Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas) dengan GCMS Surahmaida; Umarudin; Rani, Agustin Widia; Dewi, Novicalia Citra
Journal of Pharmacy and Science Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v6i1.202

Abstract

Jarak pagar (Jatropha curcas) merupakan tanaman dari suku Euphorbiaceae. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa kimia yang terkandung dalam daun jarak pagar (Jatropha curcas) menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS). Daun jarak pagar yang diperoleh dari daerah Sedati, Juanda Sidoarjo diekstrak menggunakan pelarut metanol. Lalu kedua ekstrak daun jarak pagar tersebut dianalisis menggunakan GCMS. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol daun jarak pagar mengandung 28 senyawa kimia dan kemudian dianalisis aktivitas biologisnya. Dapat disimpulkan bahwa daun jarak pagar banyak mengandung senyawa kimia yang memiliki aktivitas biologis untuk kesehatan
Analisis GCMS terhadap Senyawa Fitokimia Ekstrak Metanol Ganoderma lucidum Surahmaida Surahmaida; Tri Puji Lestari Sudarwati; Junairiah Junairiah
Jurnal Kimia Riset Vol. 3 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.637 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v3i2.12060

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa fitokimia ekstrak metanol Ganoderma lucidum dengan metode GCMS. Tahapan penelitian ini meliputi  proses ekstraksi serbuk halus G. lucidum menggunakan pelarut metanol dengan metode maserasi selama 3x3 hari dan ekstrak metanol G. lucidum yang didapatkan dianalisis dengan alat GCMS. Senyawa fitokimia yang teridentifikasi oleh GCMS antara lain thiophene, 2-hexyl-; 3-((3-Acetoxythyl)-6-acetoxymethyl-2,4-dimethyl)phenyl)-2-methyl-(E)-2-propenyl acetate; 2,7-Diphenylindole; dan 5-(2-Bromophenyl)-7-chloro-2,3-dihydro-1H-1,4-benzodiazepin-2-one. Dapat disimpulkan bahwa senyawa fitokimia pada ekstrak metanol G. lucidum memiliki efek farmakologis bagi kesehatan manusia dan aktivitas biologis lainnya.  Katakunci: Ganoderma lucidum, senyawa fitokimia, GCMS AbstractThis study aims to analyze the phytochemical compounds of methanol extract of Ganoderma lucidum using the GCMS method. The stages of this study include extraction of fine powder G. lucidum using methanol solvent by maceration method for 3x3 days and methanol extract of G. lucidum obtained were analyzed by GCMS. Phytochemical compounds identified by GCMS is thiophene, 2-hexyl-; 3 - ((3-Acetoxythyl) -6-acetoxymethyl-2,4-dimethyl) phenyl) -2-methyl- (E) -2-propenyl acetate; 2,7-Diphenylindole; and 5- (2-Bromophenyl) -7-chloro-2,3-dihydro-1H-1,4-benzodiazepine-2-one. It can be concluded that phytochemical compounds in methanol extract of G. lucidum have pharmacological effects on human health and other biological activities. Keywords: Ganoderma lucidum, phytochemical compounds, GCMS
Senyawa Bioaktif Daun Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus) Surahmaida Surahmaida; Umarudin Umarudin; Junairiah Junairiah
Jurnal Kimia Riset Vol. 4 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.619 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v4i1.13176

Abstract

AbstrakDaun kumis kucing (Orthosiphon stamineus) umumnya digunakan sebagai tanaman obat keluarga, hal ini diduga karena senyawa bioaktif yang terkandung didalamnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa bioaktif ekstrak n-heksana daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus) menggunakan GCMS. Hasil senyawa bioaktif yang teridentifikasi ekstrak n-heksana daun kumis kucing mengandung 1,1-Dicyclopentylethane; Bicyclo[3.2.0]hept-2,6-diene-1,2,3,4,4,5,6-d(7); n-Butyl palmitate; 1-oxo03.alpa.-(4-methyl-3-pentenyl)-6.alpa.-methyl-6a.alpa.-carbomethoxy-1,3,3a.alpa.,6a-tetrahydrocyclopenta[c]furan;  1,1,3,3,5,5,7,7,9,9,11,11,13,13-tetradecamethylheptasiloxane; 1,4-bis(trimethylsilyl)-benzene dan Silicone grease, Siliconfett. Senyawa-senyawa bioaktif ekstrak n-heksana daun kumis kucing tersebut kemudian dianalisis aktivitas biologi dan farmakologisnya. Katakunci: Orthosiphon stamineus, senyawa bioaktif, GCMS AbstractThe leaves of cat whiskers (Orthosiphon stamineus) are generally used as family medicinal plants, this is thought to be due to the bioactive compounds contained therein. The purpose of this study was to find out the bioactive compounds of n-hexane extract of cat whiskers (Orthosiphon stamineus) using GCMS. The results of bioactive compounds identified with n-hexane extract of cat whiskers containing 1,1-Dicyclopentylethane; Bicyclo[3.2.0]hept-2,6-diene-1,2,3,4,4,5,6-d(7); n-Butyl palmitate; 1-oxo03.alpa.-(4-methyl-3-pentenyl)-6.alpa.-methyl-6a.alpa.-carbomethoxy-1,3,3a.alpa.,6a-tetrahydrocyclopenta[c]furan;  1,1,3,3,5,5,7,7,9,9,11,11,13,13-tetradecamethylheptasiloxane; 1,4-bis(trimethylsilyl)-benzene and Silicone grease, Siliconfett. The bioactive compounds of the n-hexane extract of the cat's whiskers leaves were then analyzed for their biological and pharmacological activities. Keywords: Orthosiphon stamineus, bioactive compound, GCMS
ISOLATION OF CHITOSAN SNAIL SHELL (Achatina fulica F) ON CHEMICAL CHARACTERISTICS AND BACTERIA OF Staphylococcus aureus KIRBY BAUER IN VITRO METHOD Umar Umar; Surahmaida Surahmaida; Rio Alta; Rizka Surya Ningrum
Biota Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.866 KB) | DOI: 10.20414/jb.v12i1.180

Abstract

The shell of snail contains chitin that can be transformed into chitosan through four stages, which are deproteination, demineralization, depigmentation, and deacetylation. Chitosan can be utilized as an antibacterial agent because it has amine groups. In this research, chitosan that prepared from the snail shell will be analyzed using FT-IR spectroscopy to determine the deacetylation degree (DD). The antibacterial activity test result of Staphylococcus aureus will be carried out on chitosan with various concentrations using in-vitro Kirby Bauer method and will be analyzed using One Way ANOVA with confidence level at 95%. The variations concentration of chitosan used is 300, 400, 500, 600, and 700 ppm. The result shows that the deacetylation degree of chitosan is 63.09% and the optimum concentration of chitosan that can inhibit the Staphylococcus aureus bacteria is 500 ppm with diameter inhibition is 34.33 mm.
PELATIHAN IDENTIFIKASI BORAKS PADA MAKANAN MENGGUNAKAN KUNYIT DI KECAMATAN LONTAR SURABAYA Surahmaida Surahmaida
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2164

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberi edukasi berupa penyuluhan dan pelatihan membuat alat sederhana untuk mendeteksi kandungan boraks pada makanan sehingga dapat membantu masyarakat dalam memilih bahan pangan yang aman dan sehat. Sasaran kegiatan  Pengabdian Masyarakat adalah ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Lontar KotaSurabaya. Berdasarkan penelusuran awal, target sasaran pengabdian masyarakat belum mengenali ciri-ciri bahan pangan yang mengandung boraks, bahayanya bagi kesehatan dan cara mendeteksi adanya boraks. Metode Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Akademi Farmasi Surabaya meliputi metode sosialisasi pengenalan boraks, bahaya boraks terhadap kesehatan dan ciri-ciri makanan yang mengandung boraks; tanya jawab (diskusi) dan uji bahan makanan menggunakan kunyit dengan media tusuk gigi dan kertas saring. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya pemahaman masyarakat terhadap bahan tambahan pangan boraks dan bahayanya dalam makanan menjadi meningkat.  Masyarakat juga menjadi termotivasi untuk mengenali keamanan bahan pangan yang dikonsumsi dengan membuat alat sederhana pendeteksi boraks menggunakan kunyit. 
PERHITUNGAN ANGKA LEMPENG TOTAL BAKTERI PADA TELUR AYAM RAS Surahmaida Surahmaida; Sri Nurhatika
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 11 No 01 (2018)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol11.no01.a1506

Abstract

Poultry farm chicken eggs is one of the favorite food for society besides meat and fish, because it is highly nutritious, versatile and cheaper than other eggs. The sample of this research uses 8 (eight) samples of poultry farm chicken eggs. This study aims to determine the quality of poultry farm chicken eggs microbiology based on the total plate count of bacteria. The results showed average the total plate count of bacteria on 8 chicken eggs is 104 CFU/ml. This shows that the results still qualified the standard defined by BPOM that is 107 CFU/ml and its mean poultry farm chicken eggs is safe for consumption. Keywords: Poultry farm chicken eggs, Total Plate Count of Bacteria
Aplikasi Hand Sanitizer Kitosan Cangkang Bekicot Sebagai Antibakteri dan Upaya Preventif Covid 19 Umarudin Umarudin; Surahmaida Surahmaida; Syukrianto Syukrianto; Silvi Ayu Wulansari; Siti Nurhaliza
SIMBIOSA Vol 9, No 2 (2020): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v9i2.2669

Abstract

Salah satu infeksi akibat bakteri yang dapat menyebabkan saluran pernapasan  adalah Klebsiella pneumonia. Desain yang digunnakan pada penelitian ini adalah true eksperimental. Tahapan penelitian dengan isolasi kitosan cangkang bekicot yaitu deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi, dan deasetilasi, pembuatan hand sanitizer kitosan cangkang bekicot. Analisa data yang digunakan deskriptif kualitatif dan kuantatif untuk uji evaluasi organoleptis dan jumlah koloni bakteri dan uji ANOVA satu arah jika terdapat perbedaan dilakukan uji lanjut dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptis hand sanitizer selama 28 hari dan didapatkan hasil sesuai spesifikasi yaitu berbentuk gel, warna transparan dan tidak ada aroma yang dikeluarkan, pH sediaan hand sanitizer sesuai dengan standart pH kulit, sediaan hand sanitizer kitosan cangkang bekicot homogen, jumlah koloni formula 2 (6%) dengan rata-rata 0,67 koloni, 3% dengan rata-rata 2,67 koloni lebih efektife alam menghambat pertumbuhan bakteri jika dibandingkan dengan K (-) dengan rata-rata 107,67. Perlakuan hand sanitizer 3% berbeda nyata secara signifikan dengan kontrol dan 6%, perlakuan hand sanitizer 6% berbeda nyata signifikan dengan kontrol dan 3%. Semakin tinggi konsentrasi cangkang bekicot semakin besar kemampuan daya hambat dan bersifat bakterisidal.
Isolasi, Identifikasi, Dan Uji Antibakteri Kitosan Cangkang Bekicot (Achatina fulica) Terhadap Staphylococcus aureus dari Penderita Ulkus Diabetikum Umarudin Umarudin; Surahmaida Surahmaida
SIMBIOSA Vol 8, No 1 (2019): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v8i1.1894

Abstract

Salah satu bakteri penyebab ulkus diabetikum adalah Staphylococcus aureus. Pengunaan antibiotik yang tidak tepat menyebabkan munculnya S. aureus yang resisten terhadap antibiotik atau bertahan hidup karena adanya perubahan genetic. Bahan alam yang memiliki sifat sebagai antibakteri adalah kitosan cangkang bekicot.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan uji antibakteri kitosan cangkang bekicot terhadap Staphylococcus aureus dari penderita ulkus diabetikum dan juga dilakukan uji sensitifitas S. aureus terhadap kitosan cangkang bekicot. Pada penelitian inidilakukan secara true eksperimental. S. aureus diisolasi dari penderita ulkus diabetikum dan diidentifikasi berdasarkan sifat biakan, pewarnaan Gram, uji biokimiawi dan uji gula-gula. Isolat selanjutnya diuji sensitifitasnya terhadap kitosan cangkang bekicot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi bakteri yang tumbuh dan dapat memfermentasi plat mannitol salt agar, sel berbentuk bulat bergerombol, bersifat Gram +, memfermentasi maltosa dan laktosa, mengkoagulasi plasma kelinci dan bereaksi positif terhadap uji clumping faktor dan Voges Proskouer. Pada penelitian ini, hasil uji terhadap kitosan cangkang bekicot pada kosentrasi 300-700 ppm adalah sensitif. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penderita ulkus diabetikum yang diidentifikasi adalah Staphylococcus aureus. Isolat S. aureus sebagian besar sensitif terhadap kitosan cangkang bekicot (Achatina fulica).
Potensi Daun Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus) dan Daun Kemangi (Ocimum sanctum) Sebagai Pestisida Nabati Terhadap Lalat Rumah (Musca domestica) Surahmaida Surahmaida
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 21, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.21.2.194-199

Abstract

Latar belakang: Penyakit yang disebabkan lalat rumah (Musca domestica) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Upaya pengendalian lalat rumah tersebut umumnya menggunakan pestisida kimia namun meninggalkan residu yang berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Untuk itu dikembangkan pestisida nabati dengan memanfaatkan tanaman seperti kumis kucing (Orthosiphon stamineus) dan kemangi (Ocimum sanctum) sebagai solusi alternatif yang ramah bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daun kumis kucing dan daun kemangi dalam mengendalikan lalat rumah.Metode: Tahapan penelitian eksperimental yang dilakukan bulan November 2021 ini meliputi pembuatan ekstraksi daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus) dan daun kemangi (Ocimum sanctum) dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, dilanjutkan pembuatan konsentrasi yaitu 5%, 10%, 20%, 30% dan 40%, dan uji toksisitas terhadap lalat rumah menggunakan metode knockdown. Tiap perlakuan toples sebagai kandang uji berisi 25 lalat rumah dan direplikasi 3 kali. Ekstrak bahan uji disemprotkan ke dalam masing-masing toples uji sebanyak 2 kali semprot (1 semprot @ 0,5 ml). Lalu dihitung jumlah lalat yang jatuh (knockdown).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 10% ekstrak kemangi pada menit ke-10 dan konsentrasi 10% ekstrak kumis kucing menghasilkan efek knockdown sebesar 100% terhadap lalat rumah setelah diaplikasikan.Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa daun kumis kucing dan daun kemangi memiliki aktivitas sebagai pestisida nabati terhadap lalat rumah ABSTRACT Title: The Potentials Of Cat Whiskers Leaves (Orthosiphon stamineus) And Basil Leaves (Ocimum sanctum) as Plant-Based Pesticide Against House Flies (Musca domestica)Background: Diseases caused by house flies (Musca domestica) are still a  public health  problem. These house fly control efforts generally use chemical pesticides but leave residues that have a negative impact on health and the environment. For this reason, plant-based pesticide were developed by utilizing plants such as cat whiskers (Orthosiphon stamineus) and basil (Ocimum sanctum) as an alternative solution that is friendly to the environment.  This study aims to determine the potential of cat whiskers and basil leaves in controlling house flies. Method: The experimental research stage carried out in November 2021 includes the extraction of cat whiskers (Orthosiphon stamineus) and basil (Ocimum sanctum) leaves by maceration method using methanol solvent., followed by making concentration of 5%, 10%, 20%, 30% and 40%, and  the toxicity test against house flies using the knockdown method. Each treatment  jar as a test cage contained 25 house flies and replicated 3 times. The extract of test material was sprayed into each test jar 2 times (1 spray@0,5 ml). Then count the number of flies that fall (knockdown). Result: The results showed that 10% concentrations of basil extract at 10 minutes and a 10% concentration of cat whiskers  ectract produced a  100% knockdown effect on house flies after application.Conclusion: It can be concluded that cat whiskers and basil leaves have activity as plant-based pesticide against house flies.
EDUKASI PEMBUATAN PESTISIDA NABATI YANG RAMAH LINGKUNGAN DI KELURAHAN AIRLANGGA SURABAYA Surahmaida Surahmaida; Ninik Mas Ulfa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.4442

Abstract

Pestisida kimia umumnya digunakan oleh masyarakat dalam membasmi hama serangga tanaman. Efek yang ditimbulkan dari pestisida kimia relatif lebih cepat namun menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan dan lingkungan. Untuk itu, penggunaan pestisida nabati yang berasal dari bahan alam (tanaman) merupakan alternatif pengganti pestisida kimia yang bertujuan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK Karang Menur Kelurahan Airlangga Surabaya mengenai tanaman-tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati, diantaranya daun papaya (Carica papaya) dan daun sirih (Piper bettle) untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman di sekitar rumah Kelurahan Airlangga Surabaya. Metode penyuluhan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan, diskusi (tanya jawab) dan demonstrasi cara pembuatan pestisida nabati. Peserta Pengmas memberikan respon positif yang ditunjukkan dengan keinginan peserta untuk memcoba membuat pestisida nabati secara mandiri di rumah.