Sri Lestari Purnamaningsih
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 146 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SUHU AIR DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) Alghofar, Wildan Arif; Purnamaningsih, Sri Lestari; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sengon laut (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) merupakan tanaman asli Indonesia dan banyak dimanfaatkan untuk hutan tanaman industri (HTI). Permasalahan yang muncul dalam rangka pengadaan benih adalah sengon memiliki masa dormansi yang diakibatkan oleh tekstur kulit benih keras, sehingga menghambat masuknya air dan oksigen kedalam benih. Pematahan dormansi sengon dilakukan dengan perendaman benih dan menggunakan air panas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh perlakuan lama perendaman pada berbagai suhu terhadap perkembangan dan pertumbuhan benih sengon. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Agustus 2015 di desa Surat, kecamatan Mojo, kabupaten Kediri, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkecambahan terbaik dihasilkan pada benih sengon yang direndam dengan suhu 50oC – 90oC selama 12 jam atau 50oC – 70oC selama 24 jam. Perlakuan perbedaan suhu air dan lama perendaman tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman.
KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS KARAKTER AGRONOMI PADA 7 FAMILI F5 BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) POLONG KUNING Gultom, Christina Solideo; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi buncis di Indonesia berfluktuatif tiap tahunnya. Hal tersebut dapat disebabkan oleh penggunaan varietas yang tidak mempunyai daya hasil tinggi oleh banyak petani buncis. Usaha yang dapat dilakukan dengan mengembangkan varietas baru yang memiliki produktivitas tinggi dan kualitas baik. Pengembangan varietas telah mencapai generasi ke-5 (F5) untuk polong kuning. Kegiatan pemuliaan ini hasil dari persilangan tetua unggul, yaitu varietas introduksi dan varietas lokal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaman genetik dan nilai duga heritabilitas karakter agronomi 7 famili F5 buncis (Phaseolus vulgaris L.) polong kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Kajang Lor, Kecamatan Junrejo, Batu pada bulan Maret-Juli 2015. Penelitian dilaksanakan menggunakan petak tunggal atau single plot dengan menanam tujuh famili F5 dan tiga tetua. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar famili memiliki keragaman genetik yang tergolong sempit, namun masih ditemukan kategori cukup tinggi yang juga tergolong keragaman luas pada beberapa famili, yaitu jumlah polong segar per tanaman dalam famili CS.GK 63-15-37 dan CS.GK 63-15-7, serta bobot biji (benih) per tanaman dalam famili CS.GI 63-21-29. Pendugaan heritabilitas menunjukkan khusus pada karakter jumlah polong segar per tanaman adalah karakter yang termasuk haritabilitas tinggi dalam semua famili yang diamati. Keragaman genetik antar famili F5 pada seluruh karakter menunjukkan kategori yang rendah hingga agak rendah dan untuk nilai heritabilitas seluruh karakter tergolong dalam kategori tinggi.
ANALISIS LINTAS ANTARA HASIL DAN KOMPONEN HASIL PADA TANAMAN BUNCIS UNGU (Phaseolus vulgaris L.) GENERASI F5 Prasetiyo, Ferry Singgih; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia tanaman buncis berpolong ungu belum dijumpai pada varietas lokal melainkan hanya dijumpai pada varietas introduksi. Persilangan antara varietas buncis lokal yang unggul pada daya hasil tinggi dengan varietas buncis introduksi yang memiliki kandungan anthosianin diharapkan mampu menghasilkan varietas unggul baru yang memiliki keunggulan dari masing-masing varietas tersebut. Pada kegiatan pemuliaan tanaman diperlukan beberapa informasi sebelum melakukan seleksi. Informasi tersebut berguna bagi pemulia tanaman dalam menentukan dasar kriteria seleksi agar perakitan suatu varietas yang diinginkan berhasil didapatkan. Analisis lintas ialah salah satu informasi penting yang harus diketahui oleh pemulia tanaman sebelum melakukan seleksi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan dasar kriteria seleksi melalui komponen hasil yang memberikan pengaruh terbesar terhadap hasil pada tanaman buncis ungu (Phaseolus vulgaris L.) generasi F5. Penelitian ini dilakukan di Dusun Suwaluan, Desa Tawang Argo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lahan pertanian yang digunakan berada pada ketinggian ± 700 m dpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2015. Metode yang digunakan ialah Single Plot, yaitu dengan menanam 11 galur benih tanaman buncis ungu generasi F5 dalam satu populasi di lingkungan pertanaman yang sama tanpa ulangan. Jumlah tanaman yang ditanam dalam satu plot berjumlah 50 tanaman.
KORELASI ANTARA KARAKTER AGRONOMIS DENGAN HASIL PADA CABAI RAWIT (Capsicum frutescent) Idayanti, Idayanti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Salah satu program pemuliaan tanaman untuk meningkatkan hasil adalah dengan seleksi. Seleksi secara simultan akan lebih efektif dilakukan untuk mendapatkan genotipe yang memiliki potensi hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar karakter agronomis dengan hasil sehingga dapat diketahui karakter yang dapat dijadikan kriteria seleksi. Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian di desa Bunut, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang pda bulan Desember 2015 sampai Juni 2016. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 8 genotipe sebagai perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 32 petak percobaan dan setiap petak percobaan terdapat 10 sampel pengamatan. Keeratan hubungan antara dua karakter dianalisis menggunakan korelasi fenotipe dan korelasi genotipe. Hasil penelitian menunjukkan semakin meningkat jumlah buah, semakin lebar tajuk dan semakin lama umur panen, maka hasil cabai rawit akan meningkat.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN ENAM GALUR CABAI RAWIT (Capsicum frustescens) Rahayu, Fefira Suci; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan cabai rawit meningkat setiap tahun sehingga diperlukan upaya peningkatkan produktivitas melalui kegiatan perakitan varietas unggul yang berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil enam galur cabai rawit (Capsicum frutescens). Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian Desa Bunut, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang pada 07 Desember 2015 sampai dengan 24 Juni 2016 menggunakan rancangan acak kelompok dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Bahan tanam yang digunakan yaitu enam galur cabai rawit (g1, g3.3, g3.10, g4, g5, g8) dan varietas Inti Murni. Hasil penelitian menunjukkan ke enam galur memiliki daya hasil lebih tinggi dari varietas Inti Murni. Empat galur yang memiliki daya hasil lebih dari 16 ton ha-1 yaitu g3.3 (16.42 ton ha-1), g3.10 (16.83 ton ha-1), g4 (16.41 ton ha-1) dan g5 (16.22 ton ha-1). Karakter kualitatif menunjukkan keseragaman pada semua karakter seperti tipe pertumbuhan, bentuk batang, bentuk tangkai bunga, bentuk buah, bentuk ujung buah, warna buah muda dan warna buah masak.
PENGARUH PERLAKUAN INDUKAN DAN PEMANGKASAN UMBEL TERHADAP HASIL DAN MUTU BENIH WORTEL (Daucus carota L.) Dwi, Afpia; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas wortel pada tahun 2011 hingga 2013 terjadi penurunan baik dalam produksi dan produktivitas. Budidaya wortel biasanya dilakukan secara langsung dengan penanaman benih. Ketersediaan benih berbagai jenis  tanaman budidaya yang bermutu tinggi merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha di bidang pertanian. Menurut Hadirochmat (2006), dalam pembenihan tanaman wortel untuk menghasilkan benih bermutu, pemilihan indukan diarahkan dengan diameter leher akar yang lebih besar karena mempunyai cadangan makanan yang lebih besar. Pemangkasan umbel dan posisi umbel merupakan faktor penting dalam kualitas benih wortel dan memberikan efek yang nyata pada karakter benih wortel terutama pada ukuran dan berat benih (Malek dan Mohammed, 2011). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh perlakuan indukan dan pemangkasan umbel terhadap hasil dan mutu benih wortel. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 ukuran umbi sebagai perlakuan indukan dan 3 umbel yang dipertahankan dalam satu tanaman sebagai perlakuan pemangkasan bunga. Pengamatan menggunakan teknik sampel pada setiap perlakuan. Penelitian dilaksanakan di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada bulan April 2016 hingga Oktober 2016 dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Ukuran umbi tidak memberikan pengaruh terhadap hasil dan mutu benih. Pemangkasan umbel memberi-kan pengaruh terhadap hasil dan mutu benih. Pemangkasan bunga tersier (P3) memberikan hasil tertinggi, perlakuan pe-mangkasan dengan mempertahankan bunga primer (P1) menunjukkan mutu benih yang baik.
RESPON PEMBUNGAAN TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH Armach S., Siti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembungaan merupakan kendala utama dalam perkembangbiakan secara generatif pada tanaman bawang merah di Indonesia, sehingga diperlukan suatu alternatif untuk menstimulasi pembungaan pada tanaman bawang merah. Salah satunya yaitu dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) seperti BAP dan GA3 untuk menstimulasi pembungaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon pembungaan pada masing–masing varietas bawang merah akibat pemberian dua jenis ZPT dan cara aplikasi ZPT yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Desa Punten, Kota Batu pada bulan Februari-Juni 2016 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 3 Faktor, yaitu Varietas (Sumenep, Nganjuk-1, Nganjuk-3), Jenis ZPT (BAP, GA3) dan Cara Aplikasi ZPT (Perendaman, Perendaman+ Penyemprotan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ZPT jenis BAP dan GA3 dengan cara aplikasi perendaman dan perendaman+ penyemprotan tidak mampu menstimulasi pembungaan pada varietas sumenep, respon pembungaan varietas nganjuk-1 yang paling efektif yaitu pada pemberian ZPT jenis BAP dengan cara aplikasi perendaman, serta respon pembungaan varietas nganjuk-2 yang paling efektif yaitu pada pemberian ZPT jenis BAP dengan cara aplikasi perendaman+ penyemprotan.
PENGARUH LAMA VERNALISASI UMBI TERHADAP PEMBUNGAAN DAN HASIL BIJI PADA TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Wibowo, Tiara Rizki; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala utama dalam memproduksi True Shallot Seed (TSS) di Indonesia adalah kemapuan berbunga, tidak semua varietas bawang merah dapat berbunga. Perlakuan suhu rendah atau sering disebut vernalisasi merupakan salah satu cara untuk merangsang pembungaan yang lebih awal pada tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon tiga varietas bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap pembungaan dan hasil biji pada perlakuan vernalisasi yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Juli 2016 di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dua faktor yaitu Varietas (Sumenep (V1), Nganjuk-1 (V2) dan Nganjuk-2 (V3)) dan Lama Vernalisasi (Tanpa Vernalisasi (P0), Vernalisasi 2 minggu (P1), Vernalisasi 3 minggu (P2) dan Vernalisasi 4 minggu (P3)) yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan vernalisasi yang dilakukan tidak mampu menginisiasi pembungaan pada Varietas Sumenep. Varietas Nganjuk-1 dengan perlakuan vernalisasi 2 minggu mampu mempercepat pembungaan dan perlakuan vernalisasi 4 minggu memberikan hasil biji terbanyak. Varietas Nganjuk-2 dengan perlakuan vernalisasi 2 minggu mampu mempercepat pembungaan dan hasil biji lebih banyak dibandingkan tanpa vernalisasi.
RESPON SELEKSI MASSA PADA KARAKTER KOMPONEN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Siswanto Putri, Amaniz Diharwati; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Cabai rawit banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan bahan campuran industri pengolahan makanan. Produktivitas cabai rawit di Indonesia masih rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas cabai rawit adalah melalui program seleksi. Seleksi massa merupakan salah satu metode seleksi yang didasarkan pada penampilan fenotipe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menduga respon seleksi massa pada karakter komponen hasil dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Agrotechnopark, Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Desember 2015 sampai dengan bulan Agustus 2016. Penelitian disusun menggunakan metode single plant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat respon seleksi yang berbeda pada karakter komponen hasil dan hasil cabai rawit yang diamati. Nilai respon seleksi yang besar terdapat pada karakter jumlah buah total per tanaman (∆P = 141,15) meningkat sebesar 84,94% dan bobot buah total per tanaman (∆P = 250,13) meningkat sebesar 94,66%.
POTENSI HASIL BEBERAPA GENOTIPE CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI DATARAN RENDAH Martasari, Astri Dwi; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rata-rata produktivitas cabai rawit (Capsicum  frutescens L.)di dataran rendah berkisar antara 3,76 t ha-1-5,89 t ha-1 sedangkan potensinya bisa mencapai 9,32 t ha-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil dari enam genotipe cabai rawit yang dilakukan lahan pertanian dengan ketinggian ±15 m dpl. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam genotipe cabai rawit memiliki potensi hasil lebih tinggi dibandingkan cakra putih. Tiga genotipe diantaranya memiliki potensi hail tinggi berturut-turut CRUB 4 (9,65 t ha-1), CRUB 2 (8,66 t ha-1), dan CRUB 3 (8,20 t ha-1).
Co-Authors Abdillah Syahroni, Abdillah Adiredjo, Afifuddin Latif Afandi, Sutanto Wahyu Afandiyah, Gioniva Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Akbar Prima Utomo Al-Jabbar, Bambang Alghofar, Wildan Arif Alghofar, Wildan Arif Ally, Amalia Azizah Ally, Amalia Azizah Anasari, Nofia Rizki Anasari, Nofia Rizki Andy Soegianto Anggraini, Yulinar Diah Anggraini, Yulinar Diah Annisa Farhah Resdiyanti Apri Sulistyo Ariefa, Astritia Rizky Ariefa, Astritia Rizky Arif, Muhamat Arifin, Muhammad Farid Arifin, Muhammad Farid Aritonang, Ahmad Madani Aritonang, Ahmad Madani Armach S., Siti Armach S., Siti Ayu Wulandari, Panca Ida Ayu Wulandari, Panca Ida Aziz Rifianto Bagus Muhamad Arif Basuki, Nur Budi Waluyo Chaireni Martasari Charolin Pebrianti Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Desti Margi Utami, Desti Margi Dwi, Afpia Dwi, Afpia Dzikrulloh, Fariz Al Eggy Akhmad Armandoni Emy Sulistyowati Fahriz, Muharshal Fahriz, Muharshal Fajaryanto, Budisatria Fari, Zalfa Salsabila Farida Yulianti Fatimah, Nikmatul Fatimah, Nikmatul Gioniva Afandiyah Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hadi, Shabrina Kusuma Hasanah, Binti Hasanah, Binti Idayanti Idayanti Idayanti, Idayanti Indah, Ayu Nurlaila Indah, Ayu Nurlaila Iriani, Yoanita Fadlilah Iriani, Yoanita Fadlilah Isnasa, Irsanty Nadya Isnasa, Irsanty Nadya Izmi Yulianah Jauhari, Thontowi Kartikasari, Dasa Novi Kartikasari, Dasa Novi Khairiyah, Lulu Lazimatul Kusuma, Devi Mira Kusuma, Devi Mira Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailil Fitra Annisa lita soetopo Lita Soetopo Lysandra, Cindy Letitia Lysandra, Cindy Letitia Marmadion, Tomy Martasari, Astri Dwi Martasari, Astri Dwi Mawardani, Putri Merintan, Sisca Febriana Merintan, Sisca Febriana Mochammad Dawam Maghfoer Muhamat Arif Muhammad Triant, Wahyu Nur Mustofa, Age Maulal Nedha, Nedha Nedha, Nedha Niken Kendarini Ning Fias, Nofita Ayu Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nofita Ayu Ning Fias, Nofita Ayu Novita, Silvia Rizky Nur Basuki Nurhayati, Etik Nurhayati, Etik Nurussintani, Widya Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Palandro, Nadhea Pebrianti, Charolin Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetya, Widdi Prasetya, Widdi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Riko Aditya Pratama, Riko Aditya Pratiwi, Wahyunita Pratiwi, Wahyunita Purnomo, Sekar Yulianti Rachmawati, Rizia Yasminda Rahayu, Fefira Suci Rahayu, Fefira Suci Rahmi Kusuma Wardhani Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Reza, Nisrina Saraswati Rizia Yasminda Rachmawati Rizki Ramadhani Santana, Harwin Santana, Harwin Sari, Syama Putri Selviana, Lila Selviana, Lila Septilia, Yufita Septilia, Yufita Shabrina Kusuma Hadi Sholeh, Aziz Sholeh, Aziz Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Sulistyowati, Emy Sumeru Ashari Sutanto Wahyu Afandi Suyuti, Ivan Syahroni, Abdillah Tomy Marmadion Tursilawati, Syehlania Tursilawati, Syehlania Utomo, Akbar Prima Wahyu Nur Muhammad Triant, Wahyu Nur Wahyudi, Alief Rodhlian Wahyudi, Alief Rodhlian Wardhani, Rahmi Kusuma Wibowo, Tiara Rizki Wibowo, Tiara Rizki Widya Nurussintani Wijaya, Syamsu Agung Wijaya, Syamsu Agung Wulananggraeni, Retno Wulananggraeni, Retno Yulianti, Farida Yusvita Maulidia Rahmi