Articles
TINGKAT BURNOUT PADA PERAWAT COVID-19 DI RSUD KOTA BANDA ACEH
Nuril Yumna;
Ardia Putra;
Halimuddin Halimuddin;
Hajjul Kamil;
Yullyzar Yullyzar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Burnout merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan perawat dan kualitas kinerja perawat. Munculnya pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya peningkatan beban kerja pada perawat dan hal ini salah satu faktor penyebab terjadinya burnout. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran burnout pada perawat Covid-19 dengan desain retrospective descriptive study. Populasi penelitian adalah perawat yang pernah merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh yaitu sebanyak 103 perawat. Sampel penelitian sebanyak 64 perawat yang pernah merawat Covid-19 dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner Burnout Perawat Pelaksana. Hasil analisa univariat menunjukkan mayoritas perawat Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa memiliki tingkat burnout rendah sebanyak 42 (65,6%) responden, tingkat emotional exhaustion rendah sebanyak 36 (56,3%) responden, tingkat depersonalization rendah sebanyak 38 (59,4%) dan tingkat personal accomplishment rendah sebanyak 45 (70,3%) responden. Disarankan kepada manajemen Rumah Sakit untuk melakukan intervensi untuk mencegah dan mengurangi gejala burnout seperti program yang berfokus pada emosional serta selalu memperhatikan faktor-faktor penyebab burnout seperti beban kerja yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan fisik maupun psikis perawat.
STRES KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
Zahratul Afra;
Ardia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stres kerja merupakan salah satu permasalahan dalam manajemen sumber daya manusia di rumah sakit. Hal ini karena profesi perawat merupakan tenaga kesehatan yang langsung memberikan perawatan kepada pasien dengan berbagai macam karakter dan berbagai situasi yang dapat menyebabkan terjadinya stres kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran stres kerja perawat meliputi stressor ekstraorganisasi, organisasi, kelompok dan individu di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif eksploratif menggunakan desain cross sectional study. Populasi berjumlah 243 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling sehingga sampel penelitian berjumlah 122 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner terdiri dari 34 pernyataan dalam skala Likert. Hasil penelitian didapatkan 64 perawat (52,5%) yang bekerja di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh berada pada kategori stres kerja sedang. Stres kerja berdasarkan stressor ekstra organisasi berada pada kategori ringan sebanyak 75 perawat (61,5%), kemudian stressor organisasi berada pada kategori sedang sebanyak 70 perawat (57,4%), stressor kelompok pada kategori ringan sebanyak 89 perawat (73%) dan stressor individu berada pada kategori ringan sebanyak 60 perawat (49,2%). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada pihak Rumah Sakit untuk mengatur jumlah perawat shift disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan serta mensosialisasikan jadwal kunjungan sehingga tercipta lingkungan yang nyaman dan kondusif bagi perawat dalam bekerja.
KEPUASAN MAHASISWA TEHADAP PELAYANAN RS PRINCE NAYEF DI BANDA ACEH
muchrizal fadliady;
ardia putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kepuasan merupakan respon pelanggan terhadap pemenuhan kebutuhan dan harapan. Hal tersebut merupakan penilain pelanggan terhadap produk dan pelayanan yang merupakan cerminan tingkat kenikmatan yang didapatkan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dan harapan, atau tigkat pemenuhan yang melebihi kebutuhan dan harapan. Penelitian ini bertujuan untuk kepuasan mahasiswa terhadap Pelayanan Rumah Sakit Prince Nayef Bin Abdul Aziz Syiah Kuala University Hospital (RSPN) Menurut Mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini bersifat Deskriptif yang dilaksanakan pada tanggal 17 Juni sampai dengan 27 Juni 2016. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling dengan jumlah responden 100 orang mahasiswa. Alat pengumpulan data berupa kuesioner, dimana kuisioner dalam penelitian ini berjumlah 22 item harapan dan 22 item kenyataan berdasarkan the SERVQUAL isntrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepuasan Terhadap Pelayanan RSPN Menurut Mahasiswa Universitas Syiah Kuala berada pada kategori tidak puas yaitu sebanyak (63.8%). Bedasarkan hasil penelitian ini diharapkan kepada petugas kesehatan yang ada di RSPN agar meningkatkan pelayanan yang berkualitas dengan berorientasi pada kebutuhan pasien dan lebih memperhatikan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien (mahasiswa), dengan memperbaiki kemampuan melaksanakan pelayanan kesehatan yang telah dijanjikan dengan tepat, terpercaya dan memberikan informasi yang tepat kepada pasien.
GAMBARAN PERILAKU ASERTIF PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RS IBU DAN ANAK BANDA ACEH
Andika Putri;
Ardia Putra;
Jufrizal Jufrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin hari semakin meningkat sehingga harus direspon secara tepat oleh tenaga kesehatan. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang berinteraksi dengan pasien selama 24 jam dituntut untuk berperilaku asertif agar pelayanan keperawatan berlangsung optimal. Namun jika perawat tidak mampu berperilaku asertif maka akan berdampak pada terganggunya hubungan perawat-pasien dan susah untuk mendapatkan kepercayaan pasien ketika memberikan asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku asertif perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah sample 66 perawat. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner perilaku asertif perawat dengan metode analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran perilaku asertif perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh mayoritas berada pada kategori baik (86,4%) yang dibagi dalam 2 jenis, yaitu verbal behavior kategori baik (86,4%) dan non-verbal behavior kategori baik (86,4%). Direkomendasikan bagi RS Ibu dan Anak Banda Aceh untuk memberikan perhatian kepada perawat untuk mempertahankan dan meningkatkan perilaku asertif menjadi lebih maksimal sehingga pelayanan yang diberikan semakin berkualitas sesuai dengan misi-misi rumah sakit.
KESIAPAN PERAWAT MENUJU PENERAPAN INTERNATIONAL PATIENT SAFETY GOAL
muhammad aidil fikri;
Ardia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
International Patient Safety Goal adalah salah satu standar yang berada di dalam akreditasi Joint Commission International yang bertujuan untuk membuat asuhan keperawatan yang dilakukan di Rumah Sakit khususnya ruang inap menjadi lebih aman. Kesiapan adalah suatu titik kematangan untuk menerima dan mempraktekkan tingkah laku tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesiapan perawat pelaksana menuju penerapan IPSG di ruang rawat inap Rumah sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Desain penelitian adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified proportional random sampling dari populasi yang berjumlah 237 perawat sehingga di dapatkan sampel sebanyak 92 perawat. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25 Mei sampai 30 Mei 2018. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dalam bentuk skala likert dengan skala ukur ordinal yang terdiri dari 19 item pertanyaan. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara pengisian kuesioner. Hasil penelitian diperoleh gambaran kesiapan perawat pelaksana menuju penerapan IPSG di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh berada pada tingkat kesiapan tinggi (92,4%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan kepada komisi keselamatan pasien RSUD Zainoel Abidin terus memantau dan mengembangkan kemampuan perawat akan keselamatan pasien sehingga dapat memberikan pelayanan kesehahatan yang berfokus pada keselamatan pasien
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN
Wulan Daria;
Andara Maurissa;
Yullyzar Yullyzar;
Ardia Putra;
Aklima Aklima
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kualitas pelayanan sebuah rumah sakit ditentukan oleh berbagai sumber, salah satunya sumber daya manusia yang dimiliki, yaitu perawat yang berperan penting dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu dan psikologis, tetapi juga kepemimpinan yang dijalankan oleh kepala ruang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi perawat pelaksana terhadap gaya kepemimpinan kepala ruang dengan pelaksanaan asuhan keperawatan di ruang rawat Rumah Sakit Banda Aceh. Jenis penelitian ini merupakan penelitian descriptive correlative dengan desain cross-sectional study. Populasi penelitian ini seluruh perawat pelaksana di ruang rawat Rumah Sakit Banda Aceh yang berjumlah 95 perawat dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat pelaksana mempersepsikan kepala ruang menjalankan gaya kepemimpinan demokratik. Pelaksanaan asuhan keperawatan mayoritas responden sudah berada pada kategori baik (93,7%). Kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan otokratik dengan pelaksanaan asuhan keperawatan (p value = 0,743 0,05), terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan demokratik dengan pelaksanaan asuhan keperawatan (p value = 0,000 0,05) dan tidak terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan laissez-faire dengan pelaksanaan asuhan keperawatan (p value = 0,74 0,05). Kepala ruang diharapkan mampu menerapkan gaya kepemimpinan terbaik sesuai dengan situasi dan kondisi yang berlangsung.
KEJENUHAN KERJA PADA PERAWAT DIRUANG INTENSIVE CARE RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA
Gadis Halizasia;
Ardia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perawat merupakan salah satu pekerjaan yang sangat beresiko mengalami kejenuhan kerja.Ruang intensive care salah satu unit pelayanan rawat inap dirumah sakit yang memberikan perawatan khusus pada penderita yang memerlukan perawatan yang lebih intensif seperti ruangan ICU, ICCU, NICU, PICU, HCU dan RHCU. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejenuhan kerja pada perawat diruang intensive care Rumah Sakit Umum Dearah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Populasinya adalah seluruh Perawat Pelaksana diruang intensive care Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel pada penelitian adalah total sampling, sebanyak 105 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan menggunakan metode membagikan angket. Hasil penelitian didapatkan dari 105 responden, sebanyak 45 responden (42,9%) mengalami kejenuhan kerja berat, kejenuhan sedang sebanyak 41 responden (39,0%), dankejenuhan ringan sebanyak 19 responden (18,1%) yang berarti terdapat gambaran kejenuhan kerja pada perawat pelaksana. Oleh sebab itu peneliti menyarankan rumah sakit agar memperhatikan tingkat kejenuhan untuk menghindari pengaruh kinerja perawat.
PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TERHADAP PENTINGNYA DISCHARGE PLANNING DI RSUDZA BANDA ACEH
Nelly Safrina;
Ardia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Discharge planning adalah pelayanan keperawatan yang diberikan untuk mempersiapkan pasien melakukan perawatan secara mandiri setelah meninggalkan tempat pelayanan kesehatan. Perawat mempunyai peranan yang sangat penting pada pelaksanaan discharge planning. Kegagalan untuk memberikan dan mendokumentasikan discharge planning akan berisiko terhadap beratnya penyakit, ancaman hidup, dan disfungsi fisik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran persepsi perawat pelaksana terhadap pentingnya discharge planning di Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional study, populasinya adalah seluruh perawat pelaksana yang bekerja di Ruang Rawat Inap Kelas III RSUDZA Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah simple random sampling, sebanyak 61 responden. Alat pengumpulan data adalah kuesioner dalam bentuk skala likert yang terdiri dari 33 pernyataan dan analisa data berupa analisa univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 61 responden, sebanyak 67,2 % responden mempersepsikan discharge planning penting untuk dilaksanakan. Direkomendasikan bagi Rumah Sakit diharapkan dapat menjadi masukan informasi serta bahan pertimbangan bagi pihak rumah sakit untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, khususnya discharge planning dengan cara membuat panduan/prosedur tetap pelaksanaan discharge planning kepada pasien.
GAMBARAN PELAKSANAAN HANDOVER PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT
Atrivia Atrivia;
Noraliyatun Jannah;
Ardia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Handover merupakan proses transfer informasi selama perpindahan perawatan berkelanjutan yang mencakup pertanyaan, klasifikasi, konfirmasi tentang pasien, tanggung jawab utama dan kewenangan perawat dari perawat sebelumnya ke perawat yang akan melanjutkan perawatan. Kegagalan dalam proses mentransfer informasi pasien dalam handover merupakan salah satu penyebab terjadinya medication errors yang dapat menyebabkan Kejadian Nyaris Cedera (KNC) bahkan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan handover perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling, didapatkan sampel sebanyak 36 perawat di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pelaksanaan handover yang dibuat sendiri oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 perawat melakukan handover pada kategori baik (88,9%) dan 4 perawat berada pada kategori kurang baik (11,1%). Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan bahwa perawat yang bertugas di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala melaksanakan handover dengan baik. Diharapkan bagi tim manajemen keperawatan sering melakukan sosialisasi dan pemantauan di Ruang Rawat Inap serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Handover.
HUBUNGAN PROFESIONAL PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM DAN BEDAH
Yulya Fazyanda;
Ardia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hubungan profesional adalah interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien, perawat dengan perawat, dan perawat dengan profesional kesehatan lainnya ketika memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien. Hubungan ini meliputi komunikasi profesional, sistem pendokumentasian keperawatan, operan tugas jaga, konferensi awal dan akhir, bekerja sama secara tim dan kemampuan dalam memimpin. Peneliti menemukan fenomena bahwa di ruang rawat inap penyakit dalam dan bedah RSUDZA masih terdapat kekurangan dalam menerapkan hubungan profesional dikarenakan komunikasi yg kurang optimal dan jumlah tenaga perawat yang tidak sesuai dengan jumlah pasien yang dirawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Hubungan Profesional Perawat di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam dan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Jenis penelitian adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah populasi yang dijadikan sampel sebanyak 63 orang perawat. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 20 pernyataan menggunakan skala Likert. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan hubungan profesional di ruang rawat inap penyakit dalam dan bedah RSUDZA 34 orang baik (53,97%) diharapkan kepada perawat di ruang rawat inap penyakit dalam dan bedah RSUDZA Banda Aceh agar dapat menjalankan hubungan profesional dengan tenaga kesehatan lain dan pasien khususnya dari segi komunikasi profesional, agar pelayanan keperawatan bisa diberikan secara optimal.