Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Metode Inquiry Training terhadap Sikap Sosial Siswa SD Pada Mata Pelajaran IPS M Arisandy; Nurhasanah Nurhasanah; Abdul Kadir Jaelani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.582

Abstract

Sikap sosial yang baik adalah hal yang sangat fundamental bagi peserta didik selain kemampuan intelektual dan keterampilan. Untuk menumbuhkan sikap sosial siswa dengan efektif, guru perlu menerapkan metode pembelajaran yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh metode Inquiry Training terhadap sikap sosial siswa. Populasi pada penelitian ini berjumlah 36 siswa, sedangkan jumlah sampel penelitian yaitu 36 siswa dari dua kelas berbeda sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen yang dihasilkan melalui teknik simple random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design. Instrumen penelitian ini menggunakan angket dengan skala likert yang telah memenuhi persyaratan uji instrumen penelitian. Hipotesis diuji menggunakan uji ANOVA satu jalan pada signifikansi 5% dan diperoleh hasil > (4,13)  yang artinya  ada perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Perolehan skor rata-rata pada kelas eksperimen yang menggunakan metode Inquiry Training meliputi indikator rasa ingin tahu sebesar 46, indikator tanggung jawab sebesar 29, indikator percaya diri sebesar 38, dan indikator jujur sebesar 18. Hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kelas kontrol yang meliputi indikator rasa ingin tahu sebesar 40, indikator tanggung jawab sebesar 25, indikator percaya diri sebesar 33, dan indikator jujur sebesar 17. Sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh metode Inquiry Training terhadap sikap sosial siswa.
Pengaruh Komunikasi antara Guru dengan Siswa terhadap Hasil Belajar IPS Kelas IV SDN Gugus III Sekarbela Kota Mataram Sri Wahyuningsih; I Nyoman Karma; Abdul Kadir Jaelani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.673

Abstract

Komunikasi Guru memiliki peranan penting dalam keberhasilan proses pembelajaran di mana guru mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif dan menyenangkan. Komunikasi yang menyenangkan mampu mempengaruhi semangat belajar siswa sehingga siswa termotivasi untuk belajar dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi guru terhadap hasil belajar siswa SDN di Gugus III Sekarbela Kota Mataram . Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif jenis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,042 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak.Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh komunikasi antara guru dengan siswa terhadap hail belajar IPS kelas IV SDN Gugus III Sekarbela Kota Mataram.
Kemampuan Kinerja Guru dalam Menciptakan Iklim Kelas yang Kondusif di SDN 34 Mataram Abdul Kadir Jaelani; Darmiany Darmiany; Baiq Indah Mayasari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.826

Abstract

Maju atau tidaknya dunia pendidikan tentu tidak bisa dilepaskan dari seorang guru, dan keberhasdilan seorang siswa dalam menangkap dan memahami mata pelajaran yang mereka pelajari sungguh sangat ditentukan oleh suasana kelas yang kondsuif, dimaan hal ini membutuhkan kecakapan para guru dalam mengelola dan menatanya. Maka kinerja guru perlu terus ditingkatkan. tujuan penelitian disini untuk “ mengetahui bagaiaman cara kinerja guru untuk menciptakan iklim kelas yang kondusif di SDN 34 Mataram. penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistic karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah. Dalam peneltian ini yang dijadikan populasi adalah seluruh guru SDN 34 mataram. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi.. Teknik analisis data pada peneltian ini menggunakan model miles dan huberman yaitu data reduction (reduksi data), Data display (penyajian data), Coclusion/ verification (Verifikasi data). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru dalam menciptakan iklim kelas yang kondusif pada SDN 34 Mataram sudah dikatakan baik. Hal ini terlihat dari guru dapat mengembangkan diri menjadi lebih professional dan dapat meningkatkan kualitas belajar peserta didik, serta prilaku dan kesediaan guru untuk merefleksi diri secara berkelanjutan. Sehingga ditarik kesimpulan bahwa guru SDN 34 Mataram memiliki kinerja yang baik dalam menciptakan iklim kelas yang kondusif.
Keterampilan Komunikasi Siswa Kelas V SDN 32 Cakranegara Kecamatan Sandubaya Kota Mataram Tahun Ajaran 2021/2022 Egidia Anjaswati Pratiwi; A Hari Witono; Abdul Kadir Jaelani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.832

Abstract

Komunikasi merupakan unsur penting dalam pendidikan. Komunikasi memiliki peran besar dalam meraih keberhasilan pendidikan. Fakta menunjukkan keterampilan komunikasi peserta didik masih belum mencapai target yang diharapkan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan keterampilan komunikasi siswa kelas V di SDN 32 Cakranegara Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dsekriptif. subjek atau responden dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa-siswi kelas V SDN 32 Cakranegara, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Subjek 6 orang siswa ini didasari oleh kriteria nilai siswa yang terkait dengan kemampuan komunikasi siswa dalam pembelajaran di kelas. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara, Analisis data penelitian dilakukan dengan teknik deskreptif kualitatif, yaitu dengan mendeskrepsikan dan memaknai data dari masing-masing komponen yang dikonfirmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi baik secara verbal dan nonverbal siswa kelas V telah memenuhi standar. suasana kegiatan belajar mengajar (KBM) dikelas sangat hidup dan kondusif karena berlangsung dengan riang gembira, tertib dan terarah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa kelas V di SDN 32 Cakranegara, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Hal tersebut ditunjukkan terdapat 53% siswa kelas V mampu melakukan komunikasi secara lisan dan tulisan dengan kategori baik, 27% siswa dengan kategori cukup baik, dan 20% siswa dengan kategori kurang. Keterampilan komunikasi siswa ini didukung oleh semangat siswa untuk menerima pelajaran, dan keterampilan guru dalam memotivasi, membimbing dan memfasilitasi proses belalajar yang interaktif dan menyenangkan.
Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Giving Question And Getting Answer Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Ine Febriyanti; Arjudin; Abdul Kadir Jaelani
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i1.2764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Giving Question and Getting Answer terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN 15 Mataram. Jenis penelitian yang digunakan ialah Quasi Eksperimental Design tipe Nonequivalent Control Group Design. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 44 siswa. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Instrument penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Uji normalitas dilakukan dengan perhitungan data berupa hasil belajar matematika pre-test dan post-test menggunakan rumus kolmogorov smirnov dengan taraf sig 5% (0,05) kemudian setelah data berdistribusi normal dilakukan uji homogenitas yang diperoleh dari hasil perhitungan post-test, selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji t menggunakan perhitungan data post-test siswa. Hasil analisis data didapatkan nilai sig 2 tailed sebesar 0,000 yang nilainya kurang dari 0,05, maka berdasarkan hipotesis penelitian, jika nilai sig 2 tailed ≤ 0,05 t-tabel maka Ho ditolak dan Hₐ diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Giving Question and Getting Answer terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN 15 Mataram Tahun Pelajaran 2022. Hasil penelitain ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya pada mata pelajaran yang berbeda.
Pemetaan Gaya Mengajar Guru Dalam Perkembangan Bahasa Keaksaraan Anak Ines Kurnila Sari; Abdul Khadir Jaelani; Fahruddin; Ika Rachmayani
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i1.2811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan gaya mengajar guru dalam perkembangan bahasa keaksaraan anak TK di Kecamatan Ampenan. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Dengan metode survei. Subyek penelitian ini adalah 30 guru dan anak dari 8 lembaga. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji keabsahan data dan uji credibility. Adapun hasil penelitian pemetaan gaya mengajar guru dalam perkembangan bahasa keaksaraan anak pada 8 lembaga. Hasil data penelitian menunjukan bahwa gaya mengajar klasik sebesar 71,66%, gaya mengajar teknologis sebesar 61,33%, gaya mengajar personalisasi sebesar 46,63%, dan gaya mengajar interaksional sebesar 67,77%. Sedangkan hasil data penelitian menunjukan bahwa perkembangan bahasa keaksaraan pada simbol huruf sebesar 54,16%, kelompok gambar sebesar 29,99 %, dan menulis nama sendiri sebesar 65,55%. Sehingga dapat disimpulkan hasil penelitian bahwa pemetaan gaya mengajar guru dalam perkembangan bahasa keaksaraan anak TK di Kecamatan Ampenan lebih sering menggunakan gaya mengajar klasik dengan memperoleh hasil intensitas sering dan perkembangan keaksaraan anak dalam menulis nama sendiri dengan memperoleh hasil intensitas berkembang .
Identifikasi Pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) dalam Mengembangkan Bahasa Anak Nuraini; Abdul Kadir Jaelani; I Nyoman Suarta; Baik Nilawati Astini
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i1.2817

Abstract

Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat/media pembelajaran yang digunakan anak usia dini dalam bermain, karena dunia anak adalah dunia bermain. Melalui permainan itulah akan terjadi proses stimulasi tumbuh kembang 6 aspek perkembangan anak. Salah satu aspek yang dikembangkan adalah aspek bahasa. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Alat Permainan Edukatif (APE) yang digunakan, APE yang dominan digunakan, APE yang efektif digunakan, sehingga dapat meningkatkan perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun di TK Kecamatan Narmada Tahun Ajaran 2022. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian survey. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan Stratified Proporsional Random Sampling dengan sampel 34 guru di 12 sekolah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket/kuesioner terbuka dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase dari data angka yang diperoleh dari hasil pertanyaan pada angket yang disebar kepada guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 APE yang berhasil diidentifikasi di 12 sekolah di TK Kecamatan Narmada. Adapun 19 APE tesebut yaitu Kartu Huruf, Kartu Gambar, Poster, Majalah, Tutup Botol Pintar, Alat Memasak, Telepon Mainan, Lagu/Musik, Pohon Pintar, Puzzle, Boneka Tangan, Boneka Jari, Tv Mainan, Mobil-Mobilan, Lilin Ajaib, Papan Baca, Pancingan Huruf, Stik Huruf, dan Bingkai foto. Terdapat 7 APE yang dominan digunakan antara lain: Kartu Huruf, Kartu Gambar, Poster, Majalah, Boneka Tangan, Puzzle, dan Lagu/Musik. Terdapat 8 APE yang efektif digunakan antara lain: kartu huruf, kartu gambar, poster, majalah, alat memasak, telepon mainan, lagu/musik, dan boneka tangan. APE dengan persentase tertinggi adalah Telepon Mainan (82,35%), Kartu Huruf (73,53%), Kartu Gambar (70,59%), dan lagu/musik (67,65%).
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATERI CERITA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SEKOLAH DASAR Sisvissia Srimawirya; Syaiful Musaddat; Abdul Kadir Jaelani; Ida Bagus Kade Gunayasa
Widya Pustaka : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 9 No 1: edisi Januari-Juni 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.995 KB)

Abstract

This research as a purpose to know how the form of the education character value and how the composition of education character value contained of the story material in Indonesian Language leraning in grade IV of students book SD/MI grade IV theme 8 regions where the 2013 curriculum book revised edition 2017. Type of this research is descriptive research. Technique of collecting data used in this research is gather and note methods. The instrument used in this research is data card and guidelines for determining the education character value. Technique analysis carried out in this research include data reduction, data presentation, and data verification. Based on the result of analysis the data that have been carried out character value that appear includes: creative character value and social carriing character value with a percentage reaching 38,89 %, the honest of character value with a percentage reaching 33,33 %, hard work character value with a percentage reaching 27,78 %, religious character value and curiosity character value with a percentage reached 16,67%. If compared with character value that appear only once, that is nationalism character, homeland, respect of achievement, communicative, carring of environment and responsibility percentage 5,6%. Therefore, it could be conclude in this research founded 37 educations character values
PENGASUHAN PADA KELUARGA PETANI DAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI JEMPONG BARU KECAMATAN SEKARBELA Ismayawati Putri; I Wayan Karta; Baik Nilawati Astini; Abdul Kadir Jaelani
Widya Pustaka : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 10 No 1: Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.664 KB)

Abstract

Parenting applied by parents greatly affects social child's emotions. Conditions of families who have children aged 5-6 years in Jempong Baru Village, Sekarbela District, Mataram City, that children The parents are often left behind by working from morning to evening. The formulation of the problem in this study is how to take care of the family farmer children aged 5-6 years and What are the characteristics of social development emotional farmer children aged 5-6 years. This type of research is qualitative phenomenological, with observations, interviews, analysis of documentation, FGD as The main data collection techniques. The analysis uses qualitative analysis: Data display, data reduction, and data verification. This research found that many arrangements of parenting are applied, more care is done by the mother. Because the father works as the head of the family, but in the father's free time still helps the mother take care of her children, parenting children in this farming family produce children who independent and the communication that is built is also good because they understand the language used by the local community. Thus this thingincluding in democratic family upbringing. Research that carried out must be more in-depth to understand the subject under study, in conducting research must be more intensive so that more data can be obtained and proven results.
IDENTIFIKASI PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD KASIH IBU DUSUN ORONG KECAMATAN BATULAYAR Nuning Wibisono; M.A. Muazar Habibi; Baik Nilawati Astini; Abdul Kadir Jaelani
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.322 KB)

Abstract

Dalam lembaga pendidikan anak usia dini, nilai agama dan moral ditanamkan melalui keteladanan dari guru maupun orang tua. Hasil observasi di PAUD Kasih Ibu Dusun Orong Kecamatan Batulayar dalam menstimulus perkembangan nilai agama dan moral anak guru menggunakan metode ceramah. Hal ini tidak sesuai dengan metode dalam memberikan stimulus pada anak usia dini yaitu bermain sambil belajar. Hal ini menjadi latar belakang peneliti untuk mengidentifikasi perkembangan nilai moral dan agama anak usia 5-6 tahun Di Paud Kasih Ibu Dusun Orong Kecamatan Batulayar. Rumusan masalah penelitian: bagaimana perkembangan nilai agama dan moral anak usia 5-6 tahun di Paud Kasih Ibu Dusun Orong Kecamatan Batulayar. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi perkembangan nilai agama dan moral anak usia 5-6 tahun Di Paud Kasih Ibu Dusun Orong Kecamatan Batulayar. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif, pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh, subjek penelitian sebanyak 12 anak. Teknik pengumpulan data yaitu metode dokumentasi. Teknik analisis data dengan mencari persentase setiap indikator. Hasil penelitian ialah berdo’a bersyair dan menyesuaikan lagu-lagu kebangsaan terdapat 8 anak berkembang sesuai harapan (66,67%), terbiasa melakukan ibadah sesuai aturan menurut keyakinan 9 anak berkembang sesuai harapan (75%). Berprilaku sopan dan santun terdapat 10 anak berekembang sesuai harapan (83,33%), terbiasa bersikap saling menghormati 8 anak berkembang sesuai harapan (66,67%). Dapat menunjukkan sikap kerja sama dan persatuan 12 anak berkembang sesuai harapan (100%). Terbiasa menunjukkan kepedulian 8 anak yang berkembang sesuai harapan (66,67%). Terbiasa bersifat ramah 10 anak berkembang sesuai harapan (83,33%), dapat menunjukkan rasa percaya diri 10 anak berkembang sesuai harapan (83,33%). Terbiasa menjaga kebersihan diri dan mengurus dirinya sendiri 10 anak yang berkembang sesuai harapan (83,33%), terbiasa menjaga lingkungan 9 anak berkembang sesuai harapan (75%). Kata kunci: Perkembangan Nilai Agama Dan Moral