Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Women Farmers Group Participation in Empowering Local Food Security Rili Windiasih; Lilik Kartika Sari; Shinta Prastyanti; Adhi Iman Sulaiman; Toto Sugito
International Journal Of Community Service Vol. 3 No. 3 (2023): August 2023 (Indonesia - Malaysia - Philippines - South Korea )
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v3i3.200

Abstract

Women's participation in socio-economic development at the local level is important and strategic because women have two roles as actors in developing a household by taking care of children and helping in the family economy. This study aims to the participation of farmer women's groups in empowering local food security as a Corporate Social Responsibility (CSR) program in Cilacap Regency, Central Java Province, Indonesia. This study used the Participatory Learning and Action (PLA) method to involve 20 informants from members and administrators of the Women Farmers Group (WFG) of Sumber Pathedan and 14 academics, namely lecturers and students. Data were collected through interviews, Focus Group Discussions (FGD), observation, and documentation with participatory analysis to produce natural and sustainable reality constructions. The results showed that WFG had the motivation and cohesiveness to become an entrepreneur after receiving socio-economic empowerment in the form of cultivating food security for vegetables and post-harvest processed products from the CSR program. However, it requires program sustainability such as assistance to continue to be able to harvest productively in the dry season. Then it requires the support of home production equipment and supplies to increase the productivity of postharvest products.
IMPLIKASI ATAS STRATEGI TOKOH MASYARAKAT DALAM PELEPASAN LAHAN PERTANIAN YANG TERKONVERSI UNTUK KAWASAN INDUSTRI Mohammad Roihan Zaky; Joko Santoso; Rili Windiasih; Elis Puspitasari
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 9 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i9.2025.3715-3724

Abstract

Sektor pertanian memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di negara agraris seperti Indonesia. Kabupaten Majalengka pada tahun 2018 memiliki luas lahan pertanian sebesar 50.408 hektar (Badan Pusat Statistik, 2022). Seiring dengan pembangunan, pada tahun 2020 lahan pertanian di kabupaten ini banyak yang beralih fungsi menjadi kawasan industri. Total luas areal produksi pertanian pada tahun 2021 adalah 50.323 hektar lahan pertanian (Badan Pusat Statistik, 2022). Kegiatan alih fungsi lahan yang terjadi di pedesaan merupakan hal yang umum terjadi. Alih fungsi lahan di pedesaan biasanya melibatkan tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat juga turut berperan dalam pelepasan lahan pertanian. Permasalahan dalam penelitian ini meliputi: 1) Strategi apa saja yang digunakan tokoh masyarakat dalam melepaskan lahan pertanian yang dialihfungsikan menjadi kawasan industri di Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Majalengka? 2) Bagaimana implikasi dari strategi tokoh masyarakat dalam melepaskan lahan pertanian yang dialihfungsikan menjadi kawasan industri di Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Majalengka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sumber datanya adalah tokoh masyarakat di Kecamatan Sumber Jaya dan masyarakat terdampak alih fungsi lahan. Strategi yang dilakukan masyarakat meliputi strategi komunikasi personal dan struktural; strategi kultural dan keagamaan; strategi persuasif berbasis relasi sosial; dan strategi tokoh masyarakat sebagai mediator. Kemudian, implikasi dari strategi tokoh masyarakat dalam alih fungsi lahan adalah, tokoh masyarakat terkesan membiarkan, sehingga menimbulkan ketegangan setelah lahan dilepas; masyarakat kehilangan mata pencaharian sebagai petani karena lahannya telah dijual; terjadi degradasi ekologi dan ketidakseimbangan fungsi spasial yang berdampak.
Hubungan Keaktifan Organisasi dan Fear of Missing Out (FOMO) dengan Tingkat Stres Akademik Mahasiswa FISIP Unsoed Gempita Pesta Demokrasi; Nanang Martono; Rili Windiasih
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v3i1.730

Abstract

Stres akademik kerap dirasakan mahasiswa akibat tingginya tuntutan akademik dan nonakademik selama menjalani perkuliahan. Fokus utama penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara keaktifan organisasi dan Fear of Missing Out (FOMO) dengan tingkat stres akademik mahasiswa FISIP Unsoed. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Total populasi yang digunakan sebanyak 843 mahasiswa FISIP Unsoed angkatan 2023 dan 2024 yang aktif berorganisasi, dengan sampel sebanyak 264 responden dengan menggunakan teknik propotionate stratified random sampling. Proses pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, yang kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Tau Kendall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara keaktifan organisasi dengan stres akademik mahasiswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,124 dan signifikansi sebesar 0,032. Selain itu, FOMO juga memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap stres akademik dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,219 dan signifikansi sebesar 0.000. berdasarkan hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi keaktifan organisasi dan tingkat FOMO mahasiswa, maka semakin tinggi pula stres akademik yang dialami. Mahasiswa dengan ini diharapkan mampu mengelola waktu, menjalankan peran secara seimbang, serta mengendalikan tekanan sosial agar aktivitas akademik dapat berjalan secara optimal.
Representasi Kecantikan dalam Iklan Scarlett Whitening Idol Korea TWICE Adelia Rahma Putri; Arizal Mutahir; Rili Windiasih
PENSOS : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi Vol. 4 No. 2 (2026): Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/pensos.v4i2.3744

Abstract

Globalization and the massive influence of Korean popular culture have shifted the construction of women's beauty standards in Indonesia, including the marketing strategies of local cosmetic products. This study aims to analyze the representation of women's beauty standards and the ideological construction in the local brand advertisement Scarlett Whitening, specifically the "Reveal Your Beauty With TWICE" version. This study employs an interpretative qualitative approach using Roland Barthes' semiotic analysis to deconstruct denotative, connotative, and mythical meanings. The primary data were collected through documentation and observation of the audio-visual elements within the advertisement. The findings reveal that the visual representations in the advertisement emphasize fair, bright, smooth skin, and a youthful appearance as the ideal form of beauty. Connotatively, the advertisement associates product usage with self-confidence, happiness, and social acceptance. At the myth level, the advertisement produces the idea that the universal beauty standard refers to the Korean beauty standard, constructing it as a natural and aspirational condition for the audience to achieve. The presence of K-Pop idol group TWICE as brand ambassadors serves not only as a promotional appeal but also acts as an instrument that produces and reinforces the hegemony of Korean popular culture in shaping the normalization of universal beauty standards in Indonesia.
Tradisi Grebeg Gethuk: Studi tentang Kendala dan Keberlanjutan Tradisi Grebeg Gethuk di Kota Magelang Sekar Aprilia Azahro; Edy Suyanto; Rili Windiasih
YASIN Vol 5 No 6 (2025): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i6.7847

Abstract

Grebeg Gethuk is a distinctive tradition of Magelang City that highlights the traditional food getuk as a symbol of regional cultural identity. The uniqueness of this tradition has earned Magelang the nickname “City of Getuk” and strengthened the image of local culture within the community. This study aims to fill the gap in research concerning the challenges in implementing the Grebeg Gethuk tradition, while also describing its execution and the preventive strategies adopted by the Department of Education and Culture. A qualitative descriptive method was used, drawing on primary and secondary data obtained through interviews, observation, and documentation. The findings reveal that the implementation of Grebeg Gethuk faces several obstacles, including the impact of the Covid-19 pandemic, miscommunication among stakeholders, and budget constraints. Nevertheless, the spirit of cultural preservation remains strong, supported by collaboration among the government, community, artists, and getuk producers. Preventive strategies include enhancing cross-sectoral coordination, optimizing budget use, and introducing innovative adaptations of the tradition in response to current conditions. The study concludes that the continuity of Grebeg Gethuk relies heavily on the collaboration and commitment of all stakeholders to preserve this tradition as a form of living and relevant local wisdom in the modern era.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENGOLAH DAN PEMASAR MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH SIDAT BERBASIS ZERO WASTE DI KABUPATEN CILACAP Sofwa Aulia Rahmawati; Rili Windiasih; Tri Nur Cahyo Nur Cahyo; Rahab Rahab; Lilik Kartika Sari
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 2 (2026): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v13i2.26231

Abstract

Pengolahan ikan sidat di Desa Kaliwungu, Kabupaten Cilacap, menghasilkan limbah dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program pengolahan limbah sidat berbasis zero waste, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan model pemberdayaan berkelanjutan berdasarkan perspektif Chambers pada Kelompok Pengolah dan Pemasar Mina Sari Kaliwungu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, kuesioner pendukung, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan melalui tahapan pengambilan, pemilahan, pembersihan, pengolahan, pengemasan, hingga penjualan limbah sidat menjadi berbagai produk, seperti keripik sirip, keripik tulang, abon, bakso, otak-otak, sambal, kerupuk, dan siomay. Faktor pendukung meliputi ketersediaan bahan baku, partisipasi anggota, pelatihan, bantuan sarana produksi, dan dukungan Dinas Perikanan. Sementara itu, kendala utama meliputi keterbatasan pemasaran, rendahnya pembelian ulang, minimnya tenaga pemasaran digital, legalitas halal yang belum selesai, pendampingan yang belum berkelanjutan, serta keaktifan anggota yang belum merata. Program ini telah mencerminkan tahapan enabling, empowering, dan protecting sebagai dasar pemberdayaan yang berkelanjutan. Kata Kunci :  Limbah Sidat, Pemberdayaan Masyarakat, Poklahsar Mina Sari Kaliwungu, Zero Waste