Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Implementasi Manajemen Nutrisi pada Ny.N Kasus Diabetes Melitus dengan Masalah Defisit Nutrisi Di Ruangan Seroja Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nutrition Management Implementation In Mrs N Case Of Diabetes Mellitus With Nutrition Deficit Problems In Seroja Room Undata General Hospital Central Sulawesi Province S, Kasmawati; Febrianti, Nur; Rabiah, Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4336

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit yang memiliki 2 tipe yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 1 berasal dari faktor genetik, lingkungan, usia, faktor lain pada diabetes tipe 2 antara lain gaya hidup dan obesitas. Yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah, sampel adalah pasien dengan masalah defisit nutrisi pada kasus diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian dari pengkajian yang dilakukan pada Ny.N ditemukan data subjektif, Ny.N mengatakan sesak nafas ± 10 hari sebelum masuk rumah sakit, nyeri dada, batuk berdahak, rasa lelah, mual dan muntah. Saat dilakukan pengkajian pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan hasil TD : 160/90 mmHg, N : 88 x/menit, S : 37oC, RR : 22 x/menit, Ny.N tampak pucat, mukosa bibir kering, IMT dari Ny.N yaitu 18 kategori kurus. Setelah dilakukan tindakan keperawatan manajemen nutrisi pada implementasi H-1 didapatkan hasil Ny.N tidak memiliki alergi pada makanan maupun minuman, BB 57 kg, Ny.N tidak menghabiskan makanan karena tidak nafsu makan, pada implementasi H-2 didapatkan hasil Ny,N menghabiskan makanan hanya setengah piring saja, pada implementasi H-3 didapatkan hasil Ny.N sudah mampu menghabiskan makanannya. Evaluasi yang didapatkan yaitu S: Ny.N mengatakan makan 3x sehari dan sudah mulai menghabiskan makanannya, O: Ny.N tampak sudah tidak pucat, A: masalah defisit nutrisi teratasi, P: Hentikan intervensi(pasien rencana pulang). Dari penelitian ini bahwa adanya perubahan status nutrisi membaik, dari implementasi H-1 makanan tidak dihabiskan, nafsu makan menurun, implementasi H-2 makanan dihabiskan hanya setengah piring saja kemudian di implementasi H-3 Ny.N makanan telah dihabiskan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PBL (PROBLEM BASED LEARNING) DI KELAS XI PADA MATERI LAJU REAKSI Rabiah, Rabiah; Bakti, Iriani; Syahmani, Syahmani
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol. 9 No. 2 (2025): JCAE DESEMBER 2025
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v9i2.3688

Abstract

Penelitian ini bertujuaan untuk (1) meningkatan aktivitas guru, (2) meningkatan aktivitas peserta didik, (3) meningkatan kemampuan berpikir kritis, (4) meningkatan hasil belajar aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian adalah murid kelas XI SMAN 8 Banjarmasin dengan jumlah 27 siswa. Instrumen penelitian berupa tes dan non tes. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) terjadi peningkatan aktivitas guru dari kategori baik menjadi kategori sangat baik (2) terjadi peningkatan aktivitas peserta didik dari kategori cukup menjadi kategori aktif, (3) terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dari kategori kurang kritis menjadi kategori kritis (4) terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 76% (tuntas), terjadi peningkatan hasil belajar aspek sikap pesreta didik dari predikat baik menjadi sangat baik, aspek keterampilan peserta didik mengalami peningkatan dari predikat cukup menjadi baik, dan aspek pengetahuan mengalami peningkatan ketuntasan secara klasikal sebanyak 89%.