Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Aplikasi Tiktok pada Perubahan Perilaku Siswa (Studi Kasus: SMA Negeri 1 Kawangkoan) Jesika Margareta Pinontoan; Veronike E.T Salem; Sangputri Sidik
NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN Vol 1 No 2 (2024): (JUNE) NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/w56zt839

Abstract

Tujuan dalam penelitian yaitu untuk mengetahui dampak dan factor-faktor pendorong siswa dalam menggunakan aplikasi TikTok di sekolah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, alasan menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu untuk membantu peneliti dalam mengidentifikasi tujuan penelitian yang spesifik, membantu peneliti dalam pamahan yang lebih detail dalam menggali informasi yang lebih dalam secara kualitatif. Metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan studi dokumentasi dengan teknik analisis data reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak aplikasi TikTok pada hal ini memfokus pada bagaimana perubahan yang terjadi pada siswa dalam perilaku yaitu: perubahan perilaku dalam berpakaian, perubahan perilaku dalam berdandan, dan perubahan perilaku siswa dalam berkata-kata. Sedangkan faktor-faktor yang mendorong siswa menggunakan aplikasi tiktok yaitu: lingkungan pertemanan, dan sebagai hiburan.
Peran Ibu Rumah Tangga yang bekerja Sebagai Petani di desa Wulurmaatus Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan Keis Mita Kuhu; Veronike E.T Salem; Sangputri Sidik
NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN Vol 1 No 3 (2024): (AUGUST) NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/7q7zdz46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang peran ibu rumah tangga yang bekerja sebagai petani di desa Wulurmaatus kecmatan Modiinding dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data adalah observasi langsung dan wawancara maka hasil penelitian adalah Ibu-Ibu di Desa Wulurmaatus yang bekerja di sektor pertanian tentunya memiliki peran yang sangat berat untuk dijalankan Dimana selain bertindak sebagai seorang ibu, seorang isteri mereka juga turut langsung membantu perekonomian keluarga mereka. Membantu suami mencari nafkah namun dengan demikian tidak membuat peran sebagai isteri dan ibu itu hilang membagi waktu mengurus rumah tangga sehingga peran sebagai ibu dan isteri tidak terabaikan atau tidak berjalan sebagai Perempuan yang bekerja dikebun membantu ekonomi keluarga hal ini sduah menjadi hal biasa bagi para peremupan yanga da di desa Wulurmaatus.
Peran Guru dalam Mempersiapkan Peserta Didik untuk Menghadapi Tantangan Abad Ke-21 di SMA Negeri 10 Manado Putri Christina Mariam Pareda; Yoseph D.A. Santie; Sangputri Sidik
NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN Vol 1 No 3 (2024): (AUGUST) NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/e2pmqb24

Abstract

Tujuan penelitian ini untuik mengetahui peran guru dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan abad ke-21 di SMA Negeri 10 Manado . Masalah dalam penelitian ini adalah untuk melihat dan menjelaskan tentang bagaimana peran guru dalam mengenal karakter peserta didik serta strategi guru dalam menghadapi transformasi era digital abad ke-21 di SMA Negeri 10 Manado dengan Metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi dengan metode pendekatan Deskriptif-Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan abad ke-21 di SMA Negeri 10 Manado sangatlah penting dan kompleks karena disini guru mengenal karakter setiap peserta didik dengan latar belakang yang berbeda dan mampu untuk membentuk karakter setiap peserta didik menjadi sopan santun,berakhlak,dan mempunyai nilai-nilai moral yang baik,serta strategi guru yang efektif digunakan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran,penggunaan platform digital.transformasi era digital juga mencakup perubahan dalam teknologi,budaya,dan cara belajar siswa.
Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Melinjo di Desa Nunu Kecamatan Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud Clarica Agnes Paletto; Veronike E.T Salem; Sangputri Sidik
NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN Vol 1 No 4 (2024): (OCTOBER) NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/5yt3d034

Abstract

Tujuan penelitian ini untuik mengetahui peran guru dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan abad ke-21 di SMA Negeri 10 Manado . Masalah dalam penelitian ini adalah untuk melihat dan menjelaskan tentang bagaimana peran guru dalam mengenal karakter peserta didik serta strategi guru dalam menghadapi transformasi era digital abad ke-21 di SMA Negeri 10 Manado dengan Metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi dengan metode pendekatan Deskriptif-Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan abad ke-21 di SMA Negeri 10 Manado sangatlah penting dan kompleks karena disini guru mengenal karakter setiap peserta didik dengan latar belakang yang berbeda dan mampu untuk membentuk karakter setiap peserta didik menjadi sopan santun,berakhlak,dan mempunyai nilai-nilai moral yang baik,serta strategi guru yang efektif digunakan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran,penggunaan platform digital.transformasi era digital juga mencakup perubahan dalam teknologi,budaya,dan cara belajar siswa.
Makna Ukiran Pada Rumah Adat Tongkonan dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Toraja di Desa Sillanan Kabupaten Tana Toraja Nita, Nita; Salem, Veronike E.T; Sidik, Sangputri
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/xa42ex08

Abstract

Suku toraja merupakan suku yang memiliki karakteristik yang menjadikan suku ini unik yaitu dari upacara keagamaan, tarian tradisional, baju adat, makanan khas, bahasa, dan rumah adat yaitu tongkonan. Dan yang lebih unik dari antara itu yang paling unik adalah rumah adat selain karena bentuk di rumah adat Tongkonan ini terdapat ukiran yang hampir memenuhi seluruh sisi rumah. Ukiran ini sangat berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat Toraja.ada empat ukiran utama pada rumah Tongkonan yaitu passura’ pa’manuk londong, passura’ pa’bare allo, passura pa’tedong dan passura’ pa’sussu’. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna ukiran pada rumah adat Tongkonan di Desa Sillanan Kabupaten Tana Toraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui teknik Observasi, Dokumentasi, dan Wawancara. Sumber data penelitian ialah dari Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan beberapa masyarakat di Desa Sillanan. Hasil penelitian ini membahas tentang makna ukiran pa’ tedong bagi kehidupan sosial masyarakat Toraja yaitu sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan dan juga merupakan suatu ikon yang menarik yang digunakan sebagai persembahan atau pengorbanan yang diberikan dalam upacara Rambu Solo’ sebagai standar status sosial. Yang dimana ini menunjukkan bahwa masyarakat Toraja sangat menjaga dan menghargai kerbau sebagai hewan sakral.
Peran Lembaga Kegiatan Pengajian Baca Al-Qur’an Dalam Pembinaan Moral Anak Di Desa Mabolu Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Melisa Saputri; Hamsah Hamsah; Sangputri Sidik
Contemporary Education Review Vol. 1 No. 3 (2025): Desember
Publisher : PT. Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/cer.v1i3.399

Abstract

This study aims to describe the role of Al-Qur'an recitation activities in the moral development of adolescents in Maabholu Village using a descriptive qualitative research approach. Data collection techniques, observation, interviews, and documentation were used to obtain the following results: data collection on congregations and guidance teachers, facilities and infrastructure, activities during recitation sessions, and the annual program of the Al-Akbar Mosque Recitation Institution. In overcoming the obstacles faced by the study group administrators in shaping the morals of adolescents, they provide guidance to adolescents through examples such as lectures, providing examples of positive activities, providing knowledge about religion, and increasing activities related to da'wah (proselytizing). The types of activities for shaping the morals of youth at the Al-Akbar Religious Institute include recitation of verses from the Holy Qur'an, recitation of Yasin, tahlil, zikir, and 10-minute lecture practice. The inhibiting factors are the low attendance of teenagers, lack of motivation from parents, and the development of technology and communication media, especially gadgets and the internet, which prevent teenagers from fully absorbing the material. Talking during the recitation. The character building of teenagers implemented at the Al-Akbar Mosque Institute includes the story method, the mauidzah (advice) method, the caramah method, and the question and answer method.
Strategi Adaptasi Mahasiswa Muna Dalam Kehidupan Kampus di Universitas Negeri Manado Leoni Leoni; Sangputri Sidik; Hamsah Hamsah
Contemporary Education Review Vol. 2 No. 1 (2026): April
Publisher : PT. Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/cer.v2i1.406

Abstract

This study examines the socio-cultural adaptation process of Muna students in campus life at Universitas Negeri Manado. As migrant students, Muna students arrive with relatively homogeneous cultural backgrounds, strong religious values, and social habits that differ from the multicultural campus environment. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal three main themes. First, the decision to pursue higher education outside their home region is driven by family encouragement, the desire to broaden knowledge, and the motivation to gain cross-cultural experiences. Second, students experience cultural shock during the early stages of university life, particularly related to language differences, communication styles, and patterns of social interaction. However, these challenges are temporary and gradually diminish through increased social engagement. Third, the adaptation process occurs through identity negotiation, in which students adopt selective adaptation strategies by maintaining their cultural values while adjusting to the new environment. The study concludes that migrant student adaptation is a dynamic process that does not lead to full assimilation but rather to the formation of a hybrid identity, enabling students to function socially in a multicultural setting without losing their cultural roots. These findings highlight the importance of institutional support from universities in fostering social integration and cultural diversity on campus.
Pembelajaran Sosiologi Berbasis Design Thinking untuk Merespons Isu Sosial Kontemporer: Studi Kasus Praktik Guru SMA dalam Perspektif Filsafat Pedagogi Kritis Ni Nyoman Putri Nursanti; Sangputri Sidik; Siti Fathimah
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28531

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pembelajaran sosiologi berbasis design thinking dalam merespons isu sosial kontemporer di SMA, serta menganalisisnya melalui perspektif filsafat pendidikan kritis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan tiga guru sosiologi dan lima siswa dari tiga jenjang kelas (X, XI, dan XII) di SMAN 1 Cipeundeuy. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa design thinking memfasilitasi proses belajar yang empatik, kritis, dan kontekstual yang mana siswa tidak hanya mempelajari teori sosiologi, tetapi juga terlibat aktif dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons masalah sosial nyata seperti perundungan, ketimpangan pendidikan, konflik antarkelompok, dan tekanan sosial menjelang kelulusan. Dari perspektif pedagogi kritis, pendekatan ini mendorong transformasi relasi guru-siswa menjadi lebih dialogis, memupuk kesadaran kritis terhadap ketidakadilan struktural, dan menempatkan siswa sebagai subjek perubahan sosial. Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, kesenjangan kemampuan analisis siswa, dan budaya sekolah yang masih berorientasi pada hasil ujian. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran sosiologi berbasis isu sosial lokal yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka.
Community Moral Solidarity as a Mediator of the Impact of Family Disruption on Adolescent Behavior Injilia Watupongoh; Hamsah Hamsah; Sangputri Sidik
DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education Vol. 3 No. 2 (2026): March
Publisher : Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/djosse.v3i2.383

Abstract

Changes in family structure and function resulting from prolonged conflict, economic hardship, and parental separation are often associated with increased vulnerability to juvenile delinquency. However, this relationship is not deterministic and is significantly shaped by broader community dynamics. This study aims to examine how community moral solidarity mediates adolescents’ experiences of family disruption in Talete Satu Village, Tomohon Tengah District. The research employs a qualitative approach with an intrinsic case study design grounded in an interpretive paradigm. Data were collected through in-depth interviews with 13 adolescents from 8 families, complemented by 6 community informants and contextual observations. First, family disruption generates ambivalent emotional regulation among adolescents, manifested in feelings of insecurity, loneliness, and occasional rebellious behavior, though not necessarily leading to deviance. Second, adolescents demonstrate differentiated responses to family conditions, with some engaging in risk behaviors while others develop adaptive coping strategies through social and religious participation. Third, community moral solidarity functions as an informal social control mechanism by providing normative support, social monitoring, and collective expectations that shape adolescents’ behavioral orientations. These findings suggest that family disruption alone does not determine juvenile delinquency. Rather, the interaction between familial experiences and the structure of community moral solidarity shapes behavioral outcomes.
TREN KECANTIKAN DAN IDENTITAS SOSIAL: ANALISIS KONSUMSI KOSMETIK DAN OBJEKTIFIKASI DIRI DI KALANGAN PEREMPUAN KOTA PALOPO Hasrin, Awaluddin; Sidik, Sangputri
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v12i4.71618

Abstract

Beauty is a fundamental aspect of women's existence. They have aspirations to fulfill society's beauty norms. This research seeks to examine the complexity of the idea of beauty among Palopo City and emphasize its impact on women's consumer behavior. Data was collected using qualitative methodology by conducting in-depth interviews and observations of women from various age groups in Palopo City. Research findings show that women in the city of Palopo conceptualize beauty as a combination of physical aspects that can be measured and non-physical aspects, such as self-confidence and self-perception. Beauty is partly formed by advertisements in the mass media, which align with the goals of capital owners in the beauty business, giving rise to the concept of the beauty myth. Apart from that, this concept is also formed by self-objectification that arises from the social environment. The use of cosmetics has become a basic need for women and increases self-confidence. However, this consumptive behavior also has a negative impact, encouraging a wasteful lifestyle and forming a false consciousness because someone feels valued in society only when they have made an effort to look beautiful.   Keywords: Women, Beauty, Consumerism, Palopo City AbstrakKecantikan merupakan aspek mendasar dari eksistensi perempuan. Mereka memiliki cita-cita untuk memenuhi norma kecantikan dalam masyarakat. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji kompleksitas gagasan kecantikan di kalangan warga Kota Palopo dan menekankan dampaknya terhadap perilaku konsumtif perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metodologi kualitatif, yaitu dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi terhadap perempuan dari berbagai kelompok umur di Kota Palopo. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perempuan di kota Palopo mengonseptualisasikan kecantikan sebagai perpaduan pada aspek fisik yang dapat diukur dan aspek nonfisik, seperti kepercayaan diri dan persepsi diri. Konsep kecantikan sebagian dibentuk oleh iklan-iklan di media massa yang sejalan dengan tujuan pemilik modal dalam bisnis kecantikan sehingga memunculkan konsep mitos kecantikan. Selain itu, konsep ini juga dibentuk oleh objektifikasi diri yang muncul dari lingkungan sosialnya. Penggunaan kosmetik telah menjadi kebutuhan mendasar bagi perempuan, dan meningkatkan rasa percaya diri. Namun demikian, perilaku konsumtif ini juga menimbulkan dampak buruk, mendorong gaya hidup boros dan membentuk suatu kesadaran palsu bagi mereka karena seseorang merasa dihargai dalam suatu masyarakat hanya ketika mereka telah berupaya untuk tampil cantik Kata Kunci: Perempuan, Kecantikan, Konsumerisme, Kota Palopo