Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Penyebab Rendahnya Tingkat Pendidikan Masyarakat di Desa Gemaf, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah Sanci Yosofina Banggala; Veronike E.T Salem; Sangputri Sidik
NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN Vol 1 No 1 (2024): (APRIL) NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/qv2k3t03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap apa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di Desa Gemaf. Penelitian saya mengunakan metode pendekatan Kualitatif, yang mengunakan cara-cara pengumpulan informasi melalui cara observasi, dan cara wawancara. Hasil penelitian sebagai berikut: Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi individua tau minat pendidikan masyarakat Desa Gemaf masuk kategori rendah. Kondisi ekonomi keluarga juga menjadi penyebab rendahnya tingkat pendidikan masyarakat tetapi tidak keseluruhan masyarakat, Kelengahan orang tua dalam mengontrol anak juga menjadi penyebab anak tidak melanjutkan penidikan kejenjang yang lebih tinggi. Faktor lingkungan pergaulan bebas dan hadirnya perusahaan pertambangan besar yang membuka lapangan pekerjaan dengan tidak memandang tinggi rendahnya pendidikan juga menjadi faktor penyebab terbesar masyarakat di Desa Gemaf menabaikan pendidikan yang lebih tinggi. Dan faktor-faktor lainnya seperti jauh dekatnya jarak untuk menempuh sekolah yang belum tersedia di Desa Gemaf.
Dampak Aplikasi Tiktok pada Perubahan Perilaku Siswa (Studi Kasus: SMA Negeri 1 Kawangkoan) Jesika Margareta Pinontoan; Veronike E.T Salem; Sangputri Sidik
NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN Vol 1 No 2 (2024): (JUNE) NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/w56zt839

Abstract

Tujuan dalam penelitian yaitu untuk mengetahui dampak dan factor-faktor pendorong siswa dalam menggunakan aplikasi TikTok di sekolah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, alasan menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu untuk membantu peneliti dalam mengidentifikasi tujuan penelitian yang spesifik, membantu peneliti dalam pamahan yang lebih detail dalam menggali informasi yang lebih dalam secara kualitatif. Metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan studi dokumentasi dengan teknik analisis data reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak aplikasi TikTok pada hal ini memfokus pada bagaimana perubahan yang terjadi pada siswa dalam perilaku yaitu: perubahan perilaku dalam berpakaian, perubahan perilaku dalam berdandan, dan perubahan perilaku siswa dalam berkata-kata. Sedangkan faktor-faktor yang mendorong siswa menggunakan aplikasi tiktok yaitu: lingkungan pertemanan, dan sebagai hiburan.
Peran Ibu Rumah Tangga yang bekerja Sebagai Petani di desa Wulurmaatus Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan Keis Mita Kuhu; Veronike E.T Salem; Sangputri Sidik
NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN Vol 1 No 3 (2024): (AUGUST) NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/7q7zdz46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang peran ibu rumah tangga yang bekerja sebagai petani di desa Wulurmaatus kecmatan Modiinding dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data adalah observasi langsung dan wawancara maka hasil penelitian adalah Ibu-Ibu di Desa Wulurmaatus yang bekerja di sektor pertanian tentunya memiliki peran yang sangat berat untuk dijalankan Dimana selain bertindak sebagai seorang ibu, seorang isteri mereka juga turut langsung membantu perekonomian keluarga mereka. Membantu suami mencari nafkah namun dengan demikian tidak membuat peran sebagai isteri dan ibu itu hilang membagi waktu mengurus rumah tangga sehingga peran sebagai ibu dan isteri tidak terabaikan atau tidak berjalan sebagai Perempuan yang bekerja dikebun membantu ekonomi keluarga hal ini sduah menjadi hal biasa bagi para peremupan yanga da di desa Wulurmaatus.
Peran Guru dalam Mempersiapkan Peserta Didik untuk Menghadapi Tantangan Abad Ke-21 di SMA Negeri 10 Manado Putri Christina Mariam Pareda; Yoseph D.A. Santie; Sangputri Sidik
NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN Vol 1 No 3 (2024): (AUGUST) NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/e2pmqb24

Abstract

Tujuan penelitian ini untuik mengetahui peran guru dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan abad ke-21 di SMA Negeri 10 Manado . Masalah dalam penelitian ini adalah untuk melihat dan menjelaskan tentang bagaimana peran guru dalam mengenal karakter peserta didik serta strategi guru dalam menghadapi transformasi era digital abad ke-21 di SMA Negeri 10 Manado dengan Metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi dengan metode pendekatan Deskriptif-Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan abad ke-21 di SMA Negeri 10 Manado sangatlah penting dan kompleks karena disini guru mengenal karakter setiap peserta didik dengan latar belakang yang berbeda dan mampu untuk membentuk karakter setiap peserta didik menjadi sopan santun,berakhlak,dan mempunyai nilai-nilai moral yang baik,serta strategi guru yang efektif digunakan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran,penggunaan platform digital.transformasi era digital juga mencakup perubahan dalam teknologi,budaya,dan cara belajar siswa.
Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Melinjo di Desa Nunu Kecamatan Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud Clarica Agnes Paletto; Veronike E.T Salem; Sangputri Sidik
NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN Vol 1 No 4 (2024): (OCTOBER) NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/5yt3d034

Abstract

Tujuan penelitian ini untuik mengetahui peran guru dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan abad ke-21 di SMA Negeri 10 Manado . Masalah dalam penelitian ini adalah untuk melihat dan menjelaskan tentang bagaimana peran guru dalam mengenal karakter peserta didik serta strategi guru dalam menghadapi transformasi era digital abad ke-21 di SMA Negeri 10 Manado dengan Metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi dengan metode pendekatan Deskriptif-Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan abad ke-21 di SMA Negeri 10 Manado sangatlah penting dan kompleks karena disini guru mengenal karakter setiap peserta didik dengan latar belakang yang berbeda dan mampu untuk membentuk karakter setiap peserta didik menjadi sopan santun,berakhlak,dan mempunyai nilai-nilai moral yang baik,serta strategi guru yang efektif digunakan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran,penggunaan platform digital.transformasi era digital juga mencakup perubahan dalam teknologi,budaya,dan cara belajar siswa.
Solidaritas Gotong Royong dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara Tampi, Isabella Julisty; Salem, Veronika E. T.; Sidik, Sangputri
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 6 (2025): (SEPTEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/ptj12t11

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui solidaritas gotong royong dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tumaluntung. Masalah dalam penelitian ini adalah untuk melihat dan menjelaskan bagaimana peran solidaritas gotong royong dalam memperkuat ikatan sosial antar warga dan perbedaan solidaritas gotong royong dan solidaritas tolong menolong di Desa Tumaluntung dengan Metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan metode pendekatan Deskriptif-Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gotong royong tidak hanya berperan dalam menyelesaikan tugas-tugas fisik pembangunan infrstruktur dan kegiatan sosial, tetapi juga meningkatkan rasa kebersamaan dan saling percaya antar warga. Kegiatan gotong royong menciptakan ruang interaksi sosial, mengurangi konflik sosial dan memperkuat kohesi sosial, sebaliknya solidaritas tolong-menolong cenderung lebih spontan, indivual dan seringkali bersifat sementara. Meski keduanya memperkuat ikatan sosial, gotong royong lebih dominan dalam menciptakan rasa kebersamaan, memperkuat jaringan sosial, dan memberikan dampak jangka panjang pada kesejahteraan masyarakat.
Persepsi Masyarakat Toraja Strata Tana’ Karurung Dan Tana’ Kua-Kua dalam Prosesi Adat Rambu Solo’ Dilembang Rantedada Kabupaten Tana Toraja Reni, Reni; Gugule, Hamdi; Sidik, Sangputri
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 6 (2025): (SEPTEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/jwvmmx84

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Toraja strata tana’ karurung dan tana’ kua-kua dalam prosesi Adat Rambu Solo’ di Lembang Rantedada Kab. Tana Toraja. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. adapun metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini ialah melalui metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan penulis dalam penulisan karya ilmiah ini ialah dengan menggunakan analisi model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Toraja secara khusus masyarakat pada Strata Tana’ karurung dan Tana’ Kua-kua tidak begitu merasakan kenyamanan atas perkembangan pesta adat yang semakin hari mereka melihat pesta tersebut semakin meriah dan mengahabiskan cukup banyak biaya dalam pelaksanaannya. Ditambah lagi yang sangat mereka rasakan ialah mereka akan dililit oleh banyak nya hutang oleh karena transaksi hewan kurban yang terjadi sebelumnya. Juga ditemukan dari lokasi penelitian masyarakat mengatakan biaya yang mereka gunakan untuk sebuah pesta lebih besar dari biaya untuk menyekolahkan anak-anak mereka.
Solidaritas Sosial Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo di Universitas Negeri Manado Tafnao, Wardina; Tafnao, Tafnao; Salem, Veronika E. T.; Sidik, Sangputri
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 6 (2025): (SEPTEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/6r5kw705

Abstract

Artikel Ini Berjudul Solidaritas Sosial Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado. Proses analisis data yang dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, hasil penelitian dan menyimpulkan data penelitian. Dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Solidaritas Sosial Mekanik dari Emile Durkheim dan teori Gemeinschaft dari Ferdinand Tonnies dengan menggunkan metode penelitian kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Solidaritas Sosial Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado. Penelitian ini melihat adanya keterkaitan antara nilai dan norma (Kebiasaan) yang dilakukan oleh Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo sebagai bentuk solidaritas sosial kerika mereka merantau dan berkuliah di Universitas Negeri Manado. Hasil dari penelitian ini adalah Bahwa Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado memiliki solidaritas sosial yang tinggi dengan tipe solidaritas mekanik dengan dengan intensitas antara sesama suku Batak Karo (Ikatan Mahasiswa Karo) dalam rangka melakukan kegiatan-kegiatan seperti, ibadah bersama, olahraga bersama, kegiatan dukacita mapun dukacita, Guro-guro Aron (Pesta Tahunan) penerimaan anggota baru, ibadah natal, malam keakraban, paskah dan semangat gontong royong.
Analisis Dampak Penggunaan Media Sosial terhadap Etika Remaja di Desa Buku Tengah Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara Supit, Angelia Yudiastrid; Hamsah, Hamsah; Sidik, Sangputri
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 1 (2025): (NOVEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/6rhp9m12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial terhadap komunikasi, penggunaan bahasa, dan sikap sopan santun di kalangan remaja di Desa Buku Tengah, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan remaja, orang tua dan tokoh masyarakat. Teknik observasi non-partisipan dan partisipatif digunakan untuk memperkuat data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja cenderung lebih berani berbicara dan berekspresi di media sosial dibandingkan secara langsung. Namun, hal ini juga menyebabkan sikap sopan santun yang lebih santai dan penggunaan bahasa yang tidak formal, seperti singkatan dan bahasa gaul yang sering terbawa dalam percakapan sehari-hari. Para orang tua menyadari adanya perubahan perilaku pada anak mereka, termasuk kecenderungan untuk lebih tertutup dan kurang berinteraksi secara langsung. Mereka juga mengamati bahwa media sosial memengaruhi cara berbicara yang menjadi lebih kasual dan terkadang kurang sopan. Sementara itu, tokoh masyarakat mengungkapkan kekhawatiran terhadap menurunnya nilai-nilai kesopanan akibat penggunaan media sosial yang kurang bijak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan berekspresi bagi remaja, namun di sisi lain juga memengaruhi etika komunikasi dan sikap sopan santun. Diperlukan edukasi yang lebih intensif mengenai etika dalam berkomunikasi di media sosial, baik melalui peran keluarga, sekolah, maupun masyarakat, untuk menjaga nilai-nilai kesopanan dalam kehidupan sehari-hari.
Makna Ukiran Pada Rumah Adat Tongkonan dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Toraja di Desa Sillanan Kabupaten Tana Toraja Nita, Nita; Salem, Veronike E.T; Sidik, Sangputri
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/xa42ex08

Abstract

Suku toraja merupakan suku yang memiliki karakteristik yang menjadikan suku ini unik yaitu dari upacara keagamaan, tarian tradisional, baju adat, makanan khas, bahasa, dan rumah adat yaitu tongkonan. Dan yang lebih unik dari antara itu yang paling unik adalah rumah adat selain karena bentuk di rumah adat Tongkonan ini terdapat ukiran yang hampir memenuhi seluruh sisi rumah. Ukiran ini sangat berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat Toraja.ada empat ukiran utama pada rumah Tongkonan yaitu passura’ pa’manuk londong, passura’ pa’bare allo, passura pa’tedong dan passura’ pa’sussu’. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna ukiran pada rumah adat Tongkonan di Desa Sillanan Kabupaten Tana Toraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui teknik Observasi, Dokumentasi, dan Wawancara. Sumber data penelitian ialah dari Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan beberapa masyarakat di Desa Sillanan. Hasil penelitian ini membahas tentang makna ukiran pa’ tedong bagi kehidupan sosial masyarakat Toraja yaitu sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan dan juga merupakan suatu ikon yang menarik yang digunakan sebagai persembahan atau pengorbanan yang diberikan dalam upacara Rambu Solo’ sebagai standar status sosial. Yang dimana ini menunjukkan bahwa masyarakat Toraja sangat menjaga dan menghargai kerbau sebagai hewan sakral.