Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengawas Sekolah dan Guru Profesional Sebagai Mitra dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMAN 3 Wera Tahir, M.; Syaifullah, Syaifullah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 5 No 1 (2020): EDU SOCIATA (Jurnal Pendidikan Sosiologi)
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v3i2.358

Abstract

Penyelenggaraan pengajaran di sekolah perlu adanya pengawasan atau supervisi sekolah yang professional dalam menjalankan tujuan sekolah, sehingga proses belajar dan mengajar berjalan dengan baik sebagaimana yang ditetapkan. Oleh karena itu kerjasama pengawas sekolah dan guru profesioanl merupakan suatu cara yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa, hal ini disebabkan guru adalah pelaksana yang secara langsung tatap muka dengan siswa, sedangkan pengawas sekolah adalah memantau, membina dan mengevaluasi hasil kerja guru di sekolah. Sukses dan tidaknya kinerja guru dalam membentuk karakter siswa tergantung sungguh dari profesionalisme peran yang dimainkan pengawas sekolah.guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah adalah pelaku pendidikan yang dalam melaksanakan tugas harus bersinergi, bermitra dan saling mendukung guna terlaksananya peran dan fungsi msing-masing. Diantara ketiga unsur tersebut, guru adalah tenaga pendidikan yang berinteraksi langsung dengan siswa di dalam kelas, maka guru adalah pelaku pendidikan paling utama disamping yang lainnya, karena gurulah yang mengelola kelas dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter siswa. Apabila salah satu pihak tidak menjalankan fungsinya dengan benar, maka proses pembelajaran di sekolah tidak dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan sekolah tidak tercapai. Hal inilah yang dimaknai bahwa terkikisnya karakter siswa pada sekolah-sekolah yang terlihat bahwa siswa melawan guru, melanggar tata tertib sekolah, mengganggu ketenangan belajar teman-teman serta mengkonsumsi tramadol di sekolah-sekolah yang terjadi pada perkembangan siswa sekarang dikarenakan kelonggaran peran yang dimainkan pengawas dalam memantau dan membina serta mengevaluasi kinerja guru-guru di Sekolah. Dengan demikian pengawas sekolah perlu bermitra secara intens dalam menangani karakter siswa yang sangat memprihatinkan dalam perkembangan sekarang, sehingga siswa menjadi generasi sehat dalam melanjutkan bangsa Indonesia yang kita cintai ini.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Tenaga Kependidikan Berbasis Kearifan Lokal di SMAN 3 Wera Syaifullah, Syaifullah; Nurnazmi, Nurnazmi; Azmin, Nikman
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2020): EDU SOCIATA (Jurnal Pendidikan Sosiologi)
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v4i1.416

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah salah satu kunci keberhasilan pendidikan di sekolah. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan berperan dan bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan. Kepala sekolah sebagai pucuk pimpinan pendidikan dalam mengelola bawahannya tidak serta merta dalam menjalankan organisasi, tetapi ada seni atau ilmu yang mengatur tentang pengelolaan manusia yang ada dalam organisasi pendidikan tersebut. Namun permasalahannya adalah kepala sekolah belum sepenuhnya melakukan berbagai tindakan inovatif dalam meningkatkan kreativitas pendidik dan tenaga kependidikan seperti memotivasi dan menyemangati pendidik dan tenaga kependidikan di SMAN 3 Wera Kabupaten Bima. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berusaha menganalisis dan mendeskripsikan kepemimpinan kepala sekolah dalam pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di SMAN 3 Wera Kabupaten Bima. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumenter. Kemudian pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi dan teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/kesimpulan.
Peran Strategis Guru Dalam Mengimplementasikan Pendidikan Karakter Pada Era Kurikulum Merdeka di SMAN 3 Wera Syaifullah, Syaifullah; Waluyati, Ida
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i2.2857

Abstract

Peran strategis guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter sangat penting. Pendidikan karakter saat ini menjadi wacana utama dalam dunia pendidikan nasional di Indonesia. Menanamkan nilai-nilai karakter yang efektif dalam kehidupan siswa agar memiliki etika, tanggung jawab, dan kepedulian antar sesama. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk peran dan strategi guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter di SMAN 3 Wera. Jenis penelilitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Kemudian teknik pengumpulan melalui tiga tahap yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi dan terakhir teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di SMAN 3 Wera masih cukup baik. Nilai yang diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran seperti membentuk siswa yang memiliki sikap, perilaku dan pola pikir yang baik serta berintegritas tinggi, individu akan mampu bertindak dengan bijaksana, bertanggung jawab, jujur, disiplin dan empati terhadap sesama, berakademik tinggi, bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, jiwa sosial yang tinggi, religius, disiplin, mandiri, ber-kebhinekaan, kreatif, bernalar kritis, bergotong royong, peduli sosial, rasa ingin tahu, toleransi, komunikatif.
Edukasi Pencegahan Bullying dan Kekerasan Seks Pada Anak Usia Dini Di SDN Boke Sape Waluyati, Ida; Syaifullah, Syaifullah; Irmansah, Irmansah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i4.1269

Abstract

Edukasi tentang pencegahan bullying dan kekerasan seks penting diberikan untuk anak sejak dini. Edukasi bahaya bullying pada anak di sekolah juga lebih diarahkan pada saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal pada SDN Boke di Desa Boke Kecamatan Sape Kabupaten Bima bahwa kemampuan anak mengenal pendidikan seks masih dalam kategori rendah, pemahaman orang tua tentang cara pemberian edukasi seks pada anak masih kurang, minimnya metode dan media pembelajaran mengakibatkan kurangnya inovasi baru dalam mengenalkan pendidikan seks dengan memperhatikan tahapan perkembangan anak. Tindakan bullying juga kerap terjadi di lingkungan sekolah karena anak belum memahami dampak bullying bagi anak yang lain. Metode edukasi pencegahan bulyying dan seks usia dini ini dilakukan melalui teknik bercerita, diskusi, tanya jawab, permainan, pemberian sticknote, doorprize, serta bernyanyi. Kegiatan ini dilakukan dengan komunikasi yang sederhana dan penuh kenyamanan sehingga anak tidak terkesan menggurui dan menegangkan. Nilai-nilai edukasi seks dibalut dalam untaian nyanyian dan sajian gambar yang memudahkan anak  dalam memahami hal tersebut. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah para siswa mampu memahami cara melindungi dirinya dari kejahatan seksual, memahami terkait ciri pertumbuhan yang terjadi pada masa pubersitas, mengenal bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan dilihat oleh orang lain, serta bijak menggunakan gadget. Dismping itu, anak memahami cara menyelesaikan masalah dengan pendekatan musyawarah besama, saling menghargai dan menghormati diantara perbedaan. Oleh karena itu, pihak sekolah harus tetap melakukan edukasi pencegahan bulyying dan kekerasan seks yang kontinyu pada seluruh siswa dengan metode-metode dan media yang menyenangkan.
Optimalisasi Manajemen Kasus untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Kota Bima Nurnazmi, Nurnazmi; Tasrif, Tasrif; Ramadan, Syahru; Syaifullah, Syaifullah; Waluyati, Ida
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 1 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i1.3389

Abstract

Kasus perempuan dan anak dalam berbagai kasus, seperti kasus kekerasan terhadap perempaun dan anak (KTP/KTA), Tindakan Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan Pernikahan Usia Anak di Indonesia yang kasusnya belum terselesaikan beberapa kasus, muncul lagi kasus yang baru. Data kasus tiga tahun terakhir, tahun 2021 terdapat 36 kasus, mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2022 terdapat 71 kasus sedangkan tahun 2023 mengalami menurunan menjadi 54 kasus. Pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis fenomenologi. Informan terdiri dari 20 informan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisi spirat John Creswell dan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik pengumpulan data. Alur manajemen kasus untuk perlindungan perempuan dan anak antara lain: perjalinan relasi (engagement), penilaian (assessment), rencana (planning), intervensi (intervetion), pemantauan (monitoring), evaluasi (evaluation), terminasi (termination), dan tindak lanjut (follow-up).
Dampak Covid-19 Terhadap Implementasi Pembelajaran Daring Di Sekolah Dasar Syaifullah, Syaifullah; Amin, Nur Syariful; Azmin, Nikman; Nasir, Muh; Bakhtiar, Bakhtiar
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i4.2399

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengaanalisis dampak terhadap proses pembelajaran dan kesiapan guru Sekolah Dasar (SD) Dalam menghadapi pembelajaran daring masa pandemi covid-19. Subjek penelitian 75 orang guru Sekolah Dasar di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data angket dan wawancara. Dalam penelitian ini, pengumpulan data diperoleh dari berita dan artikel-artikel pada jurnal online. Peneliti melakukan penelusuran artikel dengan menggunakan kata kunci Dampak Covid-19 dan Pembelajaran Daring. Teknik penelitian yang dilakukan dengan dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, buku, makalah atau artikel, jurnal dan berita. Dalam uji validitas peneliti menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dialami oleh murid, guru dan orang tua dalam kegiatan belajar mengajar online yaitu penguasaan teknologi masih kurang; penambahan biaya kuota internet; adanya pekerjaan tambahan bagi orang tua dalam mendampingi anak belajar; komunikasi dan sosialisasi antar siswa, guru dan orang tua menjadi berkurang; dan jam kerja yang menjadi tidak terbatas bagi guru karena harus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan orang tua, guru lain, dan kepala sekolah.
Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Perempuan dan Anak di Kota Bima Nusa Tenggara Barat Nurnazmi, Nurnazmi; Ramadan, Syahru; Tasrif, Tasrif; Syaifullah, Syaifullah; Waluyati, Ida; Syahruddin, Syahruddin
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.2057

Abstract

Tujuan pelatihan manajemen dan penanganan kasus perempuan dan anak antara lain: (a) Peserta diharapkan mampu mengenali dan memahami dalam menangani masalah perempuan dan anak yang terjadi di tengah masyarakat. (b) Peserta dapat mengsimulasi dalam menangani kasus perempuan dan anak melalui sketsa gambar dan deskriptif, (c) Peserta dapat mengimplementasikan alur manajemen kasus perempuan dan anak, (d) Peserta dapat menganalisis policy output dalam penanganan kasus perempuan dan anak, (e) Peserta mampu mendeskripsikan alur manajemen kasus dan policy output dalam penanganan kasus perempuan dan anak di Kota Bima Nusa Tenggara Barat. Metode pelatihan manajemen dan penanganan kasus untuk perlindungan perempuan dan anak antara lain: perjalinan relasi (engagement), penilaian (assessment), rencana (planning), intervensi (intervetion), pemantauan (monitoring), evaluasi (evaluation), terminasi (termination), dan tindak lanjut (follow-up). Peserta 35 orang dibagi ke dalam 5 kelompok dan menangani kasus perempuan dan anak yang berbeda-beda seperti kakerasan terhadap perempuan (KTP), kekerasan terhadap anak (KTA), Tindakan Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan Pernikahan Usia Anak. Peserta dapat mengilustrasikan dan mendekripsikan kasus perempuan dan anak di masyarakan menggunakan simulasi gambar. Peserta mengilustrasikan dan mempresentasikan manajemen dan penanganan kasus perempuan dan anak.
Edukasi Dampak Perundungan Di SDN Inpres Simpasai Lambu Waluyati, Ida; Irmansyah, Irmansyah; Syaifullah, Syaifullah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i2.1086

Abstract

Dunia pendidikan saat ini dihadapkan oleh masalah yang cukup serius  yang menimpa pesera didik yaitu tindakan perundungan yang tentunya berdampak negatif bagi peserta didik. Tindakan perundungan ini merugikan korban hingga mempengaruhi psikisnya dan menyebabkan pelaku bertindak semena-mena pada korban. Pelaku yang melakukan tindakan  perundungan ini dapat memberi pengaruh buruk pada kesehatan fisik dan mental korbannya. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal pada 3 (tiga) Sekolah Dasar di Desa Simpasai Kecamatan Lambu bahwa kemampuan anak mengenal dampak dari tindakan perundungan masih dalam kategori rendah, pemahaman orang tua tentang cara pemberian edukasi bahaya perundungan pada anak masih kurang, minimnya metode dan media pembelajaran mengakibatkan kurangnya inovasi baru dalam mengenalkan pendidikan akan bahaya perundungan dengan memperhatikan tahapan perkembangan usia anak. Metode edukasi bahaya perudungan ini dilakukan melalui teknik bercerita, diskusi, tanya jawab, permainan, pemberian doorprize, serta bernyanyi. Kegiatan ini dilakukan dengan komunikasi yang sederhana dan penuh kenyamanan sehingga anak tidak terkesan menggurui dan menegangkan. Nilai-nilai edukasi bahaya perundungan ini dibalut dalam untaian nyanyian dan sajian gambar yang memudahkan anak  dalam memahami hal tersebut. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah para siswa mampu memahami cara melindungi dirinya dari kejahatan perundungan serta bijak menggunakan gadget. Oleh karena itu, pihak sekolah harus tetap melakukan edukasi bahaya perundungan yang bersifat kontinyu pada seluruh siswa dengan metode-metode dan media yang menyenangkan.
SMART PARENT: Independent Parenting Strategy through Workshop of Parenting for Single Parents syaifullah, syaifullah; Susanto, Irman; Nurhijriah, Nurhijriah
Abdi Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v7i2.9739

Abstract

The SMART PARENT program aims to enhance parenting skills and reduce stress among single parents in Kelurahan Ule. The main issues faced by single parents include the dual role as breadwinners and primary caregivers, leading to emotional and social stress. In addition, low financial literacy and limited knowledge of modern parenting techniques exacerbate the situation. This program was implemented through a parenting workshop that integrated evidence-based parenting training, psychosocial support, and economic empowerment through financial literacy training and microenterprise skills. The results of the training showed a 23.4% improvement in participants’ knowledge of positive parenting, a 26% reduction in stress, and an average income increase of 32.7%. The program also succeeded in creating a supportive community, reducing social isolation, and increasing solidarity among participants. This program not only improved parenting quality but also contributed to the social and economic well-being of families, supporting the achievement of relevant SDGs related to poverty and gender equality.
Peran Guru Dalam Menangani Perilaku Bullying di SMAN 2 Wawo Kecamatan Wawo Kabupaten Bima Yuliati, Astuti; Nurhasanah, Nurhasanah; Syaifullah, Syaifullah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying adalah salah satu ekspresi kekerasan yang paling umum terjadi dalam konteks teman sebaya selama masa sekolah. Bullying didefinisikan sebagai Tindakan agresif dan disengaja yang di lakukan oleh kelompok atau individu secara berulang-ulang dan dalam jangka waktu yang lama terhadap korban yang tidak dapat dengan mudah membela diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menangani perilaku bullying, faktor penyebab perilaku bullying dan dampak perilaku bullying. Metode yang digunakan kualitatif, Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan ada dua yaitu data primer dan sekunder. tehnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data yaitu reduksi data, dispyai data, dan verifikasi. Pengujian keabsahan data mengunakan triagulasi yaitu triagulasi sumber, triagulasi tehnik, dan triagulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, dan pengawas dalam menciptakan lingkungan belajar aman, dan bebas bullying. Faktor penyebab bullying meliputi pengaruh keluarga, lingkungan sekolah, teman sebaya, media, dan faktor pribadi. Dampak bullying mencakup penurunan prestasi, masalah psikologis, dan perilaku agresif lanjutan. Upaya guru dalam menangani perilaku bullying yaitu mengamati perilaku siswa, melibatkan orang tua, membangun kebijakan anti bullying, dan melakukan sosialisasi tiga dosa besar.