Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Analisis Implementasi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar di Rumah Sakit Umum Tipe B Astuti, Amy Arbaatun Nisa; Purnomo, Muhammad; Purnomo, Jeki
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan penting Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh dan adil adalah dengan ditetapkannya Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Implementasi Kebijakan KRIS dilakukan secara bertahap hingga 30 Juni 2025 dan dilaksanakan oleh seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan salah satunya Rumah Sakit Umum Tipe B di Kabupaten X. Rumah Sakit tersebut mengalami peningkatan jumlah pasien khususnya pasien BPJS Kesehatan dari tahun sebelumnya akan tetapi masih menerapkan sistem kamar rawat inap 3 kelas. Penelitian bertujuan mengkaji implementasi KRIS di rumah sakit tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan informan penelitian yang terdiri dari Kepala Bidang Pelayanan Medis, Kepala Bagian Umum, Kepala Bagian Keuangan dan Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Pengambilan data melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Keberhasilan implementasi KRIS pada Rumah Sakit dinilai melalui empat aspek yang diadaptasi dari Teori George C. Edwards III dan didapatkan hasil terjalinnya komunikasi efektif, disposisi implementor cukup baik, struktur birokrasi yang jelas, sumber daya manusia memadai sementara belum ada anggaran dan Tim Internal khusus KRIS.
Hubungan Motivasi Kerja dan Kompetensi Perawat dengan Kinerja Perawat Fitriyani, Riska Dwi; Purnomo, Muhammad; Mardiana, Sri Siska
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja perawat merupakan elemen penting dalam pelayanan kesehatan dan sangat memengaruhi kualitas layanan kepada pasien di klinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan kompetensi perawat dengan kinerja perawat di Klinik Pratama Ibnu Sina Jepara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, yaitu seluruh anggota populasi yang berjumlah 31 perawat dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat, dengan uji korelasi Spearman's rho. Hasil menunjukkan bahwa 58,1% perawat memiliki motivasi kerja tinggi dan 54,8% meqmiliki kompetensi yang baik. Namun demikian, sebanyak 51,6% menunjukkan kinerja yang tidak baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat dan signifikan antara motivasi kerja p = 0,001 (p<0,05) (r = 0,823) dan kompetensi perawat p = 0,001 (p<0,05) (r = 0,879) dengan kinerja perawat. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi dan kompetensi perawat, maka semakin baik pula kinerja yang ditampilkan dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Hubungan Penerapan Komunikasi SBAR dengan Mutu Operan Jaga di Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus Aryanti, Yulia; Purnomo, Muhammad; Mardiana, Sri Siska
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk komunikasi yang relevan dalam konteks ini adalah SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation), yang merupakan sebuah sistem komunikasi yang dirancang untuk memberikan informasi secara singkat, jelas, dan terstruktur antara anggota tim medis. Penerapan SBAR dapat membantu meningkatkan efektivitas komunikasi dalam berbagai situasi, termasuk saat melakukan operan jaga antar tenaga medis yang berganti shift. Dalam proses operan jaga, informasi yang tepat dan akurat sangat penting untuk menjamin keselamatan pasien, dan memastikan bahwa kondisi pasien dipahami dengan baik oleh tenaga medis yang bertugas selanjutnya. Dampak dari operan jaga yang buruk dapat menyebabkan ketidaktepatan informasi, terjadinya miskomunikasi antar tenaga medis, atau kelalaian dalam pengawasan pasien yang dapat berakibat fatal. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan penerapan komunikasi SBAR dengan kelengkapan informasi selama operan jaga. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus, populasi dan sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 60 responden. Teknik sampling menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen lembar ceklis observasi SBAR dan kuesioner operan jaga. Prosedure penelitian yaitu merekrut responden, memberikan penjelasan tujuan, dan meminta persetujuan responden untuk mengisi kuesioner. Analisis data menggunakan uji kai kuadrat (Chi Square) dengan tingkat kermaknaan = 0,05.
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Sridamayanti, Kardina Putri; Purnomo, Muhammad; Karyati, Sri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rawat inap merupakan salah satu layanan rumah sakit dan tempat dengan interaksi yang tinggi antara petugas dengan pasien yang memungkinkan terjadinya kesalahpahaman yang mengakibatkan ketidakpuasan terhadap layanan jika tidak tertangani dengan baik. Kualitas pelayanan merupakan sejumlah fitur dan karakteristik layanan yang bergantung pada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan kepuasan pasien adalah evaluasi konsumen atas pengalaman konsumsi mereka, baik terhadap barang atau jasa yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien rawat inap. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 85 respoonden, menggunakan kuisioner ServQual dan Kuesioner Kepuasan Pasien 2017 (KKP-2017) Format 10. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui hubungan antar variable. Hasil: terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien rawat inap dengan p value 0,000. Kesimpulan: kualitas pelayanan berhubungan erat denga kepuasan pasien sehingga evaluasi berkala perlu dilakukan untuk menjaga kualitas dari rumah sakit.
Asuhan Keperawatan pada an. Z dengan Kasus Bronkopneumonia Diruang Catleya II RSUD RAA Soewondo Pati Istiqomah, Nurul; Purnomo, Muhammad; Mashitoh, Anny Rosiana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkopneumonia merupakan salah satu infeksi saluran pernapasan akut yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Anak usia balita memiliki kerentanan yang tinggi terhadap penyakit ini akibat sistem imun yang belum sempurna dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Studi Kasus ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada An. Z dengan kasus bronkopneumonia di Ruang Catleya II RSUD RAA Soewondo Pati. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang mencakup pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil kajian menunjukkan tiga masalah keperawatan utama, yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, hipertermia, dan defisit nutrisi. Intervensi keperawatan dilakukan melalui kombinasi tindakan mandiri dan kolaboratif, termasuk penggunaan nebulizer, fisioterapi dada, latihan pernapasan dalam dan batuk efektif. Penekanan juga diberikan pada peran keluarga dalam perawatan anak. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa pemberian asuhan keperawatan yang tepat dan holistik dapat mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi lebih lanjut pada pasien anak dengan bronkopneumonia. Studi kasus ini diharapkan menjadi referensi bagi praktik keperawatan pediatrik serta dasar dalam pengembangan SOP dan kebijakan kesehatan anak yang lebih baik.
Asuhan Keperawatan pada Ny. A dengan Diagnosa Subarachnoid Hemorrhage ec. Cerebral Aneurysm Rupture di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Oktavian, Ozzy Putri; Faridah, Umi; Purnomo, Muhammad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subarachnoid Hemorrhage merupakan kondisi kegawatdaruratan neurologis yang di tandai adanya perdarahan pada ruang subarachnoid yang disebabkan oleh rupture aneurisma serebral. Sebanyak 6,6 juta orang mengalami kematian akibat penyakit serebrovaskular di seluruh dunia dan 3,3 juta orang meninggal karena stroke iskemik, 2,9 juta meninggal karena perdarahan intraserebral, dan 0,4 juta meninggal disebabkan perdarahan subarachnoid. SAH memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi, serta memerlukan penanganan segera dan tepat. Penyakit ini sering muncul secara mendadak dengan gejala khas berupa nyeri kepala hebat mendadak yang disebut sebagai "the worst headache of my life", disertai penurunan kesadaran, mual, muntah, hingga kejang. Studi kasus bertujuan memberikan gambaran mengenai asuhan keperawatan pada Ny. A yang dirawat di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan diagnosa Subarachnoid Hemorrhage akibat rupture aneurisma serebral. Pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Beberapa masalah keperawatan yang ditemukan yaitu penurunan perfusi serebral, risiko tinggi terjadinya perdarahan ulang, risiko tinggi vasospasme, dan gangguan pola napas. Penatalaksanaan keperawatan difokuskan pada stabilisasi kondisi neurologis pasien, pemantauan tanda-tanda vital, pemberian terapi sesuai instruksi medis, serta edukasi keluarga pasien mengenai kondisi dan perawatan lanjutan. Hasil dari asuhan keperawatan menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien secara bertahap dengan stabilisasi tanda vital dan kesadaran. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan kasus SAH, serta meningkatkan kewaspadaan perawat terhadap komplikasi yang dapat terjadi.
Asuhan Keperawatan pada Ny. P dengan Diagnosa Medis Sirosis Hepatis di Ruang Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Apriliani, Santina; Faridah, Umi; Purnomo, Muhammad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sirosis hepatis adalah penyakit hati kronis yang ditandai dengan fibrosis luas dan pembentukan nodul regeneratif yang dapat menyebabkan disfungsi hati. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Di Indonesia, sirosis hepatis sering disebabkan oleh infeksi hepatitis B dan C. Di Ruang Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada kasus sirosis hepatis didapatkan jumlah klien yang menderita pada 5 bulan terakhir yaitu dari bulan juni-oktober 2019 sebanyak 35 orang dari 450 klien, kasus sirosis hepatis cukup tinggi sekitar, dengan komplikasi seperti perdarahan saluran cerna, asites, dan gangguan koagulasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada Ny. P dengan diagnosis medis sirosis hepatis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi rekam medis pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ny. P mengatakan tidak nafsu makan, lemas, saat dikaji pasien belum makan dikarenakan puasa tetapi minum sedikit-sedikit, membran mukosa kering dan pucat, terpasang selang NGT, berat badan 45kg, tinggi badan 150cm, aktivitas pasien dibantu keluaganya, hemoglobin 9.7. Diagnosa yang muncul defisit nutrisi diharapkan status nutrisi membaik dilakukan manajemen nutrisi masalah teratasi sebagian, dan intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan masalah teratasi. Kesimpulan: Asuhan keperawatan yang tepat berperan penting dalam meningkatkan status nutrisi dan kualitas hidup pasien dengan sirosis hepatis. Perawat memiliki peran utama dalam memberikan edukasi dan intervensi keperawatan yang efektif guna mencegah komplikasi lebih lanjut.
Asuhan Keperawatan pada Tn. M dengan Kasus Gastroenteritis Akut di Ruang Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Naimah, Siti Fatimatun; Purnomo, Muhammad; Mashitoh, Anny Rosiana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastroenteritis akut merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi tantangan kesehatan global, meskipun dapat dicegah. Penyakit ini memiliki angka kejadian yang tinggi di berbagai negara, termasuk Indonesia. gastroenteritis menyebabkan lebih dari satu miliar kasus setiap tahunnya dengan angka kematian signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada Tn. M dengan kasus Gastroenteritis Akut di Ruang Fresia II RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang mencakup pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil kajian menunjukkan tiga masalah keperawatan utama, yaitu Nyeri Akut, Defisit Nutrisi, dan Hipertermia. Intervensi keperawatan dilakukan melalui kombinasi tindakan mandiri dan kolaboratif, manajemen nyeri untuk meredakan nyeri, manejemen nutrisi untuk mengetahui status nutrisi, dan manajemen hipertermia untuk meredakan panas. Penekanan juga diberikan pada peran keluarga dalam perawatan pasien. Asuhan keperawatan bagi pasien yang menderita gastroenteritis akut diarahkan pada penanganan gejala utama yang mereka alami, yaitu nyeri akut, defisit nutrisi, dan hipertermia. Untuk mengatasi nyeri akut, intervensi dilakukan melalui pengkajian intensitas nyeri secara berkala. Sementara itu, untuk menangani defisit nutrisi yang kurang dari kebutuhan tubuh, intervensi mencakup pemantauan status gizi pasien secara seksama. Adapun untuk hipertermia, fokus intervensi adalah pada pemantauan suhu tubuh secara rutin.
Asuhan Keperawatan pada Tn. H dengan Diagnosa Space Occupying Lession (SOL) di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Wibowo, Ega Bagus; Faridah, Umi; Purnomo, Muhammad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SOL (Space Occupying Lession) atau pembentukan tumor otak terjadi akibat proliferasi sel yang tidak terkendali, baik dari jaringan otak itu sendiri maupun dari selaputnya (meninges). Pertumbuhan ini dapat diklasifikasikan sebagai jinak atau ganas, dan kehadirannya dapat memicu berbagai gejala. kematian pada sel di jaringan otak. Menurut data dari The Global Cancer Observatory ada sebanyak 296,851 kasus kematian di dunia yang disebabkan karena tumor atau kanker otak. Hal ini dapat memerlukan penanganan segera terhadap pasien dengan tumor otak untuk menekan angka mortalitas. Memperoleh gambaran nyata penatalaksanaan asuhan keperawatan pada Ny.L dengan Space Occupying Lession diruang Azalea RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung. Metode Metode yang dilakukan adalah wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi dan study kepustakaan. Didapatkan yaitu Tn.H mengeluh nyeri kepala yang terasa seperti berdenyut dibagian kepala kanan, pusing dan keluhan disertai kelemahan pada anggota gerak kiri sejak 2 minggu, terdapat 3 Diagnosa yang angkat pada penelitian ini Nyeri Akut, Gangguan Mobilitas Fisik dan Resiko Cidera. pada diagnosa Intervensi keperawatan yang diberikan nyeri akut dengan identifikasi skala nyeri, ajarkan teknik relaksasi dan terapi obat oral, berdasarkan diagnosa gangguan mobilitas fisik, pasien dapat diajarkan latihan gerak pasif dan aktif (ROM). Latihan ROM pasif dilakukan dengan bantuan perawat atau orang lain, sementara latihan ROM aktif dilakukan secara mandiri oleh pasien. risiko cidera dengan identifikasi area lingkungan yang berpotensi menyebabkan cedera, anjurkan berganti posisi secara perlahan dan gunakan perangkat pelindung (mis: pengekangan fisik, rel samping, pintu terkunci, pagar) Evaluasi dan analisis tindakan keperawatan yang dilakukan selama 3 hari masalah nyeri akut dan gangguan mobilitas fisik pada pasien telah menunjukkan perbaikan, namun belum sepenuhnya pulih., dan risiko cidera teratasi. Perawatan lebih lanjut dan kerja sama dengan tim medis lain, pasien serta keluarga sangat diperlukan untuk keberhasilan luaran asuhan keperawatan.
Asuhan Keperawatan pada Tn. R dengan Kasus Post Orif Fraktur Costae III, IV, V Dextra Majid, Gigih Amanat; Purnomo, Muhammad; Mashitoh, Anny Rosiana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur costa atau patah tulang iga adalah cedera pada dada karena trauma benda tumpul, tajam atau kondisi patologis yang menyebabkan patah tulang rusuk dan menunjukkan keparahan yang dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Mendokumentasikan Asuhan Keperawatan secara komprehensif pada dengan masalah Post Orif Fraktur Costae III,IV,V Di Ruang Kemuning 5 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang mencakup pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.. Hasil kajian menunjukkan tiga masalah keperawatan utama, yaitu Nyeri Akut, hambatan mobilitas fisik, resiko infeksi. Intervensi keperawatan dilakukan melalui kombinasi tindakan mandiri dan kolaboratif, termasuk relaksasi napas dalam untuk meredakan nyeri, melatih rom aktif dan pasif, serta melakukan ganti balut untuk mencegah terjadinya resiko infeksi. Hasil pengkajian didapatkan tiga diagnose nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (D.0077), gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kerusakan integritas struktur tulang (D.0054), resiko infeksi berhubungan dengan kerusakan integritas kulit (D.0142). Pasien menunjukkan bahwa proses penyembuhan menunjukkan perkembangan yang positif, tanpa adanya masalah seperti infeksi, pneumotoraks, atau pendarahan setelah operasi. Mobilisasi pernapasan serta kemampuan bernapas pasien secara bertahap meningkat, seiring dengan penurunan rasa sakit berkat terapi yang tepat.