Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EFEKTIVITAS JUS TOMAT DALAM MENGURANGI KELELAHAN PASCA OLAHRAGA - MINI REVIEW Herlina, Nina
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Volume 8.2 2018
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.814 KB)

Abstract

Olahraga teratur adalah cara yang baik untuk menjadikan tubuh agar tetap sehat dan bugar. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga secara konsisten dapat meningkatkan fungsi fisik dan mengurangi risiko terkena berbagai jenis penyakit. Akan tetapi, sebagian besar orang tidak menjadikan olahraga sebagai suatu kebiasaan. Salah satu halangan untuk berolahraga adalah ketidaknyamanan otot dan kelelahan yang dirasakan selama latihan serta nyeri pasca-olahraga. Jika kelelahan otot bisa berkurang, diharapkan orang akan lebih berkomitmen untuk melakukan olahraga secara teratur. Tomat (Solanum lycopersicum) adalah salah satu sayuran yang paling banyak dikonsumsi di dunia dan mengandung banyak komponen bermanfaat seperti gula, asam amino, mineral, vitamin, karotenoid, likopen, flavonoid dan asam hidroksinamat. Beberapa penelitian telah membuktikan kemampuan tomat untuk mengurangi efek kelelahan pasca latian fisik baik pada hewan percobaan maupun pada manusia. Tujuan dari tulisan ini adalah mengulas berbagai literatur mengenai kandungan kimia dan efektivitas tomat dalam mengurangi kelelahan pasca olahraga. Tulisan ini diharapkan bisa memberikan rujukan yang berguna untuk penyelidikan lebih lanjut, produksi maupun aplikasi tomat sebagai suplemen makanan saat olahraga. 
EFEKTIVITAS SEDIAAN EMULSI EKSTRAK ETANOL 70 % DAUN MANGKOKAN (Northopanax scutellarius(Burm.f)Merr) SEBAGAI PERANGSANG PERTUMBUHAN RAMBUT Siti Sadiah; Nina Herlina; Dwi Indriati
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.351 KB) | DOI: 10.33751/jf.v4i1.182

Abstract

Daun mangkokan dalam pengobatan tradisional (jamu) dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat sebagai penumbuh rambut atau mencegah kerontokan. Kerontokan rambuthingga kebotakan (Alopecia) dapat diobati dengan penyubur rambut. Pada penelitian inidilakukan pembuatan formula sediaan emulsi yang mengandung ektrak etanol 70 % daunmangkokan pada beberapa konsentrasi dan dievaluasi efektivitasnya sebagai penumbuhrambut secara in vivo. Formula dibandingkan dengan Aminexil 2% sebagai kontrol positif dandiaplikasikan pada kulit kelinci yang telah dibersihkan bulunya, kemudian panjang bulurambut yang tumbuh diukur selama 6 minggu dan ditentukan rata-rata pertumbuhan rambut perminggu. Hasil menunjukkan formulasi dengan konsentrasi ekstrak daun mangkokan 7,5%sama efektifnya dengan kontrol positif dan berbeda signifikan dengan kontrol formula basistanpa ekstrak. Rata-rata panjang rambut pada minggu pertama bertambah 50% dan setelahminggu keenam pertumbuhannya rata-rata diatas 65% - 85% jika dibandingkan terhadapkontrol positif Aminexil (100%).
Optimisasi Metode Microwave-Assisted Extraction Terhadap Kadar Kuersetin dari Limbah Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Zaldy Rusli; Nina Herlina; Bina Lohita Sari; Salma Hanunah Ulfa
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v10i2.2154

Abstract

Peningkatan produksi dan penggunaan bawang merah dimasyarakat tentunya menyebabkan peningkatan jumlah limbah dari kulit bawang merah yang jarang dimanfaatkan masyarakat. Kulit bawang merah memiliki banyak kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya adalah kuersetin yang memiliki manfaat mengatasi hiperglikemia, anti-inflamasi, antioksidan bahkan sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimisasi proses ekstraksi kuersetin yang terkandung dalam kulit bawang merah. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan Microwave-Assisted Extraction (MAE) dengan parameter daya microwave, waktu ekstraksi dan konsentrasi etanol. Analisis kadar kuersetin dilakukan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Analisis data dilakukan menggunakan Response Surface Method (RSM) dengan menggunakan perangkat lunak Design Expert 12. Kondisi optimum metode MAE untuk mengekstraksi kuersetin dari kulit bawang merah adalah dengan menggunakan microwave dengan daya 450 watt selama 110,57 detik dan dengan menggunakan etanol 89,078%. Pada kondisi tersebut, diperoleh kuersetin dengan kadar 7,3933 mg/g serbuk simplisia kulit bawang merah. Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa kulit bawang merah mengandung kuersetin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat.
Efektivitas Hipoglikemik Fraksi Etil Asetat Ampas Tahu menggunakan Model Hewan Ikan Zebra (Danio rerio) Nina Herlina; Mulyati; Yulianita; Putri Ananda
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.193 KB) | DOI: 10.29244/jji.v5i1.183

Abstract

Ampas tahu mengandung isoflavon genistein dan daidzein yang diduga memiliki efek hipoglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek hipoglikemik fraksi etil asetat ampas tahu (FEAAT). Ekstraksi isoflavon ampas tahu dilakukan dengan metode refluks menggunakan etanol dan HCl, kemudian fraksinasi menggunakan etil asetat. Efek hipoglikemik FEAAT dibuktikan menggunakan ikan zebra sebagai hewan uji. Kelompok perlakuan terdiri dari kontrol negatif (akuades), FEAAT1 dan FEAAT2 dengan konsentrasi 3,75% dan 5% serta kontrol positif (metformin). Hiperglikemia diinduksi dengan perendaman menggunakan aloksan 0,05% selama 30 menit, glukosa 1% selama 30 menit. Selanjutnya dilakukan pemberian sampel uji selama 120 menit secara berurutan untuk menguji efek hipoglikemik dari sampel uji. Cuplikan darah diambil pada menit ke-0, 30, 60, 90, dan 120 untuk diuji kadar glukosa darah. Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada luas Area Under Curve (AUC0-120) kontrol negatif dengan FEAAT2 dan metformin (p < 0,01). Sementara hasil nilai AUC0-120 FEAAT1 tidak berbeda nyata dengan kontrol negatif. FEAAT2 efektif sebagai agen hipoglikemik pada model hewan ikan zebra yang diinduksi hiperglikemik.
Efek Antidiabetes Fraksi Etil Asetat Ampas Tahu Pada Model Hewan Resisten Insulin Nina Herlina; Dwi Indriati; Mulyati; Yulianita; Elsa Fitria
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.501 KB) | DOI: 10.29244/jji.v5i1.185

Abstract

Ampas tahu telah menunjukkan efek antidiabetes pada model hewan yang diinduksi aloksan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antidiabetes fraksi etil asetat ampas tahu (FEAAT) pada model hewan resisten insulin. Ampas tahu diekstraksi dengan metode refluks menggunakan etanol dan HCl, kemudian difraksinasi menggunakan etil asetat. Mencit dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok normal, induksi, obat pembanding (Metformin), FEAAT1 (200 mg/kg bb) dan FEAAT2 (400 mg/kg bb). Mencit diinduksi resisten insulin dengan pemberian diet tinggi lemak dan glukosa selama 14 hari. kemudian diberikan bahan uji selama 14 hari. Pengujian efektivitas antidiabetes dilakukan dengan modifikasi Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO). Nilai Area Under Curve (AUC) diukur sebagai gambaran efek penurunan kadar glukosa darah. Data AUC yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji Analisi of varians (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji menunjukkan bahwa nilai AUC kelompok FEAAT1 tidak memberikan perbedaan yang nyata (p > 0,05) dibandingkan dengan kontrol negatif, sedangkan kelompok FEAAT2 dan Metformin memberikan perbedaan yang nyata (p < 0,05). Jika dibandingkan dengan kelompok normal, kelompok FEAAT2 dan Metformin tidak memiliki pengaruh yang berbeda nyata (p > 0,05) sementara nilai AUC FEAAT1 berbeda nyata (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa FEAAT2 efektif sebagai antidiabetes pada model hewan resisten insulin.
TOKSISITAS AKUT SEDIAAN CAIR BERBASIS BAWANG PUTIH DENGAN METODE ZEBRAFISH EMBRYO TOXICITY (ZFET) Ike Yulia Wiendarlina; Nina Herlina; Elsa Mareta
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v12i1.3883

Abstract

Sediaan cair berbasis bawang putih (SCBBP) terbuat dari campuran beberapa bahan diantaranya yaitu bawang putih tunggal, jahe merah, sari buah lemon, cuka apel, dan madu. Sediaan ini memiliki berbagai khasiat farmakologis, namun belum ada penelitian yang menguji batas keamanan sediaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan  toksisitas akut dari SCBBP menggunakan metode ZFET (Zebrafish Embryo Toxicity) mengacu pada tatalaksanaOrganization for Economic Cooperation and Development (OECD). Embrio diberi paparan SCBBP dengan berbagai konsentrasi (50, 100, 200, 400, 600, 800, 1200, 1600 dan 2000 ppm) mulai dari 8 jam pasca-pembuahan (jpf) hingga 96 jpf. Data abnormalitas dan kematian yang diperoleh dianalisis secara statistik untuk memperoleh nilai LC50, EC50 dan Indeks teratogen (TI). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelangsungan hidup embrio semakin menurun dengan semakin meningkatnya konsentrasi dan lama paparan SCBBP yang diberikan. Nilai rata-rata LC50 pada 24; 48; 72; dan 96 jpf adalah sebesar 1548 ppm; 1382 ppm; 1247 ppm; dan 1209 ppm, sedangkan nilai EC50 adalah sebesar 418,041 ppm, 306,445 ppm, 417,529 ppm dan 375,622 ppm dan nilai indeks teratogenic (TI) 1. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa SCBBP termasuk ke dalam kategori relatif tidak berbahaya dan tidak bersifat teratogen terhadap model embrio ikan zebra.
EFEKTIVITAS JUS TOMAT DALAM MENGURANGI KELELAHAN PASCA OLAHRAGA - MINI REVIEW Nina Herlina
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v8i2.5846

Abstract

Olahraga teratur adalah cara yang baik untuk menjadikan tubuh agar tetap sehat dan bugar. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga secara konsisten dapat meningkatkan fungsi fisik dan mengurangi risiko terkena berbagai jenis penyakit. Akan tetapi, sebagian besar orang tidak menjadikan olahraga sebagai suatu kebiasaan. Alasan terbesar tampaknya adalah ketidaknyamanan otot dan kelelahan yang dirasakan selama latihan serta nyeri pasca-olahraga. Jika kelelahan otot bisa berkurang, diharapkan akan lebih banyak orang akan berkomitmen untuk mengikuti program latihan secara teratur. Tomat (Solanum lycopersicum) adalah salah satu sayuran yang paling banyak dikonsumsi di dunia dan mengandung banyak komponen bermanfaat, termasuk gula, asam amino, mineral, vitamin, karotenoid seperti likopen, flavonoid, dan asam hidroksinamat. Beberapa penelitian telah membuktikan kemampuan tomat untuk mengurangi efek kelelahan pasca latian fisik baik pada hewan percobaan maupun pada manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengulas literatur mengenai kandungan kimia, dan efektivitas tomat dalam mengurangi kelelahan pasca olahraga melalui. Ulasan ini diharapkan bisa memberikan bibliografi yang berguna untuk penyelidikan lebih lanjut, produksi maupun aplikasi tomat sebagai  suplemen makanan saat olahraga.
Estrogenic Effects of Kebar Grass (Biopyhtum Petersianum) in 96% Ethanol Extract and Various Solvent Fractions Mulyati Effendi; Yulianita; Nina Herlina; Wilda Nurhikmah
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v7i2.244

Abstract

This study aimed to compare antioxidant, antibacterial and toxicity tests of various types of kesambi tree bark extract (Schleichera oleosa (Lour) Oken). The research stages included extraction of kesambi stem skin from Mancak Serang sub-district with multilevel maceration techniques using 3 solvents: Methanol, n-hexane, and ethyl acetate. The extract was then tested for antioxidant activity, antibacterial, and toxicity. The results of antioxidant testing using the DPPH method, antibacterial with agar diffusion method, and toxicity test with BSLT method, the results showed that ethyl acetate extract had better antioxidant activity (IC50 7,723 ppm.) compared to extract of methanol (IC50 7,801 ppm), and n-hexane extract (IC50 8,568 ppm). Antibacterial activity showed the ability to inhibit the growth of Streptococcus aureus compared to Escherichia coli at a concentration of 10000 ppm, and the results of the toxicity test showed that ethyl acetate extract had better activity (LC50 305,17 ppm) than n-hexane extract (LC50 374, 96 ppm) and methanol extract (LC50 431,26 ppm).
Histopathological Alterations in Ovarian and Uterine Treated with Extract and Fraction of Kebar Grass (Biophytum petersianum) Nina Herlina; Mulyati Effendi; Wilda Nurhikmah; Yulianita Yulianita; Fitri Aninda
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v12i2.4599

Abstract

Kebar grass (Biophytum petersianum) is being used traditionally by the people of West Papua to increase fertility. The effects of extracts and fractions of Kebar grass on the estrus cycle duration and estrus phase in rats were evaluated. The present work was designed to investigate the effects of administration of kebar grass extract and its fraction on the histopathological changes in the ovaries and uterine of rats. The female rats were treated with carboxy methyl cellulose sodium (CMC sodium) 1 % (group I), ethynile estradiol (group II), extract kebar grass (group III),  n-hexane fraction (group IV), ethyl acetate fraction (group V), and water fraction (group VI) of kebar grass via gavage daily for 7 days. At days 7th and 14th, 3 rats in each group were euthanized.  Uterine and ovarian collected and weighed. Hematoxylin-Eosin staining and the paraffin technique were used for histological preparation. Data were analyzed by One Way ANOVA followed by the Duncan test. The Kebar grass has an effect to increase ovarian and uterine weight, increasing most of the number of follicles especially primary follicle and uterine thickness. The treatment with ethyl acetate fraction of kebar grass (group V) constantly showed more effective results than the other kebar grass treatment.
Sosialisasi dan Edukasi Tanaman Berkhasiat Peningkat Imunitas pada Lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Telekomedika Bogor Nhadira Nhestricia; Nina Herlina; Chyntia Wahyuningrum
Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.889 KB)

Abstract

The COVID-19 pandemic has led to a severe global recession with differential impacts within and across countries. As of August 2020, Indonesia’s COVID-19 case-fatality rate is higher than the world average. Preventive measures for the spread of infection in the form of physical distancing implemented in all educational facilities force educators and students to develop online learning technology, according to the Circular Letter of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia Number 4 of 2020. Changes in learning patterns pose problems for the academic community, including in schools. Bogor Telecomedika Vocational High School. Difficulties arise not only because of the lack of skill of students and teachers in using technology, but also the increased workload due to the number of subjects and the workload that must be completed. Objective: As an Indonesian who lives in a country with abundant natural resources, the use of medicinal plants as an immune enhancer is an alternative to improve health. Methods: This activity was conducted at the Vocational School of Telekomedika in the form of a webinar with 129 participants. The theme of the webinar contains socialization and education about plants that are efficacious for enhancing immunity and making herbal medicine as one of the implementations of their use, as well as providing information about herbal product entrepreneurship. Results: This activity had a positive impact on 80.6% of participants in significantly increasing knowledge about nutritious plants and skills in processing natural ingredients into herbal medicine for body immunity.