Claim Missing Document
Check
Articles

Found 54 Documents
Search
Journal : Industrial Engineering Online Journal

PENINGKATAN KUALITAS PADA LAYANAN PEMASANGAN ASTINET DENGAN MENGGUNAKAN METODE NEW SEVEN TOOLS (Studi Kasus : PT. Telkom Divisi Regional II Jabodetabek) Ferastra, Kelvin; Puspitasari, Nia Budi
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.09 KB)

Abstract

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (PT. Telkom) merupakan salah satu BUMN penyelenggara layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan jumlah pelanggan mencapai 70% dari jumlah penduduk di Indonesia. PT. Telkom menyediakan layanan Access Service Dedicated to Internet atau ASTINet untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atas layanan internet yang dapat diandalkan. ASTINet memiliki kecepatan bervariasi dari 1 Mbps hingga 1 Gbps dengan rasio bandwith 1:1. PT. Telkom ingin menjaga tingkat kepuasan pelanggan, salah satu caranya adalah melalui kebijakan 14 Days Service dimana seluruh aktivitas pemasangan ASTINet akan diselesaikan dalam 14 hari kerja. Namun di dalam prakteknya, masih terdapat keterlambatan dalam pemasangan sehingga dapat dinilai bahwa kebijakan 14 Days Service belum dapat diterapkan dengan baik. Pada penelitian ini, dilakukan analisis menggunakan metode New 7 Tools untuk menganalisis secara kualitatif penyebab keterlambatan pada pemasangan layanan ASTINet sehingga akan bermanfaat dalam pengambilan keputusan mengenai kebijakan yang akan diterapkan oleh perusahaan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja berpengaruh paling besar terhadap keterlambatan proses pemasangan ASTINet. Abstract. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (PT. Telkom) is one of the state-owned enterprises that provide the biggest communication service in Indonesia with the number of customers reaching 70% of the entire population in Indonesia. PT. Telkom provide Access Service Dedicated to Internet or ASTINet service to fulfill the needs of the company for reliable internet services. ASTINet speed varies from 1 Mbps to 1 Gbps with 1:1 bandwith ratio. PT. Telkom aim for customer satisfaction, therefore they apply 14 Days Service policy where all the installation activities will be completed within 14 working days. However in practice, the installation delay still exists, it can be assessed that the policy has not been properly implemented. This study uses New 7 Tools method to analyze the cause of installation delay qualitatively so it will be useful in making decision regarding the policy that the company will apply. The result of data processing shows that labor play the most influential factor to ASTINet installation delay.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA PRODUK AMDK 240 ML PT. TIRTA INVESTAMA KLATEN Dewi, Anggita Maya; Puspitasari, Nia Budi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.451 KB)

Abstract

Perkembangan dunia industri yang bergerak sangat pesat membuat persaingan antar perusahaan semakin meningkat, termasuk perusahaan industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Untuk mempertahankan kualitas dari produk yang dihasilkan, perusahaan perlu melakukan pengendalian kualitas agar sesuai dengan spesifikasi produk yang ditetapkan supaya dan mampu meningkatkan kepuasan konsumen. PT. Tirta Investama Klaten memproduksi produk AMDK kemasan 240 ml, 330 ml, 600 ml, 1500 ml, galon 19 liter, dan Mizone 500 ml. Dalam salah satu upaya peningkatan kualitas, PT. Tirta Investama Klaten berupaya untuk mencapai tingkat zero defect pada produksinya, termasuk pada kemasan 240 ml yang masih ditemukan banyak produk cacat. Analisis pengendalian kualitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Six Sigma. Berdasarkan teori Six Sigma, hanya terdapat 3,4 cacat per sejuta kesempatan pada proses produksi. Semakin tinggi target sigma yang dicapai maka kinerja sistem industri semakin membaik. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan untuk meningkatkan kepuasan konsumen dan kualitas produk dengan meminimalisir jumlah produk cacat.  Abstract [Quality Control Analysis Using Six Sigma Methods on Mineral Bottled Water 240 ml Products of PT. Tirta Investama Klaten] The rapid development of industrial word has made the competition among companies increased, including the bottled drinking water companies. To maintain the quality of the products produced, the company needs to conduct the quality control to achieve the conformance to specifications of products and be able to improve the customer satisfaction. PT. Tirta Investama Klaten produces bottled water in 240 ml, 330 ml, 600 ml, 1500 ml, 19 liters gallon and 500 ml of Mizone. In an effort to improve the quality, PT. Tirta Investama Klaten strives to achieve a zero defect production, including on 240 ml bottled water that still can be found many defective products. The quality control analysis in this research uses Six Sigma as the method. Based on the Six Sigma theory, there are only 3,4 deficiencies per million opportunities found in the production process. The higher the sigma target is achieved, the better the performance of the industrial system is. This research is hoped to be useful for the company to improve the customer satisfaction and the product quality by minimizing the number of defective products. 
Analisa Akar Penyebab Cacat Pada Proses Pengisian Kapsul Jamu dengan Metode Fault Tree Analysis (Studi Kasus PJ. Sabdo Palon) Utami, Listyorini Tri; Puspitasari, Nia Budi
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.982 KB)

Abstract

Perusahaan jamu Sabdo Palon merupakan perusahaan yang  memproduksi obat-obatan tradisional. Proses pengisian kapsul jamu masih dilakukan secara manual. Oleh karena itu kapsul yang dihasilkan seringkali cacat, dalam 1 kali mencetak rata-rata 45% pengisian kapsul  rusak/cacat. Dari masalah tersebut akan dilakukan analisa untuk mengetahui penyebab terjadinya cacat lalu merekomendasikan tindakan pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa akar masalah terjadinya pengisian kapsul jamu yang cacat. Gambaran umum permasalahan akan dijelaskan melalui Fishbone kemudian penjelasan akar masalah dijelaskan melalui metode Root Cause Analysis dengan tools Fault Tree Analysis. Setelah menemukan akar masalah, akan diberikan usulan perbaikan untuk mengurangi jumlah produk rusak dengan 5W+1H. Hasil penelitian menujukkan bahwa akar penyebab terjadinya kegagalan produk akhir karena tidak ada spesifikasi khusus dalam pemilihan material luar, bagian penekan pada cetakan yang tidak sesuai dengan bentuk cangkang, bahan cetakan dari plastik sehingga tidak awet, tidak ada prosedur pasti mengenai tata cara pengeringan peralatan dan proses pengisian serta tidak ada catatan produk cacat.   ABSTRACT The titled of this research is Root Cause Analysis of Defect in The Herbal Capsule Filling Process Using Fault Tree Analysis. Sabdo Palon’s herbal company produces traditional medicines. The filling process of herbal capsule  is still manually. Therefore, the resulting capsules are often flawed, in one time averaged 45% capsule filling damaged.  These problems will be analyzed to determine the cause of disability and recommending preventive measures. This study aims to analyze the root causes of the occurrence of the defect herbal capsule filling. General description of the problems will be explained with Fishbone, and then description about  Root Cause Analysis with tools Fault Tree Analysis. And then  will be given the proposed improvements to reduce the number of defective products by 5W + 1H. The results showed that the root cause of the failure because there are no special specifications in material selection is outside, the suppressor on the mold that does not fit with the shell shape, material molding made from plastic so as not durable, there are no procedures for sure about the manner of drying equipment and filling processes and no record of defective products.
Analisis Kecelakan Kerja dengan Menggunakan Metode Human Factor Analysis and Classification System (HFACS) dan 5WHYS di Divisi Stamping PT.Mekar Armada Jaya FAHD, MOHAMMAD; PUSPITASARI, NIA BUDI; RUMITA, RANI
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.952 KB)

Abstract

PT. Mekar Armada Jaya biasa disebut New Armada dibagi menjadi dua divisi produksi yaitu Divisi karoseri dan Divisi Stamping & Tools. Pada Divisi Stamping & Tools tahun 2010 sampai dengan 2014, terjadi 69 kecelakaan kerja dimana kejadian tersebut dibagi lagi menjadi tiga kategori dalam level rendah, sedang, dan besar. Dari hasil rekap kecelakaan kerja banyaknya terjadi kecelakaan pada mesin press yaitu sebanyak 17 kejadian pada level sedang.Penelitian pada PT. Mekar Armada Jaya ini bertujuan untuk melakukan identifikasi masalah yang terjadi pada level sedang, setelah dilakukan identifikasi maka kejadian yang terbesar terdapat pada mesin press. Setelah mengetahui kecelakaan kerja terbesar terdapat pada mesin press maka dilakukan analisis dengan menggunakan metode HFACS dan 5whys yang bertujuan untuk mendapatkan identifikasi penyebab terjadinya kecelakaan kerja.Hasil dari analisis menggunakan metode HFACS maka didapat nilai tertinggi terdapat pada sub level comunication & coordination pada level 2 dan decision error pada level 1 dengan nilai odds ratio sebesar 14 dan convidence interval sebesar 0,451 – 434,411. Maka perlu perbaikan pada lingkungan kerja, memberikan peraturan yang memaksa operator untuk bertindak aman sebelum melakukan pekerjaan, pengawas harus bertindak tegas kepada operator yang melakukan kesalahan, pengawas bertanggung jawab atas operator dengan cara mengetahui SOP penggunaan mesin dan memberikan pengawasan secara teratur.    ABSTRACT                 PT . Mekar Armada Jaya as known as New Armada divided into two production division, named Car Body division and Stamping & Tools division. In Stamping & Tools Division from 2010 to 2014, occurred 69 work accident where those cases are divided into three categories there are low, medium, and high level. From the results recap many working accidents mostly happen in the machine press accident occurred as 17 cases in medium levels.                The resesearch at PT . Mekar Armada Jaya aims to identify the problems that occur at medium level , after the identification of the biggest incident occur in the press machine. After knowing  that the highest number of working accident in the medium level occur in the press machine, therefore this analysis performed by using HFACS and 5whys methods which aim to get identify the causes of working accidents.                    Results of the analysis is using HFACS method then the gained highest score contained in the sub-level of comunication and coordination at the 2nd level and the decision error at the 1st level with the odds ratio of 14 and convidence interval of 0,451-434,411. So the working environment need to be fixed, giving rules which force the operator to act safely before doing the job, the supervisor must be firm to the operator who do mistake, the supervisor must responsible to the operator by understanding the SOP of the machines usage and give supervision in order.   
ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI BOTOL X 500 ML PADA PT. BERLINA, TBK DENGAN MENGGUNAKAN METODE NEW SEVEN TOOLS Chandradevi, Adelia; Puspitasari, Nia Budi
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.395 KB)

Abstract

PT. Berlina, Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur pembuatan kemasan plastik. Demi menjaga kepercayaan konsumen tentunya PT. Berlina, Tbk mengutamakan kualitas dari produk-produknya. Salah satu hal yang dilakukan ialah melakukan pengendalian kualitas. Pengendalian kualitas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan agar produk memiliki kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian yang dilakukan di PT. Berlina, Tbk ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan khususnya untuk produk botol X 500 ml. Metode yang akan digunakan dalam melakukan pengendalian kualitas ini ialah new seven tools, dimana metode ini meliputi beberapa tahapan yaitu affinity diagram, interrelationship diagram, tree diagram, matrix diagram, matrix data analysis, activity network diagram, dan process decision program chart. Jenis kecacatan yang biasanya ditemukan dalam produk botol X 500 ml antara lain ialah produk kotor hitam, kotor feta tau oli, kotor debu, deformasi, bintik-bintik putih, mulut cacat, gelembung, dan lain-lain. Dari hasil penelitian diketahui penyebab kecacatan dari produk botol X 500 ml faktor operator, material, mesin, lingkungan, dan metode pengoperasian.   AbstractThe title of this research is Analysis of X 500 ml Bottle at PT. Berlina, Tbk Using New Seven Tools Methods. PT Berlina is a company that produces plastic packaging. The quality of the product is  very important to maintain customer satisfaction, and quality control is a must for PT Berlina. Quality control is a requirement to ensure that the product meets the conformity of the established standard. This research aims to examine  the quality control process in PT Berlina, especially for the X 500 ml bottle. PT Berlina applies the new seven tools in controlling quality, consists of some steps which are affinity diagram, interrelationship diagram, tree diagram, matrix diagram, matrix data analysis, activity network diagram and process decision program chart.  The failures found in X 500 ml bottle among others are the product is dirty and black, feta tau dirty oil, dirty dust, deformation, white spots, mouth defects , bubbles and others. The result finds some factors that cause the defect of X 500 ml bottle are the operators, material, machine, environment and operation method. 
ANALISIS KERUSAKAN MESIN ASPHALT MIXING PLANT DENGAN METODE FMEA DAN CAUSE EFFECT DIAGRAM (STUDI KASUS: PT PURI SAKTI PERKASA) Setiawan, Eric Priambodo; Puspitasari, Nia Budi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.646 KB)

Abstract

PT Puri Sakti Perkasa merupakan salah satu perusahaan kontraktor penyedia  produk aspal. Mesin utama yang digunakan dalam produksi adalah mesin Asphalt Mixing Plant (AMP). Penggunaan mesin yang tinggi , sehingga kerusakan pada komponen mesin AMP akan menyebabkan mesin tidak dapat beroperasi dan akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Permasalahan yang sering muncul dalam produksi adalah kerusakan-kerusakan yang tidak diprediksi, seperti kerusakan komponen belum pada waktu pemakaian wajar. PT Puri Sakti Perkasa berusaha menyusun kebijakan perawatan untuk mesin AMP melihat dari meningkatnya frekuensi kerusakan mesin AMP beberapa periode  terakhir (2015-2016). Pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi awal penyebab kerusakan komponen mesin AMP menggunakan Failure Mode & Effect Analysis (FMEA) dan cause effect diagram. Hasil dari analisis kedua tool tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan saran kebijakan perawatan dan untuk menentukan komponen mana dari mesin yang membutuhkan perhatian khusus. Hasil dari penelitian ini sendiri adalah saran pengambilan kebijakan perawatan untuk tiap komponen dalam mesin AMP. ABSTRACTAnalysis of Asphalt Mixing Plant Breakdown With FMEA Method and Cause Effect Diagram. PT Puri Sakti Perkasa is one of contractor that providing asphalt product. The main machine used in production is Asphalt Mixing Plant (AMP). Because of the high intensity usage, if there was breakdown in AMP component would stop the machine and make the company loss its profit. The frequent problem occurred in production was undetected breakdown such as, component breakdown before its lifetime usage. Looked from the increased breakdown intensity of AMP machine, PT Puri Sakti Perkasa was trying to set up maintenance policy for AMP machine. In this research would be conducted early identification of AMP component breakdown  using Failure Mode & Effect Analysis (FMEA) and cause effect diagram. The results of the analysis of both tools would be be used as the basis for the preparation of maintenance policy advice and to determine which components of the machine require special attention. The results of this research itself was the advice of taking care policy for each component in the AMP machine.
PERANCANGAN STRATEGI BISNIS PT KARYA PADUYASA MENGGUNAKAN SWOT DAN QUANITATIVE STRATEGI PLANNING MATRIX (QSPM) Rahayu, Novika; Rinawati, Dyah Ika; Puspitasari, Nia Budi
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.661 KB)

Abstract

UKM memiliki peran yang penting bagi perekonomian bangsa, karena perannya yang sangat strategis dalam pencapaian tujuan – tujuan nasional, seperti pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, demoktratisasi ekonomi, penciptaan lepangan kerja, penguatan industri, penguatan struktur ekonomi lokal, keseimbangan antar sektor dan subsektor, serta serangkaian sasaran – sasaran sosial dam politik dalam pembangunan nasional. PT Karya Paduyasa merupakan salah satu UKM yang terdapat di kota Tegal. PT Karya Paduyasa merupakan perusahaan yang memproduksi hydrant air , komponen alat berat & otomotif serta membuat dan mereparasi mesin-mesin pertanian dan pengolah hasil pertanian. PT Karya Paduyasa berdiri sejak  April 1964, pada awal berdiri, bergerak di bidang pembuatan mesin-mesin tekstil, rekayasa mesin pengolah makanan ( mesin sohun ,bihun, mie). PT Karya Paduyasa mulai tahun 1987 membuat hydrant air, dengan mempertahankan produksi hydrant dan tetap mengembangkan produk sebelumnya,  perusahaan mengembangkan industri komponen alat berat untuk industri besar seperti PT Sanwa Indonesia dan PT Komatsu Indonesia. Perusahaan juga membuat dan mengembangkan komponen otomotif dalam jaringan after market. Menurut manager markting PT Karya Paduyasa produk yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan adalah hydrant air dengan presentase 70 %. Akan tetapi hydrant air  mengalami penurunan signifikan dibandingkan produk – produk lainnya. . Oleh karena itu PT Karya Paduyasa saat ini memerlukan perancangan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan volume  penjualan hydrant air dan mampu meningkatkan daya saing usahanya, mengingat banyaknya pesaing yang ada. Penelitian ini menggunakan metode SWOT dan QSPM.Kata kunci : PT Karya Paduyasa,  SWOT dan QSPM. Abstract Strategy business planning of PT Karya Paduyasa using SWOT and Quantitative Strategy planning Matrix (QSPM). SME have the Important role For The economy of the nation, because have Highly strategic to national objectives, such as growth of Economy, Equity Poverty, democratization economy, the creation of employment, strengthening the industry, Strengthening the Economic Structure of Local, Balance between sectors and sub sectors, as well as Goals series - social targets political draft National Development. PT Karya Paduyasa is UKM in Tegal. PT Karya Paduyasa a Company That Manufactures hydrants, heavy equipment and automotive component,create and repair Agricultural machines and agricultural machine. PT Karya Paduyasa Established since April 1964,  at the Beginning, Making of Textile machinery, Engineering Processing (machines vermicelli, vermicelli, noodles). PT Karya Paduyasa From 1987 make hydrants, with maintain hydrants Production And Stay develop earlier products, the Company develops Components industry heavy equipment for a review of big industries such as PT Sanwa Indonesia and PT Komatsu Indonesia. Also the company make And develops component automotive after-market network. Manager of  PT Karya Paduyasa marketing say Products Highly influential Against Company is a fire hydrant with percentage of 70%. But the hydrants experienced significant reduction compared to products - other products. Paduyasa requires designing Currently Right Marketing Strategy development that increases the volume of air to review Sales hydrant And Able improve the competitiveness of its business, considering the number of Competitors. In the Research using SWOT and QSPM method.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK COCA-COLA, PEPSI DAN BIG COLA DI KOTA SEMARANG DENGAN MODEL MULTI ATRIBUT FISHBEIN Afina Hasya; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah perusahaan industri minuman ringan di Indonesia dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 menjadi salah satu pemicu terjadinya peningkatan persaingan antar produsen minuman ringan berkarbonasi jenis Cola khususnya di Kota Semarang. Coca-Cola yang sebelumnya bersaing ketat dengan Pepsi untuk menguasai pasar industri minuman ringan berkarbonasi di Indonesia,  mulai tahun 2011 mendapatkan pesaing baru dengan merek Big Cola. Penjualan merek Big Cola pada tahun 2012 mengalami peningkatan penjualan sampai dengan 1.900% dari tahun sebelumnya karena ditopang oleh harga yang murah dengan volume kemasan yang lebih besar. Maka dari itu diperlukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi konsumen terhadap merek Coca-Cola, Pepsi dan Big Cola melalui atribut-atribut produk yang mempengaruhi konsumen serta menganalisis atribut yang paling mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian terhadap produk minuman ringan berkarbonasi jenis Cola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Multi Atribut Fishbein dengan teknik pengambilan data melalui pengisian kuesioner kepada 100 responden. Hasil dari penelitian ini adalah preferensi konsumen terhadap merek Big Cola dengan skor sikap konsumen (Ao) sebesar 71,29, mengungguli merek Coca-Cola sebesar 69,69 dan merek Pepsi sebesar 64,23. Adapun atribut yang paling mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk minuman ringan berkarbonasi jenis Cola adalah atribut Harga dengan skor evaluasi kepentingan atribut sebesar 3,96. Abstract The increasing number of soft drink companies in Indonesia from 2008 to 2012 became the triggers of increased Cola soft drinks companies specially in Semarang. Previously, Coca-Cola was tightly competiting with Pepsi before a new brand of Cola soft drinks – Big Cola – became their new competitor since 2011. On 2012, the sales of Big Cola have increased up to 1.900% from the previous year because it has a lower price with the larger packs than two other brands. Therefore required a study aiming to identify consumer preferences towards a brand Coca-Cola,  Pepsi and Big Cola through product attributes that influence consumers and also to analyze attributes that most influence consumers in making purchasing decisions on Cola soft drinks products. The method used in this study is the Multi Attribute Fishbein with data capture techniques through questionnaires to 100 respondents. The results from this study are consumer prefer the Big Cola brand with an average overall consumer attitudes score (Ao) of 71.29, outperform Coca-Cola brand at 69.69 and 64.23 for Pepsi brand. The attributes that most influence the purchase decisions of consumers in Cola soft drinks products is the Price attribute which has an interest attributes evaluation score of 3.96.
Analisa Postur Kerja dengan Metode RULA Pada Pekerja CV. Cipta Usaha Mandiri Avior Bagas Ertansyah; nia budi puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.944 KB)

Abstract

Muskuloskeletal disorder adalah masalah ergonomi yang sering dijumpai di tempat kerja, khususnya yang berhubungan dengan kekuatan dan ketahanan manusia dalam melakukan pekerjaannya. Masalah tersebut umumnya dialami oleh pekerja yang melakukan gerakan yang sama dan berulang secara terus-menerus (repetitive). CV. Cipta Usaha Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan plywood/kayu lapis setengah jadi untuk pasar ekspor Taiwan dan Timur Tengah. Namum terdapat berbagai masalah yang berhubungan dengan pekerja seperti sakit pinggang dan cepat lelah yang disebabkan oleh pekerjaan yang berulang dengan bentuk postur tubuh yang tidak benar. Hal itu menyebabkan menurunnya produktivitas dari perusahaan tersebut. Analisis postur kerja para pekerja operator manual handling CV. Cipta Usaha Mandiri dengan metode RULA dengan menggunakan bantuan software CATIA dapat menyelesaikan masalah yang ada pada perusahaan. Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan di lapangan maka akan dilakukan evaluasi menggunakan pengukuran RULA dengan software CATIA dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis postur kerja para pekerja serta meberikan rekomendasi berupa penambahan fasilitas kerja agar keluhan muskuloskeletal disorder para pekerja dapat dikurangi. Dengan menggunakan pengolahan metode RULA dan menggunakan bantuan software CATIA didapatkan postur kerja yang berbahaya pada dengan Score 6 yang berwarna orange memiliki arti perlu dilakukan investigasi terhadap postur kerja tersebut dan melakukan perbaikan postur dalam waktu dekat yang terdapat pada proses rework barecore dan postur kerja akhir operator pada proses penyusunan kayu. Sedangkan score 7 yang berwarna merah memiliki arti perlu tindakan perbaikan pada saat itu juga terdapat pada postur kerja proses pendempulan barecore. Penambahan fasilitas kerja berupa meja hidrolis membuat score untuk ketiga postur turun menjadi 3. AbstractMusculoskeletal disorders are a common problem ergonomics in the workplace, particularly with regard to the strength and endurance of man in doing his job. These problems commonly experienced by workers who perform the same movements and repeated continuously (repetitive). CV. Cipta Usaha Mandiri is a company engaged in the manufacture of plywood/half-finished plywood for export markets of Taiwan and the Middle East. However the many problems associated with workers such as lumbago and rapid fatigue caused by repetitive job with body posture, which is not true. It caused a decline in the productivity of the company. Analysis of the working posture of the operator manual workers handling CV. Cipta Usaha Mandiri with RULA method using CATIA software can help resolve problems that exist in the company. From the observation that has been made in the field will be evaluated using measurements RULA with CATIA software in order to determine and analyze the posture of workers and gave the recommendation in the form of additional work facilities that can reduce musculoskeletal complaints disorder. By using the processing methods RULA and using CATIA software assistance obtained hazardous working postures on the orange colored Score 6 means necessary investigation into the working posture and make improvements in the near future contained in the rework process and posture barecore final work on the operator wood preparation process. While the score 7 colored red means necessary corrective action at that time contained in the working posture putty barecore process. Additional facilities such as table hydraulic work making the score for the third posture down to 3. 
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN PADA JASA PERPANJANGAN STNK DI KANTOR SAMSAT KABUPATEN SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN QFD Senja Puspita Sari; Aries Susanty; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor SAMSAT adalah salah satu instansi Pemerintahan Daerah yang berwenang untuk mengesahkan dan mengeluarkan surat-surat kendaraan bermotor. Semakin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor maka kantor SAMSAT dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Kantor SAMSAT Kabupaten Semarang belum pernah melakukan penilaian kualitas untuk pelayanan jasa perpanjangan STNK, namun dari banyaknya keluahan pelanggan maka perlu dilakukan penilaian dan peningkatan kualitas yang didasarkan oleh keinginan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbaikan fasilitas yang harus dilakukan SAMSAT Kabupaten Semarang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Sampel diambil dari pelanggan yang melakukan perpanjangan STNK dengan presepsi karyawan SAMSAT Kabupaten Semarang. Salah satu metode yang digunakan untuk menganalisa kualitas pelayanan kantor SAMSAT adalah mentode Servqual. Metode ini menilai kualitas pelayanan berdasarkan lima dimensi yaitu dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy. Perencanaan perbaikan pelayanan kantor SAMSAT dilakukan dengan metode QFD (Quality Fuction Development). Metode ini merupakan suatu perencanaan dan pengembangan desain pelayanan dengan mengklasifikasikan keinginan dan kebutuhan pelanggan. Dari hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa nilai kesenjangan terbesar untuk Gap 1 terdapat di dimensi Realibility yaitu sebesar -0,106, sedangkan untuk Gap 5 pada dimensi Assurance yaitu sebesar -0,142. Kesenjangan Gap tersebut terjadi karena pelanggan belum merasa puas terhadap pelayanan jasa Kantor SAMSAT Kabupaten Semarang. Dari 51 varibel yang perlu dilakukan perbaikan ada 21 variabel. Variabel tersebut diambil dari variabel yang masuk pada kuadran 1 dan bernilai negatif pada metode servqual.
Co-Authors Abadan Magfira Abdurrobi Hanifa ABI HASBI ASSHIDIQI Adelia Chandradevi Adelia Chandradevi, Adelia Adinda Nurussakinah Aditya Dwi Rahmadi Aditya Hendra Aditya Wiratama Putra Afina Hasya Aimathin Diana Alfarel, Reihan Damario Ananda, Mikha Andini, Anggita Realiza Anindyanari, Odilia Sefi ANNISA MAULIDYA Annisa Maulidya Annisa Qisti Nurdinati Arianie, Ganesstri Padma Aries Susanty Arif Martanto Arif Martanto Ary Arvianto Arya Anantama R, Arya Anantama Audy Yumna Ardila Audy Yumna Ardila, Audy Yumna Avior Bagas E Avior Bagas Ertansyah Bambang Purwanggono BANGKIT RIZKY PRATOMO Banjarnahor, Agnes Claudia Cahya Farradita Sulistya Conni Valinda Conni Valinda, Conni Darminto Pujotomo Dausat, Muhammad Wahyu Ghuffara Jangka Dewi, Anggita Maya Dian Purnamasari Dian Ratnasari Diana Puspita Sari Dina Tauhida Dwi Rizkiyani Dyah Ika Rinawati Dyah Permata P Eldinda Sazida Permatasari Endah Kirana Farandy Anggarajati Darmawan Farisa Rima Sofiana Fauzan Karim Fajriansyah Febrina Ramadhona Ferastra, Kelvin Freddy Antonius Sihite Ginting, Asteria Noventi Ageta Br Hana Daryaningrum HANDOKO, AGIL Herry Suliantoro Heru Prastawa Hery Suliantoro Indratua Sinurat Kevin Kevin Khairunnisa Hanan Yancadianti Khairunnisa Hanan Yancadianti, Khairunnisa Hanan Kholisoh, Ina Nurul Laila Kusumawardhani Manindo Simanjuntak Mega Permata Sari Meisarah Sabrina Arifianty MOHAMMAD FAHD, MOHAMMAD Muhdam Azhar Ningtyas, Lintang Puspita Noor Arofah Alamiyah Novika Rahayu, Novika Nyimas Titiek Indriani Pertiwi, Yoana Ellen Petty Primatury Anjani Pungky Pramono, Susatyo Nugroho Widyo Prayudha Budi Hervino Raka Yogaswara Rani Rumita Retno Indriartiningtias Reynaldi, Prio Aji Rheza Arista Riandi Fauzan Riniwati Juliana Marbun Salsabila Amnes K.T Saribu, Aditya Agung F. Dolok Senja Puspita Sari Septian Adi Saputra Setiawan, Eric Priambodo Shelli Fardhiyah Sunny Singgih Saptadi Sulistya, Cahya Farradita Susatyo Nugroho W P Susatyo Nugroho W.P Tri Listyorini Trifandi Lasalewo Verra Erlianna Wibowo, Wisnu Mahendra Wiwik Budiawan Yusuf Kurniawan Wiguna Zainal Fanani Rosyada