Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA ULAR TANGGA MENGGUNAKAN METODE TANYA JAWAB PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PERKALIAN KELAS II SDN 11 SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA Nurlaila; Firman; Desyandri
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.5254

Abstract

method to improve students' understanding of multiplication in mathematics. The research uses the ADDIE model, consisting of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The analysis phase identifies the need for interactive media that engages students and overcomes the boredom associated with traditional learning methods. During the design phase, the media is tailored to the characteristics of second-grade students, with a focus on color and simple multiplication questions. The development phase includes validation by experts, resulting in a product deemed highly valid. In the implementation phase, the media is tested in classrooms, showing positive feedback from both students and teachers, indicating that it is practical and effective in enhancing students' learning outcomes. The evaluation phase confirms the media's validity, practicality, and effectiveness in improving students' understanding of multiplication, offering valuable contributions to educational media development.
Penggunaan Konseling Gestalt untuk Mengatasi Trauma Pada Korban Bullying Berbasis Teknologi Informasi Robbi Asri; Firman; Afdal; Rendy Amora
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.161

Abstract

Artikel ini membahas tentang implementasi konseling eksistensial dalam mengatasi trauma pada korban pelecehan seksual, dimana kita ketahui pada saat ini kasus pelecahan seksual dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan dan berdampak sangat menyakitkan bagi korban dan menyisakan kondisi trauma yang berkepanjangan. Trauma akibat pelecehan seksual ini mengakibatkan dampak psikologis korban kekerasan dan pelecehan seksual akan mengalami trauma yang mendalam, dampak fisik. Kekerasan dan pelecehan seksual pada anak merupakan faktor utama penularan Penyakit Menular Seksual (PMS), dampak sosial. Korban kekerasan dan pelecehan seksual sering dikucilkan dalam kehidupan sosial, hal yang seharusnya dihindari karena korban pastinya butuh motivasi dan dukungan moral untuk bangkit lagi menjalani kehidupannya. Permasalahan yang terjadi ini perlu di atasi sehingga tidak mengganggu kehidupan sehari-hari. Artikel ini juga membahas tentang konseling eksistensial sebagai strategi dalam mengatasi trauma pada korban bullying meliputi konsep trauma, pelecehan seksual, tanda-tanda terkena pelecehan seksual, dampak pelecehan seksual, teori dan prinsip dasar pandangan tentang hakekat manusia, proses konseling eksistensial, tujuan konseling eksistensial, fungsi dan peran konselor, peran klien dalam hubungan konseling, hubungan antara konselor dan klien dalam proses konseling, prosedur dan teknik konseling serta implementasi konseling eksistensial dalam mengatasi trauma korban pelecehan seksual. Metode yang digunakan ialah literature review dengan analisa kritis dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik khusus.
Membangkitkan Harapan dan Meningkatkan Resiliensi Siswa SMP Melva Syahrial; Firman; Yarmis Syukur
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v2i2.1251

Abstract

Adolescence is a transition period full of physical, emotional and social changes. During this period, junior high school students are faced with various challenges, such as increasingly high academic demands, social pressure from peers, and the search for identity. This can cause confusion, stress, and anxiety, which can ultimately affect student achievement. One factor that can help students face this challenge is to have hope about life. Students who have hope for life will be able to regulate emotions and behavior, and make the right decisions according to their culture. He will build healthy relationships with other people and set realistic life goals to achieve them. Established expectations help students to: develop an understanding of their values ​​and beliefs. Hope is useful for identifying what is important to them in life. Students are able to set realistic life goals and achieve them. Apart from that, it is hoped that it will increase students' resilience in facing challenges. Resilience in students will make students able to overcome pain and difficulties by becoming adaptable and resilient.
Dukungan Sosial dan Resiliensi Akademik Santri Baru Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh Nelty Diana; Firman; Netrawati
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 3 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v2i3.2037

Abstract

Dukungan sosial merupakan salah satu faktor penting dalam membangun resiliensi akademik, terutama pada santri baru yang menghadapi transisi kehidupan di lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan sosial terhadap resiliensi akademik pada santri baru di Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh. Pendekatan studi kasus digunakan dengan melibatkan 6 santri baru sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam tentang persepsi dukungan sosial dan tingkat resiliensi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan guru memiliki kontribusi signifikan dalam membantu santri mengatasi tantangan akademik dan adaptasi lingkungan baru. Dukungan emosional dari keluarga menjadi dasar yang memperkuat rasa percaya diri santri, sementara bimbingan dari guru dan interaksi positif dengan teman sebaya membantu mereka menghadapi tekanan akademik dan sosial. Selain itu, ditemukan bahwa santri dengan tingkat dukungan sosial yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan lebih baik dalam mengelola stres dan mempertahankan motivasi belajar.
RESILIENSI : Kemampuan Beradaptasi Dan Bertahan Dalam Menghadapi Tantangan Hidup Yang Sulit Ayu Hayati Lubis; Firman; Netrawati
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 3 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v2i3.2047

Abstract

Resilience refers to the ability of an individual or group to adapt, survive, and bounce back from difficult or challenging situations. In a world full of uncertainty, resilience becomes a very important quality to ensure survival and mental well-being. This article discusses the concept of resilience as the ability to manage stress, overcome adversity, and adapt to change, both on an individual and social scale. Resilience is not only related to physical or mental strength, but also to external factors such as social support, a supportive environment, and the capacity for positive thinking. In a social context, resilience also involves the capacity to work together, build support networks, and develop skills that can help individuals and groups to remain strong in the face of crisis.
Kepribadian Dan Kebudayaan: Analisis Peran Kedua Faktor Dalam Pengembangan Sosial Dan Akademik Di Sekolah Bunga Afasli; Firman; Nurfarhanah
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepribadian dan kebudayaan dalam pengembangan sosial dan akademik di sekolah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan melakukan penyaringan artikel berdasarkan kriteria tertentu. Dari total 231 artikel yang ditemukan, dilakukan pemfilteran terhadap artikel yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir, menghasilkan 91 artikel yang relevan. Selanjutnya, artikel-artikel tersebut disaring berdasarkan tema pendidikan, menghasilkan 34 artikel yang sesuai. Kemudian, filter lebih lanjut diterapkan untuk mengidentifikasi artikel yang berkaitan dengan kepribadian dan pendidikan, sehingga diperoleh 16 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kebudayaan maupun kepribadian memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan sosial dan akademik siswa. Kepribadian, terutama aspek eksternal dan internal, berperan penting dalam interaksi sosial dan motivasi belajar, sementara kebudayaan berkontribusi dalam membentuk sikap dan perilaku siswa di lingkungan pendidikan. Kesimpulannya, pemahaman yang lebih dalam mengenai keduanya dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan inklusif.
The Effectiveness of Information Services in Enhancing the Sense of Purpose Among Minangkabau Adolescents: A Quasi-Experimental Study Mega Mustika; Hermana Nirwana; Dina Sukma; Firman; Fettry Arnetty
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7868

Abstract

This study examines the effectiveness of information services in enhancing the sense of purpose among Minangkabau adolescents, which represents an essential aspect of psychological well-being and educational functioning. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was applied with a sample of 104 high school students selected through stratified random sampling. Data on meaning in life were collected using the Meaningfulness of Life Checklist and analyzed using paired and independent sample t-tests. The results demonstrate a significant increase in students’ meaning in life after receiving information services, indicating that the intervention effectively strengthens personal direction, motivation, and resilience. Furthermore, gender comparison analyses reveal that female students experienced greater improvement compared to male students. These findings confirm that information services are a relevant guidance and counseling strategy, particularly in cultural contexts where values and identity play a strong role in adolescent development, such as the Minangkabau community. Keywords: meaning in life, information services, minangkabau adolescents, counseling intervention
AI-driven Feedback and Its Impact on Student Motivation in Online Learning Sectio Putri Larasati; Dina Sukma; Firman; Yeni Karneli; Miftahul Fikri; Muhammad Asyraf Che Amat; Ridho Rismi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.8584

Abstract

The rise of Artificial Intelligence (AI) in online learning has reshaped education, with AI-driven feedback as a key innovation. This paper systematically reviews its role in enhancing student motivation through the lens of Self-Determination Theory (SDT). Using a PRISMA-based Systematic Literature Review (SLR), 20 journal articles were selected from Scopus and Web of Science. VOSviewer supported bibliometric and thematic analyses, mapping keyword co-occurrence and research trends. Results show that AI-driven feedback enhances competence through timely, specific guidance; promotes autonomy through adaptive personalization; and fosters relatedness through interactive features and gamification. Challenges include affective satisfaction, ethical concerns, data privacy, and balancing teacher technology roles. AI-driven feedback can enhance intrinsic motivation in online learning when integrated with sound pedagogy and teacher support. Future research should explore long-term impacts and refine strategies for human AI balance. Keywords: AI-driven feedback, adaptive learning, student motivation, online learning