Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Application of Synbiotics Lactobacillus Casei and Banana Peel Waste to Improve Growth Performance of African Catfish Clarias Gariepinus in Intensive Aquaculture Systems Linuwih Aluh Prastiti; Qorie Astria; Nadisa Theresia Putri; Dian Febriani; Rio Yusufi Subhan
Grouper Vol. 17 No. 1 (2026): Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v17i1.395

Abstract

Food security and malnutrition remain global challenges, requiring sustainable food production strategies such as the Blue Transformation concept promoted by FAO. African catfish (Clarias gariepinus) is an important aquaculture commodity for fulfilling nutritional needs, containing 19.03% protein, 8.1% fat, and high levels of essential amino acids. However, intensive farming systems often encounter constraints such as high feed conversion, reduced water quality, and suboptimal growth performance. Synbiotics, combining probiotics and natural prebiotics, offer a promising alternative to antibiotic use in aquaculture. In this context, the utilization of locally available banana peel waste as a prebiotic represents an eco-friendly approach that supports resource efficiency within the Blue Transformation framework. This study aimed to evaluate the effect of dietary synbiotics consisting of Lactobacillus casei and banana peel–based prebiotics on the growth performance and feed efficiency of African catfish. Four treatments were applied: a control diet (without synbiotics) and diets supplemented with 1%, 2%, and 3% (v/w) fermented banana peel prebiotics. Observed parameters included Specific Growth Rate (SGR), Feed Conversion Ratio (FCR), feed efficiency, and survival rate. The results indicated that synbiotic supplementation positively influenced growth and feed utilization. The best performance was obtained at the 3% dose, with an SGR of 6.78%, FCR of 1.07, feed efficiency of 93,97%, and survival rate of 84%. These findings suggest that the application of synbiotics at an optimal dose can be practically implemented in intensive African catfish culture to reduce feed costs, improve production efficiency, and support more sustainable aquaculture practices
PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA MELALUI PELATIHAN OLAHAN TAHU DI RAJABASA JAYA RT 009 KOTA BANDAR LAMPUNG Elfa Verda Puspita; Rahmi Eliyana; Kristina Agustiani; Nadisa Theresia Putri
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i1.8

Abstract

Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan pembuatan makanan olahan tahu pada ibu- ibu rumah tangga di lingkungan RT 009 Rajabasa Jaya. Adapun tujuan dari pelatihan ini agar dapat menciptakan jiwa wirausaha para ibu-ibu rumah tangga, meningkatkan keterampilan dalam bidang pengolahan pangan, terutama dalam hal pembuatan olahan tahu, sehingga mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Olahan tahu cukup prospektif karena makanan favorit di masyarakat. Tahu mengandung protein yang cukup tinggi, sehingga berpotensi diolah menjadi produk pangan yang bergizi. Bahan dan cara pembuatan olahan tahu mudah diperoleh dan dipraktekkan. Metode pelaksanaan pelatihan dengan metode langsung praktek. Hasil evaluasi pelatihan membuat pangan olahan tahu ini terlaksana dengan baik dan peserta ibu ibu rumah tangga sudah mempunyai kreatifitas dan inovasi dalam membuat olahan tahu.
TEKNIK KULTUR FITOPLANKTON Nitzschia sp SKALA LABORATORIUM DENGAN PEMBERIAN PUPUK YANG BERBEDA Nadisa Theresia Putri; M Agus Salim
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i1.35

Abstract

Nitzschia sp merupakan mikroaga bersel tunggal yang berperan penting dalam ekosistem perairan sebagai produsen primer alami bagi larva organisme laut. Dalam pemeliharaan larva diperlukan pakan awal yaitu Nitzschia sp. Untuk memenuhi pakan tersebut perlu dilakukan upaya perbaikan kultur Nitzschia sp. skala Laboratorium dan semi massal. Tujuan dari kultur diatom ini untuk mengetahui pertumbuhan dan kepadatan yang dihasilkan dengan pemberian pupuk yang berbeda daam skala laboratorium, sehingga kebutuhan pakan alami untuk larva tercukupi. Kultur Nitzschia sp. pada skala laboratorium (2 L) menghasilkan kepadatan tertinggi pada hari keenam sebanyak 13.000.000 sel/mL. Sedangkan kultur Nizschia sp. semi massal (20 L) dapat memenuhi kebutuhan pakan alami untuk larva, dengan kepadatan tertinggi pada hari keenam sebesar 8.300.000 sel/mL.
CONSERVATION EXTENSION OF MANGROVES IN AN EFFORT TO RAISE AWARENESS AMONG THE COASTAL COMMUNITY OF CIKU NYINYI PESAWARAN REGENCY Dwi Agung Saputra; Elfa Verda Puspita; Nadisa Theresia Putri; Rahmi Eliyana
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i3.1119

Abstract

Kawasan Pesisir Ciku Nyinyi tepatnya berada pada Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran terdapat potensi ekowisata yang telah lama dikembangkan dan sempat menjadi tujuan wisata yang populer. Namun karena semakin lama ketertarikan masyarakat pada ekowisata kawasan Mangrove menurun, serta pemanfaatan hutan Mangrove yang keliru membuat kawasan Mangrove semakin lama terbengkalai. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah memberi pemahaman kepada masyarakat sekitar akan fungsi hutan Mangrove bagi kawasan pesisir. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam konservasi untuk menjaga kelestarian hutan Mangrove pada kegiatan ini sebesar 91 %. Setelah dilakukan konservasi Mangrove dengan pendekatan pengabdian kepada masyarakat, pemahaman masyarakat akan pentingnya hutan Mangrove meningkat, secara tidak langsung kesadaran untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan Mangrove juga akan meningkat.