Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship of Mother's Knowledge and Responsive Feeding Attitude with the Incidence of Stunting in Toddlers in the Central City Health Center Area, Gorontalo City Sitti Azahra Suleman; Sri Andriani Ibrahim; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10984

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between maternal knowledge and responsive feeding attitudes with the incidence of stunting among toddlers in the working area of the Kota Tengah Health Center, Gorontalo City. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The population consisted of all mothers who had toddlers with growth disorders/stunting, totaling 105 individuals, with a sample of 83 respondents selected using purposive sampling . Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that the majority of mothers had a low level of knowledge (59%) and negative attitudes toward responsive feeding practices (63.9%). Furthermore, the prevalence of stunting among toddlers was relatively high at 61.4% . Statistical analysis indicated a significant relationship between maternal knowledge and stunting incidence (p = 0.000), as well as between maternal attitudes and stunting incidence (p = 0.011), where both p-values were less than 0.05. In conclusion, maternal knowledge and attitudes toward responsive feeding play an important role in the incidence of stunting among toddlers. Therefore, continuous health education is needed to improve mothers’ understanding and promote positive attitudes toward responsive feeding practices in order to reduce stunting rates.
Gambaran Kesehatan Mental Cleaning Service Di Universitas Negeri Gorontalo Sutri DJ Eksan; Ika Wulansari; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Madu Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 15, No 1: Juni 2026
Publisher : Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mjk.15.1.72-79.2026

Abstract

Mental health is a crucial aspect of life that affects a person's ability to think, feel, act, cope with problems, and overall quality of life; cleaning service workers at universities play a critical role in maintaining a clean and comfortable campus environment, yet their mental health remains understudied. This study aims to describe the mental health status of cleaning service workers at Universitas Negeri Gorontalo. This research employed a quantitative descriptive design with a total population of 241 cleaning service workers. A sample of 71 respondents was selected using accidental sampling technique, and data were collected using the Mental Health Inventory (MHI) questionnaire. Data were analyzed using univariate analysis. The results showed that the majority of respondents (57 respondents, 80.3%) were in the psychological well-being category, while 14 respondents (19.7%) were in the psychological distress category. These findings indicate that most cleaning service workers at Universitas Negeri Gorontalo have good mental health, although a notable minority experiences psychological distress. This study is expected to provide useful information to support mental health awareness and intervention among cleaning service workers at the university.
Pola Makan Sehat Cegah Obesitas Pada Anak Sekolah Dasar Di SDN 20 Dungingi Kota Gorontalo Cindy Puspita Sari Haji Jafar; Nur Fitriah Jumatrin
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1708

Abstract

Obesitas pada anak usia sekolah merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan di masa mendatang. Pola makan yang tidak sehat menjadi salah satu faktor utama penyebab obesitas pada anak. Upaya pencegahan obesitas dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak mengenai pentingnya pola makan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang pola makan sehat sebagai upaya pencegahan obesitas. Kegiatan dilaksanakan di SDN 20 Dungingi Kota Gorontalo pada tanggal 31 Oktober 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 32 siswa kelas IV. Metode kegiatan dilakukan melalui pendidikan kesehatan menggunakan ceramah, demonstrasi, permainan edukatif, dan praktik memilih makanan sehat menggunakan replika makanan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan metode tanya jawab langsung serta observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pola makan sehat dan pencegahan obesitas setelah diberikan pendidikan kesehatan. Peserta mampu mengenali jenis makanan sehat, memahami pentingnya gizi seimbang, serta lebih tepat dalam memilih makanan sehat pada sesi praktik. Kegiatan pendidikan kesehatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang pola makan sehat sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu strategi pencegahan obesitas pada anak usia sekolah secara berkelanjutan. Abstract. Obesity among school-age children is an increasing public health problem that may lead to various health complications in the future. Unhealthy eating habits are considered one of the main contributing factors to childhood obesity. Prevention efforts can be implemented through health education to improve children’s knowledge and awareness regarding healthy eating habits. This community service activity aimed to enhance elementary school students’ understanding of healthy eating habits as an effort to prevent obesity. The activity was conducted at SDN 20 Dungingi, Gorontalo City, on October 31, 2025, involving 32 fourth-grade students. The activity was carried out through health education methods consisting of lectures, demonstrations, educational games, and practical sessions using food replicas to identify healthy foods. Evaluation was conducted through pre-test and post-test using direct questioning methods and observations during the activity. The results showed an improvement in students’ understanding of healthy eating habits and obesity prevention after receiving health education. Participants were able to identify healthy foods, understand the importance of balanced nutrition, and more accurately select healthy foods during the practical sessions. This health education activity was effective in improving students’ knowledge regarding healthy eating habits and is expected to become a sustainable strategy for preventing obesity among school-age children.
Pencegahan Pernikahan Dini Melalui Pemberdayaan Karang Taruna Berbasis Media Sosial : Early Marriage Prevention Through Social Media-Based Youth Organization Empowerment Ika Wulansari; Nikmatisni Arsad; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6327

Abstract

Pernikahan dini adalah permasalahan sosial yang mendesak di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan dan pesisir. Data menunjukkan angka pernikahan usia anak yang tinggi di daerah dengan akses pendidikan terbatas. Artikel ini membahas upaya pencegahan pernikahan dini melalui pemberdayaan Karang Taruna dan pemanfaatan media sosial sebagai alat edukasi. Kegiatan yang dilakukan meliputi koordinasi dengan aparat desa, penguatan kapasitas Karang Taruna, sosialisasi pencegahan pernikahan dini di sekolah, dan pembuatan video edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anggota Karang Taruna dan siswa tentang bahaya pernikahan dini. Dengan keterlibatan pemuda dalam pembuatan konten dan kampanye, diharapkan dapat menurunkan angka pernikahan dini di Desa Wonggarasi Tengah. Keberlanjutan program pencegahan memerlukan dukungan dari semua pihak untuk menciptakan perubahan sosial yang signifikan dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang.
Hubungan Keaktifan Ibu Dalam Kegiatan Posyandu Dengan Status Gizi Bayi 8-12 Bulan: The Relationship Between Mothers' Activeness in Posyandu Activities and the Nutritional Status of 8-12 Month Old Infants Rahmatia H. Idrak; Nanang R. Paramata; Cindy Puspita Sari Haji Jafar; Nur Fitriah Jumatrin
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.8740

Abstract

Keaktifan ibu dalam kegiatan posyandu, seperti kehadiran yang konsisten, partisipasi dalam program edukatif, dan aktif dalam berbagai kegiatan posyandu sangat penting dalam meningkatkan kesehatan dan gizi anak dan dapat memberikan manfaat besar terhadap status gizi bayi usia 8-12 bulan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan keaktifan ibu dalam kegiatan posyandu dengan status gizi bayi 8-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kelurahan Hutuo Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif survey analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi berumur 8-12 bulan, jumlah bayi di kelurahan hutuo yaitu 86 bayi dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi keaktifan ibu dan KMS, dengan Analisa data univariat dan bivariat uji distribusi frekuensi dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p value 0.000 yang berarti dapat disimpulkan ada hubungan keaktifan ibu dalam kegiatan posyandu dengan status gizi bayi 8-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kelurahan Hutuo Kabupaten Gorontalo, diharapkan ibu dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anak dengan selalu berkunjung ke posyandu.
Hubungan Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Temper Tantrum Pada Anak Usia Prasekolah Di TK Permata Kecamatan Limboto: The Relationship Between Parental Knowledge and Temper Tantrums in Preschool Children at Permata Kindergarten, Limboto District Sukma Nurrizka Mahmud; Sri Andriani Ibrahim; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9188

Abstract

Temper tantrum adalah perilaku emosional yang umum terjadi pada anak usia prasekolah, ditandai dengan ledakan emosi seperti menangis, berteriak, atau marah berlebihan akibat ketidakmampuan anak mengekspresikan perasaan secara positif. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian ini adalah tingkat pengetahuan orang tua mengenai pencegahan serta penanganan emosi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan orang tua dengan kejadian temper tantrum pada anak usia prasekolah di TK Permata Kecamatan Limboto. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 32 responden yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan orang tua tentang temper tantrum dan kuesioner kejadian Temper Tantrum. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian temper tantrum pada anak usia prasekolah di TK Permata Kecamatan Limboto. Analisis menggunakan uji Chi-Square memperoleh nilai p-value < 0,05. Hal ini menandakan bahwa semakin baik pengetahuan orang tua, semakin kecil kemungkinan anak mengalami temper tantrum. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi orang tua untuk memahami pentingnya pengetahuan tentang temper tantrum, sehingga mampu mencegah dan menanganinya dengan tepat. Sebagai upaya nyata, peneliti juga membagikan leaflet agar orang tua lebih mudah memperoleh informasi dan pemahaman terkait pencegahan serta penanganan.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PERILAKU SIBLING RIVALRY PADA ANAK DI SDN 1 LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Dewi Rosalinda; Sri Andriani Ibrahim; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v14i1.3917

Abstract

Sibling rivalry atau persaingan antar saudara kandung muncul karena adanya, persaingan untuk memperebutkan perhatian orang tua, hal ini biasanya terjadi pada anak yang kehilangan kasih sayang dari orang tua dan merasa bahwa saudara kandung adalah saingan. Sibling rivalry terjadi jika anak merasa mulai kurang dalam mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian perilaku sibling rivalry pada anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dimana untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian perilaku sibling rivalry pada anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua siswa yang mempunyai anak lebih dari 1 di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik total sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang jumlahnya sebanyak 80 responden. Hasil peneitian kejadian perilaku sibling rivalry pada anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo menunjukkan bahwa anak yang mengalami sibling rivalry sebanyak 46 anak (65,7%) dan yang tidak mengalami sebanyak 24 anak (34,3%). Hasil uji statistic Chi-Square antara variabel pola asuh dan sibling rivalry diperoleh nilai signifikan p value 0,005 dimana nilai p value < a = 0.05 (H.) diterima, artinya terdapat Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Perilaku Sibling Rivalry pada Anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu orang tua menjadi penengah, mengajarkan empati dan komunikasi, membangun lingkungan positif dan dapat memberikan solusi untuk konflik dalam menghadapi perilaku sibling rivalry.
Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang MPASI Dalam Pencegahan Stunting Fazrab Busura; Zuhriana K. Yusuf; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i1.4072

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang mencapai 31,8% pada tahun 2022, menempatkan Indonesia di urutan ke-10 Asia Tenggara. Salah satu upaya penanganan stunting adalahpemberian MPASI. Kunci keberhasilan pencegahan stunting yang baik adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting dengan melalui edukasi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan jenis rancangan eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi penelitian yaitu Ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Jumlah balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo 193 orang. Sampel terdiri dari 39 responden, dengan Teknik pengambilan sampel proportional sampling. Hasil penilitian didapatkan nilai mean (rata-rata) Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi yaitu 12,74 dan setelah diberikan edukasi hasil nilai mean (rata-rata) meningkat menjadi 19,05. Hasil uji statistic Wilcoxon mendapatkan nilai p value yaitu 0,000 Sehingga terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Diharapkan penelitian ini menjadi masukkan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas memberikan intervensi edukasi tentang MPASI dalam pencegahan stunting untuk meningkatkan pengetahuan ibu.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Perilaku Sibling Rivalry Pada Anak Dewi Rosalinda; Sri Andriani Ibrahim; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i1.4073

Abstract

Sibling rivalry atau persaingan antar saudara kandung muncul karena adanya, persaingan untuk memperebutkan perhatian orang tua, hal ini biasanya terjadi pada anak yang kehilangan kasih sayang dari orang tua dan merasa bahwa saudara kandung adalah saingan. Sibling rivalry terjadi jika anak merasa mulai kurang dalam mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian perilaku sibling rivalry pada anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dimana untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian perilaku sibling rivalry pada anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua siswa yang mempunyai anak lebih dari 1 di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik total sampling yaitu Teknik pengambilan sampel yang jumlahnya sebanyak 80 responden. Hasil peneitian kejadian perilaku sibling rivalry pada anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo menunjukkan bahwa anak yang mengalami sibling rivalry sebanyak 46 anak (65,7%) dan yang tidak mengalami sebanyak 24 anak (34,3%). Hasil uji statistic Chi-Square antara variabel pola asuh dan sibling rivalry diperoleh nilai signifikan p value 0,005 dimana nilai p value < a = 0.05 (H.) diterima, artinya terdapat Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Perilaku Sibling Rivalry pada Anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu orang tua menjadi penengah, mengajarkan empati dan komunikasi, membangun lingkungan positif dan dapat memberikan solusi untuk konflik dalam menghadapi perilaku sibling rivalry.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG MPASI DALAM PENCEGAHAN STUNTING Fazrab Busura; Zuhriana K Yusuf; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i2.4972

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang mencapai 31,8% pada tahun 2022, menempatkan Indonesia di urutan ke-10 Asia Tenggara. Salah satu upaya penanganan stunting  adalah pemberian MPASI. Kunci keberhasilan pencegahan stunting yang baik adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting dengan melalui edukasi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan jenis rancangan eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi penelitian yaitu Ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Jumlah balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo 193 orang. Sampel terdiri dari 39 responden, dengan Teknik pengambilan sampel proportional sampling. Hasil penilitian didapatkan nilai mean (rata-rata) Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi yaitu 12,74 dan setelah diberikan edukasi hasil nilai mean (rata-rata) meningkat menjadi 19,05. Hasil uji statistic Wilcoxon  mendapatkan nilai p value yaitu 0,000 Sehingga terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Diharapkan penelitian ini menjadi masukkan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas memberikan intervensi edukasi tentang MPASI dalam pencegahan stunting untuk meningkatkan pengetahuan ibu.Stunting is still a health problem in Indonesia which reached 31.8% in 2022, placing Indonesia in 10th place in Southeast Asia. One of the efforts to handle stunting is the provision of complementary foods. The key to the success of good stunting prevention is to increase maternal knowledge about complementary foods in stunting prevention through education. The purpose of the study the influence of education on maternal knowledge about complementary foods in stunting prevention. The research method uses a type of experimental design with a one-group pretest posttest design research design. The research population is mothers who have toddlers in Limboto Health Center, Gorontalo Regency. The number of toddlers in Limboto Health Center, Gorontalo Regency is 193 people. The sample consisted of 39 respondents, with proportional sampling techniques.  Obtained a mean value  of maternal knowledge before being given education which was 12.74 and after being given education the result of the mean value increased to 19.05. Wilcoxon statistical test obtained a p value of 0.000 so that there was an effect of providing education on mothers' knowledge about complementary foods in stunting prevention. It is hoped that this research will be an input for health workers at the Health Center to provide educational interventions about complementary foods in stunting prevention to increase maternal knowledge.