Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja Pabrik Rumahan Pembuat Gula Merah di Desa Banyuwangi Kabupaten Luwu Utara Budi Santoso, Priyo; Nur Ulmy Mahmud; Nasruddin Syam
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i3.768

Abstract

Nyeri Punggung Bawah (NPB) adalah suatu sindroma nyeri pada ekstremitas atas yang terjadi pada region punggung bagian bawah yang merupakan akibat dari berbagai sebab. Secara ekonomi industri pabrik rumahan gula merah akan berdampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar, kondisi ini sangat membantu kebutuhan hidup sehari-hari. Berdasarkan The Global Burden of Disease 2010 Study (2010), dari banyaknya 291 penyakit yang diteliti, NPB merupakan penyumbang terbesar kecacatan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja pabrik rumahan pembuat gula merah di Desa Banyuwangi Kabupaten Luwu Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional Study. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling Sampel penelitian sebanyak 58 orang. Data diambil dengan menggunakan kuesioner berdasarkan The Pain And Distress Scale (William J.K Zung, 1993) selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel umur, masa kerja, beban kerja dan sikap kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah dengan nila (ρ value=0,000). Sedangkan untuk lama kerja tidak dapat diuji analisis karena semua pekerja memiliki lama kerja yang sesuai standar (<8 jam/hari). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pada variabel umur, masa kerja, beban kerja dan sikap kerja terdapat hubungan yang signifikan terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja pabrik rumahan pembuat gula merah. Sedangkan lama kerja, tidak dapat dianalisis karena semua pekerja memiliki lama kerja yang sesuai dengan standar. Disarankan kepada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya keluhan nyeri punggung bawah.
Gambaran Pemetaan Penyebaran Covid-19 Berdasarkan Faktor Risiko Di Kecamatan Kolaka Nur, Sri Wahyuni; Nasruddin Syam; Rezky Aulia Yusuf
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 5 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i5.1018

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah salah satu jenis penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan dan dinyatakan sebagai pandemi pada tanggal 12 Maret 2020. Untuk mendeteksi lingkungan yang rentan terhadap penyakit dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh (remote sensing)  dan Geographic Information System (GIS) yang merupakan suatu sistem yang mampu mengolah, memperbaiki, memperbaharui, dan menganalisis data. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG)yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pemetaan penyebaran Covid-19 berdasarkan faktor risiko di Kecamatan Kolaka. Sampel dalam penelitian ini adalah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kecamatan Kolaka pada bulan Januari-April 2022 yang memiliki data alamat lengkap. Metode analisis data pada penelitian ini yaitu analisis univariat dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan penyebaran Covid-19 di Kecamatan Kolaka berdasarkan faktor risiko umur dengan kategori umur 26-45 tahun, sebagian besar masyarakat yang terpapar Covid-19 belum menerima vaksin lengkap, penyakit penyerta yang paling banyak diderita yaitu hipertensi, dan tempat yang paling sering dikunjungi adalah sarana ibadah.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Konjungtivitis Iritan Pada Pekerja Bagian Pengelasan Di PT. IKI (Persero) Siti Nurhalizah; Nasruddin Syam; Ulfa Sulaeman
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i2.1285

Abstract

Industri pengelasan merupakan tempat kerja yang berisiko tinggi menyebabkan gangguan kesehatan dan kelelahan kerja. Asap pengelasan terdapat kandungan debu dan gas, kandungan inilah yang nantinya dapat menimbulkan beberapa gangguan seperti konjungtivitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan konjungtivitis iritan pada pekerja bagian pengelasan di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistic Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bagian pengelasan di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar. Sampel penelitian adalah seluruh pekerja bagian pengelasan di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar yang berjumlah 40 pekerja yang diambil menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara paparan asap las (p=0,000), penggunaan APD (p=0,025) dengan konjungtivitis iritan dan tidak ada hubungan yang signifikan pengetahuan (p=0,509) dengan konjungtivitis iritan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara paparan asap las, penggunaan APD dengan konjungtivitis iritan pada pekerja bagian pengelasan di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar.
Faktor Determinan yang Berhubungan dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) di PT. Santosa Utama Lestari Unit CD-Gowa Kamri, Andi We Tenri Batari Toja; Nasruddin Syam; Arman
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i2.1605

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan salah satu permasalahan paling umum pada ekstremitas atas yang disebabkan oleh penyempitan pada carpal tunnel (terowongan karpal) sehingga terjadi penekanan pada saraf medianus. Peningkatan tekanan diterowongan karpal menyebabkan kompresi dan kerusakan nervus medianus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) di PT. Santosa Utama Lestari Unit CD-Gowa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dimana seluruh jumlah populasi sama dengan jumlah sampelnya yaitu sebanyak 36 orang. Data yang diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakkan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) (p-value=0,0190<005). Ada hubungan antara usia dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) (p-value=0,0320<005). Tidak ada hubungan antara alat pelindung diri dengan keluhan carpal tunnel syndrome (p-value=0,759>0,005). Tidak ada hubungan antara gerakan repetitif dengan keluhan carpal tunnel syndrome (p-value=0,787>0,005). Dari penelitian ini peneliti menyarankan bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan karyawan yang memiliki masa kerja yang lama agar tidak melakukan pekerjaan yang berlebih untuk dan Bagi karyawan agar memanfaatkan waktu istirahat yang cukup untuk meminimalisir terjadinya keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS).
PkM REVITALISASI POSYANDU DI DESA BORRISALLO KABUPATEN GOWA Hamzah, Wardiah; Sartika, Sartika; Syam, Nasruddin
Jurnal BALIRESO Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v3i2.78

Abstract

The revitalization of Posyandu is aimed to improve the function and performance of Posyandu,with the main activities of training, service and community movement. Facilities andinfrastructure in Posyandu Melati I are not adequate, active cadres are 4 people, communityparticipation in utilizing posyandu about 45%, about 2% of children with less nutrition. Theactivities carried out in the form of procurement of facilities and infrastructure improvements,facilitate training of posyandu cadres, supplementary feeding and nutritious food and wormcounseling for mother with toddlers. Procurement of facilities and infrastructure in the form of 9types of equipment required Posyandu Melati I. Coordination to Puskesmas Parangloe producestraining activities posyandu cadres planed in October 2017. Supplementary feeding og green beanporridge, on approximately 30 children under five. Nutrition food and worm counseling attendedas many as 15 mothers who have a toddler. Pre-Post test evaluation were conducted before andafter the extension materials were given, indicating an increase in extension counseling knoeledgefrom 43% to 89%. Posyandu Cadres are also advised to actively invite community to be willing tovolunteer posyandu cadres, providing additional foods of varying kind so that toddler do not getbored ang eager to come to posyandu every month. Provision of nutritional material should beaccompanied by a food model and posyandu should have a storage cabinet of goods.
Analisis Risiko Paparan Kadmium dan Kromium Melalui Konsumsi Kerang Bakalang pada Kelompok Lanjut Usia di Lantebung, Makassar Zikrina, Nadya Nur; Gafur, Abd.; Syam, Nasruddin
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 25 No 2 (2025): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v25i2.1637

Abstract

Bakalang clam is an important protein source for coastal communities; however, heavy metal contamination may pose health risks, especially to vulnerable elderly populations. This study aims to analyze the non-carcinogenic health risk resulting from cadmium (Cd) and chromium (Cr) exposure through the consumption of bakalang clams by the elderly in the Lantebung coastal area, Kelurahan Bira. Heavy metal concentration data were obtained through laboratory analysis, while consumption data and respondent characteristics were collected through direct surveys. Daily intake was calculated based on consumption frequency and duration, body weight, and averaging time. The Risk Quotient (RQ) was calculated by comparing daily intake with the reference dose (RfD). The results showed that the average concentrations of Cd and Cr in bakalang clams were 0.08 mg/kg and 1.04 mg/kg, respectively. The daily intake values for Cd and Cr were 0.00392 mg/kg/day and 0.051 mg/kg/day, respectively. The RQ values for Cd and Cr were 3.92 and 17.0, indicating a significant potential health risk. This study concludes that the consumption of bakalang clams contaminated with Cd and Cr poses a potential non-carcinogenic health risk to the elderly population in the study area.
Pemanfaatan Sumber Air Bersih Yang Sehat Bagi Masyarakat Di Desa Pucak Kec. Tompobulu, Kab. Maros Abd. Gafur; Wardiah Hamzah; Nasruddin Syam
Window of Community Dedication Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v3i1.787

Abstract

Dug wells are one of the sources of clean water used by the people of Pucak Village, Kec. Tompobulu, Kab. Maros Clean water is used for various daily activities. The quality of dug well water that does not meet the requirements will be a source of disease transmission. Problems faced by the community are the absence of clean water source sanitation inspections, interventions to clean water sources that are physically and bacteriologically ineligible and the lack of environmental health education related to clean water sources. The solutions offered are; (1) Inspection of environmental sanitation and quality inspection of clean water sources, (2) Interventions of clean water sources that do not meet health requirements by providing chlorine (Ca (ClO) 2) in well water, (3) Counseling environmental sanitation in relation to public health . Dug well sanitation inspection results show that there is a low risk of 6 (60%), moderate by 2 (20%), high by 1 (10%), very high by 1 (10%) of 10 wells. Physical quality, namely as many as 2 (20%) experienced turbidity, 1 (10%) that smelled and tastes. While the bacteriological quality showed that 6 (60%) of the samples taken did not meet the requirements. Provision of chlorine (Ca (ClO) 2) in community dug wells has improved water quality to become turbid, smelly and tasteless. Public health education provides knowledge and information on water and drinking water treatment. It is recommended that there be guidance and assistance to the community in managing clean water from puskesmas or universities
Hubungan Stres Kerja Dan Beban Kerja Dengan Gejala Psikosomatis Pada Karyawan PT. Putra Dermawan Pratama Asti Aulia Agusting; Andi Rezki Amelia; Ikhram Hardi S; Nasruddin Syam; Septiyanti
Window of Public Health Journal Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/zpf4vr05

Abstract

Psychosomatic disorders are physical complaints experienced by an individual without a definite cause, but rather stem from thoughts or emotions. According to WHO data, in the UK, the incidence of work-related stress is 1,380 cases per 100,000 workers. The purpose of this study was to determine the relationships among work stress, workload, and psychosomatic symptoms among employees in the BBG pit area of PT. Putra Dermawan Pratama. This was a quantitative study with a cross-sectional design. The sampling technique used was total sampling. The study population consisted of 55 employees of PT. PDP in the BBG pit area. Data were obtained using a questionnaire. The analytical methods used were univariate and bivariate analysis using the chi-square test. While the findings suggest an association between work stress, workload, and psychosomatic symptoms, potential confounding factors such as individual health status or external stressors were not controlled for, which should be considered when interpreting the results. Based on these findings, the author recommends that companies conduct regular health checks for employees to understand better and address these factors.