Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pada Data Pokok Pendidikan Dalam Pengelolaan Administrasi Sekolah di SD Negeri Lanta Muhammad Septian Rahman; Ahyar Ahyar; Zulharman Zulharman
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.1556

Abstract

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) melalui sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan) di SD Negeri Lanta memberikan kontribusi signifikan dalam pengelolaan data pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Dapodik dalam empat aspek utama: pendataan siswa, Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), sarana dan prasarana, serta profil sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dapodik meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan data, mendukung transparansi, dan mempermudah pelaporan kepada pemangku kepentingan. Kompetensi guru dan staf administrasi dalam menggunakan TIK cukup bervariasi. Sekitar 100% memiliki kompetensi menengah, 100% kompetensi dasar, dan 100% memiliki kompetensi tingkat lanjut. Pelatihan TIK yang diadakan oleh sekolah secara rutin membantu meningkatkan keterampilan pengguna. Namun, beberapa kendala seperti kurangnya pelatihan operator dan infrastruktur teknologi yang belum optimal masih menjadi tantangan. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terbukti meningkatkan efisiensi manajemen data. Responden mencatat pengurangan waktu dalam proses administrasi hingga 40%, dibandingkan metode manual. Selain untuk efisiensi manajemen data, penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini. Optimalisasi Dapodik diharapkan dapat memperkuat manajemen data sekolah sehingga mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang lebih baik.
PENGELOLAAN OBJEK WISATA OLAHRAGA BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN Satriawan, Rabwan; Zulharman, Zulharman; Noeryoko, Mochamad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22723

Abstract

Abstrak: Pengabdian ini pentingnya dilakukan agar meningkatkan pemahaman terkait cara mengelola objek wisata olahraga berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Mitra pengabdian ini adalah Pokdarwis Desa Pela, yang dimana atraksi wisata yang dikembangkan oleh Pokdarwis Desa Pela adalah wisata olahraga berbabsis kearifan lokal, namun Pokdawris Desa Pela belum maksimal memahami bagaimana cara mengelola objek wisata olahraga untuk bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. Evaluasi yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan tes (pretest dan posttest). Tes dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman anggota Pokdarwis Desa Pela terkait pengelolaan objek wistata olahraga berbasis kearifan lokal. Peserta pengabdian berupa anggota Pokdarwis Desa Pela dengan jumlah 25 orang. Hasil pengabdian menunjukan bahwa dengan melakukan pengabdian pelatihan pengelolaan objek wisata olahraga berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan menunjukan tingkat pemahaman anggota Pokdarwis Desa Pela meningkat 31%. Oleh sebab itu perlu dilakukan pendampingan secara terus menerus agar objek wisata olahraga berbasis kearifan lokal di Desa Pela dapat berkembang dengan baik dan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.Abstract: It is important to carry out this service to provide understanding regarding how to manage sports tourism objects based on local wisdom to increase tourist visits. The methods used in this service activity are observation, socialization, training, mentoring and evaluation. This service partner is the Pela Village Pokdarwis, where the tourist attractions developed by the Pela Village Pokdarwis are sports tourism based on local wisdom, but the Pela Village Pokdawris do not fully understand how to manage sports tourist attractions to increase tourist visits. The evaluation carried out in this service activity uses tests (pretest and posttest). The test was carried out to determine the level of understanding of Pela Village Pokdarwis members regarding the management of sports tourism objects based on local wisdom. The service participants were members of the Pela Village Pokdarwis with a total of 25 people. The results of the service show that by carrying out training in managing sports tourism objects based on local wisdom to increase tourist visits, the level of understanding of Pela Village Pokdarwis members has increased by 31%. Therefore, it is necessary to provide continuous assistance so that sports tourism objects based on local wisdom in Pela Village can develop well and have a positive impact on the local community.