Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pendampingan pengembangan kawasan agroeduwisata melalui pemetaan potensi Desa Sesait Febrita Susanti; Murianto Murianto; Baiq Harly Widayanti; Rasyid Ridha; Ikhzam Khatami; Dimas Arya Andhika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26682

Abstract

AbstrakPotensi desa yang termanfaatkan secara maksimal dapat menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat dan desa. Potensi desa sebagian besar dibidang pertanian sehingga masyarakat desa mayoritas bekerja pada bidang pertanian. Potensi ini perlu dikembangkan salah satunya dengan menjadikan desa sebagai kawasan agroeduwisata. Desa Sesait memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan agroeduwisata namun pengetahuan dan keterampilan masyarakan masih belum maksimal di aspek tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memetakan potensi-potensi desa yang dapat menunjang terwujudnya kawasan agroeduwisata. Metode pendampingan dilakukan dengan sosialisasi dan Focus Grup Discusion (FGD) dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat potensi berupa kawasan pertanian yang akan dikembangkan sebagai kawasan agroeduwisata dengan potensi kakao dan cengkeh. Pengunjung dapat belajar untuk menanam kakao dan cengkeh serta dapat belajar untuk melakukan pengolahan produk dengan bahan dasar cengkeh dan kakao. Selain itu akan dikembangkan kawasan pertanian agroeduwisata dengan menaman tomat, labu dan produk pertanian lainnya dimana pengunjung juga akan dapat belajar untuk proses penanaman sampai pada pengolah produk menjadi produk jadi. Untuk kawasan perternakan sapi akan ditata sehingga penampilannya akan lebih bersih, asri dan nyaman. Limbah sapi akan dioleh menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Implementasi yang telah dilakukan pada kegiatan pengabdian ini adalah mengolah limbah ternak menjadi pupuk cair organik dan pupuk padat organik. Kata kunci: agroeduwisata; FGD; limbah; organik Abstract The potential of the village that is utilized to the maximum can be one of the sources of income for the community and the village. The potential of the village is mostly in the agricultural sector so that the majority of village people work in the agricultural sector. This potential needs to be developed, one of which is by making the village an agro-edutourism area. Sesait Village has the potential to be developed as an agro-edutourism area, but the knowledge and skills of the community are still not optimal in this aspect. The purpose of this service activity is to map the potentials of the village that can support the realization of agro-edutourism areas. The method uses Focus Group Discussion (FGD) with community leaders, traditional leaders, youth leaders, the Village Government and the North Lombok Regency Government. The result of this activity is that there is potential in the form of an agricultural area that will be developed as an agro-edutourism area with the potential of cocoa and cloves. Visitors can learn to grow cocoa and cloves and can learn to process products with cloves and cocoa-based ingredients. In addition, an agro-edutourism agricultural area will be developed by planting tomatoes, pumpkins and other agricultural products where visitors will also be able to learn about the planting process to processing products into finished products. The cattle farming area will be arranged so that the appearance will be cleaner, more beautiful and comfortable. Cow waste will be turned into solid organic fertilizer and liquid organic fertilizer. The implementation that has been carried out in this service activity is to process livestock waste into organic liquid fertilizer and organic solid fertilizer. Keywords: agroedutourism; FGD; waste; organic
The Effect Of Social Media Promotion And Word Of Mouth On The Decision To Visit The Attraction Of Tanjung Bias Beach, West Lombok Regency Lalu Masyhudi; Lalu Satria Utama; Ni Putu Ajeng Chelsania; Sri Susanty; Murianto Murianto; I Ketut Purwata
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik Vol. 8 No. 1 (2024): 8 original research articles were authored/co-authored by 29 authors from 1 cou
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30988/jmil.v8i1.1074

Abstract

This study aims to determine the effect of promotion through social media and word of Mouth on visiting decisions with the control variables of attractiveness and facilities. The data collection technique used a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Based on the simultaneous hypothesis testing, the four independent variables have a significant effect on the decision to visit tourists to Tanjung Bias Beach. Partially, word of mouth (X2) has a positive and significant effect on the decision to visit tourists, this can be seen from the t-count value of 5.816, greater than the t-table value of 1.995. Social media promotion (X1), Attraction (X3) and Facilities (X4), and show that the result of the multiple linear determination coefficient (R2) is 0.648, or 65%. This means that the degree of influence of the independent variable (X) on the variable (Y) is 65%.
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN AGROWISATA ANGGUR DAN KURMA DI DESA SAMBIK BANGKOL, KABUPATEN LOMBOK UTARA, NTB Sri Susanty; Ander Sriwi; Murianto Murianto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sambik Bangkol yang terletak di Kabupaten Lombok Utara NTB merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian dan pariwisata, khususnya agrowisata. Agrowisata merupakan sebuah aktivitas, usaha atau bisnis yang dikombinasikan dengan elemen pokok pertanian dan pariwisata serta menyediakan sebuah pengalaman kepada para pengunjungnya yang nantinya akan mendorong aktivitas ekonomi dan berdampak pada usaha tani dan pendapatan masyarakat desa setempat. Perpaduan antara pertanian dan pariwisata dapat memberikan nilai tambah pada produk pertanian karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat dalam rangka peningkatan pendapatan yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Manfaat ekonomi dari keberadaan agrowisata ini baru dirasakan oleh pemilik lahan, belum melibatkan banyak masyarakat. Masyarakat dan Pemerintah Desa belum melihat ini sebagai potensi wisata yang harus dikembangkan secara optimal. Hal ini diakibatkan oleh keterbatasan dalam sistem tata kelola yang optimal, kapasitas sumber daya manusia yang kurang memadai, serta pemanfaatan teknologi modern dalam pengelolaan dan pemasaran produk.  Pada aspek managemen organisasiTata kelola terlihat bahwak elembagaan masih lemah, tidak adanya kerangka formal manajemen pengelola agrowisata. SDM lokal minim kapasitas, ditemukan  keterbatasan pelatihan manajemen agrowisata, pemahaman pengelolaan organisasi yang terbatas,  dan kompetensi pelayanan wisata. Kurangnya teknologi modern, dimana pemasaran digital belum optimal. Digital marketing sangat memudahkan konsumen dan produsen berinteraksi dengan jangkauan khalayak yang lebih luas dengan biaya promosi yang minimal. Promosi konvensional yang menjadikan eksposure dan daya saing produk agrowisata belum maksimal. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengembangan agrowisata anggur dan kurma melalui tiga pendekatan utama: perbaikan sistem tata kelola kelembagaan dan manajemen, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan usaha dan promosi digital. Dengan pendekatan ini, diharapkan Desa Sambik Bangkol dapat mengembangkan potensi agrowisatanya secara berkelanjutan dan menjadi contoh model desa wisata pertanian berbasis komoditas unggulan di wilayah Lombok Utara. Adapun luaran dari pelaksanaan program pengabdian ini adalah (1) terbentuknya panduan dalam tata kelola organisasi mitra. (2) meningkatnya pemahaman mitra terkait managemen hospitality, agrowisata, dan pelayanan wisata. (3) terciptanya web dan fitur sosial media lainnya untuk pemasaran digital. (4) peningkatan pendapatan masyarakat. (5) terpublikasinya hasil kegiatan dalam bentuk artikel jurnal nasional ber ISSN dan video kegiatan
PENINGKATAN KAPASITAS DIGITAL PENGELOLA DESTINASI MELALUI PEMETAAN DAN ANALISIS TREN WISATAWAN DI DESA KABUL KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Lalu Masyhudi; Murianto Murianto; Sri Wahyuningsih
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 11 (2026): April 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata, khususnya dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat. Desa Kabul di Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah memiliki potensi wisata alam dan budaya yang cukup besar, namun pengelolaan destinasi masih menghadapi kendala berupa rendahnya kapasitas digital pengelola wisata, keterbatasan pemetaan potensi destinasi, serta minimnya kemampuan analisis tren wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital pengelola destinasi melalui pelatihan pemetaan digital dan analisis tren wisatawan berbasis teknologi informasi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan digital mapping, pelatihan analisis tren wisatawan, serta pendampingan penggunaan media digital dalam promosi destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengelola destinasi mengenai penggunaan Google Maps, media sosial, dan pemanfaatan data wisatawan untuk mendukung strategi pemasaran destinasi wisata. Selain itu, pengelola wisata mulai mampu memetakan potensi wisata desa secara digital dan memahami pola kunjungan wisatawan sebagai dasar pengambilan keputusan pengembangan destinasi. Program ini diharapkan mampu mendukung pengembangan pariwisata desa yang adaptif, berbasis data, dan berkelanjutan
Penerapan Tehnologi Tepat Guna pada Agrowisata Sangkareang di Desa Tetebatu Selatan, Lombok Timur Murianto Murianto
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 3 No 1 (2025): Abdiwangi Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v3i1.2025.46-54

Abstract

This community service activity aims to implement appropriate technology (TTG) to support the development of Sangkareang Agrotourism in South Tetebatu Village, East Lombok Regency. Sangkareang Agrotourism has significant potential in horticulture and ecotourism, but many challenges and constraints remain in terms of management and production efficiency. Through the application of appropriate technology, including organic fertilizer processing equipment, drip irrigation systems, and the use of greenhouses, this activity is expected to increase productivity, time efficiency, and the quality of agricultural products, which will become a tourist attraction in South Tetebatu Village. The implementation method included a participatory approach, training, equipment demonstrations, and technical assistance to farmer groups and agrotourism managers. The results of the activity demonstrated that the application of appropriate technology, such as greenhouses, can improve community understanding and skills in sustainable agricultural management, reduce dependence on chemical fertilizers and pesticides, which are highly hazardous to health, and strengthen the competitiveness of Sangkareang Agrotourism as an educational and environmentally friendly tourist destination in East Lombok Regency. Green House appropriate technology not only provides economic benefits for the community but also supports the realization of sustainable tourism based on local wisdom in South Tetebatu Village, East Lombok.
PENGELOLAAN SANGGAR WAYANG SAMAPTE DESA PRINGGARATA Murianto Murianto; Lalu Masyhudi; Nukeu Novia Andriani; Lalu Yulendra; Andi Suprianto; Mahdani Mahdani
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i1.28

Abstract

Sanggar Wayang Samapte-Desa Pringgarata merupakan salah satu lembaga seni yang masih bertahan hidup ditengah perkembangan moderenisasi. Aktifitas dan Pupularitas lembaga ini sudah mulai menurun karena minat masyarakat untuk melestarikanya. Perkembangan pariwisata di pulau Lombok yang semakin baik memberikan harapan dan peluang besar dalam pengembangan sanggar wayang sebagai daya tarik wisata. Metode pengumpulan data yang digunakan secara observasi, wawancara mendalam dengan Purposive Sampling dengan melakukan wawancara mendalam secara langsung dengan berbagai tokoh seperti Dalang Wayang Samapte, Anggota Sekaha, dan penggiat serta pelaku budaya lainya yang ada di Pulau Lombok. Potensi Daya Tarik Wisata wayang ini harus dikelola dengan baik sehingga dapat memberikan dampak secara sosial, fisikologis dan menganngkat taraf ekonomi pelaku seni wayang yang lebih baik. Membuat paket-paket wisata wayang yang bisa dipadukan dengan paket wisata lainya sehingga Peluang pasar dapat diperesar seperti Kantor Pemerintah, BUMD dan BUMN, , Travel Agent, dan Perhotelan serta Stakeholder Pariwisata oleh karena itu, penting kiranya dibuat model pengelolaan yang baik supaya sanggar wayang samapte ini bisa berkembang secara berkelanjutan
PKMS KELOMPOK USAHA PASAR SENI DESA SESELA KABUPATEN LOMBOK BARAT Rizal Kurniansah; Ni Putu Ade Resmayani; Murianto Murianto; Lalu Masyhudi; I Gusti Ngurah Putu Dedy Wirawan
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i1.158

Abstract

Pasar Seni Desa Sesela merupakan sebuah pasar seni yang dibangun pada tahun 2012. Pasar seni ini menjual berbagai jenis kerajinan tangan dari kelompok masyarakat setempat dan dijual kepada para masyarakat umum serta para wisatawan yang berkunjung di daerah Senggigi. Untuk produk yang paling terkenal di pasar ini adalah kerajinan cukli yang berbentuk meja, kursi, almari, asbak, dan topeng. Program kemitraan masyarakat ini adalah masyarakat yang produktif secara ekonomi yaitu kelompok usaha pasar seni yang wilayah domisilinya ada di Desa Sesela kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Permasalahan Mitra dilihat dari system pesamasaran yang kurang maksimal, sehingga berdampak terhadap tingkat kunjungan para konsumen yang tidak meningkat, kurangnya pengetahuan para penjual dalam hal memberikan pelayanan yang prima kepada tamu yang mengakibatkan kurangnya ketertarikan tamu untuk membeli cendramata di pasar seni Sesela. Hasil kegiatan PKMS ini berlangsung dengan baik dan sukses, kegiatan pengabdian dilaksanakan di Pasar Seni Desa Sesela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat yang dihadiri oleh para pengelola dan pedagang dan telah mampu melayani para wisatawan dengan baik memasarkan kerajinan di media online. Kegiatan ini perlu ada lanjutan yang berupa pelatihan sejenis untuk selalu diselenggarakan secara terus menerus, sehingga kemampuan yang dimiliki oleh Mitra. Dalam situasi pandemi Covid-19, pelaksanaan pengabdian tidak hanya melalui tatap muka langsung dengan peserta tetapi bida memanfaatkan media online untuk melakukan seminar online dengan peserta.
IDENTITIKASI POTENSI PENGEMBAGAN EKOWISATA DESA KARANG SIDEMEN UNTUK MENDUKUNG BERKELANJUTAN DI LINGKAR GEOPARK, LOMBOK TENGAH Murianto Murianto; Lalu Masyhudi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan adalah upaya memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif aktivitas kepariwisataan terhadap ketiga aspek pembangunan tersebut. Agar pembangunan pariwisata di Lombok berkelanjutan, diperlukan perencanaan yang didasarkan pada prinsip-prinsip keberlanjutan yang berlaku secara global, nasional, dan lokal. Ekowisata Berbasis Masyarakat (Community Based Ecotourism) Pola ekowisata berbasis masyarakat adalah pola pengembangan ekowisata yang mendukung dan memungkinkan keterlibatan penuh oleh masyarakat setempat dalamperencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan usaha ekowisata dan segalakeuntunganyang diperoleh. Ekowisata berbasis masyarakat merupakan usaha ekowisata yang memprioritaskan peran aktif masyarakat. Masyarakat setempatlah yang memiliki pengetahuan tentang alam serta budaya yang menjadi potensi dan nilai jual sebagai daya tarik wisata, sehingga pelibatan masyarakat menjadi mutlak. Menggunakan anilisis deskriftif kualitatif menjelaskan potensi dan spengembangan pariwisata berkelanjutan sehingga mampu memaparkan dengan baik potensi dan kekayaan Desa karang sidemen yang belum ditemukan saat ini. Potensi sumber daya alaam atau ekowisata yang memiliki daya jual kepada wisatawan, akan tetapi kalau tidak dikelola dengan baik maka tidak akan menghasilkan pariwisata negatif yang dapat merusak alam, Lingkar hutan gunung Rinjani sudah mulai rusak dengan ilegaloging yang dilakukan oleh masyarakat sendiri termasuk masyarakat yang berasal dari karang sidemen. Ketidakmampuan masyarakat dalam menjaga satwa, flora dan fauna juga menjadi tatangan dalam mengembangkan ekowisata.
PEMBUATAN IRIGASI TETES PADA AGROEDUWISATA DI KAWASAN SEMBALUN Murianto Murianto; Muhamad Sarjan; Narita Amni Rosadi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 13 No 2: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v13i2.3743

Abstract

Sembalun merupakan pusat produksi hortikultura. Karena banyaknya jenis sayuran yang ditanam di wilayah ini, harga komoditas ini mungkin turun bahkan anjlok pada saat panen raya. Manfaat pengabdian Masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembagankan daya Tarik agrowisata di Kawasan sembalun, Petani terkadang sangat bergantung pada apa yang ditawarkan pengepul yang datang ke Sembalun. Metode pelaksanan dengan melakukan sosisliasai potensi pengembenagan agrowisata di Kasawan sembalun, Pelatihan pembuatan Irigasi Tetes Pada Agrowisata Sembalun. Irigiasi tetes merupakan tehnologi yag digunakan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil pertanian di Kawasan sembalun. Peningkatan hasil panen dan kunjungan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kawasan sembalun mampu meningkatkan pendapatan Masyarakat sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan bagi Masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI AGROWISATA BERKELANJUTAN DI DESA TETE BATU SELATAN Murianto Murianto; Siti Zaenab; Fathurrahim Fathurrahim; Farah Aprily Aurel; Doni Saputra
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i2.4010

Abstract

Agrowisata merupakan salah satu daya Tarik wisata di Desa Tetebatu Selatan. Model pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan agrowisata di Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan agrowisata di Desa Tete Batu Selatan berperan penting dalam meningkatkan kapasitas ekonomi dan sosial masyarakat melalui pengelolaan berbasis komunitas. Model pemberdayaan yang terbentuk mencakup tiga aspek utama, yaitu: (1) pemberdayaan ekonomi, melalui pengelolaan lahan hortikultura, homestay, dan penjualan produk lokal; (2) pemberdayaan sosial, melalui pelatihan, pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dan kolaborasi antar-stakeholder; serta (3) pemberdayaan lingkungan, melalui penerapan pertanian ramah lingkungan dan konservasi sumber daya alam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan model agrowisata berkelanjutan berbasis masyarakat.