Sri Lestari Purnamaningsih
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 148 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Heritabilitas Karakter Agronomis Pada Lima Populasi Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Aritonang, Ahmad Madani; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/925

Abstract

Bayam merah merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi termasuk vitamin, mineral, dan fitonutrien lainnya. Produksi bayam di Indonesia dari tahun 2011 sampai tahun 2016 mengalami penurunan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi adalah penggunaan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Varietas unggul tanaman didapatkan dengan cara pengembangan keragaman genetik.  Keragaman genetik yang luas dan tingkat heritabilitas akan mempengaruhi keberhasilan seleksi. Heritabilitas berguna untuk mengetahui daya waris dan menduga kemajuan genetik akibat seleksi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari 2017 sampai Mei 2017 di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang Jawa Timur dengan ketinggian tempat 460 meter di atas permukaan laut (mdpl). Penelitian ini menggunakan pengujian individual tanaman, terdiri atas 5 populasi dan 1 varietas  diulang sebanyak tiga kali. Sehingga diperoleh 18 petak percobaan. Hasil penelitian ini didapatkan nilai duga heritabilitas dari lima populasi bayam merah menunjukkan perbedaan setiap karakter agronomis yang diamati. Karakter agronomis dari lima populasi yang memiliki nilai heritabilitas tinggi  yaitu waktu berbunga, total panjang malai, dan bobot biji per tanaman. Populasi yang memiliki heritabilitas tinggi pada karakter bobot segar pertanaman yaitu BM UB 2, BM UB 3, dan BM UB 4.
Uji Sembilan Genotip Potensial Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Tahan Virus Gemini Hasil Pemisahan dari Populasi Campuran Indah, Ayu Nurlaila; Purnamaningsih, Sri Lestari; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/934

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang telah dibudidayakan secara luas dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Tingginya nilai permintaan masyarakat tidak diikuti dengan produktivitas cabai rawit yang tinggi. Salah satu penyebab rendahnya produksi cabai rawit serangan virus gemini. Upaya peningkatan produksi cabai rawit dapat dilakukan dengan perakitan varietas unggul melalui program pemuliaan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menguji ketahanan sembilan genotip potensial cabai rawit hasil pemisahan dari populasi campuran terhadap virus gemini. Penelitian ini dilakukan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 genotip cabai rawit sebagai perlakuan dan ulangan sebanyak tiga kali. Berdasarkan parameter pengamatan menunjukkan bahwa seluruh genotip memiliki penampilan yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat cabai rawit yang memiliki hasil yang tinggi dan tahan terhadap serangan virus gemini. Namun terdapat empat genotip terpilih yang dapat dilanjutkan sebagai tetua yakni genotip CRUB 90, CRUB 99, CRUB 153, dan CRUB 171. Genotip CRUB 153 agak tahan terhadap serangan virus gemini sedangkan genotip CRUB 90, CRUB 99, dan CRUB 171 memiliki hasil yang lebih tinggi dari genotip yang diuji lainnya yakni 262.47 gram, 275.13 gram, dan 343.81 gram per tanaman.
Uji Toleransi Enam Genotip Potensial Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Terhadap Cekaman Salinitas Wahyudi, Alief Rodhlian; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/974

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Luas lahan untuk budidaya cabai rawit semakin tahun semakin berkurang. Lahan marginal dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya cabai rawit akibat penurunan luas lahan yang terjadi karena alih fungsi lahan. Lahan salin merupakan lahan marginal yang cukup luas di Indonesia. Tingginya kadar garam menyebabkan sedikit tanaman yang dapat dibudidayakan. Pengujian tanaman pada lahan salin berkaitan dengan genotip yang toleran terhadap lahan salin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toleransi enam genotip potensial cabai rawit di lahan salin. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik Karangampel Timur, Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Malang pada bulan April 2017 hingga Oktober 2017. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu enam genotip cabai rawit (CRUB 1, CRUB 2, CRUB 3, CRUB 4, CRUB 5, dan CRUB 6). Bahan lain yang digunakan dalam penelitian yaitu pupuk kandang kambing, pupuk daun, insektisida, dan fungisida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama (main plot) terdiri dari dua taraf kondisi cekaman yaitu, tanpa pemberian NaCl 0 ppm (kontrol) dan pemberian NaCl 4.000 ppm. Sedangkan enam genotip cabai rawit di tempatkan sebagai anak petak (sub plot). Hasil penelitian menunjukkan genotip CRUB 3 memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi berdasarkan peubah bobot per buah, diameter buah, panjang buah, bobot buah per tanaman, dan berat kering akar dibandingkan dengan genotip yang lain. Pada perlakuan cekaman salinitas 4000 ppm menunjukkan genotip CRUB 5 dan CRUB 6 tidak toleran.
Pematahan Dormansi Benih Menggunakan KNO3 dan H2O Pada Beberapa Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Sari, Syama Putri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 7 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1426

Abstract

Cabai rawit termasuk dalam tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi. Benih cabai rawit mengalami dormansi sekunder saat disimpan pada kurun waktu tertentu dengan ondisi yang tidak sesuai. Apabila benih tersebut mengalami dormansi maka perlu dilakukan pematahan dormansi pada benih. Pematahan dormansi yang dilakukan adalah metode kimiawi menggunakan larutan KNO3 dan H2O (air panas). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perlakuan larutan yang tepat pada benih cabai rawit, mengetahui genotip terbaik dari beberapa macam cabai rawit dan interaksi antara larutan dan genotip yang digunakan. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga bulan Mei 2019 di green house dan laboratorium Pemuliaan Tanaman, jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Pada penelitian ini, diuji 3 genotip (CRUB2, CRUB3, CRUB4) dan 1 varietas (Varietas Manteb) dengan menggunakan 1 kontrol, 3 perlakuan air panas dengan suhu awal 500C selama 30, 60 dan 90 menit, kemudian larutan KNO3 dengan konsentrasi 1%, 1,5% dan 3%. Perlakuan larutan menunjukkan perendaman menggunakan H2O dengan suhu awal 500C  dapat meningkatkan daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum dan index vigor benih. CRUB4 merupakan genotip yang mampu memberikan hasil terbaik serta terdapat interaksi antar perlakuan pada karakter keceptan tumbuh dan index vigor benih.
Uji Daya Hasil Pendahuluan 8 Galur Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L.) Purnomo, Sekar Yulianti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1487

Abstract

Bayam merupakan salah satu jenis tanaman herba yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya pada jenis bayam cabut (Amaranthus tricolor L.). Bayam kaya akan kandungan vitamin diantaranya ialah vitamin A, B2, B6, B12, C, K, mangan, magnesium, zat besi, kalsium, kalium, dan fosfor. Selain kaya akan vitamin, rasanya yang manis, bertekstur lembut dan dapat memberikan sensasi dingin pada perut membuatnya disukai oleh sebagian besar masyarakat. Sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman bayam dilakukan perakitan varietas unggul. Varietas unggul merupakan suatu hasil pemuliaan tanaman dimana memiliki satu atau lebih keunggulan salah satunya ialah berdaya hasil yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil dan juga mendapatkan galur-galur harapan terbaik pada 6 galur harapan bayam cabut (Amaranthus tricolor L.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada lahan penelitian di Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Karang Ploso, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan ialah 6 genotip bayam, yakni Gh1, Gh2, Gh3, Gm1, Gm2, Gm3 dan varietas pembanding Belang dan Maestro. Karakter yang diamati yaitu kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan galur Gh3 dan Gm2 memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dari galur lainnya. Kedua galur tersebut memiliki potensi yang sama dengan dua varietas pembanding, yaitu Maestro dan Belang. Selain itu, galur Gh3 dan Gm2 memiliki rasa yang tidak pahit dan beraroma daun bayam. Namun memiliki perbedaan tekstur, pada Gh3 memiliki tekstur yang lembut sedangkan pada Gm2 memiliki tekstur yang tidak lembut. Potensi hasil Galur Gh3 dan Gm2 dapat dikembangkan menjadi varietas unggul.
Respon Seleksi Massa Terhadap Komponen Hasil dan Hasil Tiga Populasi Bayam Cabut (Amaranthus tricolor L.) Mawardani, Putri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1492

Abstract

Bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayur daerah tropis di Indonesia. Bayam cabut terdiri dari dua jenis yaitu bayam merah dan bayam hijau. Tanaman bayam memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Produktivitas bayam di Indonesia masih tergolong rendah. Banyaknya manfaat yang diperoleh dari bayam ini mengindikasi adanya potensi yang harus dikembangkan secara lebih lanjut untuk meningkatkan produksi tanaman. Sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan produktivitas salah satunya adalah seleksi massa. Seleksi massa adalah metode seleksi dengan memilih tanaman yang berpenampilan fenotipe sesuai yang diinginkan dari populasi random mating.  Tujuan dari penelitian ini yaitu menduga respon seleksi massa pada karakter komponen hasil dan hasil bayam cabut. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Karang Ploso, Malang pada bulan bulan Juni 2020 sampai dengan Agustus 2020. Penelitian disusun dengan menggunakan metode single plant. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat respon seleksi yang berbeda. Nilai respon seleksi  populasi AT 1 lebih tinggi dari populasi AT 2 dan AT 3 pada karakter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan bobot segar tanaman. Hal ini menunjukan bahwa keragaman populasi AT 1 masih beragam sedangkan pada populasi AT 2 dan AT 3 sudah cukup seragam.
Interaksi Empat Genotipe Sawi Putih (Brassica pekinesia L.) Pada Tiga Lokasi Mustofa, Age Maulal; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1499

Abstract

Sawi putih (Brassica pekinesia L.) merupakan salah satu jenis sayuran daun daerah tropis seperti di Indonesia. Budidaya sawi putih dapat dilakukan di beberapa tipe lokasi, yaitu lahan dengan ketinggian tempat yang beragam yaitu antara 1000-1200 m dpl, tanaman sawi kurang tahan dengan hawa yang terlalu panas oleh karena itu tanaman sawi putih juga dapat tumbuh pada suhu yang sejuk yang berkisar antara 15-20°C. Penelitian ini bertujuan mengetahui penampilan pada empat genotip sawi putih yang ditanam pada tiga lokasi berbeda dan mengetahui interaksi genotip dengan lingkungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan empat genotip sawi putih diulang sebanyak empat kali pada tiga lokasi. Ketiga lokasi penelitian antara lain di Karangploso Kabupaten Malang, Dusun Junggo Kota Batu, dan Nongkojajar Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2020. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, karakter tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, lebar daun, panjang krop, berat krop, diameter krop dan potensi hasil dipengaruhi oleh genotip dan lokasi.
Keragaman Genetik Dan Fenotip Pada Dua Populasi Bayam Hijau (Amaranthus hybridus L.) Jauhari, Thontowi; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1516

Abstract

Bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan  ini dikenal  sebagai  sayuran  sumber  zat besi  yang  penting. Berdasarkan tingkat potensial produksi bayam, produktivitas bayam di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan produktivitas tanaman bayam tetap stabil ialah dengan penggunaan varitetas unggul. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2020 yang bertempat di Kelurahan Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode petak tunggal. Berdasarkan hasil penelitian populasi By3 dan By7 memiliki nilai keragaman fenotip dan genetik yang rendah pada karakter tinggi tanaman, diameter batang, bobot segar tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Populasi By3 dan By7 memiliki nilai keragaman fenotip dan genetik yang rendah pada karakter tinggi tanaman, diameter batang, bobot segar tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Nilai keragaman rendah menunjukkan bahwa kedua populasi memiliki tampilan seragam secara fenotip maupun genetik. 
Potensi Hasil Dan Deskripsi Enam Genotip Bayam (Amaranthus tricolor L.) Hasil Seleksi Galur Dan Seleksi Massa Fari, Zalfa Salsabila; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 9 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1584

Abstract

Sayuran merupakan salah satu bahan makanan yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan gizi manusia. Salah satu komoditas sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat yaitu bayam. Terdapat penurunan hasil produksi dari bayam di tingkat nasional. Pemuliaan tanaman bayam diperlukan untuk mendapatkan varietas bayam baru yang memiliki hasil produksi tinggi. Seleksi yang telah dilakukan dalam proses pemuliaan tanaman telah menghasilkan beberapa genotip yang sesuai dengan tujuan pemuliaan. Sebelum suatu genotip terpilih dari seleksi galur dan seleksi massa didaftarkan menjadi varietas, harus diketahui potensi hasil dan karakter penciri dari setiap genotip. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dari genotip pada kedua metode seleksi  mana yang memiliki potensi hasil lebih tinggi, dan untuk mengetahui karakter penciri dari masing-masing genotip yang dapat diketahui melalui deskripsi. Penelitian dilakukan di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung Kabupaten Malang dari bulan Januari 2021-April 2021. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak kelompok yang memiliki 6 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil seleksi galur memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dibandingkan hasil seleksi massa. Selain itu setiap genotip memiliki karakter penciri yang menjadi pembeda antara satu dengan lainnya yang dapat dilihat dari sifat kualitatifnya.
Korelasi dan Sidik Lintas Karakter Kuantitatif Sepuluh Varietas Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) Terhadap Cekaman Genangan Fase Vegetatif Al-Jabbar, Bambang; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1608

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.)  merupakan komoditas tanaman pangan penting di Indonesia yang bernilai gizi tinggi. Produksi dan kualitas hasil kacang hijau berpotensi menurun dikarenakan perubahan pola dan intensitas curah hujan yang menyebabkan kondisi kelebihan air atau lahan tergenang. Salah satu upaya pengembangan kacang hijau yang toleran terhadap kondisi cekaman genangan dapat dilakukan melalui kegiatan evaluasi toleransi berbagai varietas kacang hijau yang telah dilepas sebagai sumber plasma nutfah untuk memperoleh genotip kacang hijau yang toleran terhadap cekaman genangan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah  untuk mengetahui karakter yang berkorelasi terhadap ketahanan kacang hijau pada kondisi cekaman genangan di fase vegetatif dengan mencari tahu keeratan hubungan karakter bobot kering akar terhadap karakter lainnya yang menjadi indikator berlangsungnya mekanisme toleransi kacang hijau terhadap cekaman genangan. Kegiatan penelitian berlangsung di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (BALITKABI), Jl. Raya Kendalpayak Km.8, Kecamatan Pakisaji, Kota Malang, Jawa Timur dari bulan Mei 2021 hingga Juli 2021. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok terhadap 10 varietas kacang hijau dengan taraf penggenangan selama 10 hari ketika tanaman telah berusia 20 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks klorofil daun, volume akar, berat kering batang, berat kering daun, dan luas daun berkorelasi positif terhadap karakter berat kering akar. Selain itu diketahui pula bahwa karakter berat kering daun memiliki pengaruh langsung terbesar terhadap berat kering akar per tanaman, sedangkan karakter berat kering batang memiliki pengaruh langsung terhadap karakter bobot biji per tanaman.
Co-Authors Abdillah Syahroni, Abdillah Adiredjo, Afifuddin Latif Afandi, Sutanto Wahyu Afandiyah, Gioniva Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Akbar Prima Utomo Al-Jabbar, Bambang Alghofar, Wildan Arif Alghofar, Wildan Arif Ally, Amalia Azizah Ally, Amalia Azizah Anasari, Nofia Rizki Anasari, Nofia Rizki Andy Soegianto Anggraini, Yulinar Diah Anggraini, Yulinar Diah Annisa Farhah Resdiyanti Annisa, Lailil Fitra Apri Sulistyo Ariefa, Astritia Rizky Ariefa, Astritia Rizky Arif, Muhamat Arifin, Muhammad Farid Arifin, Muhammad Farid Aritonang, Ahmad Madani Aritonang, Ahmad Madani Armach S., Siti Armach S., Siti Armandoni, Eggy Akhmad Ayu Wulandari, Panca Ida Ayu Wulandari, Panca Ida Aziz Rifianto Bagus Muhamad Arif Basuki, Nur Budi Waluyo Chaireni Martasari Chaireni Martasari Charolin Pebrianti Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Desti Margi Utami, Desti Margi Dwi, Afpia Dwi, Afpia Dzikrulloh, Fariz Al Eggy Akhmad Armandoni Emy Sulistyowati Fahriz, Muharshal Fahriz, Muharshal Fajaryanto, Budisatria Fari, Zalfa Salsabila Farida Yulianti Fatimah, Nikmatul Fatimah, Nikmatul Gioniva Afandiyah Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hadi, Shabrina Kusuma Hasanah, Binti Hasanah, Binti Idayanti Idayanti Idayanti, Idayanti Indah, Ayu Nurlaila Indah, Ayu Nurlaila Iriani, Yoanita Fadlilah Iriani, Yoanita Fadlilah Isnasa, Irsanty Nadya Isnasa, Irsanty Nadya Izmi Yulianah Jauhari, Thontowi Kartikasari, Dasa Novi Kartikasari, Dasa Novi Khairiyah, Lulu Lazimatul Kusuma, Devi Mira Kusuma, Devi Mira Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailil Fitra Annisa lita soetopo Lita Soetopo Lysandra, Cindy Letitia Lysandra, Cindy Letitia Marmadion, Tomy Martasari, Astri Dwi Martasari, Astri Dwi Mawardani, Putri Merintan, Sisca Febriana Merintan, Sisca Febriana Mochammad Dawam Maghfoer Muhamat Arif Muhammad Triant, Wahyu Nur Mustofa, Age Maulal Nedha, Nedha Nedha, Nedha Niken Kendarini Ning Fias, Nofita Ayu Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nofita Ayu Ning Fias, Nofita Ayu Novita, Silvia Rizky Nur Basuki Nurhayati, Etik Nurhayati, Etik Nurussintani, Widya Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Palandro, Nadhea Pebrianti, Charolin Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetya, Widdi Prasetya, Widdi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Riko Aditya Pratama, Riko Aditya Pratiwi, Wahyunita Pratiwi, Wahyunita Purnomo, Sekar Yulianti Rachmawati, Rizia Yasminda Rahayu, Fefira Suci Rahayu, Fefira Suci Rahmi Kusuma Wardhani Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Reza, Nisrina Saraswati Rifianto, Aziz Rizia Yasminda Rachmawati Rizki Ramadhani Santana, Harwin Santana, Harwin Sari, Syama Putri Selviana, Lila Selviana, Lila Septilia, Yufita Septilia, Yufita Shabrina Kusuma Hadi Sholeh, Aziz Sholeh, Aziz Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Sulistyowati, Emy Sumeru Ashari Sutanto Wahyu Afandi Suyuti, Ivan Syahroni, Abdillah Tomy Marmadion Tursilawati, Syehlania Tursilawati, Syehlania Utomo, Akbar Prima Wahyu Nur Muhammad Triant, Wahyu Nur Wahyudi, Alief Rodhlian Wahyudi, Alief Rodhlian Wardhani, Rahmi Kusuma Wibowo, Tiara Rizki Wibowo, Tiara Rizki Widya Nurussintani Wijaya, Syamsu Agung Wijaya, Syamsu Agung Wulananggraeni, Retno Wulananggraeni, Retno Yulianti, Farida Yusvita Maulidia Rahmi