Sri Lestari Purnamaningsih
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 146 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENDUGAAN NILAI HERITABILITAS TUJUH GENOTIPE CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) GENERASI KE 2 HASIL SELEKSI GALUR MURNI Ariefa, Astritia Rizky; Respatijarti, Respatijarti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.)  termasuk dalam tanaman hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat. Dibutuhkan varietas-varietas unggul dengan potensi hasil tinggi serta tahan terhadap hama dan penyakit untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar. Untuk mendapatkan karakter unggul perlu diketahui tentang penilaian potensi genetik. Dengan melakukan seleksi pada masing-masing genotipe akan didapatkan karakter yang dapat dikembangkan lebih lanjut.  Dari genotipe-genotipe yang terseleksi perlu diketahui nilai heritabilitas untuk mengetahui apakah genotipe yang terpilih memilki karakter yang banyak dipengaruhi oleh faktor genetik ataukah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai heritabilitas karakter agronomis pada tujuh genotipe cabai rawit dan untuk menentukan genotipe terpilih yang berkarakter unggul. Penelitian dilakukan pada bulan April-Oktober 2015. Bahan yang digunakan adalah tujuh genotipe cabai rawit generasi ke 2 hasil seleksi galur murni. Penelitian disusun menggunakan metode single plant. Hasil penelitian menunjukkan karakter tinggi tanaman, diameter batang, umur berbunga, jumlah bunga pertanaman, jumlah buah total pertanaman, panjang buah, lebar buah, bobot perbuah, bobot buah total, periode panen, dan bobot 1000 butir memiliki nilai heritabilitas yang tinggi. Selain itu terpilih lima genotipe yaitu genotipe 1, 3, 4, 5 dan 8 yang akan dilakukan pengujian lebih lanjut untuk melihat potensi hasil dan ketahanan terhadap hama dan penyakit.
PENAMPILAN EMPAT GENOTIP BAYAM (Amaranthus tricolor) PADA TIGA LOKASI Santana, Harwin; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bayam merupakan tanaman sayuran yang sangat responsif pada keadaan lingkungan tumbuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui penampilan pada empat genotip bayam (Amaranthus tricolor) yang ditanam  pada tiga lokasi berbeda dan mengetahui interaksi genotip dengan lingkungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan empat genotip diulang sebanyak empat kali pada tiga lokasi. Ketiga lokasi penelitian antara lain di Desa Kunjang Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri, Desa Gedangan Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang dan Desa Keweden Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret sampai Mei 2014. Hasil penelitian menjukkan bahwa terjadi interaksi genotip dengan lingkungan. Keempat genotip uji memberikan respon yang berbeda terhadap ketiga lokasi uji.
Heritabilitas Karakter Agronomis Pada Lima Populasi Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Aritonang, Ahmad Madani; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam merah merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi termasuk vitamin, mineral, dan fitonutrien lainnya. Produksi bayam di Indonesia dari tahun 2011 sampai tahun 2016 mengalami penurunan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi adalah penggunaan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Varietas unggul tanaman didapatkan dengan cara pengembangan keragaman genetik.  Keragaman genetik yang luas dan tingkat heritabilitas akan mempengaruhi keberhasilan seleksi. Heritabilitas berguna untuk mengetahui daya waris dan menduga kemajuan genetik akibat seleksi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari 2017 sampai Mei 2017 di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang Jawa Timur dengan ketinggian tempat 460 meter di atas permukaan laut (mdpl). Penelitian ini menggunakan pengujian individual tanaman, terdiri atas 5 populasi dan 1 varietas  diulang sebanyak tiga kali. Sehingga diperoleh 18 petak percobaan. Hasil penelitian ini didapatkan nilai duga heritabilitas dari lima populasi bayam merah menunjukkan perbedaan setiap karakter agronomis yang diamati. Karakter agronomis dari lima populasi yang memiliki nilai heritabilitas tinggi  yaitu waktu berbunga, total panjang malai, dan bobot biji per tanaman. Populasi yang memiliki heritabilitas tinggi pada karakter bobot segar pertanaman yaitu BM UB 2, BM UB 3, dan BM UB 4.
Uji Sembilan Genotip Potensial Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Tahan Virus Gemini Hasil Pemisahan dari Populasi Campuran Indah, Ayu Nurlaila; Purnamaningsih, Sri Lestari; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang telah dibudidayakan secara luas dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Tingginya nilai permintaan masyarakat tidak diikuti dengan produktivitas cabai rawit yang tinggi. Salah satu penyebab rendahnya produksi cabai rawit serangan virus gemini. Upaya peningkatan produksi cabai rawit dapat dilakukan dengan perakitan varietas unggul melalui program pemuliaan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menguji ketahanan sembilan genotip potensial cabai rawit hasil pemisahan dari populasi campuran terhadap virus gemini. Penelitian ini dilakukan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 genotip cabai rawit sebagai perlakuan dan ulangan sebanyak tiga kali. Berdasarkan parameter pengamatan menunjukkan bahwa seluruh genotip memiliki penampilan yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat cabai rawit yang memiliki hasil yang tinggi dan tahan terhadap serangan virus gemini. Namun terdapat empat genotip terpilih yang dapat dilanjutkan sebagai tetua yakni genotip CRUB 90, CRUB 99, CRUB 153, dan CRUB 171. Genotip CRUB 153 agak tahan terhadap serangan virus gemini sedangkan genotip CRUB 90, CRUB 99, dan CRUB 171 memiliki hasil yang lebih tinggi dari genotip yang diuji lainnya yakni 262.47 gram, 275.13 gram, dan 343.81 gram per tanaman.
Uji Toleransi Enam Genotip Potensial Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Terhadap Cekaman Salinitas Wahyudi, Alief Rodhlian; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Luas lahan untuk budidaya cabai rawit semakin tahun semakin berkurang. Lahan marginal dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya cabai rawit akibat penurunan luas lahan yang terjadi karena alih fungsi lahan. Lahan salin merupakan lahan marginal yang cukup luas di Indonesia. Tingginya kadar garam menyebabkan sedikit tanaman yang dapat dibudidayakan. Pengujian tanaman pada lahan salin berkaitan dengan genotip yang toleran terhadap lahan salin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toleransi enam genotip potensial cabai rawit di lahan salin. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik Karangampel Timur, Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Malang pada bulan April 2017 hingga Oktober 2017. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu enam genotip cabai rawit (CRUB 1, CRUB 2, CRUB 3, CRUB 4, CRUB 5, dan CRUB 6). Bahan lain yang digunakan dalam penelitian yaitu pupuk kandang kambing, pupuk daun, insektisida, dan fungisida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama (main plot) terdiri dari dua taraf kondisi cekaman yaitu, tanpa pemberian NaCl 0 ppm (kontrol) dan pemberian NaCl 4.000 ppm. Sedangkan enam genotip cabai rawit di tempatkan sebagai anak petak (sub plot). Hasil penelitian menunjukkan genotip CRUB 3 memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi berdasarkan peubah bobot per buah, diameter buah, panjang buah, bobot buah per tanaman, dan berat kering akar dibandingkan dengan genotip yang lain. Pada perlakuan cekaman salinitas 4000 ppm menunjukkan genotip CRUB 5 dan CRUB 6 tidak toleran.
Pengaruh Rasio Baris Induk Jantan dan Betina Dua Varietas Jagung (Zea mays L.) Terhadap Hasil dan Kualitas Benih Hibrida Pratama, Naufal Abiyasa; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan permintaan benih jagung hibrida setiap tahunnya merupakan alasan penting dibutuhkannya peningkatan produktivitas lahan secara periodik, baik melalui potensi tanaman maupun optimalisasi lahan. Salah satu teknik budidaya yang digunakan untuk meningkatkan optimalisasi lahan produksi benih jagung hibrida F1 adalah dengan memodifikasi rasio baris tanam antara induk jantan dan induk betina dalam suatu lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh rasio baris dan varietas yang berbeda terhadap hasil dan kualitas benih panen. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang pada bulan April-Agustus 2017. Bahan yang digunakan yaitu dua pasang induk varietas Syn01 dan Syn02 yang menjadi faktor pertama. Faktor kedua yaitu rasio baris betina : jantan dengan taraf 4:1, 5:1, dan 6:1, diulang sebanyak tiga kali. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Tersarang dengan faktor rasio baris tersarang dalam varietas dan dilanjutkan dengan uji BNJ dan BNT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, pasangan induk varietas Syn01 memiliki produksi paling baik pada rasio baris 6:1, dan varietas Syn02 pada rasio baris 4:1. Varietas Syn01 menunjukkan kemampuan penyerbukan yang lebih baik dibandingkan Syn02, menjadikan efisiensi pemakaian lahan dan hasil per hektar yang lebih baik. Dari segi kualitas benih, varietas Syn02 lebih diminati karena ukuran dan bobot per benihnya yang lebih besar.
Penampilan Genotip-Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Tipe Kompak Hasil Pemisahan dari Populasi Campuran Ally, Amalia Azizah; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 12 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Konsumsi buah cabai rawit untuk kebutuhan industri maupun kebutuhan rumah tangga dari tahun ke tahun semakin meningkat. Namun belum diikuti dengan peningkatan produktivitas sehingga perlu ditingkatkan agar sesuai dengan potensi dan preferensi konsumen. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui penampilan delapan galur  cabai rawit tipe kompak hasil pemisahan dari populasi campuran. Pene-litian dilaksanakan pada bulan Februari 2017 sampai September 2017 di Desa Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 8 perlakuan yaitu 8 genotip cabai rawit. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 petak percobaan. Setiap petak percobaan terdiri atas 20 tanamandan 6 tanaman sebagaisampel. Karakter kuantitatif yang diamati terdiri atas 10 peubah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing genotip cabai rawit memiliki ciri khusus yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Lima genotip cabai rawit yang memiliki produktivitas lebih dari 9 ton/ha yaitu CRUB 46 (13.59 ton/ha), CRUB 55 (14.31 ton/ha), CRUB 65 (9.45 ton/ha), CRUB 110 (12.15 ton/ha), dan CRUB 232 (10.22 ton/ha).
Evaluasi Anatomi dan Sitologi Tanaman Jeruk Colchiploid Siam Pontianak Fahriz, Muharshal; Yulianti, Farida; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 12 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemuliaan jeruk Siam Pontianak dengan induksi mutasi kolkhisin telah dilakukan oleh Balitjestro sejak tahun 2005. Proses seleksi terhadap populasi tanaman colchiploid Siam Pontianak masih terus dilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jumlah sto-mata, ukuran stomata, jumlah kloroplas dan jumlah kromosom tanaman jeruk colchiploid Siam Pontianak. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika pada bulan April hingga Agustus 2017. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kolkhisin berpengaruh terhadap perubahan jumlah stomata, ukuran stomata, jumlah kloroplas dan jumlah kromosom. Perendaman kalus dengan kolkhisin selama 10 hari menyebabkan pertambahan jumlah  stomata, sedangkan perendaman kolkhisin selama 7 hari menyebabkan pengurangan jumlah stomata. Ukuran panjang dan lebar stomata, jumlah kloroplas pada semua tanaman dengan perendeman 5, 7 dan 10 hari memiliki hasil lebih besar dari tanaman kontrol. Jumlah kromosom yang dihasilkan dari perlakuan kolkhisin berjumlah 20, 21, 22, 23, 24 dan 27 kromosom.
Uji Toleransi Enam Genotipe Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap Naungan Tegakan Pohon Jati (Tectona grandis L.F.) Nurhayati, Etik; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan dibawah tegakan tanaman per-kebunan atau kehutanan merupakan lahan potensial yang dapat dimanfaatkan dalam menghadapi masalah penurunan luas lahan pertanian di Indonesia. Rendahnya intensitas cahaya karena adanya naungan menjadi faktor pembatas untuk me-manfaatkan lahan tersebut. Oleh karena itu, pemilihan genotipe yang toleran pada kondisi lingkungan cahaya rendah menjadi penting untuk dilakukan. Cabai rawit adalah salah satu tanaman hortikultura yang membutuhkan cahaya optimal selama hidupnya. Sampai saat ini belum banyak dilaporkan varietas unggul cabai rawit yang toleran terhadap naungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat tole-ransi enam genotipe cabai rawit terhadap cekaman naungan. Penelitian berlokasi di lahan milik Perhutani wilayah KPH Malang di Desa Rejosari, Bantur, Malang pada bulan Maret-Desember 2017. Enam genotipe cabai rawit (CRUB 1, CRUB 2, CRUB 3, CRUB 4, CRUB 5, CRUB 6) dan varietas Cakra Putih sebagai pembanding diuji pada dua kondisi lingkungan, yaitu di lahan terbuka dan di bawah tegakan jati dengan tingkat naungan 40%. Setiap genotipe ditanam sebanyak 45 tanaman, sedangkan pengamatan dilakukan pada setiap individu tanaman. Komponen penilaian SSI (Stress Suceptibility Index), YSI (Yield Stability Index), YI (Yield Index) dan STI (Stress Tolerance Index) digunakan untuk menilai tingkat toleransi genotipe cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe CRUB 4 dan CRUB 3 toleran. Kedua genotipe tersebut mem-punyai tingkat toleransi yang tinggi sehingga mampu bertahan dan memberikan hasil yang tinggi pada kondisi tercekam naungan. Genotipe CRUB 2 termasuk ke dalam kelompok genotipe agak toleran sedangkan, genotipe CRUB 1, CRUB 5 dan CRUB 6 digolongkan ke dalam kelompok tidak toleran.
Respon dan Hasil Beberapa Genotipe Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) pada Naungan di Bawah Tegakan Pohon Jati (Tectona grandis L.F.) Lysandra, Cindy Letitia; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahun, permintaan buah cabai rawit semakin meningkat, namun luas lahan pertanian semakin berkurang akibat alih fungsi lahan secara terus menerus. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian ialah memanfaatkan sela-sela lahan di bawah tegakan pohon jati. Tidak semua tanaman pertanian dapat dapat di budi-dayakan pada lahan di bawah tegakan jati. Hal tersebut karena tajuk pohon jati yang saling bersentuhan sehingga berakibat pada penurunan intensitas cahaya pada tanaman sela. Menurunya intensitas cahaya akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil pada tanaman sela. Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap genotipe-genotipe potensial cabai rawit yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara perlakuan genotipe dan lingkungan melalui karakter-karakter ter-tentu, serta mempelajari karakter cabai rawit yang mampu beradaptasi dengan baik dan memberikan hasil tinggi di bawah tegakan pohon jati. Penelitian ini di-laksanakan di Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang pada bulan Maret-Desember 2017. Penelitian ini terdiri dari lingkungan terbuka dan lingkungan ternaungi di bawah tegakan pohon jati. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini ialah tujuh genotipe cabai rawit (CRUB 1, CRUB 2, CRUB 3, CRUB 4, CRUB 5, CRUB 6, dan Cakra Putih). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada masing-masing lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh genotipe cabai rawit menunjukkan perbedaan respon pertum-buhan, serta diperoleh 3 genotipe cabai rawit yang mampu berproduksi tinggi di bawah tegakan jati, yaitu CRUB 3, CRUB 4, dan Cakra Putih.
Co-Authors Abdillah Syahroni, Abdillah Adiredjo, Afifuddin Latif Afandi, Sutanto Wahyu Afandiyah, Gioniva Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Akbar Prima Utomo Al-Jabbar, Bambang Alghofar, Wildan Arif Alghofar, Wildan Arif Ally, Amalia Azizah Ally, Amalia Azizah Anasari, Nofia Rizki Anasari, Nofia Rizki Andy Soegianto Anggraini, Yulinar Diah Anggraini, Yulinar Diah Annisa Farhah Resdiyanti Apri Sulistyo Ariefa, Astritia Rizky Ariefa, Astritia Rizky Arif, Muhamat Arifin, Muhammad Farid Arifin, Muhammad Farid Aritonang, Ahmad Madani Aritonang, Ahmad Madani Armach S., Siti Armach S., Siti Ayu Wulandari, Panca Ida Ayu Wulandari, Panca Ida Aziz Rifianto Bagus Muhamad Arif Basuki, Nur Budi Waluyo Chaireni Martasari Charolin Pebrianti Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Desti Margi Utami, Desti Margi Dwi, Afpia Dwi, Afpia Dzikrulloh, Fariz Al Eggy Akhmad Armandoni Emy Sulistyowati Fahriz, Muharshal Fahriz, Muharshal Fajaryanto, Budisatria Fari, Zalfa Salsabila Farida Yulianti Fatimah, Nikmatul Fatimah, Nikmatul Gioniva Afandiyah Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hadi, Shabrina Kusuma Hasanah, Binti Hasanah, Binti Idayanti Idayanti Idayanti, Idayanti Indah, Ayu Nurlaila Indah, Ayu Nurlaila Iriani, Yoanita Fadlilah Iriani, Yoanita Fadlilah Isnasa, Irsanty Nadya Isnasa, Irsanty Nadya Izmi Yulianah Jauhari, Thontowi Kartikasari, Dasa Novi Kartikasari, Dasa Novi Khairiyah, Lulu Lazimatul Kusuma, Devi Mira Kusuma, Devi Mira Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailil Fitra Annisa lita soetopo Lita Soetopo Lysandra, Cindy Letitia Lysandra, Cindy Letitia Marmadion, Tomy Martasari, Astri Dwi Martasari, Astri Dwi Mawardani, Putri Merintan, Sisca Febriana Merintan, Sisca Febriana Mochammad Dawam Maghfoer Muhamat Arif Muhammad Triant, Wahyu Nur Mustofa, Age Maulal Nedha, Nedha Nedha, Nedha Niken Kendarini Ning Fias, Nofita Ayu Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nofita Ayu Ning Fias, Nofita Ayu Novita, Silvia Rizky Nur Basuki Nurhayati, Etik Nurhayati, Etik Nurussintani, Widya Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Palandro, Nadhea Pebrianti, Charolin Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetya, Widdi Prasetya, Widdi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Riko Aditya Pratama, Riko Aditya Pratiwi, Wahyunita Pratiwi, Wahyunita Purnomo, Sekar Yulianti Rachmawati, Rizia Yasminda Rahayu, Fefira Suci Rahayu, Fefira Suci Rahmi Kusuma Wardhani Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Reza, Nisrina Saraswati Rizia Yasminda Rachmawati Rizki Ramadhani Santana, Harwin Santana, Harwin Sari, Syama Putri Selviana, Lila Selviana, Lila Septilia, Yufita Septilia, Yufita Shabrina Kusuma Hadi Sholeh, Aziz Sholeh, Aziz Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Sulistyowati, Emy Sumeru Ashari Sutanto Wahyu Afandi Suyuti, Ivan Syahroni, Abdillah Tomy Marmadion Tursilawati, Syehlania Tursilawati, Syehlania Utomo, Akbar Prima Wahyu Nur Muhammad Triant, Wahyu Nur Wahyudi, Alief Rodhlian Wahyudi, Alief Rodhlian Wardhani, Rahmi Kusuma Wibowo, Tiara Rizki Wibowo, Tiara Rizki Widya Nurussintani Wijaya, Syamsu Agung Wijaya, Syamsu Agung Wulananggraeni, Retno Wulananggraeni, Retno Yulianti, Farida Yusvita Maulidia Rahmi