Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EXPLORING THE ROLE OF SHARIA-BASED SOCIAL MEDIA REPUTATION IN SHAPING BANK ALADIN SYARIAH'S CUSTOMER TRUST Supriadi; Nur Isra' Ahmad; Ismawati; Asyraf Mustamin
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 4 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/ri.v4i3.457

Abstract

The main purpose of this study is to explore the role of social media reputation in shaping customer trust in Bank Aladin Syariah. The research method used in this study is qualitative and exploratory. The data in this study was collected through in-depth interviews with customers who actively follow Bank Aladin Syariah's Instagram account, as well as observations of content uploaded by banks. The analysis is carried out in several stages, namely determining the topic, coding the data, grouping data by category and finally formulating conclusions. The three main findings that emerged from this exploration are: first, the credibility of the content is the foundation of trust. Second, visual branding that carries a modern and Islamic image. Third, the interactivity and responsiveness of the Bank Aladin Syariah Instagram account. The findings highlight that social media plays a strategic role in building value-based trust rather than mere promotion. Bank Aladin Syariah should manage its digital reputation through credible content, appealing visuals, and interactive communication. The study’s limitation lies in its focus on Instagram and predominantly young informants, suggesting future research across platforms with more diverse participants. This study has originality because it examines in depth the role of Sharia-based social media reputation in shaping customer trust in Bank Aladin Syariah. The focus on the Instagram platform provides a unique contribution, considering that this visual-interactive social media is rarely studied specifically in the context of digital Islamic banking.
Penerapan Customer Relationship Management Dalam Menjaga Loyalitas Nasabah Pada Bank BSI Capem Pinrang Siti Fatimah; Surahmi; Nuraeni Gani; Ismawati
BJRM (Bongaya Journal of Research in Management) Vol. 9 No. 2 (2026): BJRM (Bongaya Journal of Research in Management)
Publisher : LPPM STIEM BONGAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37888/bjrm.v9i2.983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Customer Relationship Management (CRM) dalam menjaga loyalitas nasabah pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Pinrang, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta memberikan solusi atas kendala penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang meliputi kepala cabang, staf pemasaran, customer service, teller, dan nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CRM di BSI KCP Pinrang mencakup tiga dimensi utama, yaitu people, proses, dan teknologi. Dimensi people menekankan profesionalisme, sikap ramah, kejujuran, dan kedisiplinan staf dalam melayani nasabah. Dimensi proses meliputi pengelolaan data nasabah, analisis kebutuhan, dan pengembangan program pelayanan. Dimensi teknologi mendukung integrasi data dan kemudahan akses informasi bagi nasabah. Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber daya manusia yang berkompeten, kurangnya pemanfaatan teknologi secara maksimal, dan hambatan komunikasi dengan nasabah. Solusi yang diusulkan meliputi pelatihan berkelanjutan bagi pegawai, optimalisasi sistem teknologi informasi, serta peningkatan strategi komunikasi yang personal dan transparan. Penerapan CRM yang efektif terbukti mampu meningkatkan kepuasan, membangun kepercayaan, dan memperkuat loyalitas nasabah, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan BSI KCP Pinrang.
Relasi Nilai Budaya Dan Kepercayaan Terhadap Minat Masyarakat Pada Bank Syariah Ismawati; Muh. Suherman K; Siti Radiatul Az-Zahra
Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Islamic banking sector in Indonesia is a vital part of the country's growing financial system. As the country with the largest Muslim population, Indonesia has vast market potential. However, public participation is still below par compared to conventional banks. This gap suggests deeper factors beyond the technical side that influence public perception, particularly the strong influence of cultural values ​​and belief systems in daily life. Indonesians tend to base their decisions on traditions, social customs, and religious principles. In this context, Islamic banks are seen not only as venues for economic transactions but also as institutions that must align with the moral and spiritual identities of their users. A lack of widespread understanding of the principle of profit-sharing and the prohibition of usury (riba) often creates doubts among communities with strong religious values. This study used qualitative methods with a descriptive analysis approach to explore this relationship. The results concluded that interest in Islamic banks is driven more by alignment with cultural identity and religious beliefs than simply material gain. However, this potential is hampered by a still-low technical understanding. Therefore, it is recommended that future researchers examine local cultural uniqueness more specifically. For banking practitioners, it is recommended to switch to a marketing strategy based on local wisdom to strengthen emotional closeness with the local community so that Islamic banking is more easily accepted widely. Abstrak Sektor perbankan syariah di Indonesia merupakan bagian penting dari sistem keuangan nasional yang terus tumbuh. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia memiliki potensi pasar luas. Namun, tingkat partisipasi masyarakat belum optimal dibandingkan bank konvensional. Kesenjangan ini menunjukkan adanya faktor mendalam di luar sisi teknis yang memengaruhi persepsi masyarakat, terutama kuatnya pengaruh nilai budaya dan sistem kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Indonesia cenderung mengambil keputusan berdasarkan tradisi, kebiasaan sosial, dan prinsip religi. Dalam konteks ini, bank syariah tidak hanya dilihat sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga lembaga yang harus selaras dengan identitas moral dan spiritual penggunanya. Kurangnya pemahaman merata mengenai prinsip bagi hasil dan larangan riba sering kali menciptakan keraguan bagi masyarakat yang memiliki nilai religi kuat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif untuk mendalami hubungan tersebut. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa minat pada bank syariah lebih didorong oleh keselarasan identitas budaya dan keyakinan religi daripada sekadar keuntungan materi. Namun, potensi ini terhambat oleh pemahaman teknis yang masih rendah. Oleh karena itu, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengkaji keunikan budaya lokal secara lebih spesifik. Bagi praktisi perbankan, disarankan beralih ke strategi pemasaran berbasis kearifan lokal atau local wisdom guna memperkuat kedekatan emosional dengan masyarakat setempat agar perbankan syariah lebih mudah diterima secara luas.