Sri Lestari Purnamaningsih
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 146 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Seleksi Massa pada Dua Populasi Bayam Cabut (Amaranthus ricolor L.) Fatimah, Nikmatul; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bayam cabut adalah salah satu jenis tanaman hortikultura daerah tropis. Bayam cabut dibedakan menjadi dua jenis yaitu bayam hijau dan bayam merah. Produksi bayam hijau di Indonesia lebih besar daripada bayam merah, padahal kandungan gizi bayam merah lebih tinggi dari bayam hijau (Dept. Kesehatan 1980). Sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi salah satunya dengan seleksi massa. Seleksi massa adalah metode seleksi berdasarkan penam-pilan fenotipe, dengan memilih tanaman yang berpenampilan baik dan meng-hilangkan tanaman yang kurang baik dari populasi acak. Efektivitas kegiatan seleksi dapat dilihat dari nilai respon seleksinya. Respon seleksi diukur dari selisih antara nilai rata-rata populasi tanaman terseleksi dengan nilai rata-rata populasi seluruhnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menduga nilai repson seleksi massa pada karakter komponen hasil dan hasil bayam cabut pada dua populasi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret – Mei 2018 di Kebun Percobaan Jatimulyo, FP-UB Malang. Berdasarkan hasil penelitian tanaman bayam populasi UB 2 dan UB 3 memberikan nilai respon seleksi massa yang berbeda. Nilai respon seleksi populasi UB 2 lebih tinggi dari populasi UB 3 pada karakter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot segar pertanaman, jumlah malai, diameter malai, bobot 100 biji. Hal ini menunjukkan bahwa keragaman pada populasi UB 2 masih tinggi sedangkan pada populasi UB 3 sudah cukup seragam.
Korelasi dan Sidik Lintas Komponen Hasil dan Hasil Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Hasanah, Binti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis bayam yang digemari masyarakat adalah bayam merah yang memiliki manfaat bagi kesehetan. Korelasi dan sidik lintas dapat digunakan sebagai acuan dalam seleksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keeratan hubungan antara komponen hasil dengan hasil dan mengetahui karakter yang dapat dijadikan sebagai karakter seleksi. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret hingga Mei 2018 di Kebun Percobaan FP UB, Jatimulyo, Lowokwaru, Malang. Peralatan yang digunakan adalah cangkul, penggaris, timbangan, label, kamera, amplop, meteran, plastik, dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah benih bayam merah UB2, pupuk kandang kambing, NPK, sekam, kompos dan pestisida. Populasi dibagi menjadi 2 plot dengan masing-masing populasi berjumlah 50 tanaman untuk panenbobot segar dan benih, sehingga total tanaman sebanyak 250 tanaman. Penelitian dilakukan menggunakan sampel random berkelompok (Cluster Sampling).Karakter yang diamati adalah panjang daun, lebar daun, jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang, bobot segar, bobot 100 butir dan bobot biji per tanaman. Analisis data menggunakan aplikasi OPSTAT. Perhitungan yang diperlukan yaitu varian, kovarian, t hitung, analisis lintas pengaruh langsung, analisis lintas pengaruh tidak langsung dan pengaruh residu. Komponen hasil yang dapat dijadikan karakter seleksi untuk hasil bobot segar adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Sedangkan hasil benih adalah tinggi tanaman, diameter batang dan bobot biji 100 butir.
Keragaan Beberapa Genotipe Bayam (Amaranthus tricolor L.) terhadap Cekaman Genangan Pratama, Muhamad Reza Budi; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam ialah tanaman yang dibudidayakan sebagai sumber pangan yang memiliki kandungan protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, fosfor dan zat besi. Keragaan pada tanaman digunakan untuk melihat karakter fenotipe pada genotipe sebagai pedoman untuk sumber daya genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan beberapa genotipe bayam yang tahan pada kondisi cekaman genangan yang memiliki nilai paling tinggi daripada varietas pembanding. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2018 di desa Kepuharjo, Karangploso, Malang. Penelitian dilakukan menggunakan split plot design (Rancangan Petak Terbagi). Peubah kuantitatif yang diamati adalah luas daun, jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang, berat segar tanaman, berat kering, panjang akar. Peubah kualitatif yang diamati adalah bentuk daun, warna daun, warna batang dan pengamatan gejala visual tanaman. Analisis data menggunakan Analysis of varian (Anova). Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa 10 genotipe yang diuji terdapat 2 genotipe yang memiliki nilai paling tinggi yaitu BY2 dan BY3 yang dilihat dari semua karakter kuantitatif. Pada karakter kualitatif 10 genotipe bayam memiliki warnadaun, bentuk daun, dan warna batang yang berbedayang disebabkan karena adanya keragaman genetik pada masing masing genotipe.
Interaksi Genotip x Lingkungan Beberapa Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Dua Lokasi Anggraini, Yulinar Diah; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) ialah tanaman dengan adaptabilitas dan nilai ekonomi tinggi. Rata–rata produktivitas padatahun 2011 hingga 2015 sebesar 5,01 ton ha-1 menjadi 6,45 ton ha-1, dan masih rendah dibandingkan potensi hasil 12–20 ton ha-1. Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh faktor genotip dan lingkungan. Tanaman menunjukkan respon berbeda pada kondisi lingkungan berbeda karena interaksi genotip dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi genotip dengan lingkungan beberapa genotip cabai rawit yang diuji di dua lokasi. Sebanyak enam genotip cabai rawitdiuji di dua lokasi di Kabupaten Blitar, yaitu di Karangrejo dengan ketinggian tempat 408 m dpldan di Kademangan dengan ketinggian tempat 142 m dpl pada bulan Februari hingga November 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan dimasing-masing lokasi, dan diuji lanjut menggunakan uji BNJ taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa terdapat interaksi genotip x lokasi yang nyata pada karakter panjang ruas batang, tebal daging buah, dan bobot 100 biji. Keenam genotip uji menunjukkan potensi hasil yang sama baik di lokasi Karangrejo dan Kademangan. Genotip V1 memliki karakter pertumbuhan yang paling baik di kedua lokasi.
Uji Keunikan dan Keseragaman Beberapa Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kabupaten Blitar Septilia, Yufita; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai rawit ialah komoditas hortikultura yang diminati masyarakat Indonesia karena memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Namun ketersediaan cabai kurang memenuhi karena petani masih menggunakan varietas lokal. Perlu dilakukan uji keunikan dan keseragaman untuk menciptakan varietas unggul baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penciri khusus dan keseragaman genotip uji dengan genotip pembanding. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karangrejo, KabupatenBlitar, Jawa Timur pada bulan Februari – September 2018. Metode yang di-gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)dengan 6 perlakuan 4 ulangan diuji lanjut meng-gunakan BNJ dengan taraf 5%. Karakter pengamatan terdiri dari 23 karakter kuantitatif dan 41 karakter kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan setiap genotip uji memiliki perbedaan dan penciri khusus serta termasuk dalam kategori seragam dibandingkan dengan genotip pembanding.
Penampilan Empat Genotip Tanaman Wortel (Daucus carota L.) pada Tiga Lokasi Fajaryanto, Budisatria; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wortel (Daucus carota L.) merupakan jenis tanaman sayuran semusim yang tumbuh tegak dengan ketinggian antara 30 cm - 100 cm dan berumur pendek antara 70-120 hari tergantung pada varietasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui penampilan pada empat genotip tanaman wortel yang ditanam pada tiga lokasi berbeda dan mengetahui interaksi genotip dengan lingkungan.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan empat genotip diulang sebanyak empat kali pada tiga lokasi. Ketiga lokasi penelitian antara lain di UB Forest Kabupaten Malang, Dusun Junggo Kota Batu, dan Nongkojajar Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan pada 11 April 2019 sampai 6 Agustus 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan berbeda pada lokasi Junggo dan Nongkojajar, sedangkan pada lokasi UB Forest penampilan yang ditunjukkan sama. Terjadi interaksi genotip dengan lingkungan pada karakter tinggi tanaman, panjang daun, panjang umbi, dan diameter umbi.
Interaksi Genotip x Lingkungan pada Tiga Genotip Lobak (Raphanus sativus L.) di Tiga Lokasi Dzikrulloh, Fariz Al; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) termasuk dalam famili Brassicaceae dan merupakan tanaman sayuran ber umbi yang belum banyak dikenal oleh masyarakat, khususnya di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya interaksi genotip dan lingkungan pada beberapa karakter ke tiga genotip lobak, mengetahui genotip lobak yang memiliki potensi hasil tinggi disemua lokasi serta mengetahui lokasi yang sesuai untuk tanaman lobak. Penelitian ini dilaksanakan pada tiga lokasi yang berbeda yaitu, Junggo Kota Batu, UB Forest Karangploso Kabupaten Malang dan Tutur Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan Genotip, diulang sebanyak 4 kali pada 3 lokasi yang berbeda Dari hasil penelitian yang dilakukan. Karakter tinggi tanaman, panjang daun dan panjang umbi di permukaan dipengaruhi oleh genotip dan lokasi. Genotip yang memiliki potensi hasil tinggi di semua lokasi adalah GL2 dan GL3. Lokasi Malang dan Pasuruan memiliki potensi hasil tinggi dan memiliki kondisi lingkungan yang sesuai untuk budidaya tanaman lobak.
Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Afandiyah, Gioniva; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit termasuk dalam tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Nilai produktivitas cabai rawit mencapai 6,69 ton ha-1 sedangkan nilai potensi produksi cabai rawit mencapai 10-20 ton ha-1. Rendahnya nilai produksi cabai rawit dipengaruhi oleh rendahnya mutu benih yang meliputi mutu fisik, fisiologis dan genetik. Peningkatan mutu benih dapat dilakukan dengan penanganan pascapanen yang tepat yang mencakup proses ekstraksi benih dan penggunaan genotipe berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perlakuan metode ekstraksi, genotipe dan interaksinya terhadap viabilitas dan vigor benih cabai rawit. Penelitian dilakukan pada Februari hingga Mei 2019 di Greenhouse dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Pada penelitian ini, diuji 3 genotipe (CRUB2, CRUB3, CRUB4) dan 1 varietas (Varietas Manteb) dengan menggunakan 2 metode ekstraksi (Ekstraksi Kering dan Ekstraksi Basah) pada 2 waktu pengamatan (benih umur 2 bulan dan 4 bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstraksi basah dapat meningkatkan viabilitas pada variabel potensial tumbuh maksimum dan vigor pada variabel kecepatan dan keserempakan tumbuh saat benih umur 4 bulan. CRUB4 menunjukkan respon terbaik pada viabilitas benih variabel potensial tumbuh maksimum dan CRUB2 menunjukkan nilai tertinggi pada viabilitas benih variabel laju perkecambahan saat benih umur 4 bulan sedangkan Manteb menunjukkan keserempakan tumbuh terendah pada vigor benih saat umur 2 bulan serta terdapat interaksi antar perlakuan pada variabel daya berkecambah.
Pematahan Dormansi Benih Menggunakan KNO3 dan H2O Pada Beberapa Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Sari, Syama Putri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 7 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit termasuk dalam tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi. Benih cabai rawit mengalami dormansi sekunder saat disimpan pada kurun waktu tertentu dengan ondisi yang tidak sesuai. Apabila benih tersebut mengalami dormansi maka perlu dilakukan pematahan dormansi pada benih. Pematahan dormansi yang dilakukan adalah metode kimiawi menggunakan larutan KNO3 dan H2O (air panas). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perlakuan larutan yang tepat pada benih cabai rawit, mengetahui genotip terbaik dari beberapa macam cabai rawit dan interaksi antara larutan dan genotip yang digunakan. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga bulan Mei 2019 di green house dan laboratorium Pemuliaan Tanaman, jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Pada penelitian ini, diuji 3 genotip (CRUB2, CRUB3, CRUB4) dan 1 varietas (Varietas Manteb) dengan menggunakan 1 kontrol, 3 perlakuan air panas dengan suhu awal 500C selama 30, 60 dan 90 menit, kemudian larutan KNO3 dengan konsentrasi 1%, 1,5% dan 3%. Perlakuan larutan menunjukkan perendaman menggunakan H2O dengan suhu awal 500C  dapat meningkatkan daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum dan index vigor benih. CRUB4 merupakan genotip yang mampu memberikan hasil terbaik serta terdapat interaksi antar perlakuan pada karakter keceptan tumbuh dan index vigor benih.
Uji Daya Hasil Pendahuluan 8 Galur Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L.) Purnomo, Sekar Yulianti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam merupakan salah satu jenis tanaman herba yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya pada jenis bayam cabut (Amaranthus tricolor L.). Bayam kaya akan kandungan vitamin diantaranya ialah vitamin A, B2, B6, B12, C, K, mangan, magnesium, zat besi, kalsium, kalium, dan fosfor. Selain kaya akan vitamin, rasanya yang manis, bertekstur lembut dan dapat memberikan sensasi dingin pada perut membuatnya disukai oleh sebagian besar masyarakat. Sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman bayam dilakukan perakitan varietas unggul. Varietas unggul merupakan suatu hasil pemuliaan tanaman dimana memiliki satu atau lebih keunggulan salah satunya ialah berdaya hasil yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil dan juga mendapatkan galur-galur harapan terbaik pada 6 galur harapan bayam cabut (Amaranthus tricolor L.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada lahan penelitian di Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Karang Ploso, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan ialah 6 genotip bayam, yakni Gh1, Gh2, Gh3, Gm1, Gm2, Gm3 dan varietas pembanding Belang dan Maestro. Karakter yang diamati yaitu kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan galur Gh3 dan Gm2 memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dari galur lainnya. Kedua galur tersebut memiliki potensi yang sama dengan dua varietas pembanding, yaitu Maestro dan Belang. Selain itu, galur Gh3 dan Gm2 memiliki rasa yang tidak pahit dan beraroma daun bayam. Namun memiliki perbedaan tekstur, pada Gh3 memiliki tekstur yang lembut sedangkan pada Gm2 memiliki tekstur yang tidak lembut. Potensi hasil Galur Gh3 dan Gm2 dapat dikembangkan menjadi varietas unggul.
Co-Authors Abdillah Syahroni, Abdillah Adiredjo, Afifuddin Latif Afandi, Sutanto Wahyu Afandiyah, Gioniva Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Akbar Prima Utomo Al-Jabbar, Bambang Alghofar, Wildan Arif Alghofar, Wildan Arif Ally, Amalia Azizah Ally, Amalia Azizah Anasari, Nofia Rizki Anasari, Nofia Rizki Andy Soegianto Anggraini, Yulinar Diah Anggraini, Yulinar Diah Annisa Farhah Resdiyanti Apri Sulistyo Ariefa, Astritia Rizky Ariefa, Astritia Rizky Arif, Muhamat Arifin, Muhammad Farid Arifin, Muhammad Farid Aritonang, Ahmad Madani Aritonang, Ahmad Madani Armach S., Siti Armach S., Siti Ayu Wulandari, Panca Ida Ayu Wulandari, Panca Ida Aziz Rifianto Bagus Muhamad Arif Basuki, Nur Budi Waluyo Chaireni Martasari Charolin Pebrianti Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Desti Margi Utami, Desti Margi Dwi, Afpia Dwi, Afpia Dzikrulloh, Fariz Al Eggy Akhmad Armandoni Emy Sulistyowati Fahriz, Muharshal Fahriz, Muharshal Fajaryanto, Budisatria Fari, Zalfa Salsabila Farida Yulianti Fatimah, Nikmatul Fatimah, Nikmatul Gioniva Afandiyah Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hadi, Shabrina Kusuma Hasanah, Binti Hasanah, Binti Idayanti Idayanti Idayanti, Idayanti Indah, Ayu Nurlaila Indah, Ayu Nurlaila Iriani, Yoanita Fadlilah Iriani, Yoanita Fadlilah Isnasa, Irsanty Nadya Isnasa, Irsanty Nadya Izmi Yulianah Jauhari, Thontowi Kartikasari, Dasa Novi Kartikasari, Dasa Novi Khairiyah, Lulu Lazimatul Kusuma, Devi Mira Kusuma, Devi Mira Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailil Fitra Annisa Lita Soetopo lita soetopo Lysandra, Cindy Letitia Lysandra, Cindy Letitia Marmadion, Tomy Martasari, Astri Dwi Martasari, Astri Dwi Mawardani, Putri Merintan, Sisca Febriana Merintan, Sisca Febriana Mochammad Dawam Maghfoer Muhamat Arif Muhammad Triant, Wahyu Nur Mustofa, Age Maulal Nedha, Nedha Nedha, Nedha Niken Kendarini Ning Fias, Nofita Ayu Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nofita Ayu Ning Fias, Nofita Ayu Novita, Silvia Rizky Nur Basuki Nurhayati, Etik Nurhayati, Etik Nurussintani, Widya Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Palandro, Nadhea Pebrianti, Charolin Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetya, Widdi Prasetya, Widdi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Riko Aditya Pratama, Riko Aditya Pratiwi, Wahyunita Pratiwi, Wahyunita Purnomo, Sekar Yulianti Rachmawati, Rizia Yasminda Rahayu, Fefira Suci Rahayu, Fefira Suci Rahmi Kusuma Wardhani Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Reza, Nisrina Saraswati Rizia Yasminda Rachmawati Rizki Ramadhani Santana, Harwin Santana, Harwin Sari, Syama Putri Selviana, Lila Selviana, Lila Septilia, Yufita Septilia, Yufita Shabrina Kusuma Hadi Sholeh, Aziz Sholeh, Aziz Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Sulistyowati, Emy Sumeru Ashari Sutanto Wahyu Afandi Suyuti, Ivan Syahroni, Abdillah Tomy Marmadion Tursilawati, Syehlania Tursilawati, Syehlania Utomo, Akbar Prima Wahyu Nur Muhammad Triant, Wahyu Nur Wahyudi, Alief Rodhlian Wahyudi, Alief Rodhlian Wardhani, Rahmi Kusuma Wibowo, Tiara Rizki Wibowo, Tiara Rizki Widya Nurussintani Wijaya, Syamsu Agung Wijaya, Syamsu Agung Wulananggraeni, Retno Wulananggraeni, Retno Yulianti, Farida Yusvita Maulidia Rahmi