Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Evaluation of the Health Center Management Information System (SIMPUS) Implementation trough PIECES and HOT-Fit Methods at the Puskesmas (Community Health Center) Limboto Koem, Arshinta Zuhriany; Sylva Flora Ninta Tarigan; Tri Septian Maksum
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i1.7041

Abstract

The Health Center Management Information System (SIMPUS) is a service for managing patient data starting from the registration stage, examination to patient treatment. The application of SIMPUS needs to be evaluated in order to improve the quality of health services which can be done using the PIECES and HOT-Fit approaches/methods. The PIECES method consists of six assessment indicators including performance, information, economy, control, efficiency and service. The HOT-Fit method consists of four assessment indicators including human, organization, technology and benefits. The aim of the research is to evaluate the implementation of SIMPUS using the PIECES method and the HOT-Fit method at the Limboto Community Health Center. This type of research is descriptive with quantitative methods. The population is all health workers who use the SIMPUS application at the Limboto Community Health Center, totaling 62 health workers. The number of samples is the same as the population, namely 62 people, which was obtained using exhaustive sampling techniques. The data was analyzed descriptively and then presented in the form of a frequency distribution table. The results of the research show that the evaluation of the application of SIMPUS using the PIECES method was obtained by the majority of respondents (53.2%) stating that it was not good, while the majority of respondents (64.5%) also stated that it was not good for the HOT-Fit method. It is recommended that the Limboto Community Health Center improve the quality of SIMPUS by focusing more on routine evaluations, improving HR skills, strengthening integration between applications, as well as improving infrastructure and system security.
Faktor Yang Berhubungan dengan Keluhan Heat Strain pada Pekerja Pabrik Tahu Kota Gorontalo: Factors Related to Heat Strain Complaints in Tofu Factory Workers in Gorontalo City Puasa, Jihan; Sylva Flora Ninta Tarigan; Moh. Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7023

Abstract

Heat Strain merupakan dampak akut atau kronis yang diakibatkan oleh paparan tekanan panas yang dialami oleh seseorang dari aspek fisik maupun mental. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 31 pekerja menggunakan total sampling. Data di kumpulkan melalui pengukuran tekanan panas menggunakan alat heat stress monitor, serta wawancara keluhan heat strain, suhu tubuh dengan alat termometer, indeks masa tubuh diukur menggunakan alat timbangan dan microtoise. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunujukan bahwa terdapat hubungan antara tekanan panas memiliki (p-value 0,004) dimana p-value <? (0,05), suhu tubuh memiliki (p-value 0.000) dimana p-value <? (0,05), Indeks Masa Tubuh (IMT) memiliki (p-value 0,002) dimana p-value <? (0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang Signifikan antara tekanan panas, suhu tubuh, indeks Masa tubuh (IMT) dengan keluhan heats Strain pada pekerja pabrik Tahu Kota Gorontalo. Saran untuk pabrik tahu diharapkan dapat melakukan pengendalian teknis dengan cara memasang ventilasi yang memadai, memberikan pembatas antara sumber panas dengan pekerja dan menyediakan tempat istirahat dengan suhu yang sejuk untuk mengurangi keluhan heat strain pada pekerja. Saran untuk pekerja diharapkan lebih memperhatikan lagi pola makan serta ritin berolahraga dan juga memaki APD lengkap ketika bekerja.
Analisis Pengaruh Servant Leadership Terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Puskesmas Dengilo: Analysis 0f the Influence of Servant Leadership on the Performance of State Civil Apparatus (ASN) at Dengilo Health Center Taha, Febriyanti; Herlina Jusuf; Sylva Flora Ninta Tarigan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7031

Abstract

Servant leadership merupakan interaksi antara pemimpin dan pengikutnya dimana pemimpin melayani, mendengarkan, dan melihat kebutuhan para pengikutnya untuk tumbuh dan kembang mencapai potensi tinggi dalam upaya mencapai tujuan bersama pada sebuah perusahaan atau organisasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Servant Leadership terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Puskesmas Dengilo. Jenis penelitian survei analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah 32 ASN di Puskesmas Dengilo, diambil secara total sampel. Analisis data menggunakan analisis uji regresi linear sederhana yang diuji dengan memenuhi uji asumsi klasik, uji serentak (uji F), uji parsial (uji t), koefisisien determinasi dan persamaan model regresi linear berganda. Hasil penelitian nilai p-value kelima indikator <?=(0,05). Menunjukkan bahwa secara parsial kelima indikator independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN yang ditunjukkan dari hasil koefisien r2 sebesar 0,868 atau 86,8%. Artinya servant leadership memberikan pengaruhnya sebesar 86,8% terhadap kinerja pegawai. Sisanya 13,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diikutkan dalam penelitian ini. Disimpulkan ada pengaruh servant leadership terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) diliat dari love (p-value 0,017<?), empowerment (p-value 0,004<?), vision (p-value 0,041<?), humility (p-value 0,014<?), trust (p-value 0,011<?). Disarankan untuk Puskesmas Dengilo harus tetap mempertahankan servant leadership secara baik bagi setiap kinerjanya.
Analisis Produktivitas Kerja Tenaga Kesehatan Berdasarkan Beban Kerja dengan Menggunakan Method Time and Motion Study di UPTD Puskesmas Banggai Timur Raya Kabupaten Banggai Laut: Analysis of Health Worker Productivity Based on Workload Using the Time and Motion Study Method at the Banggai Timur Raya Health Center UPTD, Banggai Laut Regency Kunsing, Dewi Puspita Sari; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7065

Abstract

Produktivitas kerja tenaga kesehatan adalah bentuk penggunaan tenaga kesehatan yang produktif. Kekurangan tenaga kesehatan dapat menyebabkan beban kerja bertambah, sehingga mempengaruhi produktivitas kerja dari tenaga kesehatan yang ada. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas kerja tenaga kesehatan berdasarkan beban kerja dengan menggunakan method time and motion study di UPTD Puskesmas Banggai Timur Raya Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Banggai Timur Raya Kabupaten Banggai Laut selama 6 hari jam kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan yaitu sebanyak 46 orang. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Kriteria yang digunakan yaitu tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas. Hasil penelitian didapatkan rata-rata waktu tindakan produktif tenaga kesehatan berkisar 252 hingga 330 menit perharinya dan waktu tindakan tidak produktif berada dibawah 10% dari total waktu kerja. Persentase tingkat beban kerja objektif tenaga kesehatan berkisar 76% hingga 100%. Produktivitas kerja tenaga kesehatan berdasarkan beban kerja dikategorikan baik karena rata-rata waktu tindakan produktif mencapai bahkan melebihi waktu kerja efektif yang telah ditetapkan. Produktivitas kerja yang baik diharapkan terus berlanjut, semakin tinggi produktivitas kerja maka akan semakin meningkat kinerja dan capaian target dari puskesmas tersebut. Namun, puskesmas perlu memperhatikan penyesuaian waktu kerja tenaga kesehatan, karena sangat mempengaruhi produktivitas kerja
Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Keberhasilan Desa Open Defecation Free (ODF) di Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango: Factors Related to the Success Rate of Open Defecation Free (ODF) Villages in South Ayula Village, South Bulango District, Bone Bolango Regency Nusi, Ajay; Tarigan, Sylva Flora Ninta; Maksum, Tri Septian
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7135

Abstract

Open Defecaion Free merupakan kondisi setiap individu dalam suatu komunitas tidak melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit. Faktor tingkat keberhasilan ODF meliputi peran aparat desa, ketersediaan air bersih, perilaku penggunaan jamban, dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-fakor yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan Desa Open Defecation Free (ODF) Di Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian Cross Sectional Study. Populasi yaitu seluruh KK Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango dengan jumlah 227 KK dengan Jumlah sampel 145 KK, dimana setiap KK diwakili oleh 1 orang yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner dan observasi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan Open Defecation Free (ODF) yaitu peran aparat desa (p-value = 0,000; r = 0,509), ketersediaan air bersih (p-value = 0,001; r = 0,277), perilaku penggunaan jamban (p-value = 0,000; r = 0,649), dan dukungan keluarga (p-value = 0,000; r = 0,456). Disimpulkan ada hubungan peran aparat desa, ketersediaan air bersih, perilaku penggunaan jamban, dan dukungan keluarga dengan tingkat keberhasilan Open Defecation Free (ODF) Di Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Disarankan kepada Pemerintah Desa untuk memberi bimbingan teknis terkait pelaksanaan program, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Ayula Selatan, serta peran dari tokoh masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung keberhasilan ODF.
Analisis Peran Pemerintah Kabupaten Bone Bolango Dalam Menjamin Perlindungan Hukum Terhadap Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kabila : Analysis of the Role of the Bone Bolango District Government in Ensuring Legal Protection for Health Workers at the Kabila Health Center Frahmatillah Revikasyah Humola; Sylva Flora Ninta Tarigan; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7236

Abstract

Tenaga kesehatan di Puskesmas merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Namun, dalam menjalankan tugasnya tenaga kesehatan sering kali menghadapi risiko hukum akibat kurangnya pemahaman tentang regulasi, serta minimnya pendampingan hukum yang diberikan. Tujuan penelitian mengetahui peran pemerintah Kabupaten Bone Bolango dalam menjamin perlindungan hokum terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas Kabila. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif untuk menggambarkan suatu fenomena, gejala atau keadaan. Informan kunci kepala bagian hukum pemerintah daerah, informan biasa kepala tata usaha Puskesmas Kabila, dan informan pendukung dua orang tenaga kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kabila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlindungan hukum tenaga kesehatan telah di atur melalui Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, dan kebijakan dari Dinas Kesehatan. Pendampingan hukum bagi tenaga kesehatan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan, tetapi akses bagi tenaga kesehatan non-ASN masih terbatas. Kesadaran hukum tenaga kesehatan masih perlu di tingkatkan melalui pelatihan yang lebih efektif.
Faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Pegawai Puskesmas Mopuya Kabupaten Bolaang Mongondow: Factors Associated with Employee Performance at Mopuya Community Health Center, Bolaang Mongondow Regency Nurviatun, Siti; Tarigan, Sylva Flora Ninta; Maksum, Tri Septian
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7418

Abstract

Kinerja pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Capaian kinerja dilihat dari kemampuan instansi untuk mengenali kebutuhan masyarakat, menyusun agenda, prioritas pelayanan dan mengembangkan program pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Beberapa faktor penyebab diantaranya pengalaman kerja yang berasal dari individu tersebut dan pelatihan kerja yang dapat menunjang pegawai bekerja secara optimal. Tujuan dalam penelitian adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai Puskesmas Mopuya Kabupaten Bolaang Mongondow. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional study. Populasi yaitu seluruh pegawai Puskesmas Mopuya Kabupaten Bolaang Mongondow berjumlah 68 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan selanjutnya dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak dengan kinerja baik (54,4%), dengan pelatihan kurang (38,2%) dan pengalaman kerja tingkat mid level (51,5%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara variabel pelatihan kerja dengan kinerja pegawai p=value (0,064<0,05; r=0,226) dan ada hubungan antara variabel pengalaman kerja dengan kinerja pegawai p=value (0,009<0,05; r=0,314). Disarankan bagi pihak Puskesmas Mopuya Kabupaten Bolaang Mongondow agar lebih rutin mengadakan pelatihan kerja agar pegawai lebih mudah mencapai target capaian yang telah ditetapkan.
Hubungan Hygiene Factors dan Motivation Factors dengan Kepatuhan Pengisian Berkas Rekam Medis Di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie: Relationship Between Hygiene Factors and Motivation Factors with Compliance in Completing Medical Records at the Inpatient Installation of Regional Public Hospital (RSUD) of dr. Hasri Ainun Habibie Abas, Indri; Jusuf, Herlina; Tarigan, Sylva Flora Ninta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7487

Abstract

Rekam medis merupakan berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hygiene factors dan motivation factors dengan kepatuhan pengisian berkas rekam medis di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh bidan dan perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie yang berjumlah 75 orang. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara hygiene factors dengan kepatuhan pengisian rekam medis (p-value=0,002 <0,05), ada hubungan motivation factors dengan kepatuhan pengisian rekam medis (p-value=0,00 <0,05). Disimpulkan ada hubungan hygiene factors dan motivation factors dengan kepatuhan pengisian rekam medis di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Disarankan untuk instansi terkait agar dapat memberikan pelatihan dan melakukan pengevaluasian secara berkala.
Analisis Pengaruh Metode Abdominal Stretching Exercise Terhadap Penurunan Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMAN 2 Kota Gorontalo: Analysis of the Effect of Abdominal Stretching Exercise Method in Reducing Primary Dysmenorrhea in Adolescent Females at SMAN 2 Kota Gorontal Dita Suci Amelia; Sylva Flora Ninta Tarigan; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7516

Abstract

Dismenore atau nyeri haid merupakan keluhan yang sering dialami pada remaja putri tepatnya di perut bagian bawah dan sering menjalar ke bagian belakang. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2020, kejadian dismenorea adalah 1.769.425 (90%) wanita yang menderita dismenore. Penanganannya terbagi menjadi metode farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu metode non- farmakologis yang dapat diterapkan adalah abdominal stretching exercise. Adapun rumusan masalah penelitian ini untuk melihat perbedaan tingkat dismenore pada siswi sebelum dan sesudah melakukan metode abdominal streching exercise. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh metode abdominal stretching exercise terhadap penurunan dismenore primer pada remaja putri di SMAN 2 Gorontalo. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experimen menggunakan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest. Instrumen yang digunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswi kelas X sebanyak 209 siswi dan sampel yang digunakan sejumlah 30 responden melalui teknik pengambilan sampling yaitu purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh metode abdominal stretching exercise terhadap penurunan tingkat dismenore pada remaja putri di SMAN 2 Gorontalo dengan signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (?? 0,05).
Efektivitas Kombinasi Daun Sirih (Piper betle L.) dan Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dalam Menurunkan Angka Kuman Udara di Ruang Kelas: Effectiveness of Combination of Betel Leaves (Piper betle L.) and Lime Juice (Citrus aurantifolia) in Reducing Airborne Germ Counts in Classrooms Megaputri Cahya; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7517

Abstract

Kebersihan udara di ruang kelas sangat penting untuk menjaga kesehatan siswa, terutama di sekolah dasar. Salah satu cara untuk mengurangi jumlah mikroorganisme di udara adalah dengan menggunakan bahan alami seperti daun sirih (Piper betle L.) dan air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Daun sirih dikenal memiliki sifat antimikroba, sedangkan jeruk nipis mengandung asam sitrat dan senyawa lain yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kombinasi daun sirih dan air perasan jeruk nipis dalam menurunkan angka kuman udara di ruang kelas. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Konsentrasi yang digunakan adalah kombinasi daun sirih dan air perasan keruk nipis 15%, 20%, dan 25%. Sampel penelitian terdiri dari ruang kelas 2, 4, dan 6 di SDN 1 Dungaliyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas 2, angka kuman udara menurun dari 752 CFU/m³ menjadi 231,3 CFU/m³ setelah perlakuan dengan konsentrasi 20% (penurunan 69,2%, p-value 0.031). Pada kelas 4, angka kuman udara dari 842 CFU/m³ berkurang menjadi 65 CFU/m³ setelah perlakuan dengan konsentrasi 15% (penurunan 92,2%, p-value 0.041). Sementara itu, kelas 6 mengalami penurunan dari 786,7 CFU/m³ menjadi 126 CFU/m³ setelah perlakuan dengan konsentrasi 25% (penurunan 83,9%, p-value 0.050). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi daun sirih dan air perasan jeruk nipis efektif dalam menurunkan angka kuman udara di ruang kelas. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi konsentrasi yang lebih bervariasi untuk hasil yang lebih optimal.