Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PENYEBAB CACAT PADA PROSES PRODUKSI GALVANIZED IRON DIVISI COIL TO COIL (SHEAR LINE 1 DAN 4) DI PT. FUMIRA SEMARANG Puspitasari, Nia Budi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 1, No.3, September 2006
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.979 KB) | DOI: 10.12777/jati.1.3.74-82

Abstract

Sebagai salah satu industri penghasil seng terbesar, PT Fumira selalu dituntut untuk meningkatkan kepuasan pelanggan antara lain dengan terus memperbaiki kualitas produk yang dihasilkan untuk dapat meminimasi biaya produksi dan meningkatkan output produksi. Sehingga pengendalian kualitas dilakukan pada setiap produksinya serta terus-menerus agar jumlah produk cacat dapat diminimalkan. Permasalahan yang akan dikaji adalah pengambilan data atribut pada divisi Coil to Coil ( Shear Line 1 dan 4 ) pada pembuatan seng dalam bentuk gulungan (coil) yang kemudian dipotong pada mesin Shear Line 1 dan 4.Terdapat dua jenis cacat  yaitu : Cacat kelas dua terdiri dari robek sedikit, berlubang di tepi, pengerutan, tidak tergalvanish sebagian dan cumi-cumi (bergelombang), serta cacat jenis tiga yang terdiri dari cacat awal produksi, ukuran kurang panjang, pengerutan parah, sobek di pinggir dan berlubang di tengah. Setelah melakukan pengolahan data dengan menggunakan seven tools maka  terlihat Cacat Kelas Dua  merupakan bentuk yang paling dominan, yang kemudian dilakukan analisa penyebab Cacat Kelas Dua  . Kata kunci :          Pengendalian Kualitas, Produk Cacat, Seng Gulungan (Coil), Cacat Kelas Dua
INTEGRASI METODE ANP DAN TOPSIS DALAM EVALUASI KINERJA SUPPLIER DAN PENENTUAN PRIORITAS SUPPLIER BAHAN BAKU UTAMA CETAK KORAN PADA PT MASSCOM GRAPHY SEMARANG Pujotomo, Darminto; Puspitasari, Nia Budi; Rizkiyani, Dwi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 11, No. 3, September 2016
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.436 KB) | DOI: 10.14710/jati.11.3.151-160

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan adalah keberadaan supplier yang berperan sebagai pemasok kebutuhan atau penyedia bahan baku. PT Masscom Graphy Semarang merupakan perusahaan percetakan yang telah menjalin kerjasama dengan beberapa supplier untuk menjamin kelangsungan produksinya. Oleh karena itu evaluasi kinerja supplier sangat penting dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan supplier yang handal dalam memasok bahan baku. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi kriteria evaluasi kinerja supplier dan penentuan prioritas supplier yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dan menentukan urutan prioritas supplier untuk bahan baku utama cetak koran. Terdapat 17 subkriteria yang digunakan dalam evaluasi kinerja supplier dan penentuan prioritas supplier. Metode Analytical Network Process (ANP) dapat dijadikan alternatif untuk suatu permasalahan yang memiliki banyak subkriteria yang saling berkaitan dalam pengambilan keputusan. Selanjutnya metode Technique For Orders Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) digunakan untuk perankingan supplier. Berdasarkan pembobotan subkriteria dengan menggunakan ANP, subkriteria yang paling besar pengaruhnya dalam evaluasi supplier adalah harga penawaran sebesar 0,17227. Selanjutnya, penentuan prioritas supplier dilakukan dengan menggunakan metode TOPSIS dan didapatkan urutan supplier untuk bahan baku kertas CD roll adalah supplier A, B, C, dan D, sedangkan untuk bahan baku tinta web adalah supplier L, N, O, dan M.   ABSTRACT One of the factors that influence the company performance is the presence of suppliers which supplies raw materials. PT Masscom Graphy Semarang is a printing company which has cooperated with several suppliers to ensure continuity of production. Therefore,  supplier performance evaluation conducted by the company is very important to obtain a reliable supplier in the supply of raw materials. The purpose of this research was to identify the supplier performance evaluation criteria and priorities of suppliers in accordance with the company's needs, and determined the priority order of the main raw material supplier for newspaper print. There was 17 sub-criteria used in evaluating the performance of suppliers and prioritization of suppliers. Analytical Network Process (ANP) can be used as an alternative to solve a problem that had many interrelated sub-criteria or influence in decision making. Furthermore, the method Technique For Orders Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) was used for ranking suppliers. Based on the weighted sub-criteria by using ANP, the most influence subcriteria in determining the priority of suppliers offering price of 0.17227. Furthermore, to the supplier prioritization was done by using the TOPSIS method and obtained the order suppliers for raw materials paper roll was a supplier A, B, C, and D, while the raw material for the ink web was a supplier of L, N, O and M.
PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN COMLABS INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (ITB) puspitasari, nia budi; rinawati, dyah ika
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 2, Mei 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.669 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.2.75-80

Abstract

p { margin-bottom: 0.08in; } Untuk memenangkan persaingan bisnis produsen harus memberikan kepuasan kepada pelanggannya. Untuk itu produsen perlu melakukan pengukuran tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk atau jasa. Comlabs ITB sebagai salah satu penyedia jasa internet di kampus ITB juga perlu melakukan pengukuran tingkat kepuasan pelanggan. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan mengukur gap antara harapan dan persepsi pelanggan serta melakukan plot pada diagram dua dimensi. Sehingga dari pendekatan ini dapat diketahui dimensi kualitas mana yang perlu diperbaiki untuk memberikan kepuasan pada pelanggan . Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada tiga dimensi kualitas yang perlu diperbaiki, yaitu better, reability dan security. Untuk melakukan perbaikan direkomendasikan 5 langkah perbaikan.  
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE PERFORMANCE PRISM (STUDI KASUS PADA PDAM TIRTA MOEDAL CABANG SEMARANG TENGAH) Puspitasari, Nia Budi; Prastawa, Heru; Diana, Aimathin
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 7, No.1, Januari 2012
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.911 KB) | DOI: 10.12777/jati.7.1.13-18

Abstract

Penelitian ini menguraikan hasil penelitian perancangan sistem pengukuran kinerja pada PDAM Tirta Moedal Semarang dengan model Performance Prism. Selama ini PDAM Tirta Moedal belum memiliki sistem pengukuran kinerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan perancangan sistem pengukuran kinerja. Dari kondisi PDAM Tirta Moedal Semarang, model yang tepat digunakan adalah model performance prism  dibanding model lain. Sistem pengukuran kinerja ini memiliki 44 KPI yang meliputi 12 KPI pelanggan, 9 KPI karyawan, 11 KPI pemilik modal, 6 KPI supplier, 6 KPI pemerintah dan masyarakat di sekitar lingkungan. Dari hasil implementasi sistem pengukuran kinerja dengan proses scoring system menggunakan metode OMAX menunjukkan nilai current performance indicator yang telah dicapai oleh PDAM Tirta Moedal Semarang adalah sebesar 75,1 %. Hasil pengukuran menjadi landasan pihak manajemen mengevaluasi dan menentukan rencana kerja perbaikan sehingga harapan dari semua stakeholder dapat terpenuhi Kata kunci : Pengukuran Kinerja, Performance Prism, PDAM Tirta Moedal Semarang  Abstract This study describes the results of research on the performance measurement system design PDAM Tirta Moedal Semarang with model Performance Prism. During this PDAM Tirta Moedal not have a performance measurement system. Therefore, it is necessary to design performance measurement systems. From the condition of PDAM Tirta Moedal Semarang, the exact model used is a prism model performance compared to other models. This performance measurement system has 44 KPIs which include 12 customer KPI, KPI 9 employees, 11 KPI owners of capital, supplier KPI 6, KPI 6 governments and communities around the neighborhood. From the results of performance measurement system implementation with the scoring system using the OMAX shows the current performance indicator has been achieved by PDAM Tirta Moedal Semarang amounted to 75.1%. The basis of measurement results to evaluate and determine the management improvement plan so that expectations of all stakeholders are met Keywords: Performance Measurement, Performance Prism, PDAM Tirta Moedal Semarang
KEPUASAN PELANGGAN PO ROSALIA INDAH MENGGUNAKAN IMPORTANCE PERFORMANCE COMPETITOR ANALYSIS (IPCA) Puspitasari, Nia Budi; Pramono, Susatyo Nugroho Widyo; Pertiwi, Yoana Ellen
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.164 KB) | DOI: 10.14710/jati.14.2.63-70

Abstract

Persaingan yang ketat antara perusahaan dalam pelayanan bus antar kota antar provinsi membutuhkan perbaikan pelayanan kualitas untuk mempertahankan pelanggan. Adanya ketidakpuasan pelanggan terhadap fasilitas dan layanan yang diberikan oleh PO Rosalia Indah menjadi suatu permasalahan yang harus diperbaiki sehingga dengan menerapkan metode ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan PO Rosalia Indah dan loyalitas penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kepuasan pelanggan PO Rosalia Indah dengan mempertimbangkan keberadaan pesaingnya yaitu PO Pahala Kencana dan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap atribut fasilitas yang menjadi prioritas perbaikan. Penelitian ini menggunakan metode Importance Performance Competitor Analysis (IPCA). Pengambilan data dilakukan terhadap dua kelompok responden yaitu responden PO Rosalia Indah dan responden PO Pahala Kencana. Penelitian ini mengukur tingkat pelayanan kualitas berdasarkan 3 dimensi yaitu kendaraan (15 butir pernyataan), sopir dan kru (8 butir pernyataan) dan manajemen (13 butir pernyataan). Berdasarkan hasil pengolahan data dengan IPCA didapatkan bahwa terdapat 21 butir pernyataan yang masuk dalam kuadran Urgent Action dan memerlukan perbaikan. Rekomendasi perbaikan dilakukan dengan metode Numerical Group Technique (NGT) yang berasal dari lima ahli yang mengerti dalam bidang transportasi bus.Abstract[The Customer Satisfaction of PO Rosalia Indah using Importance Performance Competitor Analysis (IPCA)] The intense competition between companies in intercity bus services between provinces requires the improvement of quality services to retain customers. The existence of customer dissatisfaction with the facilities and services provided by PO Rosalia Indah becomes a problem that must be improved so that by applying this method can improve the quality of service Rosalia Indah PO and passenger loyalty. This research aims to analyze customer satisfaction of PO Rosalia Indah by considering the existence of its competitor that is PO Pahala Kencana and give recommendation improvement to the facility attribute which become the priority of improving. This research uses Importance Performance Competitor Analysis (IPCA) method. The data were collected from two groups of respondents namely PO Rosalia Indah and respondent’s PO Pahala Kencana. This study measures the level of quality service based on 3 dimensions of the vehicle (15 points statement), driver and crew (8 points statement) and management (13 points statement). Based on the results of data processing with IPCA found that there are 21 items of statements that enter the Urgent Action quadrant and require improvement. The improvement recommendation was made by Numerical Group Technique (NGT) method which is derived from five experts who understand in the bus transportation field.Keywords: customer satisfaction; numerical group technique; IPCA
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) DAN MODEL KANO (Studi Kasus di PT. Perusahaan Air Minum Lyonnaise Jaya Jakarta) Puspitasari, Nia Budi; Suliantoro, Hery; Kusumawardhani, Laila
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.3, September 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.429 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.3.185-198

Abstract

Dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari, air merupakan hal yang penting untuk diperhatikan karena seiring dengan pertambahan penduduk maka kebutuhan air tidak dapat dipungkiri akan semakin meningkat. Maka dalam menyikapi hal tersebut PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) hadir di Jakarta untuk meningkatkan penyediaan dan pelayanan air bersih. Dari 306 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang ada di Indonesia, hanya 10 % yang dalam keadaan sehat. Dengan melihat kondisi tersebut maka Palyja perlu untuk mengarah pada inovasi-inovasi. Di dalam penelitian ini dilakukan studi kualitas layanan dengan integrasi Importance Performance Analysis (IPA) dan Model Kano. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu Palyja dalam mengevaluasi kepuasan pelanggan mereka, bukan hanya untuk mengidentifikasi apakah harapan konsumen telah terpenuhi atau belum tetapi juga mengidentifikasi atribut-atribut layanan yang fungsional dan disfungsional. Sehingga dari integrasi tersebut dapat diketahui atribut layanan apa yang perlu mendapat prioritas untuk ditingkatkan. Selanjutnya dari model ini, dapat diidentifikasi rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan Palyja. Dari hasil integrasi tersebut dapat diketahui bahwa atribut yang perlu mendapat prioritas untuk ditingkatkan adalah penerapan fasilitas air Palyja yang dapat langsung diminum oleh konsumen. Tentunya dengan memperhatikan kualitas air yang bersih dan aman untuk diminum. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Importance Performance Analysis (IPA), Model Kano, Palyja    In order to meet daily needs, water is important to note because along with the increase of population, the water demand will inevitably increase. So in addressing these PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) present in Jakarta to improve the provision and water services. Of the 306 Regional Water Company (PDAM) that exist in Indonesia, only 10% are in good health. By looking at current economic conditions, Palyja need to lead to innovations. Within this study, quality of service with the integration ofImportance Performance Analysis (IPA) and the Kano Model. This approach aims to help Palyja in evaluating their customers' satisfaction, not only to identify whether consumer expectations are met or not, but also identify the service attributes, functional and dysfunctional. So, from the integration of service attributes can know what needs to be given priority for improvement. Furthermore, from this model, can be identified recommendations for improvements that can be done Palyja. From the results of such integration can be seen that the attributes that should be given priority to improved water facilities Palyja is the application that can be drunk directly by consumers. Of course, with due regard to the quality of clean and safe water to drink. Keywords: Quality of Service, Importance Performance Analysis (IPA), Kano Model, Palyja
PENGGUNAAN FMEA DALAM MENGIDENTIFIKASI RESIKO KEGAGALAN PROSES PRODUKSI SARUNG ATM (ALAT TENUN MESIN) (STUDI KASUS PT. ASAPUTEX JAYA TEGAL) Puspitasari, Nia Budi; Martanto, Arif
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.2, Mei 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.742 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.2.93-98

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan salah satu hal yang penting untuk mempertahankan reputasi perusahaan di mata konsumen. PT. Asaputex Jaya adalah perusahaan textil yang bergerak dalam bidang sarung tenun.  Pada saat ini cacat produk yang terjadi pada perusahaan masih ada yang diluar dari ketentuan batas perusahaan yaitu diatas angka persentase yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 2%. Sehingga perusahaan segera melakukan perbaikan agar tidak terjadi waste yang merugikan perusahaan. Dengan adanya pengendalian kualitas secara baik dan benar, maka akan diperoleh produk yang dapat memenuhi keinginan konsumen. Salah satu tool yang digunakan untuk membantu pengendalian kualitas adalah menggunakan metode Failure Modes and Effects Analysis (FMEA). Penggunaan FMEA mampu mengidentifikasi resiko kegagalan yang terjadi selama proses produksi pada pembuatan sarung tenun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa moda kegagalan yang menyebabkan cacat produk dengan menggunakan metode FMEA, mendapatkan resiko kegagalan proses produksi terbesar dalam nilai RPN (Risk Priority Number), memberikan usulan perbaikan untuk produksi selanjutnya.  Berdasarkan pengolahan dengan metode FMEA dapat mengidentifikasi moda kegagalan yang terjadi pada proses pembuatan sarung tenun. Moda kegagalan potensial pada proses pembuatan sarung tenun dengan alat tenun mesin (ATM) pada PT. Asaputex Jaya terdiri dari 14 jenis kegagalan. Kata Kunci : kualitas; alat tenun mesin; failure mode and effect analysis; risk priority number Abstract Quality control is one of the things that are important to maintain the company's reputation in the eyes of consumers. PT. Asaputex Jaya is a company engaged in the field of textile woven sarongs. At this time the product defect that occurs in companies that still exist outside the corporate limits of the provisions of the above percentage figures set by the company which is 2%. So the company immediately repairs to prevent harmful waste. With the quality control is good and true, it will obtain the products that can meet customer demand. One of the tools used to help control quality is to use the method of Failure Modes and Effects Analysis (FMEA). The use of FMEA is able to identify the risk of failure that occurs during the production process in the manufacture of woven sarongs. The purpose of this study was to analyze the failure modes that cause defective product using the FMEA method, get the biggest risk of failure of the production process in the value of the RPN (Risk Priority Number), and provide suggestions for improvement to the next production. Based on the processing of the FMEA method can identify failure modes that occur in the process of making woven sarongs. Potential failure modes in the process of making sarong with alat tenun mesin (ATM) at PT. Asaputex Jaya consist of 14 types of failures. Keywords: quality; alat tenun mesin; failure mode and effect analysis; risk priority number
PENGEMBANGAN STRATEGI PARIWISATA BERBASIS ECOTOURISM PADA KLASTER PARIWISATA BOROBUDUR-DIENG, JAWA TENGAH Susanty, Aries; Puspitasari, Nia Budi; Valinda, Conni
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.206 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.57-76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi saat ini dari pariwisata di Kawasan Borobudur dan kawasan Dataran Tinggi Dieng, merumuskan prioritas strategi ecotourism yang sesuai dengan kondisi pariwisata untuk kedua kawasan pariwisata, dan merumuskan prioritas strategi ecotourism untuk klaster pariwisata Borobudur-Dieng. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan beberapa metode, yaitu External Factors Evaluation Matrix (EFEM), Internal Factors Evaluation Matrix (IFEM), Analisis SWOT, dan Multi Attribute Utility Theory (MAUT). Data-data primer yang digunakan dalam penelitiian diperoleh dengan cara penyebaran kuesioner dan wawancara kepada sejumlah ahli, masyarakat lokal, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Borobudur memiliki performansi yang baik dengan nilai EFEM 3,003 dan IFEM 2,75 sehingga usulan strategi berupa strategi SO. Berdasarkan hasil evaluasi MAUT, strategi terbaik untuk kawawan Borobudur adalah  melakukan promosi menggunakan media internet. Adapun Kawasan Dataran Tinggi Dieng memiliki nilai EFEM sebesar 2,89 dan IFEM 2,335 sehingga usulan strategi terbaik dari strategi WO. Selanjutnya, berdasarkan hasil evaluasi MAUT, strategi terbaik untuk kawasan Dataran Tinggi Dieng adalah menjaga kebersihan lingkungan objek wisata. Adapun hasil evalusi MAUT untuk klaster pariwisata Borobudur-Dieng menunjukkan bahwa strategi terbaik adalah  pemerintah perlu merancang suatu paket-paket wisata yang memadukan kedua kawasan tersebut secara terintegrasi.AbstractThis study aims to evaluate the current condition of  tourism of  Borobudur and Dieng Higlands region, formulate the priority strategy of ecotourism in accordance with the condition of  both of two regions, and formulate the priority strategy of ecotourism for cluster tourism of Borobudur-Dieng. This research was conducted using several methods, namely External Factors Evaluation Matrix (EFEM), Internal Factors Evaluation Matrix (IFEM), SWOT Analysis, and Multi Attribute Utility Theory (MAUT). Primary data  for this study were collected through questionnaire and interview with some experts, local communitites, and visitors. The results of data processing showed that the performance of Borobudur region was good enough with EFEM value 3.003 and IFEM value 2 75; thus we can propose the SO strategy for Borobudur region.  MAUT evaluation for Borobudur region showed that the best strategy was to conduct promotion through internet. Meanwhile EFEM value and IFEM value of Dieng Highlands region were 2.89 and 2.335 respectively, thus the best proposed strategy was WO. MAUT evaluation for Dieng Highlands region showed that the best strategy was to maintain the cleanliness of tourism destinations. Thus, MAUT evaluation for cluster tourism of Borobudur-Dieng showed that the best strategy was the government should provide tour packages that include both regions simultaneously.
PENINGKATAN KUALITAS PADA LAYANAN PEMASANGAN ASTINET DENGAN MENGGUNAKAN METODE NEW SEVEN TOOLS (Studi Kasus : PT. Telkom Divisi Regional II Jabodetabek) Ferastra, Kelvin; Puspitasari, Nia Budi
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.09 KB)

Abstract

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (PT. Telkom) merupakan salah satu BUMN penyelenggara layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan jumlah pelanggan mencapai 70% dari jumlah penduduk di Indonesia. PT. Telkom menyediakan layanan Access Service Dedicated to Internet atau ASTINet untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atas layanan internet yang dapat diandalkan. ASTINet memiliki kecepatan bervariasi dari 1 Mbps hingga 1 Gbps dengan rasio bandwith 1:1. PT. Telkom ingin menjaga tingkat kepuasan pelanggan, salah satu caranya adalah melalui kebijakan 14 Days Service dimana seluruh aktivitas pemasangan ASTINet akan diselesaikan dalam 14 hari kerja. Namun di dalam prakteknya, masih terdapat keterlambatan dalam pemasangan sehingga dapat dinilai bahwa kebijakan 14 Days Service belum dapat diterapkan dengan baik. Pada penelitian ini, dilakukan analisis menggunakan metode New 7 Tools untuk menganalisis secara kualitatif penyebab keterlambatan pada pemasangan layanan ASTINet sehingga akan bermanfaat dalam pengambilan keputusan mengenai kebijakan yang akan diterapkan oleh perusahaan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja berpengaruh paling besar terhadap keterlambatan proses pemasangan ASTINet. Abstract. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (PT. Telkom) is one of the state-owned enterprises that provide the biggest communication service in Indonesia with the number of customers reaching 70% of the entire population in Indonesia. PT. Telkom provide Access Service Dedicated to Internet or ASTINet service to fulfill the needs of the company for reliable internet services. ASTINet speed varies from 1 Mbps to 1 Gbps with 1:1 bandwith ratio. PT. Telkom aim for customer satisfaction, therefore they apply 14 Days Service policy where all the installation activities will be completed within 14 working days. However in practice, the installation delay still exists, it can be assessed that the policy has not been properly implemented. This study uses New 7 Tools method to analyze the cause of installation delay qualitatively so it will be useful in making decision regarding the policy that the company will apply. The result of data processing shows that labor play the most influential factor to ASTINet installation delay.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA PRODUK AMDK 240 ML PT. TIRTA INVESTAMA KLATEN Dewi, Anggita Maya; Puspitasari, Nia Budi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.451 KB)

Abstract

Perkembangan dunia industri yang bergerak sangat pesat membuat persaingan antar perusahaan semakin meningkat, termasuk perusahaan industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Untuk mempertahankan kualitas dari produk yang dihasilkan, perusahaan perlu melakukan pengendalian kualitas agar sesuai dengan spesifikasi produk yang ditetapkan supaya dan mampu meningkatkan kepuasan konsumen. PT. Tirta Investama Klaten memproduksi produk AMDK kemasan 240 ml, 330 ml, 600 ml, 1500 ml, galon 19 liter, dan Mizone 500 ml. Dalam salah satu upaya peningkatan kualitas, PT. Tirta Investama Klaten berupaya untuk mencapai tingkat zero defect pada produksinya, termasuk pada kemasan 240 ml yang masih ditemukan banyak produk cacat. Analisis pengendalian kualitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Six Sigma. Berdasarkan teori Six Sigma, hanya terdapat 3,4 cacat per sejuta kesempatan pada proses produksi. Semakin tinggi target sigma yang dicapai maka kinerja sistem industri semakin membaik. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan untuk meningkatkan kepuasan konsumen dan kualitas produk dengan meminimalisir jumlah produk cacat.  Abstract [Quality Control Analysis Using Six Sigma Methods on Mineral Bottled Water 240 ml Products of PT. Tirta Investama Klaten] The rapid development of industrial word has made the competition among companies increased, including the bottled drinking water companies. To maintain the quality of the products produced, the company needs to conduct the quality control to achieve the conformance to specifications of products and be able to improve the customer satisfaction. PT. Tirta Investama Klaten produces bottled water in 240 ml, 330 ml, 600 ml, 1500 ml, 19 liters gallon and 500 ml of Mizone. In an effort to improve the quality, PT. Tirta Investama Klaten strives to achieve a zero defect production, including on 240 ml bottled water that still can be found many defective products. The quality control analysis in this research uses Six Sigma as the method. Based on the Six Sigma theory, there are only 3,4 deficiencies per million opportunities found in the production process. The higher the sigma target is achieved, the better the performance of the industrial system is. This research is hoped to be useful for the company to improve the customer satisfaction and the product quality by minimizing the number of defective products. 
Co-Authors Abadan Magfira Abdurrobi Hanifa ABI HASBI ASSHIDIQI Adelia Chandradevi Adelia Chandradevi, Adelia Adinda Nurussakinah Aditya Dwi Rahmadi Aditya Hendra Aditya Wiratama Putra Afina Hasya Aimathin Diana Alfarel, Reihan Damario Ananda, Mikha Andini, Anggita Realiza Anindyanari, Odilia Sefi ANNISA MAULIDYA Annisa Maulidya Annisa Qisti Nurdinati Arianie, Ganesstri Padma Aries Susanty Arif Martanto Arif Martanto Ary Arvianto Arya Anantama R, Arya Anantama Audy Yumna Ardila Audy Yumna Ardila, Audy Yumna Avior Bagas E Avior Bagas Ertansyah Bambang Purwanggono BANGKIT RIZKY PRATOMO Banjarnahor, Agnes Claudia Cahya Farradita Sulistya Conni Valinda Conni Valinda, Conni Darminto Pujotomo Dausat, Muhammad Wahyu Ghuffara Jangka Dewi, Anggita Maya Dian Purnamasari Dian Ratnasari Diana Puspita Sari Dina Tauhida Dwi Rizkiyani Dyah Ika Rinawati Dyah Permata P Eldinda Sazida Permatasari Endah Kirana Farandy Anggarajati Darmawan Farisa Rima Sofiana Fauzan Karim Fajriansyah Febrina Ramadhona Ferastra, Kelvin Freddy Antonius Sihite Ginting, Asteria Noventi Ageta Br Hana Daryaningrum HANDOKO, AGIL Herry Suliantoro Heru Prastawa Hery Suliantoro Indratua Sinurat Kevin Kevin Khairunnisa Hanan Yancadianti Khairunnisa Hanan Yancadianti, Khairunnisa Hanan Kholisoh, Ina Nurul Laila Kusumawardhani Manindo Simanjuntak Mega Permata Sari Meisarah Sabrina Arifianty MOHAMMAD FAHD, MOHAMMAD Muhdam Azhar Ningtyas, Lintang Puspita Noor Arofah Alamiyah Novika Rahayu, Novika Nyimas Titiek Indriani Pertiwi, Yoana Ellen Petty Primatury Anjani Pungky Pramono, Susatyo Nugroho Widyo Prayudha Budi Hervino Raka Yogaswara Rani Rumita Retno Indriartiningtias Reynaldi, Prio Aji Rheza Arista Riandi Fauzan Riniwati Juliana Marbun Salsabila Amnes K.T Saribu, Aditya Agung F. Dolok Senja Puspita Sari Septian Adi Saputra Setiawan, Eric Priambodo Shelli Fardhiyah Sunny Singgih Saptadi Sulistya, Cahya Farradita Susatyo Nugroho W P Susatyo Nugroho W.P Tri Listyorini Trifandi Lasalewo Verra Erlianna Wibowo, Wisnu Mahendra Wiwik Budiawan Yusuf Kurniawan Wiguna Zainal Fanani Rosyada