Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Berbasis Media Video Edukasi Untuk Meningkatkan Self-Efficacy Kesehatan Seksual Dan Reproduksi Pada Remaja Di Gorontalo Wulansari, Ika; M. Arsad, Sitti Fatimah; Haji Jafar, Cindy Puspita Sari; Jumatrin, Nur Fitriah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34442

Abstract

Kesehatan seksual dan reproduksi remaja merupakan isu penting yang perlu mendapat perhatian, khususnya di tingkat sekolah menengah. Remaja berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap berbagai masalah, termasuk pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, dan perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMAN 1 Dungalio Gorontalo dengan tujuan meningkatkan pengetahuan serta self-efficacy remaja dalam menjaga kesehatan seksual dan reproduksi melalui media video edukasi. Metode kegiatan meliputi persiapan, pre-test, penyuluhan berbasis video edukasi, diskusi interaktif, post-test, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan siswa mengenai pubertas, kesehatan reproduksi, dan risiko perilaku seksual berisiko. Selain itu, aspek self-efficacy remaja juga meningkat, ditandai dengan meningkatnya kepercayaan diri dalam mengambil keputusan sehat serta menolak perilaku yang berisiko. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penggunaan video edukasi efektif sebagai strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja menjaga kesehatan seksual dan reproduksi. Implementasi berkelanjutan di sekolah diharapkan mampu memperkuat dampak positif dan mendukung program kesehatan remaja secara komprehensif.
Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang MPASI Dalam Pencegahan Stunting Busura, Fazrab; Yusuf, Zuhriana K.; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i1.4072

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang mencapai 31,8% pada tahun 2022, menempatkan Indonesia di urutan ke-10 Asia Tenggara. Salah satu upaya penanganan stunting adalahpemberian MPASI. Kunci keberhasilan pencegahan stunting yang baik adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting dengan melalui edukasi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan jenis rancangan eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi penelitian yaitu Ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Jumlah balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo 193 orang. Sampel terdiri dari 39 responden, dengan Teknik pengambilan sampel proportional sampling. Hasil penilitian didapatkan nilai mean (rata-rata) Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi yaitu 12,74 dan setelah diberikan edukasi hasil nilai mean (rata-rata) meningkat menjadi 19,05. Hasil uji statistic Wilcoxon mendapatkan nilai p value yaitu 0,000 Sehingga terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Diharapkan penelitian ini menjadi masukkan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas memberikan intervensi edukasi tentang MPASI dalam pencegahan stunting untuk meningkatkan pengetahuan ibu.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Perilaku Sibling Rivalry Pada Anak Rosalinda, Dewi; Ibrahim, Sri Andriani; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i1.4073

Abstract

Sibling rivalry atau persaingan antar saudara kandung muncul karena adanya, persaingan untuk memperebutkan perhatian orang tua, hal ini biasanya terjadi pada anak yang kehilangan kasih sayang dari orang tua dan merasa bahwa saudara kandung adalah saingan. Sibling rivalry terjadi jika anak merasa mulai kurang dalam mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian perilaku sibling rivalry pada anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dimana untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian perilaku sibling rivalry pada anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua siswa yang mempunyai anak lebih dari 1 di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik total sampling yaitu Teknik pengambilan sampel yang jumlahnya sebanyak 80 responden. Hasil peneitian kejadian perilaku sibling rivalry pada anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo menunjukkan bahwa anak yang mengalami sibling rivalry sebanyak 46 anak (65,7%) dan yang tidak mengalami sebanyak 24 anak (34,3%). Hasil uji statistic Chi-Square antara variabel pola asuh dan sibling rivalry diperoleh nilai signifikan p value 0,005 dimana nilai p value < a = 0.05 (H.) diterima, artinya terdapat Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Perilaku Sibling Rivalry pada Anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu orang tua menjadi penengah, mengajarkan empati dan komunikasi, membangun lingkungan positif dan dapat memberikan solusi untuk konflik dalam menghadapi perilaku sibling rivalry.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG MPASI DALAM PENCEGAHAN STUNTING Busura, Fazrab; Yusuf, Zuhriana K; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i2.4972

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang mencapai 31,8% pada tahun 2022, menempatkan Indonesia di urutan ke-10 Asia Tenggara. Salah satu upaya penanganan stunting  adalah pemberian MPASI. Kunci keberhasilan pencegahan stunting yang baik adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting dengan melalui edukasi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan jenis rancangan eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi penelitian yaitu Ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Jumlah balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo 193 orang. Sampel terdiri dari 39 responden, dengan Teknik pengambilan sampel proportional sampling. Hasil penilitian didapatkan nilai mean (rata-rata) Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi yaitu 12,74 dan setelah diberikan edukasi hasil nilai mean (rata-rata) meningkat menjadi 19,05. Hasil uji statistic Wilcoxon  mendapatkan nilai p value yaitu 0,000 Sehingga terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Diharapkan penelitian ini menjadi masukkan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas memberikan intervensi edukasi tentang MPASI dalam pencegahan stunting untuk meningkatkan pengetahuan ibu.Stunting is still a health problem in Indonesia which reached 31.8% in 2022, placing Indonesia in 10th place in Southeast Asia. One of the efforts to handle stunting is the provision of complementary foods. The key to the success of good stunting prevention is to increase maternal knowledge about complementary foods in stunting prevention through education. The purpose of the study the influence of education on maternal knowledge about complementary foods in stunting prevention. The research method uses a type of experimental design with a one-group pretest posttest design research design. The research population is mothers who have toddlers in Limboto Health Center, Gorontalo Regency. The number of toddlers in Limboto Health Center, Gorontalo Regency is 193 people. The sample consisted of 39 respondents, with proportional sampling techniques.  Obtained a mean value  of maternal knowledge before being given education which was 12.74 and after being given education the result of the mean value increased to 19.05. Wilcoxon statistical test obtained a p value of 0.000 so that there was an effect of providing education on mothers' knowledge about complementary foods in stunting prevention. It is hoped that this research will be an input for health workers at the Health Center to provide educational interventions about complementary foods in stunting prevention to increase maternal knowledge.
Hubungan Jarak Melahirkan dan Riwayat BBLR Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun Putri, Vidya Aurelya; Djamaluddin, Nurdiana; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i1.4074

Abstract

Stunting pada anak dapat menjadi perhatian kesehatan yang sangat penting karena berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan dan kualitas hidup. Faktor-faktor yang mempengaruhi stunting seperti jarak kelahiran dan riwayat BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jarak kelahiran dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di Puskesmas Tilango Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan observasional menggunakan desain cross sectional. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai P value = 0,033 (<0,05) berarti ada hubungan jarak kelahiran dengan kejadian stunting dan didapatkan hasil nilai P value = 0,00 (<0,05) berarti ada hubungan Riwayat BBLR dengan kejadian stunting. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara jarak kelahiran dan Riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di Puskesmas Tilango Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi perhatian untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat terkait jarak kelahiran ideal, pencegahan BBLR dan juga pencegahan kejadian stunting pada anak.
Hubungan Riwayat Antental Care Dan Status Ekonomi Keluarga Dengan Kejadian Stunting Marzuki, Akhmad Khozin; Ibrahim, Sri Andriani; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i1.4075

Abstract

Faktor terjadinya stunting dipengaruhi oleh riwayat antental care dan status ekonomi keluarga. Pemeriksaan antental care tidak sesuai standar serta kurangnya pendapatan keluarga, hal ini dapat mempengaruhi kejadian Stunting pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Riwayat antental care dan status ekonomi keluarga dengan kejadian Stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan cross-sectional pendekatan analisis retrospektif. Varibel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen Riwayat antental care dan status ekonomi keluarga dan variabel dependen kejadian stunting. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan populasi 2.895 responden dan sampel sebanyak 96 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan uji Chi-Square untuk analisa data dengan hasil p-value 0,000 yang artinya ada hubungan antara riwayat antental care dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo dan hasil p-value 0,001 yang artinya ada hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat antental care dan status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Puskesmas Limboto dalam meningkatkan upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan antental care pada ibu hamil dan merencanakan kehamilan serta keluarga dapat memanajemen pengelolaan keuangan dalam meningkatkan status gizi pada anak.
HUBUNGAN RIWAYAT ANTENTAL CARE DAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING Marzuki, Akhmad Khozin; Ibrahim, Sri Andriani; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i2.4969

Abstract

Faktor terjadinya stunting dipengaruhi oleh riwayat antental care dan status ekonomi keluarga. Pemeriksaan antental care tidak sesuai standar serta kurangnya pendapatan keluarga, hal ini dapat mempengaruhi kejadian Stunting pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan riwayat antental care dan status ekonomi keluarga dengan kejadian Stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan cross-sectional pendekatan analisis retrospektif. Varibel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen riwayat antental care dan status ekonomi keluarga dan variabel dependen kejadian stunting. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan populasi 2.895 responden dan  sampel sebanyak 96 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan uji Chi-Square untuk analisa data dengan hasil p-value 0,000 yang artinya ada hubungan antara riwayat antental care dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo dan hasil p-value 0,001 yang artinya ada hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat antental care dan status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Puskesmas Limboto dalam meningkatkan upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan antental care pada ibu hamil dan merencanakan kehamilan serta keluarga dapat memanajemen pengelolaan keuangan dalam meningkatkan status gizi pada anak.The factors of stunting are influenced by the history of antenatal care and family economic status. Antenatal care examinations are not in accordance with standards and lack of family income, this can affect the incidence of Stunting in children. The purpose of this study was to determine the relationship between the history of antenatal care and family economic status with the incidence of Stunting in the work area of the Limboto Health Center, Gorontalo Regency. This study used a correlation analytic design with a cross-sectional retrospective analysis approach. The variables in this study consisted of independent variables of antenatal care history and family economic status and the dependent variable of stunting incidence. The sampling technique used purposive sampling with a population of 2,895 respondents and a sample of 96 respondents. The instruments in this study used questionnaires and Chi-Square tests for data analysis with a p-value of 0.000, which means there is a relationship between the history of antenatal care and the incidence of stunting in the work area of the Limboto Health Center, Gorontalo Regency and a p-value of 0.001, which means there is a relationship between family economic status and the incidence of stunting in the work area of the Limboto Health Center, Gorontalo Regency. In conclusion, there is a significant relationship between antenatal care history and family economic status with the incidence of stunting in the working area of Limboto Health Center, Gorontalo Regency. Therefore, this study is expected to be a reference for Limboto Health Center in improving health promotion efforts to increase awareness of the importance of antenatal care examinations for pregnant women and planning pregnancy and families can manage financial management in improving nutritional status in children.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kesiapan Remaja Putri dalam Menghadapi Menarche Pomalingo, Irmawati; Wulansari, Ika; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 8 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v8i1.3925

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang terjadi pada remaja putri yang menginjak dewasa yang ditandai dengan luruhnya lapisan dinding bagian dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Ketidaksiapan dalam menghadapi menarche dapat berdampak pada masalah kurangnya kebersihan diri (personal hygiene) sehingga beresiko terjadi infeksi organ reproduksi. Kesiapan menghadapi menarche dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang menarche. Salah satu sumber informasi yang di dapatkan remaja putri yaitu dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 72 responden dan jumlah sampel 61 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan p-value = 0,000 ( ? (0,05) dengan nilai korelasi 0,579 yang bermakna terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche di SD Negeri 1 Limboto. Peneliti menyadari penelitian ini masih banyak kekurangan sehingga perlu dikembangkan terutama mengkaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan remaja putri menghadapi menarche.
Prolonged Labor Characteristics: A Study in Gorontalo Wulansari, Ika; Yusuf, Nur Ayun; Haji Jafar, Cindy Puspita Sari
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.786 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.754

Abstract

Prolonged labor is one of the common labor complications. The present work is devoted to exploring the characteristics of prolonged labor in Gorontalo. A total of 58 respondents were involved in this descriptive research. Further, this study relied on a retrospective approach. The result showed that the majority of primigravid women experienced prolonged labor (53.4%, n= 31), most of them were in the risky age group (25.9%, n= 15). The percentage of weak contraction in the prolonged labor cases was 87.9% (n= 51). Regarding the conditions of the newborns, the percentage of abnormal position and malpresentation in the prolonged labor case was 12.1% (n= 7) and 5.2% (n= 3), respectively.  The abnormal weight was 2500 - 4000 grams, 8.6% of them were born in prolonged labor cases (n = 5). Such results confirm the need for the communication, information, education, and motivation approach for women as preventive measures of prolonged labor. This is specifically of importance paramount to those who are in the middle of antenatal care visits. Abstrak: Partus lama merupakan salah satu komplikasi persalinan yang sering terjadi pada ibu bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik kejadian partus lama pada ibu bersalin di Provinsi Gorontalo. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel adalah 58 ibu bersalin.Hasil penelitian didapatkan ibu primigravida mayoritas mengalami partus lama 53,4% (n= 31), ibu bersalin dengan usia beresiko mengalami partus lama 25,9% (n=15), letak janin tidak normal (kurang dari 2 x 10, kurang dari 40) mengalami partus lama 12,1% (n=7), presentasi janin malpresentasi terhadap kejadian partus lama 5,2% (n= 3), ibu bersalin dengan kontraksi yang lemah mengalami partus lama 87,9% (n=51),  dan berat badan bayi lahir abnormal (2500-4000 gram) dengan kejadian partus lama 8,6% (n= 5), Oleh karena itubagi ibu hamil diperlukan komunikasi, informasi, edukasi, dan motivasiterkait pencegahan terhadap persalinan dengan kejadian partus lama, khusunya bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan secara berkala atau Ante Natal Care yang teratur terhadap kehamilannya ke pelayanan kesehatan.
LEVEL OF PARENTAL KNOWLEDGE ABOUT PROVIDING A HEALTHY MP-ASI MENU IN EFFORTS TO PREVENT STUNTING IN TODDLERS (6-24 MONTHS) Tinaweng, Novita Sania; Andriani, Sri; Haji Jafar, Cindy Puspita Sari
Jambura Nursing Journal Vol 7, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v7i1.26948

Abstract

MP-ASI represents a critical transition period for toddlers (6-24 months) requiring precise nutritional fulfilment by parents to meet optimal growth and development needs. Children are at risk of experiencing growth and developmental disorders or stunting in the early stages of life when it is not well fulfilled. Thus, parental knowledge plays a crucial role in ensuring proper MP-ASI provision. The purpose of this study is to assess the parental knowledge level regarding providing healthy MP-ASI menus. This study is classified as a quantitative study with a descriptive design, employing a descriptive survey approach. The population consists of all mothers with toddlers (6-24 months) in the working area of Puskesmas Limboto, Gorontalo Regency, totalling 1,249 respondents selected using cluster sampling, with a sample of 302 respondents. The instrument used is the “Questionnaire to asses parents' knowledge about infant complementary feeding.” Data analysis is conducted using univariate analysis. The findings indicate that the level of maternal knowledge regarding the provision of healthy MP-ASI menus is categorized as good for 176 respondents (58.3%), fair for 108 respondents (35.8%), and poor for 18 respondents(6.0%). In conclusion, some mothers with toddlers (6-24 months) possess good knowledge regarding providing healthy MP-ASI menus. Therefore, it is imperative for research institutions to continue prioritizing education efforts to raise public awareness regarding the importance of comprehensively providing appropriate MP-ASI through integrated maternal and child health services programs.