Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal JKFT

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KEJADIAN RAWAT INAP ULANG PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RSU KABUPATEN TANGERANG Annisaa Fitrah Umara; Elly Purnamasari; Usniah Usniah
Jurnal JKFT Vol 1, No 2 (2016): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v2i2.65

Abstract

Prevalensi penyakit gagal jantung di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat, pasien gagal jantung kongestif sering kembali untuk rawat inap ulang di rumah sakit karena  adanya  kekambuhan.  Tujuan  penelitian  ini  mengetahui hubungan  kepatuhan minum obat dengan kejadian rawat inap ulang pasien gagal jantung  kongestif  Di  RSU Kabupaten   Tangerang. Desain penelitian ini adalah korelasional yaitu mengkaji hubungan antar variabel, dengan pendekatan cross sectional jumlah sampel sebanya 28 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner MMAS-8 yang berisi pertanyaan  kepatuhan  minum  obat  dan  melihat  rekam  medis  (RM)  atau  lembar observasi untuk kejadian rawat inap ulang, data diolah menggunakan aplikasi (SPSS16).  Hasil    penelitian  mayoritas  responden  berusia  56-60  sebanyak  9  responden (32,2%). Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 16 responden (57,1). Mayoritas responden berpendidikan SMP sebanyak 12 responden (42,9%). Mayoritas  responden   tidak   bekerja   sebanyak   24   responden   (85,7%).  Mayoritas responden mengkonsumsi obat ACE Inhibitor sebanyak 14 responden (50,0%). Berdasarkan kepatuhan minum obat mayoritas responden tidak patuh mengkonsumsi obat sebanyak 21 responden (75,0%). Berdasarkan kejadian rawat inap ulang mayoritas responden mengalami rawat inap tinggi sebanyak 27 responden (96,4%).   Hasil   uji statistik  menggunakan  Chi-Square  diperoleh  p  =  0,557  (p  value  > 0,05)  maka  Ho diterima artinya tidak ada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kejadian rawat inap ulang pada pasien gagal jantung kongestif di RSU Kabupaten Tangerang. Diharapkan untuk dapat meningkatkan pengawasan terhadap pasien pada saat minum obat, memberikan konseling secara bertahap, serta mengobservasi pasien minum obat di depan perawat.
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT STRES PADA SISWA SMK KESEHATAN X Shieva Nur Azizah Ahmad; Elly Purnamasari; Dini Dwi Suryani
Jurnal JKFT Vol 6, No 1 (2021): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v6i1.5215

Abstract

Stres merupakan fenomena psikofisik yang manusiawi. Stres yang paling umum dialami siswa merupakan stres dalam bidang akademik. Stres di bidang akademik memiliki dampak negatif yaitu terhadap kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stres pada siswa SMK Kesehatan X. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel random sampling. Sampel penelitian berjumlah 106 responden. Analisa data dengan Analisa Chi-Square. Hasil penelitian  menunjukkan sebesar 61,3% responden dengan kategori dukungan keluarga tinggi dan sebesar 38,7% responden dengan kategori dukungan keluarga rendah. Hasil tingkat stres dengan katogori rendah sebesar 51,9% responden dan tingkat stres dengan kategori tinggi sebesar 48,1% responden. Penelitian ini menunjukkan  terdapat hubungan yang positif antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada siswa SMK Kesehatan X dengan nilai p value = 0,000 ≤  0,05). Hal ini berarti dukungan keluarga memiliki peran dalam mengurangi stres pada siswa SMK Kesehatan X.  agar dapat menyelesaikan tahapan akademik. Penelitian ini diharapkan sebagai acuan dalam membina siswa dalam menghadapi permasalahan stress dalam belajar serta tidak adanya dukungan keluarga pada siswa sehingga siswa memiliki koping positif untuk berprestasi dalam pembelajaran.
DUKUNGAN KELUARGA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE DI RUMAH SAKIT Imas Yoyoh; Eriyono Budi Wijoyo; Elly Purnamasari; Popy Irawati; Ahmad Burhanudin
Jurnal JKFT Vol 6, No 2 (2021): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v6i2.5753

Abstract

Jumlah 17,5 juta jiwa atau setara dengan 31% dari angka kematian di dunia disebabkan oleh penyakit jantung. Sedangkan 7,2 % penduduk Indonesia menderita penyakit jantung. Fenomena kematian pasienCongesive Heart Failure di Rumah Sakit MayapadaTangerang juga meningkat 5% setiap tahun seiring dengan bertambahnya usia pasien, dengan jumlah kematian terbanyak terjadi pada pasien laki-laki dibandingkan dengan pasienCongesive Heart Failure pada pasien wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasienCongesive Heart Failure di Rumah Sakit Mayapada Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat deskriptif dan desain Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 101 orang responden. Hasil analisis tabulasi silang, menunjukan bahwa sebagian besar dukungan keluarga tergolong sudah baik dan kualitas hidup juga sudah baik.Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,017 dan Odds Rasio 3,27 (1,32-8,13), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien Congesive Heart Failure di Rumah Sakit MayapadaTangerang. Hasil penelitian ini diharapkan perawat dapat melaksanakan peran sebagai edukator saat di poliklinik, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup pasien yang terdiagnosis gagal jantung.Jumlah 17,5 juta jiwa atau setara dengan 31% dari angka kematian di dunia disebabkan oleh penyakit jantung. Sedangkan 7,2 % penduduk Indonesia menderita penyakit jantung. Fenomena kematian pasienCongesive Heart Failure di Rumah Sakit MayapadaTangerang juga meningkat 5% setiap tahun seiring dengan bertambahnya usia pasien, dengan jumlah kematian terbanyak terjadi pada pasien laki-laki dibandingkan dengan pasienCongesive Heart Failure pada pasien wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasienCongesive Heart Failure di Rumah Sakit Mayapada Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat deskriptif dan desain Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 101 orang responden. Hasil analisis tabulasi silang, menunjukan bahwa sebagian besar dukungan keluarga tergolong sudah baik dan kualitas hidup juga sudah baik.Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,017 dan Odds Rasio 3,27 (1,32-8,13), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien Congesive Heart Failure di Rumah Sakit MayapadaTangerang. Hasil penelitian ini diharapkan perawat dapat melaksanakan peran sebagai edukator saat di poliklinik, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup pasien yang terdiagnosis gagal jantung.
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT STRES PADA SISWA SMK KESEHATAN X Shieva Nur Azizah Ahmad; Elly Purnamasari; Dini Dwi Suryani
Jurnal JKFT Vol 6, No 1 (2021): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v6i1.5212

Abstract

Stres merupakan fenomena psikofisik yang manusiawi. Stres yang paling umum dialami siswa merupakan stres dalam bidang akademik. Stres di bidang akademik memiliki dampak negatif yaitu terhadap kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stres pada siswa SMK Kesehatan X. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel random sampling. Sampel penelitian berjumlah 106 responden. Analisa data dengan Analisa Chi-Square. Hasil penelitian  menunjukkan sebesar 61,3% responden dengan kategori dukungan keluarga tinggi dan sebesar 38,7% responden dengan kategori dukungan keluarga rendah. Hasil tingkat stres dengan katogori rendah sebesar 51,9% responden dan tingkat stres dengan kategori tinggi sebesar 48,1% responden. Penelitian ini menunjukkan  terdapat hubungan yang positif antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada siswa SMK Kesehatan X dengan nilai p value = 0,000 ≤  0,05). Hal ini berarti dukungan keluarga memiliki peran dalam mengurangi stres pada siswa SMK Kesehatan X.  agar dapat menyelesaikan tahapan akademik. Penelitian ini diharapkan sebagai acuan dalam membina siswa dalam menghadapi permasalahan stress dalam belajar serta tidak adanya dukungan keluarga pada siswa sehingga siswa memiliki koping positif untuk berprestasi dalam pembelajaran.