Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP SIKAP SOSIAL ANAK (Studi Desa karampi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima) Nuridiatul Fitri; ST. Nurbayan; Syaifullah Syaifullah
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 5 No 2 (2022): Edusociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v5i2.1005

Abstract

Peran orang tua sangat penting dalam membimbing dan mengasuh anak kearah yang lebih baik, karena menurut Sujanto (Sudarsono, 2008:125) bahwa esensi Pendidikan anak adalah tanggung jawab orang tua memiliki peran penting untuk membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak dalam mendidik dan memberikan arahan yang lebih baik. Namun ketika orang tua mengalami perceraian, maka pengasuhan dan pendidikan anak lebih sering diabaikan oleh orang tua, sehingga perceraian orang tua akan berdampak banyak terhadap anak-anak dalam rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian studi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini sebanyak 8 orang yang berasal dari keluarga broken Home (bercerai), anak-anak ini rata-rata tinggal bersama ibunya, tanpa ada perhatian dari bapak, penentuan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk memudahkan pengambilan data, digunakan pula intstrumen penelitian, lalu analisis data digunakan display data, ferifikasi data, uji keabsahan data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa sikap sosial anak dari keluarga broken home atau yang bercerai di Desa Karampi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima adalah Rata-rata minder karena sering diberi julukan jelek oleh teman-teman, lebih cepat emosional, lebih suka diam dan bermain sendirian, kurang berprestasi, lebih banyak melamun dan sedih, selalu berprasangka tidak baik
PERAN TOKOH MASYARAKAT MENCEGAH PERILAKU MENYIMPANG REMAJA DI DESA RANGGASOLO KECAMATAN WERA Musafir Musafir; Syaifullah Syaifullah; Nurnazmi Nurnazmi
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i1.1154

Abstract

Penelitian ini mengupas tentang peran tokoh masyarakat, agama, pendidikan dan pemuda di Desa Ranggasolo. Beberapa tokoh tersebut tentunya memiliki pengaruh dan berperan terhadap penentuan arah kebijakan dan memiliki kekuatan (power) dalam mencegah masalah di masyarakatnya. Masalah penelitian ini tekait bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan remaja Desa Ranggasolo, dan peran tokoh masyarakat mencegah perilaku menyimpang remaja di Desa Ranggasolo. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif jenis deskriptif. Subyek yang diteliti adalah 10 remaja di Desa Ranggasolo, informan perbandingan yaitu tokoh masyarakat, agama, pendidikan dan pemuda Desa Ranggasolo. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan remaja antara lain, yaitu: balapan liar, menonton video pornografi, mengkonsumsi obat-obatan terlarang (tramadol), merokok dibawah umur, dan bolos sekolah. Sedangkan peran tokoh masyarakat, agama, pendidikan dan pemuda di Desa Ranggasolo dapat dilihat dari dua kegiatan yang dilakukan, yakni memberikan pencerahan atau pengarahan secara lisan, dan secara praktis mengajak remaja melaksanakan sholat berjama’ah di Masjid. Tindakan tersebut dinilai tidak sistematis serta massif dalam menangani masalah perilaku menyimpang remaja di Desa Ranggasolo
PERAN PENDAMPING PKH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN DI DESA SARAE RUMA KECAMATAN LANGGUDU KABUPATEN BIMA Nurhasanah Nurhasanah; Arifuddin Arifuddin; Syaifullah Syaifullah
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima, angka kemiskinan tahun 2021 mencapai 16.220 jiwa, jika dibandingkan tahun 2020, yang mencapai sekitar 14.660 jiwa. Peter, (2022) bahwa persentase penduduk Kota Bima yang dikategorikan miskin meningkat pada tahun tahun 2020, mencapai 8,35%, sedangkan pada tahun 2021 terus bertambah menjadi 8,88 persen. Hal ini menandakan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Bima masih cukup rendah. Untuk meminimalisir kemiskinan, maka pemerintah memberikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), keluarga miskin didorong untuk memiliki akses, memanfaatkan pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan, pangan, gizi, perawatan, pendampingan, termasuk akses terhadap berbagai program perlindungan sosial lainnya. Permasalahan dalam penelitian ini dilihat dari angka kemiskinan yang masih cukup tinggi di Kota dan Kabupaten Bima, bahwa PKH belum manpu memberdayakan masyarakat miskin. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan peran PKH dalam memberdayakan masyarakat miskin di Desa Sarae Ruma Keamatan Langgudu Kabupaten Bima. Penelitian merupakan penelitian field research dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, Informan penelitian adalah Pendamping PKH di Desa sarae Ruma Kecamatan langgudu kabupaten Bima, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data penelitian di analisis dengan display data, ferifikasi data dan uji keabsahan data, lalu kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa peran pendamping PKH terhadap pemberdayaan masyarakat miskin secara berangsur-angsur semakin kelihatan dalam aspek pendidikan, kesehatan dan ekonomi, namun terdapat 10 masyarakat yang sudah 3 tahun menerima PKH, namun acuh tak acuh bekerja, menyekolahkan anak, sering menyalahgunakan kartu PKH dan sengaja tidak merenovasi rumah dengan alasan bahwa menjadi miskin akan ditanggung kehidupannya, rata-rata tidak mengetahui bahwa menjadi peserta PKH memiliki jangka waktu, ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah semakin tinggi.
Workhshop Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Kuriikulum Merdeka Pada Guru SMPIT Insan Kamil Kota Bima Tasrif Tasrif; M. Tahir; ST. Nurbayan; Syukurman Syukurman; Syaifullah Syaifullah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.960

Abstract

Kurikulum merdeka merupakan kiblat dalam pelaksanan proses pembelajaran sekarang oleh karena itu guru-guru disekolah, baik sekolah SMA hingga sekolah SD bahkan Perguruan Tinggi telah menjadikan kurikulum merdeka sebagai patokan mereka dalam pelaksanaan proses belajar dan mengajar, namun di Dunia pendidikan sekarang terutama guru-guru belum memahami secara penuh pembeuatan RPP, bahan ajar dan pengembangan metode dan startegi mengajar lainnya berdasarkan kurikulum merdeka, karena masih banyak ditemukan guru-guru menggunakan bahan ajar seperti materi pembelajaran atau modul ajar serta RPP dicopy paste dari internet secara instan. Hal ini akan membuat guru-guru tidak memiliki kualitas dalam meningkatkan pembelajaran. Oleh karena itu  workhshop peningkatan kualitas pembelajaran melalui kuriikulum merdeka pada guru-guru SMPIT Insan Kamil Kota Bima dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada guru agar meningkatkan pembelajaran melalui kurikulum merdeka. Metode yang digunakan adalah berbentuk pendampingan yang diawali dengan survay, pelaksanan dengan memberikan materi, lalu evaluasi dan kesimpulan. Peserta berasal dari guru-guru SMPIT Insan Kamil Kota Bima sebanyak 30 orang. Hasil kegiatan adalah semua peserta dapat memahami materi peningkatan kualitas pembelajaran melalui kuriikulum merdeka dengan baik dan akan mempraktekan pada saat melaksanakan proses pengajarannya pada siswa yang diajarkannya.
Pengaruh Game Online Mobile Legends Terhadap Perilaku Remaja Di Kelurahan Rabangodu Utara Kecamatan Raba Kota Bima Ahmad syauqi Ridla; ST Nurbayan; Syaifullah Syaifullah; Nikman Azmin
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1295

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan mengenai pengaruh game mobile legends terhadap perilaku remaja, yang sekarang sangat diadopsi oleh remaja dan berdampak pada perkembangannya yang kurang sehat secara sosial dimasyarakat. Jenis penelitian adalah kuantitatif korelasional menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket/kuisioner, didukung oleh instrumen penelitrian. sampel penelitian adalah remaja yang berjumlah berjumlah 22 orang dengan teknik pengambilan simple random sampling. Hasil penelitian terdapat pengaruh positif yang signifikan antara game online mobile legends terhadap perilaku remaja dan dibuktikan dengan harga r hitung (0,575) > r tabel (0,423) pada taraf signifikansi 5%. Pengaruh tersebut berada pada kategori cukup kuat. Besarnya pengaruh adalah 66,93%. Pengaruh tersebut dapat digeneralisasikan atau diberlakukan pada seluruh populasi. Diperkuat dari hasil perhitungan statistika diperoleh t hitung (3,14) > t tabel (2,09). Persamaan regresi linier sederhana adalah Y = 16,79 + 0,29X, dengan nilai F hitung sebesar 9,88 > F tabel yakni 4,35 pada taraf signifikansi 5%. Dalam hal ini berlaku ketentuan model regresi dapat digunakan untuk memprediksi perilaku remaja, atau dapat dikatakan game online mobile legends berpengaruh negatif terhadap perilaku remaja seperti waktu belajar tidak teratur, lingkungan atau keadaan sekitar diabaikan, suka mengutamakan emosional, proses komunikasi dan interaksi sosial berkurang
Pelaksanaan Program Bantuan Beras Miskin Bagi Masyarakat Miskin Di Desa Rato Kecematan Lambu Kabupaten Bima M. Tahir; Syaifullah Syaifullah; Tasrif Tasrif; Syukurman Syukurman; Irmansah Irmansah
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1338

Abstract

Penggunaan data Rumah Tangga Sasaran (RTS) hasil pendataan Program Perlindungan Sosial tahun 2016 (PPLS–‘08) dari BPS diberlakukan sejak tahun 2008 yang juga berlaku untuk semua program penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan oleh Pemerintah mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin dalam mengakses kebutuhan pangan pokok beras. Didalam masyrakat yang sederhana sejumlah kecil orang dapat memutuskan segala urusan dan mengetahui semua yang terjadi. Akan tetapi, didalan masyrakat yang lebih kompleks suatu keputusan diambil berdasarkan konsultasi bersama delegasi dan dilembagakan. Proses kebijakan publik adalah berhubungan dengan lembaga elit dan pengikutnya yang mempunyai ketidak samaan satu sama lain. Penelitian ini menggunakan deskripsi Analisis dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian sebanyak 10 orang informan yang ditentukan secara purposive sampling. Tenik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan resuksi data, display data dan keabsahan data dan kesimpulan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa bantuan beras miskin belum tepat sasaran dan masih sistim kekeluargaan di Desa Rato Kecamatan Lambu Kabupaten Bima
Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMPN 2 Wera Kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2017/ 2018 Syaifullah, Syaifullah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 2 No 2 (2018): EDU SOCIATA (Jurnal Pendidikan Sosiologi)
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v2i1.63

Abstract

Guru adalah pendidik yang mengajarkan pengetahuannya kepada peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam membangun pendidikan kearah yang lebih baik. Sebagaimana yang terdapat dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang kompetensi guru yakni: a) kompetensi pedagogis; b) kompetensi kepribadian; c) kompetensi profesional, dan d) kompetensi sosial. Guru dan siswa merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, dalam arti guru mengajar (memberikan pengajaran) kemudian siswa belajar (menerima pengajaran). Ini berimplikasi pada tindakan nyata dari seorang guru untuk mendidik siswanya. Proses belajar mengajar antara guru dan siswa merupakan hal penting dalam aspek pendidikan, sehingga akan terwujud suasana belajar yang dinamis. Peran guru dalam proses pengajaran yang salah satunya memberi motivasi terhadap siswa. Motivasi ini dalam rangka menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam menerima pelajaran. Motivasi berimplikasi pada kemajuan siswa dalam menerima pelajaran dari guru. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang berusaha menganalisis aktivitas guru dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Wera Kabupaten Bima. Data yang digunakan dalam penelitian ini; data primer. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti melalui wawancara. Sumber data dalam penelitian ini guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Teknik analisis data; reduksi data, display data, dan verifikasi data/kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru sebagai motivator yakni guru hendaknya dapat mendorong siswa agar bergairah dan aktif belajar. Dalam upaya memberikan motivasi, guru dapat menganalisis motif-motif yang melatarbelakangi siswa malas belajar dan menurun prestasinya di sekolah. Setiap saat guru harus bertindak sebagai motivator, karena dalam interaksi edukatif tidak mustahil ada diantara siswa yang malas belajar dan sebagainya. Motivasi dapat efektif bila dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan siswa. Guru dapat memanipulasi empat kondisi umum dikelas yaitu siswa diberi tugas, menanggapi tugas-tugas siswa, hubungan guru dan siswa dan hadiah terstruktur yang diperkenalkan.
Wanita Bekerja dan Pengambilan Keputusan (Studi Kasus Pada 8 Guru Wanita SMPN di Desa Karumbu Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima) Nurbayan, St.; Syaifullah, Syaifullah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 3 No 1 (2019): EDU SOCIATA: (Jurnal Pendidikan Sosiologi)
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v2i2.200

Abstract

Sejak jaman purbakala perempuan telah mengenal berbagaimacam pekerjaan, baik bekerja dalam rumah tangga, maupun bekerja diluar rumah tangganya, namun sangat sedikit dilibatkan dalam pengabilan keputusan, begitupun juga dengan wanita bekerja sebagai guru PNS SLTP di Desa Karumbu Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima NTB. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kehidupan wanita bekerja dan pengambilan keputusan baik dalam rumah tangga maupun dalam instansi tempat mereka bekerja, informan penelitian 8 orang guru SLTP yang berada pada SMPN dan MTsN di Desa Karumbu yang ditentukan engan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, lalu dianalisis dan membuat kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perempuan bekerja karena mencukupi kebutuhan keluarga dan memanfaatkan ilmu (ijazah) yang telah dimilikinya. Alokasi waktu wanita bekerja rata-rata mulaipukul 04.00-07.00 menyiapakan menu makan keluarga, memastikan kerapian pakaian kerja suami dan pakaian sekolah anak, memandikan anak lalu menyiapkan diri untuk bekerja, pukul 07.30-13.00 bekerja, sepulang di rumah rata-rata mengurus urusan rumah sampai pukul 21.00, diantaranya mencuci dan menyetrika, pembersihan rumah dan halamannya, menyiapkan menu makan siang dan makan malam, menemani anak belajar dan mengaji, melayani suami dengan makanan dan kopi siap saji, hal ini dilakukan bukan karena merasa ada kewajiban, tetapi karena tidak ada yang bisa melakukannya, sementara suami menganggap urusan rumah dan pengasuhan anak adalah tugas istri. Untuk penentuan keputusan wanita jarang dilibatkan dalam dunia kerjanya, karena semuanya kebijakan ada ditangan pimpinan, kemudian dalam rumah tangga rata-rata pengambilan keputusan hanya pada sekitar menu makan. namunhanya 3 wanita yang dilibatkan pada urusan perumahan, pendidikan dan kesehatan.
Analisis Permodalan Buruh Tenun Tradisional Bima pada Tenun Tembe Nggoli Nurnazmi, Nurnazmi; Syaifullah, Syaifullah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 4 No 2 (2019): EDU SOCIATA (Jurnal Pendidikan Sosiologi)
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v3i1.295

Abstract

Permodalan buruh tenun yakni sumber modal yang akan dijalankan untuk mengoperasionalkan hasil produksi untuk berdaya guna pada penenun yang memiliki modal kerja seperti tenaga dan peralatan produksi, sehingga tenaga yang dikeluarkan oleh penenun dapat diberikan upah berupa uang atau barang (benang) untuk modal awal menenun. Hasil produksi akan di jual kepada perusahaan kain tenun. Tembe Nggoli merupakan salah satu jenis bahan kain tenun yang memiliki ukuran lebih kecil dan lembut, dan bahannya setelah ditenun akan menyesuaikan cuasa suhu kainnya, bisa dalam keadaan dingin disaat cuaca panas dan kainnya akan hangat pada cuaca dingin. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan permodalam buruh tenun tradisional Bima pada buruh tembe nggoli. Analisis temuan penelitian menggunakan teori tindakan Sosial Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan permodalan dapat bersumber pada modal sendiri penenun tersebut, modal tenun bersumber pada perusahaan/ UMKM, modal tenun bersumber dari koperasi dan modal tenun bersumber pada bank
Pengawas Sekolah dan Guru Profesional Sebagai Mitra dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMAN 3 Wera Tahir, M.; Syaifullah, Syaifullah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 5 No 1 (2020): EDU SOCIATA (Jurnal Pendidikan Sosiologi)
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v3i2.358

Abstract

Penyelenggaraan pengajaran di sekolah perlu adanya pengawasan atau supervisi sekolah yang professional dalam menjalankan tujuan sekolah, sehingga proses belajar dan mengajar berjalan dengan baik sebagaimana yang ditetapkan. Oleh karena itu kerjasama pengawas sekolah dan guru profesioanl merupakan suatu cara yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa, hal ini disebabkan guru adalah pelaksana yang secara langsung tatap muka dengan siswa, sedangkan pengawas sekolah adalah memantau, membina dan mengevaluasi hasil kerja guru di sekolah. Sukses dan tidaknya kinerja guru dalam membentuk karakter siswa tergantung sungguh dari profesionalisme peran yang dimainkan pengawas sekolah.guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah adalah pelaku pendidikan yang dalam melaksanakan tugas harus bersinergi, bermitra dan saling mendukung guna terlaksananya peran dan fungsi msing-masing. Diantara ketiga unsur tersebut, guru adalah tenaga pendidikan yang berinteraksi langsung dengan siswa di dalam kelas, maka guru adalah pelaku pendidikan paling utama disamping yang lainnya, karena gurulah yang mengelola kelas dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter siswa. Apabila salah satu pihak tidak menjalankan fungsinya dengan benar, maka proses pembelajaran di sekolah tidak dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan sekolah tidak tercapai. Hal inilah yang dimaknai bahwa terkikisnya karakter siswa pada sekolah-sekolah yang terlihat bahwa siswa melawan guru, melanggar tata tertib sekolah, mengganggu ketenangan belajar teman-teman serta mengkonsumsi tramadol di sekolah-sekolah yang terjadi pada perkembangan siswa sekarang dikarenakan kelonggaran peran yang dimainkan pengawas dalam memantau dan membina serta mengevaluasi kinerja guru-guru di Sekolah. Dengan demikian pengawas sekolah perlu bermitra secara intens dalam menangani karakter siswa yang sangat memprihatinkan dalam perkembangan sekarang, sehingga siswa menjadi generasi sehat dalam melanjutkan bangsa Indonesia yang kita cintai ini.