Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Hubungan Jenis Kelamin, Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Asupan Iodium dan Kejadian Stunting pada Balita di Kota Malang Rani Nurmayanti; Annasari Mustafa; Annisa Rizky Maulidiana
HARENA : Jurnal Gizi Vol 3 No 2 (2023): HARENA: Jurnal Gizi (April 2023)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v3i2.3905

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013 prevalensi stunting di Kota Malang sebesar 15,7%. Sedangkan prevalensi stunting Tahun 2015 di Puskesmas Dinoyo sebesar 17,41%. Tujuan : Menganalisis hubungan jenis kelamin, pengetahuan ibu tentang gizi, dan asupan Iodium dengan kejadian stunting pada balita di Kota Malang. Metode : Jenis observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi balita usia 2-5 tahun sebanyak 56 balita. Subjek diambil secara purposive sampling. Pengukuran status gizi menurut TB/U menggunakan WHO Antropometri 2005, pengetahuan ibu tentang gizi menggunakan kuesioner, dan asupan Iodium menggunakan metode food recall 3x24 jam. Untuk mengetahui hubungan stunting dengan jenis kelamin, pengetahuan ibu tentang gizi, dan asupan Iodium digunakan uji Chi Square dan Odds Ratio dengan SPSS 15. Hasil : Tidak terdapat hubungan yang signifikan jenis kelamin (p=0,365) dengan kejadian stunting pada balita. Terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan ibu tentang gizi (p=0,014) dengan kejadian stunting pada balita. Terdapat hubungan yang signifikan asupan Iodium (p=0,000) dengan kejadian stunting pada balita. Ibu yang memiliki pengetahuan tentang gizi kurang baik, maka kemungkinan balita tersebut akan berisiko mengalami stunting sebesar 9,917 kali dibandingkan balita yang memiliki ibu dengan pengetahuan gizi yang baik. Balita yang kurang mendapatkan asupan Iodium, maka kemungkinan balita tersebut akan berisiko mengalami stunting sebesar 12,4 kali dibandingkan balita yang cukup asupan Iodium Simpulan : Jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan kejadin stunting. Pengetahuan ibu tentang gizi dan asupan Iodium memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita di Kota Malang. Kata Kunci : Iodium, Jenis Kelamin, Stunting, Pengetahuan Ibu
ENHANCING EARLY CHILDHOOD EDUCATORS' KNOWLEDGE IN MEASURING THE NUTRITIONAL STATUS OF YOUNG CHILDREN Fahmi, Ilmia; Maulidiana, Annisa Rizky; Ariestiningsih, Ayuningtyas Dian; Wirawan, Nia Novita
Caring: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): CARING Jurnal Pengabdian Masyarakat (Agustus 2024)
Publisher : Caring: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.caringjpm.2024.004.02.2

Abstract

Early childhood educators are one of the main elements in providing appropriate stimulation and monitoring the growth and development of children aged 0 - 6 years so that they do not experience nutritional and health problems, for example stunting. Early childhood growth, especially weight and height, is very important to monitor through routine monthly measurements and determining nutritional status using a growth curve. Early childhood educators face several obstacles in carrying out nutritional status monitoring activities, such as teachers' lack of knowledge and skills in carrying out anthropometric measurements, the use of growth curves to determine nutritional status and limited equipment. The aim of this community service is to increase the knowledge of the educators in Malang Regency, especially Pakisaji sub-district, to measure and monitor the nutritional status of preschool children. Community service activities were carried out on early October 2023 at the Nutrition Department and were attended by 44 participants. Before the activity begins, participants first fill out a pre-test form to determine their level of knowledge. Participants are given education about the correct way to measure nutritional status in early childhood. A total of 39 participants completed the pre-test and post-test completely with an average pre-test score of 43.72 and post-test 75.13, an increase in score of 30 points. It can be concluded that community service activities increase the knowledge and skills of the educators in measuring the nutritional status of early childhood.
Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Pengukuran dan Pemantauan Status Gizi Anak Usia Prasekolah di Kabupaten Malang Maulidiana, Annisa Rizky; Fahmi, Ilmia; Ariestiningsih, Ayuningtyas Dian
TRI DHARMA MANDIRI: Diseminasi dan Hilirisasi Riset kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : JTRIDHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2024.004.01.10

Abstract

Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu program pemerintah dalam konvergensi intervensi pencegahan dan penanganan stunting. Guru PAUD memiliki peran penting dalam pemberian stimulasi dan pemantauan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak usia prasekolah. Pertumbuhan anak sangat penting untuk dipantau melalui pengukuran antropometri secara rutin setiap bulan dan penentuan status gizi menggunakan kurva pertumbuhan. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru pendidik lembaga PAUD di Kabupaten Malang dalam melakukan pengukuran dan pemantauan status gizi anak prasekolah. Metode kegiatan berupa Training of Trainers (ToT) berupa pemberian materi, pelatihan pengukuran antropometri, serta penentuan status gizi kepada 42 orang perwakilan guru PAUD di setiap kecamatan di Kabupaten Malang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Oktober 2022. Terjadi peningkatan pengetahuan yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai pre-post test sebesar 39% dari 56,19 menjadi 78,10 (p < 0,001) dan peningkatan keterampilan peserta dalam melakukan pengukuran antropometri sesuai prosedur terstandar serta pengisian kurva pertumbuhan sesuai hasil ukur. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran guru PAUD di Kabupaten Malang dalam upaya optimalisasi monitoring tumbuh kembang anak usia prasekolah dan pencegahan masalah gizi terutama stunting.
Anthropometric indices and physical activity in relation to premenstrual syndrome among female adolescents Maulidiana, Annisa Rizky; Qomariah, Putri Nabila; Rahmawati, Savitri Nur; Airin, Airin; Nazifa, Azzahra; Nurazizah, Dumay Mutiara; Chrishargyantari, Tirsa Dewanti; Ventiyaningsih, Agustiana Dwi Indiah; Fahmi, Ilmia
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 13, No 1 (2024): December
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.13.1.35-41

Abstract

Background: Premenstrual syndrome (PMS) is a collection of symptoms that are usually experienced by female adolescent before the start of each menstrual cycle which can impact their social activities and concentration on studies. There are several factors that can influence the occurrence of PMS, such as nutritional status, body composition, and physical level.  Objectives: To explore the incidence of PMS among female adolescents and its correlation with anthropometric indices and physical activity in Malang City, IndonesiaMaterials and Methods: A cross-sectional study was conducted in August to November 2023. A total of 143 female second year students from three public high schools in Malang City was participated in this study. Weight, height, waist circumference, hip circumference, and body fat percentage (BF%) were measured. Anthropometric indices including body mass index-for-age (BMI-for-age), waist-to-hip ratio (WHR), and waist-to-height ratio (WHtR) were calculated. PMS was measured using 10-item shortened Premenstrual Assessment Form(sPAF) and physical activity using Physical Activity Questionnaire for Adolescent (PAQ-A). Spearman test was used to evaluate the correlation between variables.Results: There were significant positive correlations among anthropometric indices. There was a positive correlation between PMS with BF%, WHR, and WHtR, however no correlation was found with BMI-for-age. PMS was inversely correlated with physical activity level.Conclusion: Anthropometric indices as predictor of obesity such as BF%, WHR, and WHtR was positively correlated with PMS while physical activity was negatively correlated with PMS. These findings suggest that changes toward healthy lifestyle, such as having regular physical activity and maintain a normal range of body composition and nutritional status are important to alleviate PMS symptoms in female adolescents.Keywords: Adolescent; anthropometric indices; body fat; physical activity; premenstrual syndrome
Nutrition Goes to School: Program Edukasi Gizi Berbasis Sekolah dengan Pemberdayaan Guru SMP di Kota Malang Habibie, Intan Yusuf; Maulidiana, Annisa Rizky; Cempaka, Anggun Rindang
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dihadapkan dengan kondisi triple burden of malnutrition pada remaja. Permasalahan tripleburden of malnutrition tersebut meliputi overnutrition (overweight dan obesitas), undernutrition(underweight), dan defisiensi mikronutrien, khususnya anemia pada remaja. Remaja rentan mengalamipenambahan berat badan karena tingginya konsumsi snack tinggi lemak dan rendahnya aktivitas fisik yangditandai dengan perubahan komposisi tubuh, sensitivitas insulin, perilaku makan, aktivitas fisik, danpenyesuaian psikologis sehingga beresiko mengalami penyakit degeneratif sejak dini. Sementara itu, jugaditemukan remaja putri dengan status gizi underweight yang erat kaitannya dengan pembatasan pola makanyang ketat. Merespon situasi ini, di mana remaja banyak menghabiskan waktu di sekolah, maka perludilaksanakan edukasi gizi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terkait gizi dan kesehatan.Edukasi gizi yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah edukasi gizi yang difokuskan kepada guru SMP diSekolah dengan harapan Guru ke depannya dapat menyusun program gizi dan turut memberikan edukasigizi secara berkelanjutan di sekolah. Peserta dalam kegiatan ini adalah perwakilan Guru SMP dari SMPN 3 Malang, SMP Islam Terpadu As-Salam dan SMP Islam Unggulan Al-Ya’lu Malang. Hasil yangdidapatkan dalam kegiatan edukasi gizi ini adalah peningkatan pengetahuan guru dari skor pre-test 82,4menjadi skor 88 dalam post-test. Kegiatan ini berpotensi untuk disebarluaskan pada SMP / sederajat untukmeningkatkan cakupan dan memperluas dampak edukasi gizi demi meningkatkan kesadaran dan perilakukesehatan dan gizi pada remaja.  Kata Kunci : Edukasi gizi, sekolah, guru
HUBUNGAN SKOR INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN SKOR KUALITAS HIDUP LANSIA DI KECAMATAN LOWOKWARU Wilujeng, Catur Saptaning; Habibie, Intan Yusuf; Ventiyaningsih, Agustiana Dwi Indiah; Maulidiana, Annisa Rizky; Kinasih, Adiandari Astu; Cedarta, Marchya Karima; Kharisma, Merinda Yolla; Fitri, Annisa; Putri, Ristavia
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 2 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v16i2.7763

Abstract

Indonesia's population structure is starting to enter an aging population, characterized by the percentage of the elderly population from 2020 which is expected to reach more than 10 percent. In fact, from BPS projections, in 2045 Indonesia's elderly are estimated to reach almost one-fifth of Indonesia's entire population (BPS, 2020). Older people will experience a decrease in the function of several body organs which can cause decreased absorption of nutrients. This situation will of course affect the nutritional status of the elderly themselves, both undernutrition and overweight (overweight and obesity). Apart from that, it is necessary to pay attention to health problems which are currently a health problem often experienced by the elderly, namely hypertension. This research is an analytical observational study with a cross sectional approach. The research sample was taken using a purposive sampling method with a minimum sample size of 100 elderly people. Nutritional status data was obtained by anthropometric measurements, blood pressure data was obtained by measuring the blood pressure of the elderly, and quality of life data was obtained by interviewing the WHOQOL BREF questionnaire. The results of the study showed that there was a significant relationship between Body Mass Index (BMI) and systolic blood pressure in the elderly (p=0.035, r=0.211) and there was a relationship between Body Mass Index (BMI) and the quality of life score in the elderly (p=0.034, r=0.212 ). The conclusion of this research is that the greater the body mass index (BMI) score of an elderly person, the higher the systolic blood pressure and the higher the quality of life score of an elderly person. Keyword: elderly, systolic blood pressure, quality of life, body mass index
Factors influencing weight regain after weight loss programs: insights from recent studies Ghinaa, Annisa Farhah; Maulidiana, Annisa Rizky
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 2 (2025): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i2.2235

Abstract

Weight regaining is a challenge for most obese individuals who have successfully lost weight. Understanding the underlying factors contributing to weight gain is essential for developing more effective interventions. This study aimed to identify the factors contributing to weight gain in obese individuals after a weight loss program. A literature review was conducted using a narrative method following the PRISMA guidelines. The relevant international research articles used in this study were published in the last five years and retrieved from PubMed, ScienceDirect, and Wiley Online Library databases, resulting in the inclusion of nine studies that met the eligibility criteria, such as involving individuals with a history of weight loss programs, including dietary changes, physical activity, and cognitive behavioral therapy. The findings highlight multiple contributing factors to weight regain, including 1) loss of fat-free mass, 2) psychological, 3) behavioral and food environment factors, 4) weight loss history, 5) breakfast habits, 6) environmental contaminants, and 7) anti-obesity medication. Therefore, effective long-term weight management must consider these behavioral, metabolic, and environmental factors in obesity treatment programs to enhance their effectiveness in preventing weight regain.
Webinar Pembuatan Formula Enteral Blenderized yang Mengandung Immunonutrient Harti, Leny Budhi; Cempaka, Anggun Rindang; Maulidiana, Annisa Rizky; Dini, Cleonara Yanuar; Fahmi, Ilmia; Wani, Yudi Arimba
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2021.001.02.45

Abstract

Formula enteral komersial tidak selalu diberikan pada pasien selama dirawat inap karena tergantung kebijakan Rumah Sakit (RS). Oleh karena itu formula enteral buatan Rumah Sakit atau sering disebut dengan blenderized diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien, dimana pembuatannya membutuhkan keahlian khusus Ahli Gizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ahli gizi atau masyarakat umum yang berkerja sebagai penjamah makanan di Rumah Sakit dalam membuat formula enteral blenderized. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk webinar (ceramah) dengan sasaran utama adalah ahli gizi, penjamah makanan di Rumah Sakit, dan mahasiswa jurusan gizi. Webinar dilakukan dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting dengan kapasitas peserta 300 orang. Selama webinar peserta diwajibkan untuk mengisi daftar hadir, soal pre-test dan post-test terkait formula enteral blenderized. Jumlah soal pre-test dan post-test masing-masing sebanyak 10 soal yang merupakan instrumen sederhana untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta selama mengikuti webinar. Perbedaan rata-rata skor pre-test dan post-test dianalisis dengan menggunakan uji statistic paired T-Test. Hasil webinar menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test sebesar 64,70 dan skor post-test sebesar 83,93. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p=0,000). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan peserta webinar tentang formula enteral blenderized.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat pada Webinar Tentang Peran Makanan untuk Meningkatkan Sistem Imun di Masa Pandemi Covid-19 Harti, Leny Budhi; Cempaka, Anggun Rindang; Maulidiana, Annisa Rizky; Dini, Cleonara Yanuar; Fahmi, Ilmia; Wani, Yudi Arimba
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.02.92

Abstract

Kasus positif Covid-19 mulai mengalami peningkatan pada bulan Juli 2020. Salah satu upaya untuk mencegah terinfeksi virus adalah dengan meningkatkan sistem imun melalui konsumsi makanan yang mengandung zat gizi seimbang. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi gizi kepada masyarakat terkait peran makanan dalam meningkatkan sistem imun pada masa pandemi Covid-19. Tujuan dari kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait peran makanan dalam meningkatkan sistem imun melalui webinar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk webinar dengan sasaran masyarakat umum, mahasiswa, dan ahli gizi sejumlah 188 orang. Webinar dilakukan menggunakan aplikasi Zoom Meeting dengan kapasitas peserta 300 orang. Pengetahuan peserta webinar diukur menggunakan soal pre- dan post-test masing-masing sebanyak 10 soal. Perbedaan nilai pre- dan post-test dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil webinar menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna (p < 0,001) dari nilai rerata pre-test (57,90 ± 16,91) menjadi nilai rerata post-test (77,37 ± 18,72). Peningkatan pengetahuan peserta webinar mencapai 33,63%. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait peran makan dalam meningkatkan sistem imun dapat dilakukan melalui webinar.
Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Pengukuran dan Pemantauan Status Gizi Anak Usia Prasekolah di Kabupaten Malang Maulidiana, Annisa Rizky; Fahmi, Ilmia; Ariestiningsih, Ayuningtyas Dian
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2024.004.01.10

Abstract

Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu program pemerintah dalam konvergensi intervensi pencegahan dan penanganan stunting. Guru PAUD memiliki peran penting dalam pemberian stimulasi dan pemantauan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak usia prasekolah. Pertumbuhan anak sangat penting untuk dipantau melalui pengukuran antropometri secara rutin setiap bulan dan penentuan status gizi menggunakan kurva pertumbuhan. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru pendidik lembaga PAUD di Kabupaten Malang dalam melakukan pengukuran dan pemantauan status gizi anak prasekolah. Metode kegiatan berupa Training of Trainers (ToT) berupa pemberian materi, pelatihan pengukuran antropometri, serta penentuan status gizi kepada 42 orang perwakilan guru PAUD di setiap kecamatan di Kabupaten Malang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Oktober 2022. Terjadi peningkatan pengetahuan yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai pre-post test sebesar 39% dari 56,19 menjadi 78,10 (p < 0,001) dan peningkatan keterampilan peserta dalam melakukan pengukuran antropometri sesuai prosedur terstandar serta pengisian kurva pertumbuhan sesuai hasil ukur. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran guru PAUD di Kabupaten Malang dalam upaya optimalisasi monitoring tumbuh kembang anak usia prasekolah dan pencegahan masalah gizi terutama stunting.