Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektivitas Hipoglikemik Fraksi Etil Asetat Ampas Tahu menggunakan Model Hewan Ikan Zebra (Danio rerio) Herlina, Nina; Mulyati; Yulianita; Ananda, Putri
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v5i1.183

Abstract

Ampas tahu mengandung isoflavon genistein dan daidzein yang diduga memiliki efek hipoglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek hipoglikemik fraksi etil asetat ampas tahu (FEAAT). Ekstraksi isoflavon ampas tahu dilakukan dengan metode refluks menggunakan etanol dan HCl, kemudian fraksinasi menggunakan etil asetat. Efek hipoglikemik FEAAT dibuktikan menggunakan ikan zebra sebagai hewan uji. Kelompok perlakuan terdiri dari kontrol negatif (akuades), FEAAT1 dan FEAAT2 dengan konsentrasi 3,75% dan 5% serta kontrol positif (metformin). Hiperglikemia diinduksi dengan perendaman menggunakan aloksan 0,05% selama 30 menit, glukosa 1% selama 30 menit. Selanjutnya dilakukan pemberian sampel uji selama 120 menit secara berurutan untuk menguji efek hipoglikemik dari sampel uji. Cuplikan darah diambil pada menit ke-0, 30, 60, 90, dan 120 untuk diuji kadar glukosa darah. Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada luas Area Under Curve (AUC0-120) kontrol negatif dengan FEAAT2 dan metformin (p < 0,01). Sementara hasil nilai AUC0-120 FEAAT1 tidak berbeda nyata dengan kontrol negatif. FEAAT2 efektif sebagai agen hipoglikemik pada model hewan ikan zebra yang diinduksi hiperglikemik.
Efek Antidiabetes Fraksi Etil Asetat Ampas Tahu Pada Model Hewan Resisten Insulin Herlina, Nina; Indriati, Dwi; Mulyati; Yulianita; Fitria, Elsa
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v5i1.185

Abstract

Ampas tahu telah menunjukkan efek antidiabetes pada model hewan yang diinduksi aloksan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antidiabetes fraksi etil asetat ampas tahu (FEAAT) pada model hewan resisten insulin. Ampas tahu diekstraksi dengan metode refluks menggunakan etanol dan HCl, kemudian difraksinasi menggunakan etil asetat. Mencit dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok normal, induksi, obat pembanding (Metformin), FEAAT1 (200 mg/kg bb) dan FEAAT2 (400 mg/kg bb). Mencit diinduksi resisten insulin dengan pemberian diet tinggi lemak dan glukosa selama 14 hari. kemudian diberikan bahan uji selama 14 hari. Pengujian efektivitas antidiabetes dilakukan dengan modifikasi Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO). Nilai Area Under Curve (AUC) diukur sebagai gambaran efek penurunan kadar glukosa darah. Data AUC yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji Analisi of varians (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji menunjukkan bahwa nilai AUC kelompok FEAAT1 tidak memberikan perbedaan yang nyata (p > 0,05) dibandingkan dengan kontrol negatif, sedangkan kelompok FEAAT2 dan Metformin memberikan perbedaan yang nyata (p < 0,05). Jika dibandingkan dengan kelompok normal, kelompok FEAAT2 dan Metformin tidak memiliki pengaruh yang berbeda nyata (p > 0,05) sementara nilai AUC FEAAT1 berbeda nyata (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa FEAAT2 efektif sebagai antidiabetes pada model hewan resisten insulin.
Estrogenic Effects of Kebar Grass (Biopyhtum Petersianum) in 96% Ethanol Extract and Various Solvent Fractions Mulyati Effendi; Yulianita; Herlina, Nina; Nurhikmah, Wilda
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v7i2.244

Abstract

This study aimed to compare antioxidant, antibacterial and toxicity tests of various types of kesambi tree bark extract (Schleichera oleosa (Lour) Oken). The research stages included extraction of kesambi stem skin from Mancak Serang sub-district with multilevel maceration techniques using 3 solvents: Methanol, n-hexane, and ethyl acetate. The extract was then tested for antioxidant activity, antibacterial, and toxicity. The results of antioxidant testing using the DPPH method, antibacterial with agar diffusion method, and toxicity test with BSLT method, the results showed that ethyl acetate extract had better antioxidant activity (IC50 7,723 ppm.) compared to extract of methanol (IC50 7,801 ppm), and n-hexane extract (IC50 8,568 ppm). Antibacterial activity showed the ability to inhibit the growth of Streptococcus aureus compared to Escherichia coli at a concentration of 10000 ppm, and the results of the toxicity test showed that ethyl acetate extract had better activity (LC50 305,17 ppm) than n-hexane extract (LC50 374, 96 ppm) and methanol extract (LC50 431,26 ppm).
UPAYA PREVENTIF STUNTING ANAK: KOLABORASI SKRINING ANTROPOMETRI DAN PRILAKU ORANGTUA SEBAGAI GARDA TERDEPAN Ambarwati, Rini; Rokhmah, Nisa Najwa; Andini, Septia; Fatmi, Mindiya; Herlina, Nina; Rikkit; Nurhikmah, Wilda; Wahyuningrum, Cyntia; Nurmala, Sara
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 11 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i11.1918

Abstract

Stunting remains a serious chronic nutrition problem in Indonesia, with long-term impacts on children's physical growth and cognitive development. Despite the improvements shown in the 2024 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI), achieving the target of 14.2% by 2029 requires further efforts. This community service activity aims to conduct early detection through anthropometric screening and provide nutrition education to parents in Pakansari Village, Cibinong, Bogor. Methods include measuring weight and height, as well as administering questionnaires on children's dietary and caregiving practices. Screening results showed most children had adequate nutritional status, though cases of malnutrition and stunting were still present. There is a gap in parental knowledge of balanced nutrition, highlighting the need for increased nutritional literacy. Continuous nutrition education and credible digital media utilization can strengthen family roles in stunting prevention. This initiative contributes to reducing stunting prevalence by enhancing community nutritional awareness.