Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP MODEL ASUHAN KEPERAWATAN TIM DI RUMAH SAKIT KOTA BANDA ACEH Ardia Putra; Yuswardi Yuswardi; Hajjul Kamil; Zahra Tussafara; Mariatul Kiftia
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27297

Abstract

Perawat sebagai tenaga kesehatan profesional, sepatutnya memahami dengan baik model asuhan keperawatan di Rumah Sakit. Pelaksanaan model asuhan profesional dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, kepuasan pasien dan perawat. Kerjasama tim sangat dibutuhkan sehingga pelayanan asuhan keperawatan menjadi lebih efektif. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan perawat ruang rawat inap terhadap Model Asuhan Keperawatan Tim (MAK Tim) di Rumah Sakit Umum Kota Banda Aceh. Ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian quasy experimental (one grup pre-test dan post-test design). Populasi sebanyak 57 perawat ruang rawat inap dengan teknik total sampling dan instrumen penelitian berupa kuesioner. Pengetahuan sebelum intervensi berada pada kategori kurang sebanyak 24 responden (42,1%), dan meningkat secara signifikan menjadi 51 responden (89,5%) berada pada kategori "baik" setelah diberikan intervensi. Hasil uji paired t-test pengetahuan terhadap MAK Tim didapatkan nilai p-value= 0,000, dan diasumsikan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Direkomendasikan kepada pengambil kebijakan di RSU Kota Banda Aceh agar secara berkala melaksanakan inhouse training secara rutin untuk tetap mempertahankan pemahaman pelaksanaan MAK Tim sehingga akan menunjang pelayanan keperawatan secara komprehensif dan profesional.
PROSES PENGEMBANGAN STAF PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP Khairatul Uli; Ardia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan pasien menentukan kualitas suatu pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, perawat memerlukan pengembangan atau pelatihan sesuai dengan jenjang karir dan kompetensinya untuk mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Pengembangan staf yang sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi perawat dapat diwujudkan melalui proses pengembangan staf yang baik yang melibatkan komite keperawatan dan kepala bidang keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses pengembangan staf perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian kuantitatif: deskriptif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel 78 perawat pelaksana di ruang rawat inap kelas III Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner proses pengembangan staf dengan metode analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran proses pengembangan staf perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh berada pada kategori baik (98,7%) yang dibagi dalam 4 tahap, yaitu penilaian kebutuhan kategori baik (79,5%), perencanaan kategori baik (78,2%), implementasi kategori baik (92,3%), dan evaluasi kategori baik (96,2%). Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan bagi komite keperawatan dan kepala bidang keperawatan untuk terus melaksanakan pengembangan staf yang sesuai dengan jenjang karir perawat agar menghasilkan perawat yang kompeten dan profesional.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PERAWAT DALAM PENERAPAN HAND HYGIENE DI RUANG RAWAT INAP MEDIKAL BEDAH RUMAH SAKIT fiya irma safiya; Ardia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hand hygiene merupakan istilah yang digunakan untuk mencuci tangan menggunakan antiseptik pencuci tangan. Hand hygiene menjadi salah satu langkah yang efektif untuk memutuskan rantai transmisi infeksi, sehingga infeksi nosokomial dapat berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap perawat dalam penerapan hand hygiene di ruang rawat inap medikal bedah RSUD Meuraxa Banda Aceh. Jenis penelitian Kuantitatif; descriptive correlative dengan desainCross sectional study. Populasi penelitian 50 perawat, pengambilan sampel menggunakan proportional sampel dengan jumlah 33 perawat di ruang rawat inap medikal bedah RSUD MeuraxaBanda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Data penelitian dianalisis menggunakan uji pearson correlation. Hasil penelitian yang didapatkan nilai mean dari pengetahuan 11,6 dan nilai mean sikap 16,3. Nilai P-Valueantara pengetahuan dengan sikap adalah 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan  dengan sikap perawat dalam penerapan hand hygiene. Direkomendasikan bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan dan pelaksanaan hand hygiene melalui program pelatihan pengurangan infeksi agar angka kejadian infeksi nosokomial semakin berkurang.
INFORMED CONCENT DALAM PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI ORTHOPEDI RSUD dr.ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Putri Nuzira; Ardia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informed concent merupakan persetujuan yang diberikan oleh pasien dan keluarga atas dasar penjelasan tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. Informasi  pada informed concent  dapat membantu pasien dalam mengantisipasi tahap-tahap prosedur pada pembedahan. Pembedahan dapat menimbulkan stres fisiologis dan stress psikologis pada pasien, salah satunya adalah kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan informed concent dengan tingkat kecemasan pada pasien bedah orthopedi di ruang rawat inap jeumpa rumah sakit umum daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling pada 54 responden. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan teknik wawancara terpimpin dengan menggunakan kuisioner yang terdiri dari 19 pertanyaan dalam bentuk dichotomous choice dan 14 pertanyaan menggunakan kuisioner baku HARS. Analisa data menggunakan uji Chi square. Hasil analisa data didapatkan bahwa ada hubungan antara pemberian informed concent dengan tingkat kecemasan (p-value:0,001). Saran peneliti pada manajemen keperawatan rumah sakit untuk membuat suatu SOP yang jelas mengenai pemberian informed concent, agar pelaksanaan informed concent dapat berjalan sesuai dengan prinsip etik keperawatan yaitu Respek dan otonomi dengan menghormati hak-hak pasien dan kecemasan pada pasien sebelum operasi dapat sedikit ditekan. 
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL ASUHAN KEPERAWATAN TIM DIRUANG RAWAT INAP RSUD MEURAXA zahra tussafara; ardia putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penerapan model asuhan keperawatan tim terutama di RSUD Meuraxa masih belum memuaskan. Sebagai tenaga yang profesional seorang perawat dituntut untuk mampu mengimplementasikan asuhan keperawatan secara optimal, karena mengingat model asuhan keperawatan di Rumah Sakit sangat menentukan kepuasan perawat, pasien dan kemajuan di bidang mutu pelayanan masyarakat. Kerja sama antara tim dibutuhkan untuk pemberian asuhan keperawatan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penerapan model asuhan keperawatan tim di ruang rawat inap RSUD Meuraxa Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy experimental dengan menggunakan desain one grup pre test and post test. Populasi semua perawat ruang rawat inap sebanyak 10 tim dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui penerapan model tim menggunakan lembar observasi. Hasil observasi sebelum intervensi diketahui penerapan model asuhan keperawtan tim berada pada kategori kurang yaitu 9 tim (90,0%). Setelah diberikan intervensi, penerapan model asuhan keperawatan tim juga berada pada kategori kurang yaitu sebanyak 7 tim (70,0%). Hasil uji paired t test penerapan model asuhan keperawatan tim didapatkan nilai P= 0,034, Ho ditolak yang berarti ada perbedaan penerapan pre test dan post test. Berdasarkan hasil, peneliti merekomendasikan kepada pengambil kebijakan di RSUD Meuraxa Banda Aceh agar dapat mengadakan house training untuk meningkatkan penerapan model asuhan keperawatan tim.
STRES KERJA PERAWAT SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RSUD MEURAXA BANDA ACEH Ferra Nuraeni; Ardia Putra; Yuswardi Yuswardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres kerja merupakan suatu kondisi tekanan yang berasal dari lingkungan kerja, organisasi dan individu yang menuntut perawat untuk dapat melakukan penyeseuaian guna mempertahankan kesemibangan. Munculnya pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya peningkatan stres kerja pada perawat karena banyak nya tekanan yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres kerja pada perawat ruang rawat Covid-19 dengan desain retrospective descriptive study. Populasi penelitian adalah perawat yang pernah merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh yaitu sebanyak 65 perawat. Sampel penelitian ini sebanyak 65 perawat dengan metode total  sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner faktor-faktor stres dan kuesioner psychometric evaluation of healthcare workers stress related to caring for patient with a highly infectious didease scale developed.  Hasil analisa univariat menunjukkan mayoritas perawat Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa memiliki faktor-faktor yang menyebabkan stres sedang sebanyak 43 (66,2%) responden. Faktor lingkungan sedang 38 (58,5%), faktor organisasi sedang 39 (60,0%) dan faktor individu sedang sebanyak 41 (63,1%) responden serta stres berat perawat dalam bekerja 28 (43,1%) responden. Disarankan kepada Rumah Sakit untuk melakukan beberapa intervensi yang dapat menurunkan tingkat stres kerja pada perawat dan meningkatkan kesehatan kerja lingkungan perawat.
PELAKSANAAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD PROVINSI ACEH Vira Jannati; Ardia Putra; Yuswardi Yuswardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan pasien menjadi prioritas utama yang harus diterapkan dalam pemberian pelayanan kesehatan di rumah sakit. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa 1 dari 10 pasien di negara berkembang mengalami insiden selama menjalani rawatan akibat kesalahan pemberian tindakan selama perawatan. Salah satu penyebab terjadinya insiden keselamatan pasien adalah kurangnya kepatuhan petugas kesehatan dalam upaya penerapan patient safety goals. Studi kasus ini bertujuan untuk melihat pelaksanaan sasaran keselamatan pasien di ruang Zamzam 3 RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis studi kasus ini adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah 17 perawat, dengan sampel 13 perawat melalui metode Accidental sampling. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi. Hasil studi kasus ini menunjukkan ( 76,9% ) perawat sudah optimal saat mengidentifikasi pasien dan melaksanakan komunikasi efektif, lalu (69,2%) perawat belum optimal terhadap peningkatan keamanan obat yang perlu di waspadai, serta ( 53,8% ) perawat sudah optimal terhadap kepastian tepat lokasi, prosedur dan pasien operasi. Lebih lanjut, ( 76,9% ) perawat belum optimal dalam pengurangan risiko infeksi, dan ( 61,5% ) perawat belum optimal dalam pengurangan risiko jatuh. Diharapkan pihak rumah sakit terutama tim KKPRS agar dapat memberikan pelatihan berkelanjutan terkait patient safety goals untuk mengoptimalkan kinerja tenaga medis rumah sakit.
Persepsi Pasien Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia di Rumah Sakit Umum Kota Banda Aceh Dela Sukandar; Ardia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan dasar manusia merupakan serangkaian unsur yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup agar tetap dalam kondisi optimal. Penyakit atau cedera dapat mengganggu seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan menyebabkan seseorang mengalami penurunan level fungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pasien terhadap pemenuhan kebutuhan dasar manusia di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Jenis penelitian kuantitatif; deskriptif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian ditentukan berdasarkan jumlah tempat tidur yaitu 144 tempat tidur, teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling dengan jumlah 63 pasien ruang rawat inap kelas III Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap pemenuhan kebutuhan dasar manusia di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh mencakup tiga komponen, yaitu eliminasi sampah tubuh 61,9% pada kategori baik, tidur dan istirahat 63,5% pada kategori baik, dan memelihara kebersihan tubuh 65,1% pada kategori kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan bagi perawat untuk lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar pasien, terutama kebutuhan personal hygiene dalam rangka proses pemulihan.
HUBUNGAN PELAYANAN SPIRITUAL DENGAN KEPUASAN PASIEN DIRUMAH SAKIT MEURAXA KOTA BANDA ACEH yesika nurdina; ardia putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan meliputi bio-psiko-sosio-spiritual. Asuhan keperawatan tidak dapat dipisahkan dari aspek spiritual yang merupakan kebutuhan dasar manusia, jika tidak terpenuhi pasien akan mengalami distres spiritual. Pemenuhan kebutuhan spiritual secara baik akan meningkatkan kepuasan pada pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pelayanan spiritual yang diberikan oleh perawat dengan kepuasan pasien. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif.Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat inap dalam tiga bulan terakhirterdapat3.547 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan jumlah respondensebanyak97 orang.Alat pengumpul data berupa kuesioner, yang terdiri dari 16 item pernyataan pelayanan spiritual dalam bentuk likert dan 14 item pernyataan kepuasan pasien.Metode analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan pelayanan spiritual yang diberikan oleh perawat dengan kepuasan pasien (p-value=0,000) dan ada hubungan pelayanan spiritual yang diberikan oleh perawat ditinjau dari menetapkan kehadiran (p-value=0,001), berdoa (p-value=0,026), dukungan ibadah (p-value=0,001), dan sistem dukungan (p-value=0,006) dengan kepuasan pasien. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelayanan spiritual telah mulai diterapkan sehingga mempengaruhi kepuasan pasien.Diharapkan perawat dapat menfasilitasi pelayanan berdoa dan membantu/membimbing ibadah dengan baik.Kata Kunci:Pelayanan Spiritual,Perawat, Kepuasan Pasien.
PENGARUH PENERAPAN METODE KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) TERHADAP PENGEMBANGAN PERILAKU KEPEMIMPINAN MAHASISWA Rijal Maulana; Ardia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah kurikulum yang disusun berdasarkan kompetensi yang dapat menghantarkan peserta didik untuk mencapai profil lulusan ners yang berkompeten. Kepemimpinan adalah proses untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang lain supaya termotivasi untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Kurikulum Berbasis Kompetensi terhadap pengembangan perilaku kepemimpinan mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 382 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar kuesioner, dengan metode analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian: ada pengaruh penerapan metode collaborative learning terhadap pengembangan perilaku kepemimpinan mahasiswa (p-value 0,000), ada pengaruh penerapan metode problem based learning/inquiry terhadap pengembangan perilaku kepemimpinan mahasiswa (p-value 0,000), dan ada pengaruh penerapan metode student centered learning terhadap pengembangan perilaku kepemimpinan mahasiswa (p-value 0,000). Direkomendasikan kepada pihak Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala agar terus mengembangkan metode Kurikulum Berbasis Kompetensi berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia sehingga dapat meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan pencapaian lulusan ners yang mampu bersaing di dunia kerja.