Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TILONGKABILA Sylva Flora Ninta Tarigan
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 2, No 2 (2018): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.94 KB) | DOI: 10.35971/gojhes.v2i2.5269

Abstract

ABSTRAK Faktor degenaratif (penuaan) dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan, baik aspek sosial, ekonomi, maupun kesehatan. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango tahun 2017 menunjukkan bahwa 89,6% lansia tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan pelayanan kesehatan pada lansia di wilayah kerja Kecamatan Tilongkabila ditinjau dari tingkat pengetahuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah  survey analitik dengan rancangan cross sectional untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada lansia di wilayah kerja Kecamatan Tilongkabila. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berumur lebih dari 50 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan di 4 desa dengan jumlah 1.190 orang. Sampel diperoleh sebanyak 299 orang yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan lansia dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan (p=0,001), artinya pengetahuan sudah baik, namun masih ada yang belum mengikuti pelayanan kesehatan karena faktor jarak rumah. Diharapkan bagi petugas kesehatan lebih meningkatkan pengetahuan lansia melalui optimalisasi posyandu lansia. 
ANALISIS RISIKO KESEHATAN AKIBAT PAPARAN PARTIKEL DEBU (PM2.5) DARI AKTIVITAS TRANSPORTASI Tri Septian Maksum; Sylva Flora Ninta Tarigan
Jambura Health and Sport Journal Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v4i1.13447

Abstract

Aktivitas transportasi yang tinggi berimplikasi kepada penurunan kualitas udara akibat keberadaan polutan di udara. Salah satu polutan di udara yang sangat berbahaya terhadap kesehatan manusia yaitu partikel debu berdiameter 2.5 µm (PM2.5). Tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat risiko kesehatan akibat paparan partikel debu (PM2.5) dari aktivitas transportasi pada pedagang kaki lima di ruas jalan Kota Gorontalo. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL). Sampel sebanyak 81 responden yang diperoleh menggunakan teknik proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata PM2.5 di empat lokasi yaitu area depan kampus UNG 0.01116 mg/m3, area Toko Madina Baru 0.02664 mg/m3, simpang lima Jalan Agus Salim 0.03682 mg/m3, dan Pasar Sentral 0.0144 mg/m3. Nilai intake realtime non karsinogenik berturut turut sebesar 1.43e-4 mg/kg/hari, 9.49e-4 mg/kg/hari, 6.44e-4 mg/kg/hari, dan 8.62e-4 mg/kg/hari. Tingkat risiko pedagang kaki lima akibat paparan PM2.5 yaitu tidak berisiko (RQ ≤ 1). Disarankan pedagang kaki lima agar tetap memakai masker untuk meminimalisasi potensi bahaya akibat paparan PM2.5.
PEMANFAATAN LAYANAN SISTEM INFORMASI E-PUSKESMAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE PIECES Sylva Flora Ninta Tarigan; Tri Septian Maksum
Jambura Health and Sport Journal Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v4i1.13446

Abstract

Proses pelayanan di setiap puskesmas membutuhkan waktu yang lama apabila dikerjakan secara manual, sehingga perlu manajemen yang berbasis web, salah satunya dengan menggunakan aplikasi e-puskesmas. E-Puskesmas merupakan wujud dari penerapan sistem informasi manajemen puskesmas yang mampu memberikan kontribusi besar dalam pelayanan prima kepada pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan layanan sistem informasi e-puskesmas dengan menggunakan metode PIECES (performance, information, economics, control, efficiency, service). Jenis penelitian adalah survei deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 29 orang tenaga kesehatan yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Data dikumpul menggunakan kuesioner, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek dengan kategori baik yaitu performance (51.7%), information (55.2%), dan service (55.2%), sedangkan aspek dengan kategori kurang baik yaitu economics (51.7%), control (72.4%), dan efficiency (55.2%). Disarankan bagi pihak Puskesmas Kota Barat disarankan untuk menerapkan layanan e-puskesmas sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 128/Menkes/SK/II/2014.
SATISFACTION OF PATIENTS AND EMPLOYEES AT TILANGO PUSKESMAS, GORONTALO REGENCY Sylva Flora Ninta Tarigan; Tri Septian Maksum; Moh. Rivai Nakoe
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 2, No 1 (2023): February 2023
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ijhsmr.v2i1.16387

Abstract

AbstractTilango Public Health Center is an inpatient health center that is located far from trans road access, so it can be a factor in the lack of patient visits. In addition, the number of employees in the inpatient unit of the Tilango Health Center is more midwives than nurses, and even doctors are only on-call (not permanent), so many people are still dissatisfied with the services of the Tilango Health Center. The purpose of the study was to determine the satisfaction of patients and employees at the Tilango Public Health Center, Gorontalo Regency. This research is included in descriptive observational research. The population is all patients and employees of the Tilango Public Health Center, totaling 43 people. The sampling technique uses total sampling so that the number of samples is the same as the total population. Data were collected using a questionnaire instrument. The data were analyzed descriptively and then narrated. The results showed that the performance of the inpatient unit at Tilango Health Center was viewed from the customer's perspective, with indicators of patient satisfaction categorized as satisfied (93.34%), while the performance of the inpatient unit at Tilango Health Center viewed from a learning perspective with employee satisfaction indicators categorized as less satisfied (26.0%). The novelty in this study is the measurement of the level of patient and employee satisfaction measured using qualitative research methods. It is recommended that the Tilango Health Center be able to improve performance and add a health service innovation process.Keywords: Satisfaction; Patients, Employees; Public Health Center 
IDENTIFIKASI RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PENGOPERASIAN INCINERATOR Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi; Jelita Agustina Malahika
Jambura Health and Sport Journal Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v5i1.17696

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah usaha untuk sedapat mungkin menjamin keselamatan dan kesehatan pada pekerja sehingga pekerja dapat merasa aman dan nyaman bekerja ditempatnya. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pengoperasian incinerator di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Desain penelitian ini merupakan desain deskriptif dengan pendekatan mixed method. Informan penelitian terdiri dari 1 informan kunci, 1 informan utama dan 1 informan pendukung. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa pada setiap pekerjaan di area pengoperasian incinerator berpotensi bahaya mekanis, listrik, biologi, kimia, dan ergonomi. Hasil penilaian risiko didapatkan 1 risiko tinggi sehingga memerlukan tindakan lanjutan dan 60 risiko rendah sehingga risiko dapat diterima. Faktor penyebab risiko tertinggi didapatkan 31 akar penyebab permasalahan seperti pekerja tidak mengikuti SOP dan pekerja kurang pengetahuan. Rekomendasi pengendalian terhadap faktor penyebab risiko tertinggi dan didapatkan 10 rekomendasi pengendalian administratif. Simpulan bahwa terdapat 1 risiko tertinggi yaitu cedera ringan/berat akibat tidak menggunakan APD lengkap.
KECERMATAN PELAYANAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN GORONTALO Sylva Flora Ninta Tarigan; Juwita Suma; Nikmatisni Arsad
Jambura Health and Sport Journal Vol 5, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v5i2.21143

Abstract

Setiap organisasi yang berhubungan dengan masyarakat secara luas atau publik, maka akan selalui berhubungan dengan pelayanan. Pelayanan sangat erat hubungannya dengan memberikan kepuasan kepada (provide costmer satisfaction). Pemberian pelayanan yang baik kepada pelanggan, maka pelanggan akan mendapatkan kepuasan dan pelanggan juga merasa diperhatikan keberadaaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kecermatan petugas dalam pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada kantor cabang BPJS Kesehatan Gorontalo. Jenis penelitian observasional deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang berkunjung pada kantor cabang BPJS Kesehata Gorontalo dengan menggunakan Purposive Samplingdengan sampel berjumlah 30 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian bahwa efektivitas pelayanan petugas berdasarkan faktor kecermatan (81,4%) dan faktor gaya pemberi layanan (88,5%). Kesimpulan dari 2 variabel pengukuran pelayanan petugas BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo berada pada kategori sangat baik. Disarankan bagi BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo untuk terus konsisten dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Gorontalo. 
FREKUENSI ANGKAT DAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN THORACIC OUTLET SYNDROME BURUH KAPAL PELABUHAN Fitrah, Nurul; Tarigan, Sylva Flora Ninta; Mahdang, Putri Ayuningtias
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i2.25270

Abstract

Kasus Thoracic Outlet Syndrome (TOS) adalah kondisi medis yang terjadi akibat kompresi saraf atau pembuluh darah di area antara tulang selangka dan tulang rusuk pertama. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan frekuensi angkat dan postur kerja dengan keluhan thoracic outlet syndrome pada buruh kapal dipelabuhan penyeberangan Gorontalo. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu 50 buruh kapal. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data dikumpulkan menggunakan pengukuran roos test, kuesioner dan formulir rula selanjutnya dianalisis menggunakan uji chi square dengan nilai alpha 0,005. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 27 responden dengan frekuensi angkat tinggi (25) responden dengan jumlah responden yang mengalami keluhan TOS sebanyak 19 responden (70,4%) dan terdapat 8 responden (29,6%) dengan frekuensi angkat tinggi tidak mengalami keluhan TOS sedangkan postur kerja, terdapat 22 responden dimana postur kerja kategori sangat berisiko sebanyak 19 responden (86,4,6%) mengalami keluhan TOS dan 3 responden (13,6%) yang tidak mengalami keluhan TOS. Simpulan terdapat hubungan antara frekuensi angkat dan postur kerja dengan keluhan TOS pada buruh kapal di pelabuhan penyeberangan Gorontalo. Saran bagi pekerja, diharapkan melakukan pemanasan dan peregangan sebelum bekerja terutama otot leher, bahu, dan punggung, istirahat yang cukup untuk memulihkan otot yang lelah dan menggunakan alat bantu angkat jika beban terlalu berat.
PENILAIAN KINERJA PEGAWAI HONOR MENGGUNAKAN METODE BEHAVIORALLY ANCHOR RATING SCALE (BARS) DI PUSKESMAS HULONTHALANGI KOTA GORONTALO Tarigan, Sylva Flora NInta; Simatupang, Rudolf
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jkki.v20i1.10532

Abstract

A good performance appraisal system can help identify employee strengths and weaknesses, provide constructive feedback, and encourage increased skills and motivation. Appraising the performance of honorary employees using the Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS) method provides clarity and objectivity in assessing various aspects of employee behavior and skills. The aim of the research is to determine the performance assessment of honorary employees using the Behaviorally Anchor Rating Scale (Bars) method at the Hulonthalangi Community Health Center, Gorontalo City.       The research method used a descriptive design, the population in the study were all honorary employees at the Hulonthalangi Community Health Center and the total sample was 17 people. This research uses a descriptive design. The sample in this research was 17 honorary employees. The independent variables in this research are discipline, responsibility, team work, problem solving and decision-making skills, obedience, honesty, self-motivation which are assessed using the Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS) method, while the dependent variable is employee performance, which is measured using the Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS) method. questionnaire. The results of this research found that the Behaviorally Anchor Rating Scale (BARS) performance assessment included 3 factors, including factor 1 discipline with a weight of 1,851, factor 2 Responsibility with a weight of 1,377, factor 3 Team Work with a weight of 1,067. It is recommended to conduct research related to employee performance to add other research variables.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo Bunga, Friska Regina; Boekoesoe, Lintje; Tarigan, Sylva Flora Ninta
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada pada Ibu hamil di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Sampel sebanyak 46 orang ibu hamil, dengan usia kehamilan telah mencapai 20 minggu keatas. Analisis dilakukan menggunakan uji chi square dan analisis regresi linier. Berdasarkan hasil temuan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh usia, paritas, riwayat hipertensi terhadap kejadian hipertensi pada ibu hamil di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Usia <20 tahun dan >35 tahun berisiko 28,3 kali, riwayat hipertensi berisiko 16,2 kali, Paritas tinggi berisiko 4,4 kali lebih besar mengalami hipertensi.
Analisis Determinan Gangguan Kesehatan Mental Emosional Remaja di SMA Negeri 1 Limboto Abas, Jubaeda; Boekoesoe, Lintje; Tarigan, Sylva Flora Ninta
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global sekitar 50% masalah kesehatan mental, termasuk depresi, kecemasan dan perilaku agresif diperkirakan mulai terjadi pada usia 14 tahun dengan tingkat prevalensi sekitar 10-20% dan lebih banyak dari mereka belum mendapatkan perawatan dan penanganan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan dari gangguan kesehatan mental emosional. Sampel pada penelitian adalah 289 responden siswa SMA Negeri 1 Limboto. Desain penelitian berupa analisis observasi melalui pendekatan cross sectional. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor jenis kelamin (p-value=0,001), pola asuh (p-value=0,000), status perkawinan orang tua, (p-value=0,03) dan riwayat bullying (p-value=0,013)  adalah faktor yang berhubungan secara signifikan dan bermakna dengan gangguan kesehatan mental remaja berdasarkan hasil uji chi-square nilai p-value(<0,05). Dengan pola asuh orang tua menjadi determinan yang paling berpengaruh terhadap gangguan kesehatan mental emosional remaja melalui analisis uji regresi logistik ordinal dengan uji Wald nilai p-value< 0,000(0,05). Diharapkan intervensi masalah kesehatan mental emosional remaja dapat dilakukan secara bersama-sama melalui kebijakan-kebijakan yang terintegrasi antar pemerintah, dinas kesehatan, lintas sektor dan lintas program kesehatan agar dapat dilakukan upaya preventif guna menjaga remaja tetap sehat tidak hanya secara fisik tapi juga sehat secara psikis.