Claim Missing Document
Check
Articles

Difference of Heat Shock Protein 70 Serum Level Between Primary Angle Closure Glaucoma and Open Angle Glaucoma Patients: Indonesia Single Center Experience Mohamad Nurdin Zuhri; Nurwasis Nurwasis; Endang Retnowati; Windhu Purnomo
Folia Medica Indonesiana Vol. 57 No. 3 (2021): September
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.815 KB) | DOI: 10.20473/fmi.v57i3.23601

Abstract

This study aimed to analyze the differences in Hsp 70 serum levels in patients with primary angle-closure compared to patients with open-angle glaucoma at Dr. Soetomo General Academic Hospital, Surabaya, East Java. This cross-sectional study was conducted on 41 subjects divided into 2 groups consisting of 21 patients with primary angle-closure glaucoma and 20 patients with open-angle glaucoma. Anterior segment examination was assessed by slit-lamp biomicroscope examination. Intraocular pressure on both eyes was measured by Perkin’s tonometry. Posterior segment examination was performed with 78 D lens and anterior chamber angle was assessed by goniolens. The serum level of Hsp 70 was assessed using a human Hsp 70 sandwich ELISA kit. The data were statistically analyzed with the Mann-Whitney test. The mean serum levels of Hsp 70 in the primary angle-closure group was 5.55  4.75 ng/ml, while the open-angle group was 3.62  2.39 ng/ml (p = 0.134). There was no difference in Hsp 70 serum levels between the two groups, although the trend obtained serum levels of Hsp 70 patients with primary angle-closure was higher compared to patients with open-angle.
Hubungan Antara Pola Asuh dan Depresi pada Remaja Overweight-Obese Royke Tony Kalalo; Lestari Basoeki; Windhu Purnomo
Jurnal Psikiatri Surabaya Vol. 8 No. 1 (2019): June
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.046 KB) | DOI: 10.20473/jps.v8i1.14480

Abstract

Latar belakang: Gangguan depresi merupakan penyebab ketiga utama mortalitas pada remaja. Prevalensi gangguan depresi pada remaja diperkirakan 6 hingga 20%, dengan angka rekuren 60 sampai 80% di akhir masa remaja. Selain faktor genetik, biologik dan lingkungan sosial, faktor keluarga dalam hal ini pola asuh menjadi faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan depresi pada remaja. Beberapa penelitian melaporkan tingginya gangguan psikiatri pada anak dan remaja yang mengalami overweight-obesitas. Kerentanan depresi yang terjadi pada remaja, terlebih pada remaja yang overweight-obesitas, membuat peneliti menjadikan topik ini sebagai bahasan penelitian dihubungkan dengan tipe pola asuh yang diterima oleh remaja tersebut dari orang tuanya.Tujuan penelitian: Mengetahui prevalensi masing-masing tipe pola asuh dan menganalisis hubungan antara pola asuh dan depresi pada remaja overweight-obese di salah satu SMA swasta Surabaya.Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan bentuk cross sectional terhadap remaja overweight-obese di salah satu SMA swasta di Surabaya dan menggunakan metode analisis statistik korelasional. Tehnik pengambilan sampel secara simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), Children Depression Inventory (CDI) dan Parental Authority Questionairre (PAQ).Hasil: Didapatkan 133 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan karakteristik responden menurut kategori Indeks Massa Tubuh (IMT), didapatkan bahwa kategori overweight sebesar 105 responden (78,9%) dan kategori obesitas sebesar 28 responden (21,1%). Berdasarkan kategori skor Children Depression Inventory (CDI), didapatkan 107 responden (80,5%) dengan skor CDI 0-12 yang berarti tidak didapatkan gejala depresi dan 26 responden (19,5%) dengan skor CDI >12 yang berarti didapatkan gejala depresi. Uji analisis korelasi tidak didapatkan hubungan antara pola asuh ayah dan depresi pada remaja overweight-obese dengan nilai p=0,265 juga tidak didapatkan hubungan antara pola asuh ibu dan depresi pada remaja overweight-obese di salah satu SMA swasta Surabaya, dengan nilai p = 0,119.Simpulan: Didapatkan prevalensi tipe pola asuh ayah : otoritatif/demokratis 55,6%, otoriter 11,3%, permisif 12,0%, demokratis dan otoriter 3,0%, demokratis dan permisif 5,3%, otoriter dan permisif 2,3% serta demokratis dan otoriter dan permisif 10,5%. Untuk prevalensi tipe pola asuh ibu : otoritatif/demokratis 63,2%, otoriter 9,0%, permisif 10,5%, kombinasi demokratis dan otoriter 0,8%, demokratis dan permisif 3,0%, otoriter dan permisif  0% serta demokratis dan otoriter dan permisif 13,5%. Tidak didapatkan hubungan antara pola asuh dan depresi pada remaja overweight-obese.
Intrapersonal Factors Relationship in Adolescent Pregnancy Nyoman Anita Damayanti; Yuly Sulistyorini; Windhu Purnomo; Rachmat Hargono; Iswari Hariastuti; Diyah Herowati; Mardiyono Mardiyono; Udin Kurniawan Aziz; Wandera Ahmad Religia
Populasi Vol 30, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp.75798

Abstract

IDHS (2017) shows that there is most unwanted pregnancy among young women in the age group of 15-19 years (16.4%). The unwanted pregnancy can be caused by several factors. Malang Regency had a 15-19 year ASFR of 47.71 in 2018, which was higher than the national target. For this reason, it is significant to conduct research for addressing adolescent pregnancy and to analyze the relationship between interpersonal factors (level of education, employment status, and dating experience) and adolescent pregnancy. The researchers used a case-control design in 50 villages in 15 subdistricts of Malang District. The respondents consisted of 114 adolescent women (20-25 years old) divided into case groups (who had been pregnant at age 19 years) and the control group (who did not get pregnant at age 19 years). They were then interviewed using questionnaires, and the data were analyzed using statistical tests. The results showed that there is a significant relationship between the level of education and adolescent pregnancy (p = 0.000 < α, C = 0.618). On the other hand, there is no relationship between employment status (p = 0.424), dating experience (p = 0.438), and adolescent pregnancy. Therefore, adolescents do not only need to be encouraged to pursue higher education to improve adolescent self-quality but they also need to prevent themselves from pregnancy.
ANALISIS PENGGUNAAN KONTRASEPSI DENGAN HASIL TEST PAPANICOLAOU PADA PASANGAN USIA SUBUR DI POLINDES TIRU LORWILAYAH KERJA PUSKESMAS ADAN-ADAN KABUPATEN KEDIRI Dias Lidiana A.S; Afif Nurul Hidayati; Windhu Purnomo
Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan, Volume XIII, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.52 KB)

Abstract

Keluarga berencana merupakan usaha suami-istri dalam mencegah terjadinya kehamilan untuk perencanaan keluarga. Penggunaan kontrasepsi pada pasangan usia subur tanpa disertai dengan pola hidup bersih dan sehat, juga upaya pemeliharaan kesehatan reproduksi yang kurang dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang cukup serius. Test Papanicolaou telah terbukti dapat menurunkan kejadian karsinoma serviks yang ditemukan pada stasium pra-kanker, ceoplasia, intraepitel serviks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis penggunaan kontrasepsi dengan hasil test Papanicolaou pada pasangan usia subur. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling dengan jumlah sampel 35 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok yang menggunakan kontrasepsi dan kelompok yang tidak menggunakan kontrasepsi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang metode kontrasepsi yang digunakan, dan rekapitulasi hasil test Papanicolaou. Dari 35 responden, diketahui hasil test Papanicolaou pada 28 responden yang menggunakan kontrasepsi didapatkan 89,3% tergolong kelas II, yakni sel abnormal minimal termasuk jinak, dan dari 7 responden yang tidak menggunakan kontrasepsi 57,1% tergolong kelas I (normal). Hasil analisis data dengan uji Mann Whitney menunjukkan nilai p=0,007, p<0,05, maka Ho ditolak, sehingga diketahui ada perbedaan penggunaan kontrasepsi dengan hasil test Papanicolaou. Pendidikan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sangat diperlukan, terutama bagi pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan tindakan promotif dan preventifuntuk meminimalisir terjadinya gangguan kesehatan reproduksi bagi pengguna kontrasepsi, sehingga dapat mendorong mereka untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan mau berupaya untuk mendatangi tenaga kesehatan untuk memeriksakan kesehatan reproduksinya
Faktor Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang pada Akseptor KB Karinda Permata Sari; Windhu Purnomo
Viva Medika Vol 16 No 3 (2023): VOLUME 16 / Nomor 03 /JULI/ 2023
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i3.1100

Abstract

The program to increase the use of LARC is the main focus of the family planning program in preventing the adverse effects of the population explosion by adjusting the time, spacing and number of pregnancies for couples of childbearing age and reducing the Maternal Mortality Rate (MMR). The coverage of KB LARC acceptors in the Working Area of ​​the Sukabumi Health Center is only 15.5% or below the national target (25.9%). This study aims to analyze factors related to the selection of MKJP for family planning acceptors in the working area of ​​the Sukabumi Health Center, Probolinggo City in 2023 with a quantitative case-control design study with a retrospective approach then use simple random sampling from the study population of 1,980 family planning acceptors and 88 samples comprising 44 LARC FP acceptors and 44 Non-LARC FP acceptors. Primary data was obtained by distributing questionnaires and then univariate and bivariate analysis was performed using the chi-square test. The results of the study mentioned age (p=0.001), number of children (p=0.002), employment status (p=0.018), knowledge (p=0.003), attitude (p=0.033), spousal support (p=0.030) and role health workers (p=0.000) had a relationship. In contrast, an education level (p=0.089) had no association with the selection of LARC acceptors in the Working Area of ​​the Sukabumi Health Center.
Faktor Penyebab Remaja Mengakses Konten Pornografi dan Dampaknya terhadap Perilaku Berpacaran (Studi Kasus pada Remaja SMA di Kota Surabaya) Ningtyas, Amalia Dwi; Purnomo, Windhu
Media Gizi Kesmas Vol 12 No 2 (2023): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v12i2.2023.685-691

Abstract

Background: Technological advances have negative and positive impacts on users, including teenagers. One of the most common negative impacts is accessing pornographic content. The availability of various applications that have various features is one of the reasons someone can more easily access pornographic content. Objectives: This study aims to determine various factors influencing high school teenagers in Surabaya to access pornographic content and its impacts on dating behavior. Methods: This study used a qualitative method with purposive sampling as a sampling technique. The study's data were obtained from in-depth interviews and documentation. Data analysis was carried out in three stages: (1) description, (2) interpretation, and (3) explanation. Result: The study's result indicates that various factors influence high school teenagers in Surabaya to access pornographic content. These factors include the use of smartphones from childhood or teenagers-hood without parental supervision, friends circle or social life both at school and outside of school, and high curiosity among teenagers, as well as the absence of parental education that can encourage the need for information on that education. The study's result also showed that teenagers who access pornographic content experience changes in their dating behavior. Conclusion: The conclusion in this study, there is a negative impact from the use of technology on high school youth in the city of Surabaya, namely accessing pornographic content. Accessing pornographic content also has an impact on how these teenagers date.
PENGARUH BEBAN DAN MASA KERJA TERHADAP PELAYANAN ANTENATAL DI PEKESMAS KOTA AMBON Eka Mawang Susanti; Windhu Purnomo; Bambang Trijanto
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2015): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian ibu merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat. Di Indonesia, angka kematian ibu sangat tinggi, yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup. Di Provinsi Maluku, AKI juga masih tinggi, meski di bawah angka nasional, yaitu 244 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu upaya untuk mencegah kematian ibu dan bayi adalah dengan meningkatnya pelayanan antenatal (ANC) untuk ibu hamil. Sebab, dalam ANC, ibu hamil mendapatkan layanan yang komprehensif sejak trimester pertama hingga ketiga. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh beban kerja dan masa kerja bidan pada kualitas pelayanan antenatal di puskesmas di Kota Ambon. Desain penelitian ini adalah cross-sectional yang menguji lima variabel, yaitu pendidikan bidan; masa kerja; beban kerja, jarak rumah bidan; dan sarana-prasaran puskesmas. Responden sebanyak 85 bidan di 22 Puskesmas di Ambon, dipilih secara simple random sampling dengan undian. Responden diamati dan menjawab kuesioner terstruktur. Regresi logistik digunkan untuk menganalisa korelasi antara semua variabel. Hasilnya, variabel yang memiliki pengaruh dalam pelayanan antenatal di puskesmas-puskesmas di Kota Ambon adalah lama bekerja (p = 0,017), dan beban kerja (p = 0,022). Kesimpulan, bidan di puskesmas di Ambon sudah menyediakan ANC yang layak dan berkualitas. Namun, beban kerja ganda yang dilakukan bidan mengakibatkan kualitas ANC kurang maksimal karena kerjanya tidak fokus dan berlebih. Kompetensi dan pelatihan yang kurang merata, khususnya bagi bidan yang masa kerja kurang dari 10 tahun, mengakibatkan kualitas ANC belum optimal. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada Dinas Kesehatan Ambon secara berkala memperbarui pengetahuan dan keterampilan bidan, serta mengurangi beban kerja ganda yang dilakukan oleh bidan.
PENGARUH PEMBERIAN ASI DAN POLA ASUH TERHADAP PERILAKU MEROKOK OLEH REMAJA DI SMP NEGERI 7 KEDIRI TAHUN 2014 Galuh Pradian Yanuaringsih; Boerhan Hidayat; Windhu Purnomo
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2015): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manfaat pemberian ASI yaitu adanya jalinan kasih sayang antara ibu dan anak yang disebut dengan bonding attactmen. Kegagalan pembentukan bonding menyebabkan tidak adanya ikatan batin yang baik antara ibu dan anak hingga mempengaruhi pembentukan karakter remaja. Kegagalan pembentukan bonding pada anak menyebabkan perubahan dalam pola pengasuhan orang tua ke anak. Pola asuh sangat berpengaruh terhadap sikap remaja kepada orang tua. Kesalahan pola asuh menyebabkan penerimaan yang berbeda dari remaja sehingga bisa remaja bisa melakukan penolakan. Salah satu sikap penolakan yang dilakukan remaja yaitu melampiaskan ke dalam perilaku merokok. Tetapi tidak menutup kemungkinan perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh peer group dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian ASI dan Pola Asuh terhadap perilaku merokok oleh remaja Grade VII Kota Kediri. Rancang bangun penelitian ini menggunakan case control. Melalui kelompok kasus dan kelompok control. Untuk kelompok kasus yaitu remaja yang merokok meliputi pola asuh dan pemberian ASI dan kelompok control remaja yang tidak merokok meliputi Pola asuh dan pemberian ASI. Yang masing – masing dari kelompok tersebut berjumlah 19 remaja. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu Pemberian ASI dan Pola asuh Criteria inklusi dalam penelitian ini : remaja yang merokok kelas VII. Pengumpulan data menggunakan kuisioner yang diisi oleh orang tua siswa dan remaja itu sendiri.Penelitian ini menggunakan analisis Uji Regresi logistic Ganda dengan α=0,05. Dengan hasil semua variabel yang diteliti berpengaruh secara signifikan. Pemberian ASI (0,043 < α), Pola Asuh (0,049 < α). Kesimpulan : pemberian ASI dan Pola Asuh berpengaruh terhadap perlaku merokok Remaja Grade VII di Kota Kediri.
Development of Digital Marketing Utilization Based on Analysis of Digital Marketing Implementation in the Marketing Strategy of X Hospital Mojokerto Tumbelaka, Reyner Valiant; Chalidyanto, Djazuly; Purnomo, Windhu
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 9 No 02 (2025): Qanun Medika Vol 09 No 02 July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v9i02.26088

Abstract

This study focuses on assessing the effectiveness of digital marketing applications at X Hospital Mojokerto by reviewing patient demographics, online behavior, and perceptions of digital media. A quantitative approach using a survey method was used, with a questionnaire consisting of several questions, to collect data from new patients who access health information through the hospital's digital media. The results indicate that patients aged 26–35 years dominate, and TikTok and Instagram are shown as the primary platforms used for accessing health information. Nonetheless, only Facebook indicated a statistically meaningful result on patients' choices in seeking hospital care. The remaining variables, such as demographic factors and digital media perception, demonstrated no significant impact. The study implies that digital platforms' usage behavior and content strategy bring a greater impact than demographic characteristics. Recommendations cover maximizing Facebook performance, improving content interaction on Instagram and TikTok, and implementing communication strategies tailored to user behavior to strengthen communication outcomes and conversion.
COMPARISON IN CORNEAL COLLAGEN STRUCTURE BETWEEN 20% PLATELET RICH PLASMA AND 20% AUTOLOGOUS SERUM THERAPY POST NATRIUM HIDROKSIDA EXPOSURE (EXPERIMENTAL STUDY ON ORYCTOLAGUS CUNICULUS) Marisca; Kurniasari, Nila; Retnowati, Endang; Purnomo, Windhu
Journal of Stem Cell Research and Tissue Engineering Vol. 7 No. 1 (2023): JOURNAL OF STEM CELL RESEARCH AND TISSUE ENGINEERING
Publisher : Stem Cell Research and Development Center, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jscrte.v7i1.45746

Abstract

Objective to compare therapy response between 20% PRP and AS 20% on cornea post sodium hydroxide exposure on collagen structure. Methods this is a true experimental study with post test only design on 18 New Zealand white rabbits. Sample were divided randomly to two groups, each with 9 rabbits. The right eye of each rabbit were exposed to alkali injury with 1N NaOH under general anesthesia. First group was given 20% PRP eyedrops and 20% AS for the second group. And the end of the 7 day periode, all rabbits were euthanized and enucleated to obtain histopthological data. Collagen density, collagen thickness and keratosit cell were evaluated. The result will be analyzed, ratio scale data will be tested with independent T- test, and ordinal scaled data will be tested with Mann-Whitney test. Result The collagen density in the 20% PRP group shows 88.9% grade 2 and 44.4 % grade 2 for the 20% AS group. The collagen thickness in the 20% PRP group is 55.41 and 67.62 for the 20% AS group. The keratosit cell count in the 20% PRP group are 54.56 and 45.47 in the 20% AS group. There is significant difference in the collagen density between 20% PRP and 20% AS treatment (p= 0.066). There is significant difference in the collagen thickness between 20% PRP and 20% AS treatment (p= 0,224). There is significant difference in the keratosit cell count between 20% PRP and 20% AS treatment (p= 0,227). Conclusion From the statistik analysis shows that there is no significant difference in corneal collagen structure between 20% PRP and 20% AS therapy post natrium hidroksida exposure, from our study there is no significant better corneal healing parameters in post alkali chemical ocular injury with 20% PRP eyedrops compare to 20% AS eyedrops.
Co-Authors Adelia Dwi Pratiwi Afif Nurul Hidayati Agus Sulistyono Ardianah, Eva Arief Wibowo Astik Umiyah A`im Matun Nadhiroh Bambang Trijanto Bambang Trijanto, Bambang Bangun Cahyo Utomo Boerhan Hidayat Boerhan Hidayat, Boerhan Budi Santoso Chatarina Umbul Wahyuni Christine Ohee Desiansi Merlinda Niga Diah Indriani Dias Lidiana A.S Dina Dewi Anggraini Dina Dewi Anggraini Diyah Herowati Djazuly Chalidyanto Eddy Rahardjo Efri Tri Ardianto Eka Mawang Susanti Eka Nasrur Maulana Endang Retnowati Endang Retnowati Frieska Piesesha Galuh Pradian Yanuaringsih Gede Danu Widarta Hanindita, Meta Herdiana Hari Basuki Notobroto HERAWATI, LILIK Hermanto Tri Joewono Heru Santoso Wahito Nugroho Hikma Rafiah Nadjib Ilham Ikhtiar Irwan A. Hi. Mustafa Irwanto, Irwanto Iswari Hariastuti Karinda Permata Sari Kumala, Hasniyah Rizka KUNTORO Laksana, Muhammad Ardian Cahya Lestari Basoeki Lila Tri Harjana Lutfiya, Indah Maemonah, Maemonah Mardiyono Mardiyono Marisca Mega Widya Puspa Ningrum Merryana Adriani Mohamad Nurdin Zuhri Najakhatus Sa’adah Najib, Hikmah Rafiah Nila Kurniasari Ningtyas, Amalia Dwi Niniek Lely Pratiwi Nur Aisiyah Widjaja, Nur Aisiyah Nurfidaus, Yasmine Nurwasis Nurwasis Nyoman Anita Damayanti Pebriaini, Prisma Andita Piesesha, Frieska Rachmah Indawati Rachmat Hargono Rahayu, Almirah Nareswari Rehatta, Nancy Margarita Ria Puspitasari Roedi Irawan Royke Tony Kalalo Santi Martini Santoso, Febrina Mustika Sarah Christiawan Sari, Karinda Permata Shrimarti Rukmini Devy Sigit Ari Saputro Sinawan Sinawan Sinawan Sinawan, Sinawan SITI NURUL HIDAYATI Soenarnatalina Meilanani Soenarnatalina Melaniani Suhatno Susanti, Eka Mawang Teguh Prawono Sabat Teguh Prawono Sabat, Teguh Prawono Tri Ratna Ariestini Tumbelaka, Reyner Valiant Udin Kurniawan Aziz Uktutias, Sendy Ayu Mitra Wandera Ahmad Religia Widjiati Widjiati Yanuaringsih, Galuh Pradian Yuly Sulistyorini