia toddler dihadapkan pada penguasaan beberapa tugas penting antara kain mengendalikan buang air besar dan kecil menjelang usia tiga tahun. Terdapat 75 juta usia anak sampai prasekolah yang mengalami kesulitan mengontrol BAB dan BAK. ibu-ibu di wilayah kerja Puskesmas Penimbung, yaitu di Desa Penimbung dan Desa Kekeri menunjukkan bahwa ibu tidak mengetahui tentang istilah toilet training, ibu mengatakan tidak melatih anak BAB/BAK karena anak secara alami akan bisa BAB dan BAK dengan mandiri, serta masih banyak ibu yang membiarkan anaknya menggunakan pampers hingga usia 5 tahun. Tujuan: meningkatkan pengetahuan tentang toilet training pada ibu dengan anak usia toddler di desa kekeri wilayah kerja puskesmas penimbung. Metode: Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pengetahuan kepada Ibu-ibu didesa Penimbung yang memiliki anak-anak usia toddler mengenai Toilet Training dengan metode ceramah yang disertai power point dan pemberian leaflet serta demonstrasi. Hasil: Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dengan metode ceramah yang disertai power point dan pemberian leaflet serta demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan ibu dengan anak usia toddler tentang toilet training.
Penyuluhan penyakit diare pada masyarakat di desa Gunugsari Kecamatan Gunungsari Lombok Barat Bahjatun Nadrati; Zurriyatun Thoyibah; Zuhratul Hajri; Baiq Ruli Fatmawati; Melati Inayati Albayani; Marthilda Suprayitna; Kurniati Prihatin; Lalu Dedy Supriatna
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2534.171 KB) | DOI: 10.56922/phc.v1i1.59

Abstract

Diarrhea is an infectious disease that causes death in infants and toddlers. Diarrhea is currently still a difficult problem to solve in tropical countries like Indonesia. Diarrhea in children is the major cause of death and morbidity in children in the world. The primary cause is contaminating food and water sources. The purpose of counseling is to increase public knowledge about the dangers of diarrhea, its causes, signs, how to prevent it and how to handle it. Participants who attended were 5 peoples involve of men and women. There are limited places for counseling related to the Covid-19 pandemic, which must adjust health protocols. The media used in this counseling were flip charts and leaflets. The results can improve their knowledge about diarrhea. Suggestion; health education program by the health team from the local Public health centre deliveries sustainably with the achievements of the community and still follow health protocols during the Covid-19 pandemic. Keywords: Diarrhea; Community; Health counseling; Health promotion Diare merupakan penyakit infeksi yang menyebabkan kematian pada bayi dan balita. Diare saat ini masih menjadi masalah yang sulit diatasi di negara tropis seperti Indonesia. Diare pada anak merupakan penyebab utama kematian pada anak di dunia. Penyebab utamanya adalah sumber makanan dan air yang tercemar. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya diare, penyebabnya, tanda-tandanya, cara pencegahannya dan cara menanganinya. Peserta yang hadir sebanyak 5 orang melibatkan laki-laki dan perempuan. Tempat konseling masih dibatasi terkait pandemi Covid-19, yang harus menyesuaikan protokol kesehatan. Media yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah flip chart dan leaflet. Hasilnya dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang diare. Saran; program penyuluhan kesehatan oleh tim kesehatan dari puskesmas setempat supaya disampaikan secara berkelanjutan dan tetap mengikuti protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.
Pelatihan Kader Tutor Sebaya Kerere’ Kusniyati Utami; Agus Supinganto; Melati Inayati Albayani; Haryani Haryani; Aswati Aswati; Irni Setyawati
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.359 KB) | DOI: 10.30653/002.202273.135

Abstract

KERERE' CADRE OF PEER TUTOR TRAINING. Pre-pregnancy health services are carried out since adolescence. Mambalan Village is one of the villages in the Penimbung sub-district which is in the working area of the Penimbung Health Center. Based on information, there were 12 cases of teenage pregnancy during 2019. The results of interviews with village cadres showed that youth posyandu activities had actually been carried out but few attended due to the irregular schedule of youth posyandu activities. The purpose of this service is to form a cadre of peer tutors through cadre training on adolescent reproductive health. Cadre training begins with data collection and problem information, identification of potential youth, coordination with groups of youth posyandu organizers, training, and inauguration. The partner of this service is the village head of Mambalan as the builder of the youth posyandu. The target of the training is as many as 20 teenagers. The results of this service show that adolescents' understanding and knowledge of reproductive health increases after training so that peer tutor cadres are able to provide knowledge to their peers about the dangers of early marriage. It is hoped that the government of Mambalan Village and Penimbung Health Center will increase awareness and awareness of adolescent reproductive health.
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETEPATAN PERILAKU MAKAN PADA ANAK SEKOLAH Henny Yolanda; Melati Inayati Albayani; Haryani Haryani; Zurriyatun Thoyibah; Kusniyati Utami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.15118

Abstract

Abstrak: Secara nasional, prevalensi masalah gizi kurang dan gizi buruk pada anak 0 – 59 bulan menurut indeks berat badan menurut umur tahun 2013 adalah 19,6%, dan pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 17,7%, namun masih di atas target RPJMN tahun 2019, yaitu 17%. Berdasarkan hasil diskusi terfokus berkelompok yang dilakukan penulis ditemukan bahwa perilaku anak dalam makan masih tidak tepat, kebiasaan anak makan snack, variasi makanan anak setiap kali makanan tidak mematuhi kaidah gizi seimbang. (1) Tujuan pengabdian: Tujuan dari pengabdian ini adalah memanfaatkan media audio visual dalam meningkatkan hard skill anak berupa ketepatan perilaku makan pada anak sekolah ; (2) Metode: Pengabdian ini merupakan pendampingan promosi kesehatan yang dilakukan mahasiswa dengan metode penyuluhan menggunakan audio visual kepada 38 anak SD usia 7-9 tahun; dan (3) Hasil yang ditemukan setelah dilakukan evaluasi dengan observasi setelah tindakan adalah terdapat peningkatan perilaku makan pada anak sekolah setelah diberikan edukasi melalui media audio visual yaitu sebesar 37%.Abstract: Nationally the prevalence of undernutrition and malnutrition in children 0-59 months according to the weight-for-age index in 2013 was 19.6%, and in 2018 it decreased by 17.7%, but it was still above the 2019 RPJMN target, i.e. 17%. Based on the results of the disturbed group discussion conducted by the author, it was found that the child's eating behavior was still inappropriate, the child's habit of eating snacks, the variety of children's food at each meal did not comply with the rules of balanced nutrition. (1) Purpose of service; The purpose of this service is to utilize audio-visual media to increase the satisfaction of eating behavior in school children; (2) Method: This service is health promotion assistance carried out by students using counseling methods using audio-visual to elementary school children aged 7-9 years; and (3) The results found were that there was an increase in eating behavior in school children after being given education through audio-visual media.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN GANGGUAN PERTUMBUHAN BATITA Aswati; Agus Supinganto; Sopian Halid; Melati Inayati Albayani; Henny Yolanda; Winda Nurmayani
Jurnal LENTERA Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v3i2.292

Abstract

Indicators of community nutrition development through nutrition management in toddlers need to be supported by the family's ability to recognize children's growth. Having a healthy child is the hope of all families. To achieve this, of course, the family must be able to carry out family care functions which include, getting to know, making the right decisions, caring for, providing a supportive environment and utilizing existing health facilities. The purpose of this community service is to improve the ability about the function of family care in the prevention of toddler growth disorders. The outputs resulting from this community service are educational videos on preventing toddler growth disorders and the toddler growth module.
Peningkatan Pengetahuan Orangtua Tentang Komunikasi Efektif pada Anak dalam Mencegah Kenakalan Remaja Zurriyatun Thoyibah; Zuhratul Hajri; Haryani Haryani; Henny Yolanda; Melati Inayati Albayani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7369

Abstract

Permasalahan kenakalan remaja di Indonesia merupakan masalah penting yang perlu perhatian dan menjadi tanggungjawab semua pihak. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja baik dari sisi internal dari remaja itu sendiri maupun sisi eksternal antara lain pola komunikasi orangtua dengan anak remajanya. Komunikasi orang tua dan remaja yang bermasalah secara konsisten dikaitkan dengan perilaku kenakalan remaja. Oleh karena itu, dengan adanya peningkatan jumlah kasus kenakalan remaja di Indonesia, perlu peningkatan pengetahuan orang tua tentang komunikasi efektif pada anak dan remaja sehingga dapat membantu dalam pencegahan maupun penanganan kenakalan remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah disertai dengan pemberian leaflet. Setelah diberikan pengetahuan tentang kenakalan remaja dan komunikasi efektif, didapatkan hasil sebanyak 17% orangtua memiliki tingkat pengetahuan kurang, 40% memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan sebanyak 43% memiliki tingkat pengetahuan baik, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 23% menjadi 43%. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan orangtua melalui ceramah disertai leaflet berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan orangtua. Program pendidikan kesehatan tentang komunikasi efektif pada remaja untuk mencegah kenakalan remaja harus terus dikembagkan dengan berbagai metode, tidak hanya dengan ceramah, tetapi perlu ditingkatkan dengan memberikan pelatihan secara khusus dan melibatkan pihak terkait yang kompeten dalam bidang komunikasi dan perilaku anak
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG TOILET TRAINING PADA IBU DENGAN ANAK USIA TODDLER DI DESA KEKERI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENIMBUNG Henny Yolanda; Zurriyatun Thoyibah; Melati Inayati Albayani; Haryani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3679

Abstract

Tugas perkembangan anak di usia toddler dihadapkan pada penguasaan beberapa tugas penting antara kain mengendalikan buang air besar dan kecil menjelang usia tiga tahun. Terdapat 75 juta usia anak sampai prasekolah yang mengalami kesulitan mengontrol BAB dan BAK. ibu-ibu di wilayah kerja Puskesmas Penimbung, yaitu di Desa Penimbung dan Desa Kekeri menunjukkan bahwa ibu tidak mengetahui tentang istilah toilet training, ibu mengatakan tidak melatih anak BAB/BAK karena anak secara alami akan bisa BAB dan BAK dengan mandiri, serta masih banyak ibu yang membiarkan anaknya menggunakan pampers hingga usia 5 tahun. Tujuan: meningkatkan pengetahuan tentang toilet training pada ibu dengan anak usia toddler di desa kekeri wilayah kerja puskesmas penimbung. Metode: Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pengetahuan kepada Ibu-ibu didesa Penimbung yang memiliki anak-anak usia toddler mengenai Toilet Training dengan metode ceramah yang disertai power point dan pemberian leaflet serta demonstrasi. Hasil: Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dengan metode ceramah yang disertai power point dan pemberian leaflet serta demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan ibu dengan anak usia toddler tentang toilet training.
Peningkatan Pengetahuan Orangtua Tentang Komunikasi Efektif pada Anak dalam Mencegah Kenakalan Remaja Zurriyatun Thoyibah; Zuhratul Hajri; Haryani Haryani; Henny Yolanda; Melati Inayati Albayani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7369

Abstract

Permasalahan kenakalan remaja di Indonesia merupakan masalah penting yang perlu perhatian dan menjadi tanggungjawab semua pihak. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja baik dari sisi internal dari remaja itu sendiri maupun sisi eksternal antara lain pola komunikasi orangtua dengan anak remajanya. Komunikasi orang tua dan remaja yang bermasalah secara konsisten dikaitkan dengan perilaku kenakalan remaja. Oleh karena itu, dengan adanya peningkatan jumlah kasus kenakalan remaja di Indonesia, perlu peningkatan pengetahuan orang tua tentang komunikasi efektif pada anak dan remaja sehingga dapat membantu dalam pencegahan maupun penanganan kenakalan remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah disertai dengan pemberian leaflet. Setelah diberikan pengetahuan tentang kenakalan remaja dan komunikasi efektif, didapatkan hasil sebanyak 17% orangtua memiliki tingkat pengetahuan kurang, 40% memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan sebanyak 43% memiliki tingkat pengetahuan baik, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 23% menjadi 43%. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan orangtua melalui ceramah disertai leaflet berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan orangtua. Program pendidikan kesehatan tentang komunikasi efektif pada remaja untuk mencegah kenakalan remaja harus terus dikembagkan dengan berbagai metode, tidak hanya dengan ceramah, tetapi perlu ditingkatkan dengan memberikan pelatihan secara khusus dan melibatkan pihak terkait yang kompeten dalam bidang komunikasi dan perilaku anak
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja tenteng HIV/AIDS si Pondok Pesantren Assulami Lombok Barat Suprayitna, Marthilda; Fatmawati, Baiq Ruli; Albayani, Melati Inayati
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.932 KB) | DOI: 10.57267/jisym.v10i2.65

Abstract

HIV stands for Human Immuno deficiency Virus, which is a virus that can weaken immunity on humans. Meanwhile, AIDS stands for Acquired Immune Deficiency Syndrome, which is a collection of symptoms and infections or commonly called syndromes caused by damage to the human immune system due to the HIV virus. HIV / AIDS is a sexually transmitted disease that can causes of death. Adolescents are risk group for HIV / AIDS transmission. Proper knowledge on disease will help them to take prevention efforts. Adolescents promiscuity is a indicator that can transmit the disease. The aim of this research was to identify an overview of adolescent knowledge on HIV / AIDS. The research method used in this research was descriptive research. The populations of this research were 134 students, samples of the research were 57 people. The sampling technique used in this research was random sampling, Instrument of data collection used in this research was questionnaire. This research conducted at Assulamy Langko Islamic Boarding School, West Lombok. The results of this research obtained that more than 30 respondents were female (53%) and 27 respondents (42%) were male. The knowledge of students on HIV / AIDS was 44 respondents (77%) with sufficient criteria, and 13 respondents (23%) were lacking. It can be concluded that the knowledge of adolescents on HIV / AIDS in Assulamy Langko Islamic Boarding School is sufficient. Adolescents have good enough knowledge, but it needs to be considered and improved through providing health education related to HIV / AIDS