Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Increasing the Students’ Ability in Writing Descriptive Text by Using Draw Label Caption (DLC) Strategy at the Eighth Grade of SMP Negeri 2 Gido in 2022/2023 Sirilus Piusma Gulo; Hasrat Sozanolo Harefa; Nursayani Maruao Maruao; Hidayati Daeli
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.6547

Abstract

Menulis adalah salah satu dari empat keterampilan dalam bahasa Inggris. Menulis adalah cara yang dapat digunakan oleh orang-orang untuk menyampaikan ide, pemikiran, kejatuhan, ekspresi dan informasi kepada orang lain dalam bentuk tertulis. Namun, para siswa di kelas delapan SMP Negeri 2 Gido tidak dapat mencapai skor kriteria kompetensi minimum, yaitu 70. Itu disebabkan oleh beberapa faktor yaitu siswa kelas memiliki kemampuan menulis yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks deskriptif. Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan metode Penilaian Tindakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa di Kelas VIII-C SMP Negeri 2 Gido dengan menggunakan strategi Draw Label Caption (DLC). Dalam menggunakan strategi ini, siswa telah dibantu untuk mengembangkan ide-ide mereka melalui tahapan menggambar, label pada gambar yang diberikan oleh peneliti dan kalimat di bawah gambar objek yang akan dijelaskan. Siswa dipandu untuk mengubah tahapan ini menjadi paragraf. Jumlah peserta dalam penelitian ini adalah 29 siswa terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 12 perempuan. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan tes tertulis secara individual. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai rata-rata awal siswa adalah 49,82. Nilai yang lebih tinggi dari yang didapat siswa adalah 80 dan nilai terendah adalah 50 sedangkan rata-rata nilai siswa adalah 60. Selain itu rata-rata nilai mereka adalah 55,86. Nilai rata-rata dalam Siklus 1 adalah 55,86 dan Siklus 2 Tanda terendah adalah di 80 dan tertinggi 100. Ada 8 orang yang mendapat 95, 2 orang yang mendapat 90, 4 orang yang mendapat 85, dan 15 orang yang mendapat 80. Hasilnya memberi tahu kami bahwa penelitian memenuhi kriteria yang diharapkan. Nilai rata-rata adalah 85,51. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa juga menunjukkan bahwa strategi caption label draw dapat meningkatkan kemampuan untuk menulis teks deskriptif.
Improving the Students’ Ability in Reading Comprehension By Using Reciprocal Questioning (ReQuest) Strategy at the Eighth Grade of UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara in 2022/2023 Hasrat Harefa; Alisia Nurhayati Harefa; Kristof Martin Efori Telaumbanua; Elwin Piarawan Zebua
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.6548

Abstract

Membaca adalah hal yang penting dan berfungsi sebagai landasan dasar dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman. Peneliti menggunakan strategi Reciprocal Questioning (ReQuest). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara yang jumlah siswanya 31 siswa. Instrumen yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data yaitu kertas observasi, catatan lapangan dan tes. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil Siklus I siswa tidak ada siswa yang termasuk dalam kategori “sangat baik”, ada 5 siswa (16,12%) pada tingkat “baik”, ada 2 siswa (6,45%) di pada tingkat “cukup”, terdapat 14 siswa (45,16%) pada tingkat “kurang” dan terdapat 10 siswa (32,25%) pada tingkat “gagal”. Rata-rata nilai siswa pada Siklus I adalah 52,09. Hal tersebut menunjukkan bahwa siklus I tidak berhasil, maka penelitian ini dilanjutkan ke siklus berikutnya. Hasil Siklus II menunjukkan bahwa terdapat 18 siswa (58,06%) yang tergolong dalam kategori “sangat baik”. Ada 13 siswa (41,94%) pada tingkat “baik”. Tidak ada siswa pada tingkat “cukup”, tingkat “kurang” dan tingkat “gagal”. Nilai rata-rata siswa adalah 86,61. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Reciprocal Questioning (ReQuest) dalam penelitian ini berhasil meningkatkan pemahaman membaca siswa.
Improving the Students Ability in Reading Coprehension through Narrative Text by Using Reciprocal Teaching at the Eight Grade of SMP Negeri 5 Gunungsitoli in 2022/2023 Reslin Laoli; Kristof Martin Efori Telaumbanua; Trisman Harefa; Hasrat Sozanolo Harefa
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reading comprehension is one of the important skills that must be learned by students. However, students had several problems in learning reading comprehension of narrative texts which caused the MCC not to be achieved by students. These problems are lack of vocabulary, unable to find students' main ideas, and unable to identify the generic structure of narrative text. Therefore, the purpose of this research is to improve students' reading comprehension skills in narrative texts through Reciprocal Teaching. This research was conducted in two cycles. Each cycle consists of several procedures, namely planning, action, observation, and reflection. The research instrument used observation sheets, evaluation sheets and field notes. The results of Cycle I showed that most of the students had not been able to reach the MCC. The average grade of students is 50.66. There were 20 students who failed and 10 students who passed the MCC. There were 8 students (26.66%) in fail level, 12 students (40.10%) in less level, 4 students (13.34%) in enough level, 3 students (10%) in Good. and 3 students (10%) in very good category. While in Cycle II, it shows that all students have achieved MCC. The average grade of students is 92.33. There were no students who were put into the less, fail, and enough categories. There were 8 students (26.66%) in good level, and 22 students (73.33%) in very good level. Based on the results above, it can be seen that Reciprocal Teaching has improve students' reading comprehension skills in narrative texts.
Improving Students’ Reading Comprehension through RCRR (Read, Cover, Remember, Retell) Strategy at the Eight Grade of SMP Negeri 2 Dharma Caraka Gunungsitoli Selatan in 2022/2023 Florencia Zebua; Afore Tahir Harefa; Elwin Piarawan Zebua; Hasrat Sozanolo Harefa
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.6585

Abstract

Reading comprehension is the process of the reader's mind in constructing meaning of what has been read. In the reality, the students Strategy at the Eighth Grade of SMP Negeri 2 Dharma Caraka Gunungsitoli Selatan have reading comprehension problems. There are also problems faced by students: Students do not understand the meaning of the words in the text, Students cannot find the main ideas in the text, Students forget the text they have read. Based on these problems, this study aims to overcome the problems faced by students and improve students' abilities in reading comprehension by using the RCRR Strategy (Read, Cover, Remember, Retell) in class VIII-B students of SMP Negeri 2 Dharma Caraka in 2022/2023. This research uses Classroom Action Research (CAR) which consists of Planning, Action, Observation, and Reflection. This research was conducted in two cycles consisting of two meetings in each cycle. The results of the research in cycle I showed that there were 18 students who did not complete the MCC out of 32 students and the average student score was 63.12. The lowest score is 40 and the highest is 80. In cycle II all students pass MCC with an average student score of 91.25 with the lowest score 70 and the highest score 100. Based on the research results, the researchers concluded that RCRR (Read, Cover, Remember, Retell) improved students' vocabulary and overcome the students' problem in this research.
The Descriptive Analysis of Teacher Questioning Strategy During the Classroom Interaction at the Eighth Grade of SMP Negeri 1 Gido in 2022/2023 Hasrat Harefa; Yustina Fetrima Ndruru; Trisman Harefa; Nursayani Maruao
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.6589

Abstract

Penelitian ini adalah siswa kelas delapan dan guru bahasa Inggris. Proses belajar mengajar akan berjalan efektif bila ada interaksi antara guru dan siswa. Interaksi di kelas merupakan salah satu faktor penting dalam proses belajar mengajar. Bertanya telah diakui sebagai peralatan guru kelas dan pengajaran mendalam hingga menonjol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis pertanyaan dasar yang diajukan oleh guru. Metode penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan melakukan observasi dan wawancara dengan pendidik dan siswa sebagai responden. Populasi penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gido. data di investigasi dengan menerapkan strategi bertanya yang terfokus pada ragam pertanyaan guru. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh pertanyaan guru ditemukan paling sering digunakan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pertanyaan dari guru lebih dominan dari pada pertanyaan siswa. Saran ditujukan kepada guru bahasa Inggris dan peneliti selanjutnya. Bagi guru bahasa Inggris, di sini peneliti memberikan saran agar strategi yang telah diterapkan dapat dikembangkan oleh guru dan dimungkinkan bagi guru bahasa Inggris untuk menerapkan strategi lain untuk memudahkan siswa dalam belajar .dan untuk peneliti selanjutnya, diharapkan peneliti selanjutnya lebih baik lagi terkait dengan topik penelitian ini.
An Analysis of Students’ Ability in Reading Comprehension by Applying QAR Strategy At the Eighth Grade of SMPN 1 Hiliserangkai in 2022/2023 Hasrat Harefa; Kristiani Waruwu; Hidayati Daeli; Afore Tahir Harefa
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.6592

Abstract

Membaca pemahaman merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan makna dari hasil membaca sehingga dapat memahami informasi detail yang terkandung dalam bacaan. Ini adalah salah satu tantangan yang dihadapi oleh siswa sekolah menengah pertama dalam memahami makna teks. Mereka memiliki pemahaman bacaan yang buruk sehingga sulit bagi mereka untuk memahami dan menemukan informasi penting yang terkandung dalam sebuah teks. Akibatnya, guru harus menggunakan strategi yang tepat dan efektif untuk membantu siswa memahami teks. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada Question-Answer Relationship (QAR) sebagai strategi pelatihan untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa dalam teks deskriptif dan menemukan tanggapan siswa setelah mengimplementasikan QAR dalam kegiatan kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa QAR merupakan strategi yang sangat berguna dan efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa di kelas. Siswa menjadi lebih baik dalam menanggapi pertanyaan pemahaman dalam teks deskriptif. Strategi ini juga mendorong siswa untuk lebih aktif di kelas dan meningkatkan rasa percaya diri siswa untuk menjawab pertanyaan dan membedakan pertanyaan tentang teks yang dibacanya.
An Analysis of Students’ Assessment in Lesson Plan at the Eight Grade of SMP Negeri 1 Somolomolo in 2022/2023 Hasrat Harefa; Yardin Setiaman Lawolo; Afore Tahir Harefa; Yaredi Waruwu
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.6599

Abstract

Keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh beberapa komponen, salah satunya adalah penilaian. Penilaian merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran. Kesalahan guru dalama memberikan asesmen kepada siswa akan berdampak pada hasil pembelajaran yang diberikan. Sehingga guru sebelum melakukan pembelajaran membuat lesson plan sebagai patokan untuk mengajar di dalam kelas dan di dalam komponen assessment tersebut dimuatkan assessment yang akan digunakan. Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan bahwa asesmen yang dilaksanakan di sekolah tidak sesuai rubrik yang tertuangkan di dalam buku guru kurikulum 2013 dari kementerian pendidikan dan kebudayaan, pemberian asesmen kepada siswa dilakukan berdasarkan pengamatan dan penafsiran saja tanpa melalui prosedur yang sebenarnya. Fokus penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui bagaimana penilaian siswa dalam lesson plan, dan 2) Apa saja kesulitan siswa dalam penilaian keterampilan speaking di dalam pelajaran bahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari wawancara dengan guru bahasa Inggris dan wawancara dengan 32 siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Somlomolo. Data wawancara dianalisis untuk menentukan jawaban dari pertanyaan penelitian. Setelah menganalisis jawaban, temuan penelitian menyimpulkan asesmen sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan siswa di dalam proses pembelajaran karena dengan asesmen yang baik dan sesuai prosedur maka dapat diambil langkah yang tepat apa hal yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa. Tapi pada kenyataannya asesmen yang diberikan guru jauh dari yang diharapkan Selain itu, ada juga beberapa factor yang membuat siswa kesulitan selama penilaian yaitu siswa kurang kosa kata, tidak percaya diri, takut diejek sehingga hal inilah yang membuat mereka tidak bisa mendapatkan hasil yang optimal. Akhirnya, peneliti menulis beberapa saran: guru bahasa Inggris disarankan untuk berlatih dan membiasakan diri untuk memberikan penilaian yang sesuai dengan rubrik dan membuat suasana pembelajaran yang inovatif dan kreatif pada saat melakukan penilaian sehingga siswa tidak merasa takut, dan punya semangat untuk praktik belajar bahasa Inggris.
The Effect of Pegword Method on the Students’ Ability in Mastering Vocabulary at the Eighth Grade of SMP Negeri 1 Lahewa Timur Ikardi Zalukhu; Hasrat Sozanolo Harefa
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.7827

Abstract

Vocabulary is central to language and crucial for effective communication, both orally and in writing. Insufficient vocabulary hinders students' ability to express themselves. Recognizing this challenge, a researcher investigated the efficacy of the Pegword Method in enhancing vocabulary acquisition among eighth-grade students at SMP Negeri 1 Lahewa Timur in 2020/2021. This quasi-experimental study involved a population of 60 students, selected using Cluster Sampling Technique. Pre-test results indicated comparable vocabulary levels between the experimental and control groups. The experimental group received Pegword Method instruction, while the control group received Conventional Teaching Method. Post-test results revealed significant improvement in the experimental group, with a mean score of 79.33 compared to 68.33 in the control group. Statistical analysis confirmed the effectiveness of the Pegword Method, with t-count (2.39) exceeding the critical value (2.002). Therefore, the null hypothesis was rejected, indicating a significant positive impact of the Pegword Method on vocabulary mastery.Suggestions for educators include implementing the Pegword Method to enhance vocabulary instruction and fostering student motivation through engaging materials and ample library resources. Further research in this area is recommended to enrich teaching practices and optimize student learning outcomes.