Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran relawan dalam pemanfaatan play therapy serta dampaknya terhadap pemulihan psikologis anak korban banjir di Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap relawan, anak-anak, serta orang tua. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan memiliki peran multidimensional sebagai fasilitator, pendamping psikologis, dan motivator dalam pelaksanaan play therapy. Kegiatan bermain yang dirancang secara terstruktur dan adaptif mampu menciptakan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan pengalaman traumatisnya. Dampak dari intervensi ini ditandai dengan menurunnya gejala kecemasan, meningkatnya stabilitas emosi, serta berkembangnya kembali kemampuan interaksi sosial anak. Anak yang sebelumnya menunjukkan perilaku menarik diri, ketakutan berlebih, dan kesulitan mengekspresikan emosi secara bertahap menjadi lebih ceria, komunikatif, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa play therapy merupakan pendekatan efektif dalam intervensi psikososial pascabencana serta memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis kebencanaan melalui optimalisasi peran relawan.