Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGOLAHAN KERIPIK PISANG COKLAT DESA WISATA SESAOT, KABUPATEN LOMBOK BARAT Lalu Masyhudi; Murianto Murianto
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 12: Juli 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan pisang di pulau Lombok sangat beragam,mulai dari digoreng, dibakar, direbus, dikolak. Salah satu olahan pisang yang cukup populer adalah keripik pisang.Keripik pisang biasanya dijadikan cemilan bagi masyarakat Indonesia.Pembuatan keripik pisang saat ini masihterbatas pada usaha kecil atau industri rumah tangga dengan ditujukan untuk pasaran lokal. Desa Sesaot Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Metode pelaksanaan, sebagai awal maka dilakukan kegiatan pengumpulan informasi untuk mengetahui kondisi lokasi dan kebutuhan riil. Selanjutnya, tim akan melakukan pengabdian dalam dua tahap sekaligus. Pertama, melakukan edukasi, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan inovasi baru dalam pengolahan hasil kebun (buah pisang) menjadi sebuah makanan berupa keripik pisang coklat. Dengan terus meningkatan minat masyarakat dalam mengolah dan menciptakan inovasi baru dalam hal pengolahan hasil kebun (buah pisang) di harapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa wisata sesaot, serta masyarakat lebih bervariasi dan menciptakan rasa baru dan desain baru yang sesuai dengan tren dipasaran dan perkembangan wisata di lombok. UMKM, Masyarakat dan pemerintah harus berkerjasama secara baik dalam membangun sinergitas untuk memajukan UMKM Kripik pisang ini
PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS BUDAYA DI DESA KETARA KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Lalu Dedeng Marzoan; Murianto Murianto
Journal Of Responsible Tourism Vol 3 No 1: Juli 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jrt.v3i1.2713

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam meningkatan kesejahtraan masyarakat dan negara, berkembangnya sektor pariwisata dapat memberikan dampak yang cukup baik terhadap pendapatan masyarakat dan pendapatan ekonomi serta membuka kesempatan, peluang, dan ketersediannya lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali Strategi pengembangan potensi Desa Wisata Berbasis Budaya di Desa Ketara Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. pariwisata budaya dan menyajikan beberapa persoalan mendasar terkait keberadaan desa wisata budaya di Desa Ketara. Metodologi yang digunakan adalah metode penelitian diskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum potensi desa ketara sebagai wisata budaya cukup banyak maupun potensi alamnya. Beberapa permasalahan yang ada seperti belum optimalnya kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, promosi. Hal tersebut dapat diatasi dengan peran serta aktif dari berbagai pihak terutama masyarakat desa wisata budaya setempat.
UPAYA PENGEMBANGAN POTENSI WISATA BERBASIS COMMUNITY BASED TOURISM DI DESA BATU KUMBUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT I Nengah Darmayasa; Murianto Murianto; I Putu Gede
Journal Of Responsible Tourism Vol 3 No 1: Juli 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jrt.v3i1.2719

Abstract

This study discusses the development of tourism potential diversity based on community based tourism in Batu Kumbung Village, West Lombok Regency. The purpose of this study is described to describe the diversity of tourism potential and to analyze efforts to develop the diversity of tourism potential based on community based tourism in Batu Kumbung Village. This research uses interview, observation, and documentation methods and a qualitative descriptive approach. The results showed the development of the diversity of tourism potential based on community based tourism owned by Batu Kumbung Village in terms of natural tourism potential, cultural tourism potential and artificial tourism potential. Efforts to develop the diversity of tourism potential based on community based tourism in Batu Kumbung Village consist of training and promotion.
Pendampingan pengembangan kawasan agroeduwisata melalui pemetaan potensi Desa Sesait Febrita Susanti; Murianto Murianto; Baiq Harly Widayanti; Rasyid Ridha; Ikhzam Khatami; Dimas Arya Andhika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26682

Abstract

AbstrakPotensi desa yang termanfaatkan secara maksimal dapat menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat dan desa. Potensi desa sebagian besar dibidang pertanian sehingga masyarakat desa mayoritas bekerja pada bidang pertanian. Potensi ini perlu dikembangkan salah satunya dengan menjadikan desa sebagai kawasan agroeduwisata. Desa Sesait memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan agroeduwisata namun pengetahuan dan keterampilan masyarakan masih belum maksimal di aspek tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memetakan potensi-potensi desa yang dapat menunjang terwujudnya kawasan agroeduwisata. Metode pendampingan dilakukan dengan sosialisasi dan Focus Grup Discusion (FGD) dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat potensi berupa kawasan pertanian yang akan dikembangkan sebagai kawasan agroeduwisata dengan potensi kakao dan cengkeh. Pengunjung dapat belajar untuk menanam kakao dan cengkeh serta dapat belajar untuk melakukan pengolahan produk dengan bahan dasar cengkeh dan kakao. Selain itu akan dikembangkan kawasan pertanian agroeduwisata dengan menaman tomat, labu dan produk pertanian lainnya dimana pengunjung juga akan dapat belajar untuk proses penanaman sampai pada pengolah produk menjadi produk jadi. Untuk kawasan perternakan sapi akan ditata sehingga penampilannya akan lebih bersih, asri dan nyaman. Limbah sapi akan dioleh menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Implementasi yang telah dilakukan pada kegiatan pengabdian ini adalah mengolah limbah ternak menjadi pupuk cair organik dan pupuk padat organik. Kata kunci: agroeduwisata; FGD; limbah; organik Abstract The potential of the village that is utilized to the maximum can be one of the sources of income for the community and the village. The potential of the village is mostly in the agricultural sector so that the majority of village people work in the agricultural sector. This potential needs to be developed, one of which is by making the village an agro-edutourism area. Sesait Village has the potential to be developed as an agro-edutourism area, but the knowledge and skills of the community are still not optimal in this aspect. The purpose of this service activity is to map the potentials of the village that can support the realization of agro-edutourism areas. The method uses Focus Group Discussion (FGD) with community leaders, traditional leaders, youth leaders, the Village Government and the North Lombok Regency Government. The result of this activity is that there is potential in the form of an agricultural area that will be developed as an agro-edutourism area with the potential of cocoa and cloves. Visitors can learn to grow cocoa and cloves and can learn to process products with cloves and cocoa-based ingredients. In addition, an agro-edutourism agricultural area will be developed by planting tomatoes, pumpkins and other agricultural products where visitors will also be able to learn about the planting process to processing products into finished products. The cattle farming area will be arranged so that the appearance will be cleaner, more beautiful and comfortable. Cow waste will be turned into solid organic fertilizer and liquid organic fertilizer. The implementation that has been carried out in this service activity is to process livestock waste into organic liquid fertilizer and organic solid fertilizer. Keywords: agroedutourism; FGD; waste; organic