Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

TEKNIK KULTUR FITOPLANKTON Nitzschia sp SKALA LABORATORIUM DENGAN PEMBERIAN PUPUK YANG BERBEDA Nadisa Theresia Putri; M Agus Salim
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i1.35

Abstract

Nitzschia sp merupakan mikroaga bersel tunggal yang berperan penting dalam ekosistem perairan sebagai produsen primer alami bagi larva organisme laut. Dalam pemeliharaan larva diperlukan pakan awal yaitu Nitzschia sp. Untuk memenuhi pakan tersebut perlu dilakukan upaya perbaikan kultur Nitzschia sp. skala Laboratorium dan semi massal. Tujuan dari kultur diatom ini untuk mengetahui pertumbuhan dan kepadatan yang dihasilkan dengan pemberian pupuk yang berbeda daam skala laboratorium, sehingga kebutuhan pakan alami untuk larva tercukupi. Kultur Nitzschia sp. pada skala laboratorium (2 L) menghasilkan kepadatan tertinggi pada hari keenam sebanyak 13.000.000 sel/mL. Sedangkan kultur Nizschia sp. semi massal (20 L) dapat memenuhi kebutuhan pakan alami untuk larva, dengan kepadatan tertinggi pada hari keenam sebesar 8.300.000 sel/mL.
CONSERVATION EXTENSION OF MANGROVES IN AN EFFORT TO RAISE AWARENESS AMONG THE COASTAL COMMUNITY OF CIKU NYINYI PESAWARAN REGENCY Dwi Agung Saputra; Elfa Verda Puspita; Nadisa Theresia Putri; Rahmi Eliyana
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i3.1119

Abstract

Kawasan Pesisir Ciku Nyinyi tepatnya berada pada Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran terdapat potensi ekowisata yang telah lama dikembangkan dan sempat menjadi tujuan wisata yang populer. Namun karena semakin lama ketertarikan masyarakat pada ekowisata kawasan Mangrove menurun, serta pemanfaatan hutan Mangrove yang keliru membuat kawasan Mangrove semakin lama terbengkalai. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah memberi pemahaman kepada masyarakat sekitar akan fungsi hutan Mangrove bagi kawasan pesisir. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam konservasi untuk menjaga kelestarian hutan Mangrove pada kegiatan ini sebesar 91 %. Setelah dilakukan konservasi Mangrove dengan pendekatan pengabdian kepada masyarakat, pemahaman masyarakat akan pentingnya hutan Mangrove meningkat, secara tidak langsung kesadaran untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan Mangrove juga akan meningkat.