Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pemberian Water Tepid Sponge pada Anak dengan Hipertermia Inayati Albayani, Melati; Utami, Kusniyati; Aprian, Nurmala
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 12 No. 02 (2022): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.704 KB) | DOI: 10.57267/jisym.v12i02.190

Abstract

During growth and development, children often experience illness, usually followed by several symptoms, including fever. Fever is a state of body temperature above normal as a result of an increase in the temperature regulating center in the hypothalamus. Water tepid sponge is one of the procedures to improve the control of body heat loss through evaporation and conduction, which is performed on patients who have high fever. The method used were a descriptive method with a case study approach and using a nursing approach process in 2 pediatric patients with fever in the Penimbung Health Center Work area. The time of the study was June 2021.All the problems that occurred have been well resolved since the patient was treated with a water edged sponge. The patient has shown significant changes for the better. Giving a tepid sponge is effective in reducing fever in children with fever.
Efektifitas Senam Ergonomik Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Penderita Gout Arthritis Ruli Fatmawati, Baiq; Prihatin, Kurniati; Inayati Albayani, Melati
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/jisym.v14i2.393

Abstract

Arthritis Gout is a metabolic disease in which the body cannot uric acid resulting in a lot of uric acid which causes joint pain and is often experienced by most of the elderly. Various pharmacological and non-pharmacological treatments were carried out to reduce uric acid levels. Arthritis Gout can be intervened with non-pharmacological therapies, including ergonomic exercise. Ergonomic gymnastics is a muscle movement combined with breathing techniques. Objective: This study aimed to identify the effect of ergonomic gymnastics on uric acid levels in people with arthritis gout in the working area of the Public Health Care Center of Penimbung, Penimbung Village. This research is a Pre-experimental study with a one-group pretest-posttest Design. Sampling techniques used purposive sampling. There were 16 elderly people as samples. Data analysis was a paired t-test to investigate the effect of ergonomic gymnastics before and after the therapy. Result: The results showed that ergonomic exercise can reduce uric acid levels in the elderly with arthritis gout where the value=0.000. It is recommended that elderly people who suffer from gouty arthritis do ergonomic exercises at least once a month to reduce uric acid levels.   ABSTRAK Gout arthritis merupakan penyakit metabolik dimana tubuh tidak mampu mengontrol asam urat sehingga terjadi penumpukan asam urat yang dapat mengakibatkan nyeri pada persendian  dan sering dialami oleh sebagian besar lansia. Pengobatan farmakologi dan non farmakologi dilakukan untuk dapat menurunkan kadar asam urat. Penatalaksanaan gout arthritis dengan terapi non farmakologi dapat dilakukan dengan senam ergonomis. Senam ergonomis merupakan rangkaian gerakan otot yang dikombinasikan dengan tehnik pernapasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh senam ergonomis terhadap penurunan kadar asam urat pada penderita gout arthritis diwilayah kerja Puskesmas Penimbung Desa Penimbung. Penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 16 orang. Analisa data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat  yang dilakukan dengan menggunakan uji statistik paired t-test. Hasil: ada pengaruh senam ergonomis terhadap kadar asam urat pada penderita gout arthritis dengan nilai p=0.000. Disarankan agar lansia yang menderita gout arthritis dapat melakukan senam ergonomik minimal 1x sebulan untuk menurunkan kadar asam urat.
Penyuluhan penyakit diare pada masyarakat di desa Gunugsari Kecamatan Gunungsari Lombok Barat Nadrati, Bahjatun; Thoyibah, Zurriyatun; Hajri, Zuhratul; Fatmawati, Baiq Ruli; Albayani, Melati Inayati; Suprayitna, Marthilda; Prihatin, Kurniati; Supriatna, Lalu Dedy
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i1.59

Abstract

Diarrhea is an infectious disease that causes death in infants and toddlers. Diarrhea is currently still a difficult problem to solve in tropical countries like Indonesia. Diarrhea in children is the major cause of death and morbidity in children in the world. The primary cause is contaminating food and water sources. The purpose of counseling is to increase public knowledge about the dangers of diarrhea, its causes, signs, how to prevent it and how to handle it. Participants who attended were 5 peoples involve of men and women. There are limited places for counseling related to the Covid-19 pandemic, which must adjust health protocols. The media used in this counseling were flip charts and leaflets. The results can improve their knowledge about diarrhea. Suggestion; health education program by the health team from the local Public health centre deliveries sustainably with the achievements of the community and still follow health protocols during the Covid-19 pandemic. Keywords: Diarrhea; Community; Health counseling; Health promotion Diare merupakan penyakit infeksi yang menyebabkan kematian pada bayi dan balita. Diare saat ini masih menjadi masalah yang sulit diatasi di negara tropis seperti Indonesia. Diare pada anak merupakan penyebab utama kematian pada anak di dunia. Penyebab utamanya adalah sumber makanan dan air yang tercemar. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya diare, penyebabnya, tanda-tandanya, cara pencegahannya dan cara menanganinya. Peserta yang hadir sebanyak 5 orang melibatkan laki-laki dan perempuan. Tempat konseling masih dibatasi terkait pandemi Covid-19, yang harus menyesuaikan protokol kesehatan. Media yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah flip chart dan leaflet. Hasilnya dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang diare. Saran; program penyuluhan kesehatan oleh tim kesehatan dari puskesmas setempat supaya disampaikan secara berkelanjutan dan tetap mengikuti protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.
Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Kusniyati Utami; Haryani Haryani; Melati Inayati Albayani; Agus Supinganto
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.2003

Abstract

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia serta mengidentifikasi status gizi dan memberikan Tablet Tambah Darah (TTD). Mitra program ini adalah Posyandu Bukit Tinggi di desa Bukit Tinggi, Lombok Barat, dengan partisipasi 46 remaja putri. Metode pelaksanaan meliputi ceramah edukatif selama 45 menit dan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) selama 60 menit. Materi edukasi mencakup definisi anemia, penyebab, tanda dan gejala, serta pencegahan dan perawatan anemia. Pengukuran IMT dilakukan dengan menimbang berat badan dan tinggi badan, serta pemberian TTD sebanyak 4 butir yang diminum setiap minggu. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja putri dari kategori cukup (70%) menjadi kategori baik (82%) setelah edukasi. Selain itu, sebagian besar remaja putri memiliki status gizi kurus. Rekomendasi program ini adalah perlunya keberlanjutan program pencegahan anemia untuk memastikan tidak terjadinya peningkatan kejadian anemia pada remaja di Bukit Tinggi. Program ini mendukung upaya global mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) dalam mengakhiri kelaparan dan memastikan kehidupan yang sehat serta sejahtera. Prevention of Anemia in Adolescent Girls The aim of this program is to enhance young women's knowledge about anemia, identify their nutritional status, and provide Iron Supplement Tablets (TTD). The program's partner is Posyandu Bukit Tinggi in Bukit Tinggi village, West Lombok, with 46 young women participating. The implementation methods included a 45-minute educational lecture and a 60-minute Body Mass Index (BMI) measurement. The educational material covered the definition of anemia, its causes, symptoms, prevention, and care for those with anemia. BMI measurements were conducted by weighing and measuring the height of the participants, and four iron tablets were given to be taken weekly. The results showed an increase in the knowledge of young women from a sufficient category (70%) to a good category (82%) after the education. Additionally, most young women were found to be underweight. The program recommends the continuation of anemia prevention programs to ensure that anemia incidence does not increase among young women in Bukit Tinggi. This program aligns with global efforts to achieve the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in ending hunger and ensuring healthy lives and well-being.
Hubungan Berat Badan Lahir Bayi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari Kabupaten Lombok Barat Albayani, Melati Inayati; Mardani, Raden Ahmad Dedy; Arifin, Zaenal
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 8 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v8i1.2020.193

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a prolonged lack of nutrition due to feeding that is not in accordance with nutritional needs. The high incidence of stunting and LBW is a problem. The aim of this study was to analyze the relationship between birth weight and the incidence of stunting in children under five at Gunungsari Health Center, West Lombok. This type of research is an analytic survey method through a cross sectional approach with a total sample of 162 people, taken using purposive sampling. The independent variable is birth weight. The dependent variable in this study is stunting. The results showed that there was a relationship between birth weight and the incidence of stunting in children under five at Gunungsari Health Center, West Lombok in 2019, the P value = 0.000 with OR = 4.01 (95% CI: 1.99 - 8.09), which This means that children who have a history of LBW have a 4.01 times greater risk of being very short compared to children born without LBW.  
Gambaran Pengetahuan Tugas Keperawatan Keluarga dan Upaya Pencegahan Gangguan Pertumbuhan Batita di Wilayah Kerja Puskesmas Penimbung Aswati, Aswati; Agus Supiganto; halid, Sopian Halid; Melati Inayati Albayani; Henny Yolanda
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i1.2023.516

Abstract

Memiliki anak yang sehat adalah harapan semua keluarga. Untuk mencapainya tentunya keluarga harus mampu menjalankan tugas keperawatan keluarga yang meliputi, mengenal, mengambil keputusan yang tepat, merawat, memberikan lingkungan yang mendukung serta memanfaatkan pasilitas kesehatan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tugas perawatan keluarga dan upaya pencegahan yang dilakukan oleh keluarga dalam pencegahan gangguan pertumbuhan seperti stanting. Penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sample 39 orang, pengambilan sampel acak atau Probability Sampling dengan Teknis data menggunakan uji spearman rho. Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan pra experimental one group pre post test. Hasil penelitian didapatkan hasil Pre-Test untuk pengetahuan keluarga tentang Tugas Keperawatan Keluarga hampir seimbang antara katagori kurang baik dan katagori baik. Dimana sebesar 41,0%, sedangkan kategori baik sebesar 30,8%.  Sedangkan hasil Post-Test pengetahuan keluarga tentang tugas kesehatan keluarga kategori baik meningkat menjadi 46,2%, kategori  cukup baik sebanyak 16 orang (41,0%) dan kategori kurang baik mengalami penurunan sebanyak 12,0%.  Sedangkan untuk upaya pencegahan gangguan pertumbuhan dengan katagori pemberian makan bergizi sejak hamil yaitu terbanayak adalah kadang-kadang sebesar 46,2%. ASI Exklusif terbanya secara Predominal sebanyak 51,3%, Untuk Katagori MPASI tebanyak, sesuai makanan keluarga  sebanyak 25,7%. Sedangkan pemantauan tumbuh kembang terbanyak adalah secara teratur setiap bulan sebanyak 51,3%. Dan kategori kebersihan lingkungan tertinggi adalah bersih sebanyak 35,8%. Dengan demikian sangat perlu diberikan edukasi secara berkesinambungan agar keluarga mampu memahami serta mampu melakukan upaya pencegahan gangguan pertumbuhan secara cepat dan tepat.
HEALTH LITERACY DAN PERILAKU CERDIK PENDERITA HIPERTENSI DIMASA PANDEMI COVID-19 Ida, Marthilda; Fatmawati, Baiq Ruli; Prihatin, Kurniati; Arifin, Zainal; Albayani, Melati Inayati
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.87 KB) | DOI: 10.33867/jka.v8i1.242

Abstract

Pandemi secara global yang disebabkan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telahmewabah dan menyebar dengan cepat, dan terjadi secara bersamaan di seluruh dunia.Peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19 disebabkan oleh adanyapenyakit penyerta (comorbid). Hipertensi merupakan salah satu comorbid paling banyakditemukan pada Covid-19 sehingga penderita hipertensi diharapkan mampu memodifikasigaya hidup dan mengubah perilaku kesehatan dengan mengoptimalkan health literacydalam pengelolaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan healthliteracy dan perilaku CERDIK penderita hipertensi di masa pandemi Covid-19. Metodepenelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan Pendekataan Cross Sectional.Jumlah responden sebanyak 138 orang dengan teknik pengambilan sampel accidentalsampling. Data dianalisis dengan chi square dengan hasil penelitian menunjukkan bahwaada hubungan antara health literacy dengan perilaku CERDIK penderita hipertensidi masa pandemi Covid-19 (p-value: 0,000). Kemampuan penderita hipertensi dalammencari health literacy yang baik dapat mengubah gaya hidup dan dapat meningkatkanperubahan perilaku CERDIK sehingga derajat kesehatan meningkat secara optimal dimasa pandemi Covid-19. Penderita hipertensi diharapkan untuk meningkatkan danmengembangkan health literacy guna mengoptimalkan derajat kesehatan yang lebih baikdi masa pandemi Covid-19
Model Health Literacy berbasis Telehealth dalam Promosi Kesehatan Mengenai Perilaku Makan pada Pertumbuhan Remaja Cegah Stunting Albayani, Melati Inayati; Suprayitna, Marthilda; Hajri, Zuhratul; Yolanda, Henny
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.372

Abstract

Background: Nutrition and stunting issues in Indonesia cannot be underestimated, especially considering the health conditions of adolescents that influence stunting rates in the future. Adolescence is a crucial period in individual growth and development, where many behaviors and habits, including eating patterns, are formed. Good health literacy allows adolescents to understand health information related to nutrition and a healthy lifestyle. This shows that understanding and knowledge about balanced nutrition are crucial to reduce the risk of long-term stunting and ensure maternal and child health. The gap in knowledge and nutritional literacy among adolescents is a major challenge that needs to be addressed. A telehealth-based health literacy model is expected to improve understanding and healthy eating behavior among adolescents, as an automotive step in stunting prevention. Objective: The purpose of this study is to develop a telehealth-based Health Literacy model to improve healthy eating behavior among adolescents by focusing on strengthening their understanding of the importance of a healthy diet. Method: This study used the Research and Development method combined with a Randomized Control Trial. The sample in this study were adolescents attending high schools in Mataram City. Results: Statistical analysis showed a significant intervention effect with p<0.01. The proportion of improvement in the intervention group was more than double that in the control group. Conclusion: The Telehealth-based Health Literacy Model intervention was effective in improving adolescents' dietary knowledge and behavior.