Dwi Nur Rachmah
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Indonesia

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Hubungan Kepribadian Tangguh dengan Resiliensi terhadap Isu Pemutusan Hubungan Kerja pada Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar Amada, Muhammad Rizky; Rachmah, Dwi Nur; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 4, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i2.3211

Abstract

Pegawai tidak tetap rentan mendapat pemutusan hubungan kerja karena keadaan kontrak kerja mereka yang berbeda dengan pegawai negeri sipil. Isu terhadap pemutusan hubungan kerja menimbulkan tekanan yang berat bagi pegawai atau karyawan. Dalam menghadapi tekanan dalam pekerjaan tersebut, pegawai  memerlukan kemampuan resiliensi yang kuat dalam menyesuaikan pada perubahan-perubahan yang mungkin terjadi. Kepribadian tangguh sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi resiliensi membantu seseorang dalam berkomitmen bahwa apapun kegiatan yang dilakukan dan dalam menjadikan situasi yang sulit menjadi sebuah peluang untuk berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepribadian tangguh dengan resiliensi terhadap isu pemutusan hubungan kerja pada pegawai tidak tetap di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan kepribadian tangguh dengan resiliensi terhadap isu pemutusan hubungan kerja pada pegawai tidak tetap di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan subjek penelitian adalah pegawai tidak tetap yang bekerja di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar. Analisis penelitian menggunakan analisis Pearson product moment correlation dengan instrumen penelitian yaitu skala kepribadian tangguh dan skala resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasi r= 0,317 dengan taraf signifikansi 0,021. Kemudian dengan sumbangan efektif keperibadian Tangguh terhadap resiliensi adalah sebesar 10,1% sedangkan sumbangan lainnya adalah sebesar 89,9% dan dipengaruhi oleh variable lain seperti harga diri, dukungan social, spiritualitas, dan emosi positif. Hasil dalam penelitian ini menemukan adanya hubungan yang signifikan antara kepribadian tangguh dan resiliensi terhadap isu pemutusan hubungan kerja pada pegawai tidak tetap di Dinas Perizinan Kabupaten Banjar dengan arah kedua hubungan variabel yang positif, dimana ketika terjadi peningkatan kepribadian tangguh subjek maka resiliensi yang dimilikinya juga akan mengalami peningkatan dan begitu juga dengan sebaliknya.
PENGARUH KESEPIAN TERHADAP PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA LAKI-LAKI YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN X Farah, Vinny Tashpiatul; Rachmah, Dwi Nur; Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1560

Abstract

Perasaan kesepian membuat individu menyikapi orang-orang disekitarnya sesuai dengan yang mereka pikirkan sehingga dapat memunculkan perilaku agresif. Perilaku agresif dapat berupa tingkah laku secara fisik maupun verbal yang di segaja untuk menyakiti atau merugikan orang lain seperti berkelahi serta berbicara kasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kesepian terhadap perilaku agresif pada remaja laki-laki yang tinggal di panti asuhan X. Subjek penelitian berjumlah 30 orang dengan teknik sampel sampling jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan skala likert dengan empat pilihan respon yang terdiri dari skala kesepian dan skala perilaku agresif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh kesepian terhadap perilaku agresif, semakin tinggi kesepian maka semakin tinggi perilaku agresif, dan sebaliknya. Koefisien determinasi menunjukkan pengaruh kesepian terhadap perilaku agresif sebesar 62,6%, sedangkan 37,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PENETAPAN TUJUAN DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMKN 1 BANJARBARU Thoria, Atika; Dewi, Rooswita Santia; Rachmah, Dwi Nur
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penetapan tujuan dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMKN 1 Banjarbaru. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan cluster random sampling, dengan randomisasi beberapa kelas dari seluruh kelas yang ada, sehingga siswa pada kelas yang terpilih akan dijadikan sebagai sampel subjek penelitian dengan jumlah subjek sebanyak 182 siswa. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Person dan metode pengumpulan data menggunakan skala  penetapan tujuan dan skala prokrastinasi akademik. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara penetapan tujuan dan prokrastinasi akademik pada siswa SMKN 1 Banjarbaru memiliki korelasi --0,793 dan taraf signifikansi sebesar 0,000. Nilai ini menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan yang kuat dan negatif antara kedua variabel, artinya semakin rendah penetapan tujuan maka akan semakin tinggi prokrastinasi akademik, sebaliknya jika semakin tinggi penetapan tujuan maka akan semakin rendah prokrastinasi akademik. Hubungan penetapan tujuan dengan prokrastinasi akademik adalah sebesar 62,9% sedangkan 37,1% sisanya adalah dari faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Saran penelitian ini diharapkan agar siswa memiliki perencanaan yang mengatur prioritas dalam penyelesaian tugas belajar sesuai dengan penetapan tujuan dari siswa SMKN 1 Banjarbaru agar dapat menghindari kecenderungan prokrastinasi dibidang akademik.
HUBUNGAN MODAL PSIKOLOGIS DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA DOSEN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Maulidina, Windy Daisy; Istiqomah, Ermina; Rachmah, Dwi Nur
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara modal psikologis dengan kecerdasan emosional pada dosen Universitas Lambung Mangkurat. Modal psikologis atau psychological capital diartikan sebagai keadaan psikologis positif yang dimiliki individu yang ditandai oleh kepercayaan diri, optimisme, harapan dan resiliensi. Kecerdasan emosional diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk memahami perasaan dan emosi dirinya, mengelola perasaan dan emosi tersebut, memahami perasaan dan emosi orang lain, serta membina hubungan dengan orang lain. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang Dosen Universitas Lambung Mangkurat dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling incidental. Pengambilan data menggunakan skala modal psikologis dan skala kecerdasan emosional. Metode analisis data penelitian ini menggunakan  korelasi  product  moment  Pearson. Uji korelasi menunjukkan bahwa modal psikologis dan kecerdasan emosional memiliki korelasi sebesar 0.623 dan taraf signifikansi sebesar 0.000. Nilai ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara modal psikologis dan kecerdasan emosional yang berarti bahwa. semakin tinggi modal psikologis maka.akan semakin tinggi.kecerdasan emosional, sebaliknya semakin rendah modal psikologis maka akan semakin rendah kecerdasan emosional. Sumbangan modal   psikologis   terhadap   kecerdasan   emosional   sebanyak    38.8%    sedangkan    61.2%    berasal    dari  faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN KESADARAN DIRI PADA SISWA SMPN 8 BANJARMASIN Effendi, Miftah Farid; Akbar, Sukma Noor; Rachmah, Dwi Nur
Jurnal Kognisia Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i1.1609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan kesadaran diri pada siswa SMPN 8 Banjarmasin. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa/i SMPN 8 Banjarmasin berjumlah 768 orang siswa/i. instrumen yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan skala dukungan sosial orang tua dan skala kesadaran diri. Berdasarkan hasil uji korelasi penelitian, di peroleh nilai korelasi sebesar r = 0.512 dengan p = 0.000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil uji korelasi tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan sosial orang tua dan kesadaran diri pada siswa SMPN 8 Banjarmasin. Adapun sumbangan dukungan sosial orang tua dan kesadaran diri di peroleh sebesar 26.2%. dengan demikian 73.8% lainnya merupakan sumbangan faktor yang mempengaruhi kesadaran diri seperti keadaan emosional, faktor demografis, dan faktor fisik. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka, semakin tinggi  pula kesadaran diri. Saran bagi orang tua  agar lebih meningkatkan lagi dukungan sosial kepada anak-anaknya agar kesadaran dirinya lebih meningkat dan bagi peneliti selanjutnya agar dapat menggunakan variabel lain yang berhubunga dengan kesadaran diri.
Peranan Kecerdasan Emosi terhadap Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Tahun Pertama Universitas Lambung Mangkurat Lista, Muzalifah Vika; Rachmah, Dwi Nur; Dewi, Rooswita Santia
Jurnal Kognisia Vol 6, No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v6i2.7597

Abstract

Mahasiswa sendiri merupakan fase transisi menuju kedewasaan dimana mahasiswa bertanggung jawab sepenuhnya atas perkembangannya sendiri, termasuk dalam menjalani proses perkuliahan. Pada tahun pertama masa perkuliahan, mahasiswa dituntut untuk dapat melakukan penyesuaian diri dalam lingkungan perkuliahan. Namun, salah satu permasalahan yang sering dialami mahasiswa pada tahun pertamanya yaitu ketidakmampuan dalam melakukan penyesuaian diri di lingkungan perkuliahan sehingga bisa menyebabkan mahasiswa putus kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kecerdasan emosi terhadap penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama Universitas Lambung Mangkurat. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa tahun petama Universitas Lambung Mangkurat angkatan 2021 berjumlah 363 orang terdiri dari 115 laki-laki dan 248 perempuan yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur yang terdiri dari skala penyesuaian diri dan skala kecerdasan emosi. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil analisis data menunjukkan adanya peranan antara kecerdasan emosi terhadap penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama Universitas Lambung Mangkurat, artinya hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hasil uji regresi menunjukkan nilai sebesar 22,2% peranan kecerdasan emosi terhadap penyesuaian diri mahasiswa tahun pertama Universitas Lambung Mangkurat dengan tingkat hubungan sedang. Nilai regresi menunjukkan nilai positif, artinya semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin tinggi pula penyesuaian diri mahasiswa tahun pertama Universitas Lambung Mangkurat.
PERBEDAAN STRES AKADEMIK PADA SISWA YANG BERSEKOLAH FULL DAY DAN YANG TIDAK FULL DAY DI MAN TANAH BUMBU DAN MAN 3 BANJARMASIN Kusuma, Anggi Diono; Rachmah, Dwi Nur; Dewi, Rooswita Santia
Jurnal Kognisia Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i1.1389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan stress akademik pada siswa yang bersekolah full day dan yang tidak full day di MAN Tanah Bumbu dan MAN 3 Banjarmasin. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan stress akademik pada siswa yang bersekolah full day dan yang tidak full day di MAN Tanah Bumbu dan MAN 3 Banjarmasin. Populasi penelitian ini yaitu peserta didik MAN Tanah Bumbu dan MAN 3 Banjarmasin berjumlah 405 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik sampel jenuh dan purposive random sampling, yaitu peserta didik MAN Tanah Bumbu diambil keseluruhan yaitu 144 orang dan MAN 3 Banjarmasin sebanyak 144 orang. Karena subjek berjumlah 261, maka peneliti mengambil sejumlah 55% agar mendekati dari jumlah sampel di penelitian MAN Tanah Bumbu sehingga didapat perhitungan 143, 55 atau dibulatkan menjadi 144. Metode analisis data menggunakan t-test dan metode pengumpulan datanya menggunakan skala stress akademik. Hasil yang diperoleh perbedaan stress akademik antara peserta didik di MAN Tanah Bumbu dan MAN 3 Banjarmasin dengan t hitung < t tabel (1,314 < 1,96) dan signifikansi (0, 190 > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan stress akademik antara peserta didik MAN Tanah Bumbu dan MAN 3 Banjarmasin. Namun, dalam penelitian ini, tingkat stress akademik antara siswa MAN full Day dan MAN tidak full Day memiliki kategori yang berbeda pada MAN full day berada dalam kategori lebih tinggi, sedangkan pada MAN tidak full day dalam kategori rendah. Hal ini terlihat pada nilai rata-rata stress akademik pada peserta didik MAN Tanah Bumbu dan MAN 3 Banjarmasin yaitu 227,71 > 223,85. Adapun dimensi yang paling menonjol perbedaannya pada peserta didik MAN Tanah Bumbu dan MAN 3 Banjarmasin terlihat pada dimensi Worry About Grades yang paling menonjol perbedaannya yaitu sebesar 320,11 : 309,90.
HUBUNGAN ANTARA KETERIKATAN PESERTA DIDIK DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA PESERTA DIDIK DI SMAN 2 KANDANGAN Hasanah, Amalia; Rusli, Rusdi; Rachmah, Dwi Nur
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterikatan peserta didik dengan prestasi akademik pada peserta didik di SMAN 2 Kandangan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan simple random sampling, yaitu subjek peserta didik kelas XI SMAN 2 Kandangan sebanyak 109 peserta didik. Metode analisis  data menggunakan korelasi product moment dari KarllPerson dan metode pengumpulan data menggunakan skala keterikatan peserta didik dan nilai rapor peserta didik untuk prestasi akademik. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara kejenuhan pada peserta didik SMAN 2 Kandangan memiliki korelasi 0,594 dan taraf signifikansi sebesar 0,000. Nilai ini menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan yang sedang dan positif antara kedua variabel, artinya semakin rendah keterikatan peserta didik maka akan semakin rendah prestasi akademik, sebaliknya jika semakin tinggi keterikatan peserta didik maka akan semakintinggi prestasi akademik. Hubungan antara keterikatan peserta didik dengan prestasi akademik adalah sebesar 35,3 % sedangkan 64,7% sisanya adalah dari faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Saran penelitian ini adalah mampu untuk memahami dan menilai dirinya dalam kesadaran peserta didik akan pentingnya keterikatan peserta didik dengan demikian prestasi akademik peserta didik juga mengalami peningkatan.
PENERAPAN COOPERATIVE PLAY DALAM BENTUK PERMAINAN KONSTRUKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA ANAK USIA DINI Shalehah, Anisatus; Hidayatullah, Muhammad Syarif; Rachmah, Dwi Nur
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1552

Abstract

Masa anak merupakan fase yang sangat penting dan berharga dan sering disebut sebagai masa emas. Pada masa ini potensi anak mengalami tumbuh dan berkembang secara tepat dan hebat. Aspek perkembangan sosial tidak kalah pentingnya.  Pada  masa  ini  anak  belajar mempersiapkan dirinya menjadi bagian kehidupan baik secara pribadi maupun sebagai bagian kehidupan sosial. Cooperative play merupakan jenis permainan yang  bernuansa  sosial.  Permainan ini dapat mengajarkan anak keterampilan yang dibutuhkan saat  berinteraksi d engan orang lain dan dianggap efektif karena penalaran moral pada masa anak usia dini berkembang menjadi lebih  canggih  dalam  berpikir  tentang  persoalan-persoalan  sosial,  khususnya  tentang  kemungkinan kerjasama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan cooperative play untuk meningkatkan keterampilan sosial pada anak usia dini. Subjek penelitian berjumlah 15 anak pada setiap kelompok (eksperimen dan kontrol). Berdasarkan hasil independent sample t-test nilai signifikansi bernilai 0.000 (<0.05), analisis ini menunjukkan bahwa ada perbedaan peningkatan keterampilan sosial pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan perbedaan rerata peningkatan keterampilan sosial yaitu peningkatan keterampilan sosial pada kelompok eksperimen memiliki 21.47 yang lebih besar  dari  kelompok  kontrol  yaitu  1.53.  Cooperative  play  dapat  memfasilitasi  subjek  dalam  meningkatkan keterampilan sosial8pada anak usia dini.
Hubungan antara Dukungan Sosial dengan State Boredom pada Siswa Full Day School di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin Putri, Dhia Humaira; Rachmah, Dwi Nur; Akbar, Sukma Noor
Jurnal Kognisia Vol 5, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i1.3627

Abstract

Full day school merupakan salah satu gagasan dari menteri pendidikan nasional, namun sistem full day school sendiri dapat membuat siswa merasa jenuh dan bosan. Adanya dukungan sosial dari lingkungan disekitar akan terkait dengan perasaan bosan atau boredom yang dirasakan siswa. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi state boredom salah satunya dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui huungan antara dukungan sosial dengan state boredom pada siswa full day school di SMA Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmaisn dengan sampel diambil berdasarkan pertimbangan purposive sampling dan teknik perhitungan rumus slovin. Untuk pertimbangan yang digunakan adalah sudah pernah merasakan sistem pembelajaran full day school  minimal selama 1 tahun. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu skala dukungan sosial dan skala state boredom. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasi product moment dan didapatkan hubungan negatif antara dukungan sosial dengan state boredom dengan nilai r = -0,522 dengan taraf signifikansi 0,000 sehingga dapat diartikan semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah state boredom.