Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

ANALISIS PEMASARAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA NILAM (Pogostemon cablin benth) DI KABUPATEN GARUT Endah Djuwendah; Erna Rachmawati
Sosiohumaniora Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i3.5402

Abstract

Nilam merupakan komoditas perkebunan yang memberikan devisa terbesar dari ekspor minyak atsiri Indonesia. Oleh karena itu, eksistensi dan peluang tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya melalui pengelolaan agribisnis dan pemasaran hasil secara profesional dan berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui:(1) struktur pasar, perilaku pasar, dan kinerja pemasaran nilam, (2) kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pengembangan usaha nilam, serta (3) strategi pengembangan usaha guna meningkatkan potensi dan peluang usaha nilam. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Garut dengan menggunakan metode survei deskriptif. Responden petani diambil secara sengaja, sedangkan responden penyuling dan pedagang diambil berdasarkan teknik bola salju (snowball sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar daun dan minyak nilam di Kabupaten Garut adalah oligopsoni. Perilaku pasar waktu transaksi dan harga jual cenderung ditentukan oleh pembeli. Petani dan penyuling pada pemasaran daun dan minyak nilam cenderung sebagai penerima harga. Kinerja pasar berdasarkan analisis margin, farmer’s share pada pemasaran daun nilam belum efisien, namun pada pemasaran minyak nilam efisien. Kekuatan bagi pengembangan agribisnis nilam di Kabupaten Garut adalah ketersediaan sumberdaya lahan yang luas, agroklimat yang sesuai dengan persyaratan pertumbuhan tanaman nilam, dan ketersediaan tenaga kerja. Kelemahan berupa: (a) kecilnya skala usahatani nilam, (b) permodalan para petani dan penyuling terbatas, (c) bahan baku daun nilam terbatas dan tidak tersedia secara berkesinambungan serta (d) tingkat penerapan teknologi budidaya dan penyulingan masih rendah. Pangsa pasar dalam dan luar negeri yang luas, kerjasama antara penyuling dan pedagang dalam permodalan dan usaha penyulingan minyak nilam, serta sistem kemitraan petani dengan perum Perhutani (PHBM) dalam pemanfaatan lahan kehutanan untuk usahani nilam merupakan peluang yang baik. Ancaman adalah ketersediaaan bahan baku daun nilam terbatas dan tidak berkelanjutan, serta kinerja pasar nilam yang kurang baik dicirikan oleh rendahnya harga dan terbatasnya informasi pasar di tingkat petani dan penyuling. Strategi pengembangan agribisnis nilam adalah pertumbuhan yang agresif (growth strategy) dengan empat alternatif strategi pengembangan yaitu strategi S-O, W-O, S-T dan W-T. Kata kunci : Struktur perilaku dan kinerja pasar, strategi pengembangan usaha
TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PRODUKSI KEDELAI (GLYSINE MAX (L) MERRIL) DI KECAMATAN CONGGEANG DAN BUAHDUA KABUPATEN SUMEDANG Erna Rachmawati; Endah Djuwendah
Sosiohumaniora Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i1.5389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat penerapan teknologi produksi usahatani kedelai, (2) faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi petani dalam menerapkan teknologi produksi kedelai, dan (3) hubungan antara tingkat penerapan teknologi dengan produktivitas dan pendapatan usahatani kedelai. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik pemilihan responden secara acak sederhana terhadap 40 orang petani kedelai. Teknis analisis data menggunakan analisis R/C ratio, analisis pendapatan dan biaya produksi serta dilakukan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat penerapan teknologi produksi kedelai termasuk kategori sedang. Komponen teknologi yang paling rendah tingkat penerapannya adalah tata guna air dan yang tertinggi adalah kegiatan panen dan pasca panen. (2) Faktor internal yang mempengaruhi petani dalam menerapkan teknologi produksi kedelai adalah umur, pendidikan, dan pengalaman berusahatani. Sementara faktor eksternalnya adalah luas lahan, status kepemilikan lahan, besarnya modal, intensitas penyuluhan, ketersediaan sarana produksi, dan harga jual. (3) Penerapan teknologi produksi kedelai berhubungan positif dengan produktivitas dan pendapatan. Semakin tinggi penerapan teknologi akan memberikan produktivitas yang tinggi dan pendapatan yang meningkat. Hal ini terlihat dari nilai R/C ratio yang semakin besar sejalan dengan meningkatnya penerapan teknologi produksi kedelai. Kata Kunci: Tingkat penerapan teknologi, faktor-faktor intern-ekstern petani, produktivitas dan pendapatan.