Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TERSERTIFIKASI AKREDITASI DASAR nabella nabella; ardia putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan kesehatan yang bermutu adalah layanan kesehatan yang selalu berupaya memenuhi harapan pasien. Kepuasan dari pelayananan kesehatan dapat dilihat dari faktor–faktor yang harus di penuhi oleh pelayanan kesehatan di puskesmas yaitu bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Puskesmas Baiturrahman dan Puskesmas Kuta Alam merupakan puskesmas yang tersertifikasi akreditasi dasar di kota Banda Aceh, hal ini perlu diperhatikan karena akreditasi dasar merupakan tingkat akreditasi terendah sehingga dapat menjadi pedoman untuk meningkatkan pelayanan lebih baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di puskesmas Baiturrahman dan Kuta Alam yang tersertifikasi akreditasi dasar tahun 2018. Jenis penelitian comparative study dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah pasien di puskesmas Baiturrahman dan puskesmas Kuta Alam. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 134 responden yang terdiri dari 67 responden di puskesmas Baiturrahman dan 67 responden responden di puskesmas Kuta Alam. Alat pengumpulan data menggunakan The SERVQUAL test. Data penelitian dianalisis menggunakan uji independent t-test untuk data yang berdistribusi normal dan data yang tidak berdistribusi normal menggunakan uji Mann Whitney. Hasil yang didapatkan  Nilai p-value 0.839 (p-value 0,05) sehingga didapatkan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kepuasan pasien di puskesmasBaiturrahman dan Kuta Alam yang tersertifikasi akreditasi dasar. Direkomendasikan kepada puskesmas tersertifikasi akreditasi dasar sebaiknya lebih sering melakukan survey terkait kepuasan pelayanan karena hal ini dapat menjadikan acuan bagi puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
DIMENSI BUDAYA ORGANISASI DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT Yunita Hairina; Ardia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu organisasi yang bergerak di bidang kesehatan yang mempunyai pengaruh besar dalam kinerja anggotanya. Salah satu pelayanan kesehatan yang ada di rumah sakit adalah keperawatan. Pelayanan keperawatan yang prima dan berkualitas, tentunya terwujud dengan adanya peran perawat melalui pemberian asuhan keperawatan secara komprehensif dengan menunjukkan perilaku caring kepada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dimensi budaya organisasi dengan perilaku caring perawat. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini 112 orang, menggunakan tenik pengambilan sampel proportional sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 2-31 Mei 2018, menggunakan alat ukur kuesioner dan diolah menggunakan Chi-Square Test (X2). Hasil penelitian diketahui ada hubungan komunikasi (p=0,003) ; pelatihan dan pengembangan (p=0,017) ; reward (p=0,004) ; pengambilan keputusan (p=0,015) ; pengambilan resiko (p=0,000) ; kerjasama (p=0,003) ; praktik manajemen (p=0,000) ; dan dimensi budaya organisasi (p=0,002) dengan perilaku caring perawat. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bagi rumah sakit untuk dapat memberikan pelatihan dan update seminar tentang caring sebagai upaya meningkatkan perilaku caring perawat. Sedangkan pada dimensi budaya organisasi rumah sakit, perlu adanya pertimbangan serta kebijakan khusus yang meningkatkan penerapan perilaku caring oleh perawat, terutama dari aspek reward dan pengambilan resiko yang masih berada pada ketegori kurang.
HUBUNGAN PENGHARGAAN INTRINSIK DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP Agustina, Emma; Putra, Ardia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghargaan merupakan apresiasi yang diberikan dalam bentuk material ataupun ucapan baik secara perorangan ataupun lembaga untuk prestasi tertentu. Penghargaan intrinsik adalah penghargaan yan bersifat subjektif tidak dapat dilihat dan hanya dapat diterima dan di rasakan oleh dirinya sendiri dalam melakukan pekerjaan atau tindakan serta memiliki tanggung jawab dalam melakukan pekerjaan yang nantinya akan berdampak pada mutu pelayanan rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penghargaan intrinsik dengan kinerja perawat pelaksana dalam melakukan asuhan keperawatan diruangrawat inap RSUD Teuku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang bekerja di Ruang Rawat Inap RSUD Teuku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling menggunakan metode total sampling dengan sampel sebanyak 121 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner/angket yang di bagikan langsung oleh peneliti. Hasil penelitian menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara penghargaan intrinsik dengan kinerja perawat pelaksana dengan nilai (p-value = 0,227). Penelitian ini diharapkan mampu menjadi bahan evaluasi pada perawat dan diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut terhadap faktor intrinsik lainnya dan juga dapat meneliti faktor ekstrinsik agar dapat meningkatkan kinerja perawat pelaksana menjadi lebih baik terutama di Aceh.
BEBAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN ACEH JAYA Natasha, Cut Windi; Putra, Ardia; Jannah, Noraliyatun; Kamil, Hajjul; Rachmah, Rachmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja merupakan tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang sudah ditentukan. Berat atau ringgannya beban kerja berpengaruh terhadap pekerjaan perawat. Beban kerja yang berat dapat menyebabkan beban kerja fisik, beban kerja psikologis, dan beban waktu kerja pada perawat, sedangkan beban kerja yang terlampau ringan dapat menyebabkan kejenuhan dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat beban kerja, beban kerja fisik, beban kerja psikologis, dan beban waktu kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Aceh Jaya. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah perawat pelaksana yang bekerja di RSUD Kabupaten Aceh Jaya, sampel dipilih dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 110 perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner beban kerja baku, yang dibagikan pada masing-masing perawat. Analisa data dalam penelitian menggunkaan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan kebanyakan perawat mengalami beban kerja sedang sebanyak 49 perawat (44,5%), beban kerja fisik sedang sebanyak 46 perawat (41,8%), beban kerja psikologis sedang sebanyak 43 perawat (39,1%), dan beban waktu kerja sedang sebanyak 41 perawat (37,3%). Rumah Sakit melakukan evaluasi terkait tugas dan jam kerja perawat untuk mempertahankan serta mengelola beban kerja perawat.
GAMBARAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT DI KOTA BANDA ACEH Suhaila, Fuja; Jannah, Noraliyatun; Mahdasari, Mayanti; Putra, Ardia; Yullyzar, Yullyzar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres kerja perawat dapat disebabkan oleh kelelahan karena jam kerja yang terlalu padat, beban kerja, tuntutan pekerjan yang banyak dan keluhan dari keluarga pasien. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penurunan semangat kerja, prestasi kerja dan dapat meningatkan terjadinya resiko kesalahan intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres kerja perawat serta gambaran tingkat stres kerja berdasarkan jenis kelamin, pendidikan terakhir dan lama bekerja, dengan menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah seluruh perawat diruang rawat inap RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh yang berjumlah 121 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner ENSS (Expanded Nursing Stress Scale) untuk pengukuran tingkat stress kerja perawat. Dan menggunakan analisis univariat, dengan hasil yang menunjukan bahwa perawat dengan tingkat tingkat stres sedang (86%), stres kerja berdasarkan jenis kelamin mayoritas adalah perempuan (81,8%), berdasarkan pendidikan terkahir Diploma III (73,6%), dan diikuti berdasarkan lama bekerja 1-5 tahun (78,5%). Pihak Rumah Sakit khususnya bagian keperawatan agar dapat meminimalisir stres kerja perawat dengan mengatur strategi kerja, membantu menyelesaikan masalah perawat dalam tim kerja dan membantu perawat saat terjadinya diskriminasi.
TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DALAM MENYELESAIKAN TUGAS AKHIR Wahyuni, Fitri; Nurhasanah, Nurhasanah; Putra, Ardia; Martina, Martina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan istilah yang melekat pada kehidupan sehari-hari meliputi perasaan khawatir, gelisah, takut, dan tidak aman disertai gangguan kesehatan. Keadaan tersebut dapat dialami individu dalam kehidupannya. Kecemasan dapat dirasakan oleh mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan tugas akhirnya dikarenakan kesulitan tertentu yang dialami mahasiswa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala dalam menyelesaikan tugas akhir. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala yang berjumlah 18 Mahasiswa. Pengambilan data dilakukan dengan metode total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer berdasarkan kuesioner baku yang disebar secara online berbentuk googleform kepada responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 10 (55,6%) mahasiswa mengalami kecemasan ringan selama menyelesaikan tugas akhir. Penyebab kecemasan yang dialami mahasiswa dalam penyusunan tugas akhir diantaranya kesulitan dalam mencari referensi, menentukan metode penelitian, menganalisis data dan menyalurkan ide ke dalam bahasa ilmiah sesuai dengan ketentuan penulisan tugas akhir. Saran bagi perawat dan institusi terkait diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan meneliti hubungan dari karakteristik responden dengan tingkat kecemasan serta intervensi yang dapat digunakan dalam mengatasi cemas yang dirasakan.
Pelaksanaan discharge planning di ruang rawat inap bedah anak RSUD pemerintah Sari, Fani Permata; Kamil, Hajjul; Putra, Ardia
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1428

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan kesehatan menerapkan pendekatan multidisiplin, melibatkan berbagai profesi seperti medis, keperawatan, farmasi, fisioterapi, gizi dan penunjang lainnya untuk memberikan layanan terbaik kepada Masyarakat. Salah satu bentuk pelayanan yang penting dalam konteks ini adalah perencanaan pulang pasien atau Discharge Planning (DP), yang bertujuan memastikan kesinambungan asuhan dan mendukung pemulihan pasien secara optimal. Metode: Studi kasus ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Discharge Planning di ruang rawat inap raudhah 2 RSUD Pemerintah Aceh Kota Banda Aceh. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan Total Sampling dengan jumlah 25 responden di Ruang Rawat Inap Bedah Anak RSUD Pemerintah Aceh. Data diambil dengan cara observasi berdasarkan menggunakan lembar, observasi. Hasil: Hasil dari studi kasus menunjukkan bahwa sebanyak 20 responden (80%) melaksanakan Discharge Planning dan sebanyak 5 responden (20%) tidak melaksanakan Discharge Planning. Rekomendasi: Diharapkan bagi pihak manajemen rumah sakit agar meningkatkan kesadaran perawat dengan memberikan pelatihan, seminar, dan workshop terkait Discharge Planning. Hal ini akan mendukung penerapan Discharge Planning dalam pemberian asuhan keperawatan professional sesuai dengan SOP, sehingga dapat tercipta asuhan keperawatan yang lebih optimal.
Bahaya Mekanik dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Perawat Nurfadhillah Nurfadhillah; Mayanti Mahdarsari; Yullyzar Yullyzar; Ardia Putra; Putri Mayasari
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1226

Abstract

Bahaya mekanik adalah jenis bahaya potensial yang sering terjadi di rumah sakit dan dapat terjadi pada semua petugas terutama pada perawat, contohnya terjepit mesin, tergulung, terpotong, tersayat, dan tertusuk. Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko terjadi bahaya mekanik dengan menggunakan alat pelindung diri saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bahaya mekanik dengan penggunaan alat pelindung diri pada perawat di RSUD dr. Zainoel Abidin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi. Populasi penelitian ini adalah perawat ruang intensif RSUD dr. Zainoel Abidin sebanyak 188 responden yang terdiri dari 8 ruang intensif dengan sampel sebesar 128 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling berdasarkan simple random sampling. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner bahaya mekanik dan lembar observasi alat pelindung diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengalaman bahaya mekanik yang baik sebanyak 83 responden (64,8%) dan mayoritas perawat yang menggunakan alat pelindung diri dengan baik sebanyak 94 responden (73,4%). Ada hubungan yang signifikan antara bahaya mekanik dengan penggunaan alat pelindung diri pada perawat (p-value 0,000). Rumah sakit diharapkan mewajibkan dan memfasilitasi perawat untuk mengikuti pelatihan K3, pelatihan bahaya mekanik, dan pelatihan alat pelindung diri agar meningkatkan pengetahuan dan skill perawat.
Pemetaan Masalah Kesehatan Pada Masyarakat Desa Cot Gud Kabupaten Aceh Besar Putra, Ardia; Tahlil, Teuku; Jufrizal, Jufrizal; Hajjul Kamil
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.386 KB) | DOI: 10.30867/jeumpa.v1i2.77

Abstract

ABSTRAK Pemetaan masalah kesehatan merupakan upaya yang dilakukan untuk mengevaluasi besarnya masalah serta penentuan program dan prioritas kesehatan yang dapat diaplikasikan pada suatu lokasi. Pembenahan dapat dilakukan melalui upaya-upaya pemerintah, swasta maupun organisasi untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup, kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Masalah kesehatan di Indonesia mengalami pergeseran dari beberapa dekade lalu yang diakibatkan oleh penyakit menular, kini menjadi penyakit tidak menular. Selain itu, pergeseran penderita penyakit juga terjadi yang tadinya banyak diidap saat masa tua, kini mulai menghantui orang-orang muda. Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi Penyakit Tidak Menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Prevalensi kanker naik dari 1,4% menjadi 1,8%; prevalensi stroke naik dari 7% menjadi 10,9%; dan penyakit ginjal kronik naik dari 2% menjadi 3,8%. Berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes melitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%; dan hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%.  Kata Kunci: Pemetaaan Kesehatan, Penyakit Tidak Menular, Masyarakat 
Perbandingan Pengetahuan Perawat Terhadap Model Asuhan Keperawatan Tim Di Rumah Sakit Kota Banda Aceh Putra, Ardia; Yuswardi, Yuswardi; Kamil, Hajjul; Tussafara, Zahra; Kiftia, Mariatul
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.24040

Abstract

Sebagai tenaga kesehatan profesional, perawat sudah seharusnya memahami dengan baik terhadap model asuhan keperawatan di Rumah Sakit. Karena pelaksanaan model asuhan profesional dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, kepuasan pasien dan perawat. Kerjasama tim sangat dibutuhkan agar pemberian asuhan keperawatan menjadi lebih efektif. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan perawat ruang rawat inap terhadap model asuhan keperawatan tim (MAK Tim) di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Banda Aceh. Ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian quasy experimental (one grup pre-test dan post-test design). Populasi sebanyak 57 perawat ruang rawat inap, dan teknik sampel digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil ukur pengetahuan sebelum intervensi berada pada kategori kurang sebanyak 24 responden (42.1%), dan meningkat secara signifikan menjadi 51 responden (89.5%) berada pada kategori baik setelah diberikan intervensi. Hasil uji paired t-test pengetahuan terhadap MAK Tim didaptkan nilai p-value= 0,000, dimana Ho ditolak, dan diasumsikan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Dari hasil penelitian tersebut, direkomendasikan kepada pengambil kebijakan di RSU Kota Banda Aceh agar secara berkala melaksanakan inhouse training secara rutin untuk tetap mempertahankan pemahaman pelaksanaan MAK Tim sehingga akan menunjang pelayanan keperawatan secara komprehensif dan profesional.