Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Kesiapan Puskesmas Dalam Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Dengan Metode Doctor’s Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) Di Puskesmas Botupingge: Readiness of Health Centers in Implementing Health Center Management Information Systems Using the Doctor's Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) Method at Botupingge Health Center Ainullah Aprilia Mohamad; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7577

Abstract

Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam dunia kesehatan. Proses pencatatan secara manual memperlambat pelayanan dan digantikan dengan sistem informasi berbasis komputer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan Puskesmas Botupingge dalam penerapan SIMPUS dengan metode Doctor’s Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Puskesmas Botupingge. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif. Jumlah sampel yang diambil pada penelitian ini sama dengan jumlah populasi yakni 32 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kesiapan Puskesmas Botupingge dalam menerapkan Simpus adalah (93,8%) berada pada kategori III yang artinya pada aspek sumber daya manusia, budaya kerja organisasi, tata kelola kepemimpinan, infrastruktur di Puskesmas Botupingge sangat siap dalam menerapkan Simpus. Saran peneliti untuk Puskesmas Botupingge bisa melakukan pelatihan secara berkala terkait penggunaan e-Puskesmas kepada seluruh petugas kesehatan, serta dapat melakukan perbaikan infrastruktur pendukung agar penggunaan Simpus semakin optimal.
Penerapan Metode Analytycal Hierarchy Process (AHP) Dalam Menentukan Kompetensi SDM di Bidang Rekam Medik di Puskesmas Se Kota Gorontalo: Application of Analytical Hierarchy Process (AHP) Method in Determining Human Resources Competence in the Field of Medical Records in Health Centers throughout Gorontalo City Fitriani Talaa; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7745

Abstract

Puskesmas adalah unit yang memiliki peran penting dalam mendukung transformasi kondisi kesehatan masyarakat ke arah pencapaian tingkat kesehatan yang optimal. Rekam medis merupakan dokumen yang memuat catatan lengkap mengenai identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis, serta berbagai bentuk pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas kompetensi petugas rekam medis di Puskesmas se-Kota Gorontalo menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 53 orang yang merupakan seluruh petugas rekam medis di 10 puskesmas, diperoleh melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berdasarkan empat kriteria kompetensi: pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap merupakan kriteria kompetensi dengan bobot tertinggi secara keseluruhan (0,299), disusul oleh pendidikan (0,241), keterampilan (0,236), dan pengetahuan (0,223). Puskesmas Hulonthalangi, Kota Timur, dan Sipatana memprioritaskan aspek Pendidikan. Puskesmas Pilolodaa, Kota Utara, dan Dumbo raya memprioritaskan aspek keterampilan, dan Puskesmas Dungingi, Kota Barat, Kota Tengah dan Kota Selatan memprioritaskan aspek sikap. Secara keseluruhan petugas terbaik berasal dari Puskesmas Pilolodaa yang memperoleh skor tertinggi sebesar 14,83. Saran untuk Puskesmas perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang rekam medis dengan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi bagi petugas yang belum memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, serta perlu dilakukan penyusunan standar kompetensi SDM rekam medis yang jelas dan terstruktur untuk memastikan setiap petugas memiliki kompetensi yang memadai dalam pengelolaan rekam medis.
Efisiensi Administrasi Kesehatan Sebagai Dampak Penggunaan Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo: Health Administration Efficiency as an Impact of the Use of Electronic Medical Records at the Central City Community Health Center, Gorontalo City Adryan; Sylva Flora Ninta Tarigan; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7886

Abstract

Rekam Medis Elektronik merupakan sistem elektronik yang digunakan pada setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi administrasi pada pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi administrasi kesehatan sebagai dampak penggunaan rekam medis elektronik di Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif untuk menggambarkan fenomena, gejala atau keadaan. Informan kunci penanggung jawab rekam medis, informan biasa tiga orang petugas rekam medis, dan informan penunjang dua orang yaitu kepala tata usaha dan tenaga administrasi. Penelitian iini dilaksanakan di Puskesmas Kota Tengah. Waktu penelitian pada bulan Februari 2025. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Rekam Medis Elektronik dapat meningkatkan efisiensi administrasi di Puskesmas Kota Tengah. Hal ini dilihat dari penurunan waktu proses administrasi, penurunan biaya yang digunakan dan peningkata produktivitas tenaga kerja. Perlu adanya pelatihan berkelanjutan bagi petugas untuk memaksimalkan penggunaan Rekam Medis Elektronik yang lebih terintegrasi.
Analisis Tingkat Kepuasan Pada Pengguna Sistem Informasi Manajemen (SIM) Dengan Metode Human Organization Technology Fit (HOT-Fit) Di Puskesmas Pilolodaa: Analysis of the Level of Satisfaction of Management Information System (MIS) Users Using the Human Organization Technology Fit (HOT-Fit) Method at the Pilolodaa Community Health Center Kasmawati Usman; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7894

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) adalah suatu aplikasi manajemen puskesmas yang fungsi utamanya sebagai alat dalam pencatatan, pengolahan dan penyajian informasi xsemua data pasien dari awal melakukan pendaftaran hingga pelaporan. Salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis keberhasilan suatu sistem yang dilihat dari kepuasan pengguna yaitu dengan menggunakan metode HOT-Fit, dimana metode ini terbagi menjadi 4 aspek yaitu dari aspek human, organization, technology, dan net benefit. Metode penelitian yang digunakan adalah Jenis penelitian deskriptif kuantitatif yaitu untuk mendeskripsikan sekilas hasil responden penelitian, nilai rata-rata (mean) masing-masing item pertanyaan dan total item serta digunakan untuk mengetahui pencapaian responden terhadap penyebaran jawaban responden. Pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah 25 orang. Proses pengolahan data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak, khususnya program excel, dan dihitungan dengan rumus tingkat pencapaian responden (TCR). Hasil penelitian dengan menghitung TCR menunjukan bahwa aspek human memiliki total nilai TCR 72,05%, dikategorikan puas. Aspek organization memiliki nilai TCR 78,13%, dikategorikan puas. Aspek technology memiliki nilai TCR 69,15%, dikategorikan puas. Aspek net benefit memiliki nilai TCR 78,89%, dikategorikan puas. Dan metode HOT-Fit memiliki nilai TCR 74,53%, dikategorikan puas.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Imunisasi Berdasarkan Umur Bayi Di Puskesmas Sipatana Kota Gorontalo: Factors that influence the completeness of immunization based on the age of the baby at the Sipatana Health Center, Gorontalo City Tahala, Wilyun; Sylva Flora Ninta Tarigan; Moh Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.7742

Abstract

Imunisasi atau vaksinasi merupakan proses dimana seseorang dibuat kebal atau resisten terhadap penyakit menular khususnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi berdasarkan umur bayi di Puskesmas Sipatana. Metode penelitian ini adalah penelitian metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 0-12 bulan yang tercatat berdasarkan data sekunder Puskesmas Sipatana Kota Gorontalo yaitu sebanyak 96 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Chi- Square. Hasil penelitian untuk variabel pekerjaan ibu dalam kategori bekerja sebanyak 21 responden (21,9%), variabel pendidikan ibu dalam kategori rendah sebanyak 29 responden (30,2%), variabel jarak tempuh dalam kategori jauh sebanyak 65 responden (67,7%), variabel dukungan keluarga dalam kategori tidak mendukung sebanyak 40 responden (41,7%), variabel jumlah anak dalam kategori banyak sebanyak 50 responden (52,1%), dan variabel kelengkapan imunisasi dalam kategori tidak lengkap sebanyak 49 responden (51,0%). Simpulan penelitian berdasarkan perhitungan menggunakan uji statistik Chi- Square bahwa ada hubungan antara pekerjaan ibu, pendidikan ibu, jarak tempuh, dukungan keluarga, dan jumlah anak dengan kelengkapan imunisasi Dasar pada Bayi Di Puskesmas Sipatana Kota Gorontalo. Saran untuk ibu yang memiliki bayi, agar lebih semangat untuk membawa anaknya ke posyandu untuk melakukan imunisasi dasar lengkap.
Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan Hukum Kesehatan Dalam Mencegah Malpraktek Bagi Kaum Milenial Tarigan, Sylva Flora Ninta; Suma, Juwita; Arsyad, Nikmatisni; Ahmad, Zul Fikar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.21398

Abstract

Pemahaman masyarakat terhadap kelalaian medik (malpraktek) di Indonesia masih lemah. Kenyataan tersebut menyebabkan banyak kasus malpraktek tidak sampai ke meja pengadilan dan selesai dengan jalur mediasi. Pada suatu kondisi terkadang masyarakat mengalami kesulitan tersendiri untuk membedakan mana yang malpraktik, mana yang kelalaian oleh karena itu maka perlu dilakukan sosialisasi bagi kaum milenial untuk mencegah malpraktek. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan (ceramah) dengan bantuan power point kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Tujuan dan manfaat dari pengabdian kepada masyarakat ini telah tercapai sesuai dengan tujuan dan manfaat yang diharapkan yaitu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa kesehatan masyarakat terkait malpraktek, Memahami manfaat mengetahui hukum Kesehatan dan memahami hak dan kewajiban pasien, Memahami dasar hukum Hukum kesehatan. rekomendasi tindak lanjut dari kegiatan ini adalah agar kegiatan ini dapat dilaksanakan pada masyarakat yang lebih luas.
Hubungan Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo: The Relationship between the Quality of Health Services and the Satisfaction of Inpatients at the Telaga Community Health Center, Gorontalo district, Gorontalo province Tarigan, Sylva Flora Ninta; Simatupang, Rudolf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.5335

Abstract

Penilaian kualitas pelayanan yang tepat bisa dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek kualitas pelayanan: bukti fisik, termasuk fasilitas fisik yang dimiliki (tangible aset), keandalan (reliability) yang merupakan kemampuan untuk secara akurat dan andal memberikan layanan yang dijanjikan. Ketanggapan (responsiveness) adalah kemauan pegawai dalam pemberian pelayanan, jaminan (assurance) adalah kemampuan pegawai dalam hal pengetahuan dalam pemberian pelayanan, keikhlasan (empathy) adalah perhatian yang diberikan oleh penyedia layanan kepada pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Telaga. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan aplikasi SPSS yaitu uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Telaga dengan nilai p-value 0,000 < ? (0,05), yang artinya ada hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Telaga. Kualitas pelayanan kesehatan pasien rawat inap di Puskesmas Telaga mayoritas dinilai baik (48,8%) oleh pasien. Kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Telaga sebagian besar merasa puas dengan pelayanan yang diberikan (39,3%).
Hubungan Kinerja Petugas Kesehatan Dengan Kejadian Missfile Dokumen Rekam Medis Tarigan, Sylva Flora Ninta; Hadisi, Jahra; Ahmad, Zul Fikar
Madu : Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mjk.12.1.61-69.2023

Abstract

Health workers play an important role in the service flow of medical record documents. Therefore, officers must have good performance so as not to experience problems in the service flow of medical record documents. The purpose of this study was to analyze the relationship between the performance of health workers and the incidence of missfile medical record documents. The type of research is analytic observational with cross sectional study design. The population was all health workers totaling 35 people and the sample in this study was 30 people in the work area of the Tilango Health Center, Gorontalo Regency. The sampling technique used purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and then analyzed using the chi-square test. The results showed that of performance of health workers mostly in the good category 63.3% and did not missfile medical record documents 53.3%. There is a relationship between the performance of health workers and the incidence of missfile medical record documents (p value = 0.029). It is recommended that the health center further improve and maintain the performance of health workers, especially in carrying out their duties as medical record officers in order to maintain and store medical record documents properly.