Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan Alat Pemisah Minyak Kelapa Murni/ Virgin Coconut Oil (VCO) Berpengaduk Reniana Reniana; Desi Natalia Edowai
Agritechnology Vol 1 No 1 (2018): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v1i1.9

Abstract

Metode pengadukan/stirring adalah salah satu cara dalam membuat minyak kelapa murni/Virgin Coconut Oil (VCO) tanpa melewati proses pemanasan. Banyaknya VCO yang dihasilkan dari proses ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya jenis kelapa, kecepatan pengadukan, jumlah baffle dan jenis impeller. Untuk meningkatkan efisiensi kinerjanya maka perlu dilakukan pengembangan dalam hal modifikasi bagian fungsional berupa baffle dan impeller. Dari hasil penelitian, telah dihasilkan alat pemisah VCO berpengaduk dengan kinerja dan kontruksi yang sederhana dimana kinerja terbaik diperoleh pada waktu pengadukan 4 menit dengan kapasitas kerja efektif 72,50 liter santan/jam dan rendemen hasil 17,78 %.
Evaluasi Teknik-Ekonomi Perontok Pokem (Setaria italica L.) Mekanis Paulus Payung; Abadi Jading; Reniana Reniana
Agritechnology Vol 1 No 1 (2018): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v1i1.10

Abstract

Pengolahan pascapanen pokem khususnya pada tahapan perontokan masih dikerjakan secara konvensional/tradisional sehingga cara ini sangat rumit dan kurang efisien serta kapasitas yang terbatas. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evalusi teknik-ekonomi alat perontok pokem mekanis . Hasil pengujian diperoleh rata-rata kapasitas perontokkan 17,60 kg/jam, rata-rata efisiensi perontokan 86,80 % dan rata-rata persentase pemisahan malai 96.40% . Hasil evaluasi finansial diperoleh Net Present Value (NPV ) = Rp. 20,317,066, Nett Benefit-Cost Ratio (B/C) = 2,49, Internal Rate Return (IRR )= 64% dan Pay Back Period (PBP ) = 1,5 tahun. Berdasarkan analisis finansial maka penggunaan alat perontok ini layak.
Kajian Proses Pemarutan Empulur Sagu Menggunakan Alat Parut Sagu Bertenaga Manual dan Motor Bakar Reniana Reniana; Darma Darma; Aceng Kurniawan
Agritechnology Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v2i2.45

Abstract

Proses pengolahan sagu secara tradisional pada prinsipnya meliputi penebangan, pemotongan, pembelahan, penghancuran empulur, pemerasan, penyaringan, pengendapan dan pengemasan. Tahapan awal pada proses pengolahan sagu yang paling banyak membutuhkan waktu dan tenaga yaitu pada proses penghancuran empulur. Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah tersebut maka sebuah perancangan suatu alat parut sagu bertenaga manual dan motor bakar sangat diperlukan. Selain itu, studi terkait proses pemarutan empulur menggunakan mesin parut sagu tersebut merupakan hal yang penting sehingga dapat diketahui kinerja serta cara pengoperasiannya secara pasti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengoperasian alat parut sagu bertenaga manual dan motor bakar cukup mudah dimana diperoleh kapasitas pemarutan 69,46 kg/jam dan 322,52 kg/jam, rendemen pati 34,74% dan 37,44% dan evaluasi pati dalam ampas 5,67 % dan 2,34% dari penggunaan masing-masing alat.
Program Kosabangsa pada Masyarakat Kelompok Tani Sagu di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat Darma Darma; Reniana Reniana; Risma Situngkir; Asmi Citra M.; Nasrum Masri; Amran Laga; Abdul Azis
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Program kosabangsa ini bermitra dengan masyarakat kelompok tani sagu yang berlokasi di Distrik Masni Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.  Permasalahan yang dihadapi mitra adalah: (1) kapasitas produksi rendah baik kuantitas maupun kualitas, (2) produk hanya berupa pati basah, (3) pengelolaan usaha masih dilakukan secara kekeluargaan dan (4) pemasaran masih terbatas pada distrik setempat.  Program yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan mitra tersebut yaitu (1) peningkatan kapasitas produksi, (2) diversifikasi produk, (3) peningkatan pengetahuan tentang manajemen usaha dan (4) perluasan promosi pasar.  Metode yang digunakan adalah introduksi mesin-mesin pengolahan sagu dan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan pengoperasian mesin tersebut, pelatihan manajemen usaha dan pelatihan pengemasan produk.  Hasil yang dicapai dari program ini adalah: (1) mitra memiliki aset baru berupa satu paket mesin pengolahan sagu yang terdiri dari mesin parut sagu, mesin ekstraksi pati sagu, mesin penggiling pati sagu, alat pengering bertenaga surya serta perangkat pendukung yaitu bangunan tempat pengolahan, pompa air dan bak pengendapan pati, (2) mitra beralih dari metode pengolahan sagu secara tradisional ke pengolahan mekanis, (3) produk mitra tidak hanya pati basah tapi juga pati kering dan (4) terjadi peningkatan produksi pati basah dari 318 kg/bulan menjadi 954 kg. Kata kunci: distrik masni, ekstraksi pati sagu, mesin pengolahan sagu, parut sagu
Pengembangan dan Uji Kinerja Alat Perajang Singkong Tipe Horisontal Bertenaga Motor DC (Direct Current) Bertha Ollin Paga'; Martinus Walianggen; Reniana -
Agritechnology Vol 5 No 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v5i2.90

Abstract

Di Manokwari, nilai jual singkong mentah di pasaran sangatlah murah karena ketersediaannya yang melimpah sementara peminatnya kurang. Tidak sedikit yang tertinggal membusuk saja. Salah satu cara untuk mensiasati agar memiliki nilai ekonomis lagi adalah dengan mengolahnya menjadi keripik. Proses perajangan merupakan tahapan dalam pengolahan keripik. Perajangan singkong secara manual memiliki beberapa kekurangan diantaranya hasil potongan yang tidak sama, kapasitas kecil, membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Untuk itu dibutuhkan alat perajang mekanis yang lebih efektif dan efisien baik dari sistem pendukung, sistem transmisi maupun sistem proses, sehingga akan lebih mudah digunakan dan dikembankan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan alat perajang singkong tipe horizontal bertenaga motor DC (Direct Current), dan mengetahui kinerja dari alat perajang yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dibagi dalam dua tahap yaitu tahap pembuatan alat dan pengujian. Diperoleh kapasitas perajangan singkong berkisar antara 33,07 - 51,09 kg/jam; rendemen perajangan antara 77,99-83,29%; persentase irisan rusak berkisar antara 31,94 - 38,90% dan rata-rata ketebalan hasil perajangan yaitu 0,79 - 0,86 mm. Alat perajang singkong tipe horizontal bertenaga motor DC dengan kontruksi yang sederhana ini semua komponen-komponennya berfungsi baik. Kinerja terbaik diperoleh pada perlakuan putaran kecepatan 1000 rpm dimana kapasitas perajangan 44,82 kg/jam, rendemen perajangan 82,98%, persentase kerusakan irisan singkong 31,94% dan rata-rata ketebalan irisan singkong 0,86 mm. Dalam hal ini persentase kerusakan irisan singkong yang paling sedikit yang menjadi tolak ukur, dengan pertimbangan bahwa kualitas keripik akan dilihat dari banyak atau sedikitnya yang utuh (tidak pecah)
Pengembangan Prototipe dan Uji Kinerja Perontok Pokem (Setaria italica L.) Mekanis Sistem Lepas Paulus Payung; Abadi Jading; Reniana Reniana
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 10, No 4 (2021): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v10i4.560-565

Abstract

Pokem or Wheat Papua is one of the local food sources for the Papuan people which has a very strategic cultural value, especially at Numfor Island as a center for pokem production in Papua. Postharvest handling of pokem, specifically, threshing is still done conventionally with very limited threshing capacity. To optimize postharvest handling of pokem, specifically in the threshing process, a threshing machine is needed that can work more quickly and efficiently. The purpose of this study was to develop a prototype mechanical pokem thresher with a throw-in system with a combustion motor in order to further increase the efficiency and capacity of threshing. This research was conducted by designing a prototype mechanical pokem thresher and then performing a performance evaluation. The result of this research is that a prototype mechanical pokem thresher with a throw-in system has been formed which has functioned as a mechanical pokem thresher. The average results of the pokem thresher evaluation obtained threshing capacity of 36.29 kg/hour, threshing efficiency of 92.5% and percentage losses of 7.33%. Keywords: Biak Numfor, evaluation, local food, pokem thresher, wheat Papua
Perhitungan Laju Infiltrasi pada Kebun Percontohan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua Bertha Ollin Paga'; Reniana Reniana
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno, Vol. 14, Number 1, April 2021
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/at.v14i1.409

Abstract

Water conditions for agricultural crops are very fluctuating as seen by the season, the location of water sources, and air conservation efforts. The provision of water for agricultural land can be endeavored by providing irrigation, in which the provision of irrigation water to the land must know the infiltration rate so that no run-off occurs. Infiltration is an important part in the hydrological cycle as well as in the process of diversifying rain into streams in rivers. Measurement of the infiltration rate is carried out by many methods, one of which is the direct measurement method, namely using the Double Ring Infiltrometer and the Horton method. The purpose of this study was to determine the infiltration rate that occurred in the Fateta Unipa demonstration plot. The method to be used is a descriptive analysis method with a quantitative approach. Measurement of the infiltration rate in the field was carried out at 1 (one) point with 3 (three) replications. Data processing is carried out by using 2 (two) processing techniques, namely the method of processing data directly from field measurements and data processing using the Horton Model. After that, a comparison is made between the direct measurement results and the measurement results using the Horton model. Based on the results of data processing, it was found that the infiltration rate at the study site, both with infiltration and horton models, was respectively 39.7 mm / minute and 21.7 mm / minute. The infiltration rates of the two methods were not significantly different.
ansys fluent; CFD; PCRD; simulation; sago starch Abadi Jading; Paulus Payung; Reniana Reniana
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.314 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.279

Abstract

Pengering pati sagu tipe pneumatic conveying ring dryer (PCRD) skala mini kapasitas 80 kg/hari telah diaplikasikan pada pengolahan pati sagu untuk memproduksi pati sagu kering. Kapasitas produksi dari mesin pengering PCRD tersebut, dapat ditingkatkan dengan memodifikasi pipa resirkulasi. Adapun bagian pipa yang dimodifikasi adalah diameter pipa venturi dan pipa vertikal upriser ditingkatkan. Diameter pipa vertikal upriser 2,5 kali lebih besar dari pipa u-bend dan pipa vertikal downcomer sehingga terbentuk buffer. Selain itu, dengan perbedaan diameter pipa resirkulasi tersebut dapat meningkatkan waktu tinggal (residence time) bahan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan simulasi menggunakan ANSYS FLUENT R.15 untuk mengetahui profil suhu, kecepatan aliran udara, dan tekanan di dalam pipa pengering pati sagu tipe pneumatic conveying ring dryer (PCRD) kapasitas 1 ton per hari. Simulasi dilakukan dengan teknik Computational Fluid Dynamics (CFD) menggunakan paket perangkat lunak (software) ANSYS FLUENT R.15. Hasil simulasi menunjukkan bahwa suhu di sepanjang pipa mengalami penurunan sekitar 2oC (100oC menjadi 98oC) pada berbagai variasi kecepatan udara input dan variasi outlet pada kondisi batas. Begitupula dengan kecepatan udara pada ujung pipa outlet (pipa vertikal downcomer) meningkat (89 m/s sampai 166 m/s) karena adanya perbedaan diameter dengan pipa inlet. Tekanan pada pipa vertikal upriser lebih tinggi (8566,2 Pa sampai 26638,2 Pa) daripada tekanan pada pipa u-bend dan pipa vertikal downcomer. Hasil simulasi tersebut menunjukkan bahwa rancangan pipa resirkulasi sangat baik digunakan, sehingga dapat dilanjutkan untuk pembuatan pengering pati sagu tipe PCRD skala 1 ton per hari. Hal ini, sesuai dengan polasebaran suhu, kecepatan aliran udara, dan tekanan yang dihasilkan.
Pengembangan industri pengolahan sagu skala rumah tangga di Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat: Development of home industry sago processing in Teluk Wondama Regency, West Papua Province Darma Darma; Reniana Reniana; Budi Santoso; Bertha Mangallo
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i2.384

Abstract

ABSTRACT  Development of small scale of sago processing based on community in West Papua Province has a bright prospect because it is supported by abundant sago palm resources as row material. Teluk Wondama is one of the regency in West Papua Province which has high potential of sago, unfortunately the potency have not utilized optimally. The ovjective of this program was to develop home industry sago processing in Distric Rasiei, Teluk Wondama Regency by application of mechanical sago processing machines. The methods used were introducing mechanical sago processing equipment followed by partner training and assistance to operate the machines for sago starch production. The results had been achieved from this program were (1) partner have new asset i.e. a set of sago processing equipment which consists of sago rasping machine variant-01 and stirrer rotary blade type of sago starch extraction machine, as well as supporting components such as starch sedimentation tank and water pump (2) partner have already changed their method in sago processing, from traditional method to mechanical one, (3) partner were able to operate the machine easily without any difficulties. During training and assistance, the machine was work properly and there was no technical constrains (4) fresh sago starch production capacity increase from 352 kg/week to 2.112 kg/week. Keywords: Home industry; Sago processing machine; Sago rasping machine; Teluk wondama   ABSTRAK Papua Barat memiliki prospek yang cerah karena didukung bahan baku yang melimpah berupa sumberdaya sagu. Teluk Wondama merupakan salah satu kabupaten di Papua barat dengan potensi sagu yang tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan dari program ini adalah untuk mengembangkan pengolahan sagu skala industri rumah tangga melalui penerapan mesin pengolahan mekanis di Distrik Rasiei, Kabupaten Teluk Wondama. Metode yang digunakan adalah mengintroduksi peralatan pengolahan sagu mekanis diikuti dengan pelatihan dan pendampingan mitra dalam pengoperasian mesin untuk produksi sagu. Hasil yang dicapai adalah (1) mitra memiliki asset baru berupa 1 paket mesin pengolahan sagu yang terdiri dari mesin parut sagu tipe silinder variant-01 dan mesin ekstraksi pati sagu tipe stirrer rotary blade beserta bagian pendukung berupa bak pengendapan pati dan pompa air, (2) mitra telah merubah metode pengolahan sagu dari cara tradisional ke mekanis, (3) mitra telah terampil mengoperasikan mesin-mesin pengolahan yang diintroduksi dan selama kegiatan berlangsung mesin berfungsi dengan baik tanpa kendala teknis, (4) kapasitas produksi pati sagu meningkat dari 352 kg/minggu menjadi 2.112 kg/minggu. Kata kunci: Industri rumah tangga; Mesin pengolahan sagu; Pemarut sagu; Teluk wondama
Pengaruh Variasi Ukuran Partikel Terhadap Laju Pembakaran dan Kerapatan Massa pada Biopelet Biji Buah Merah Paga', Bertha Ollin; Reniana, Reniana; Renjaa, Jael Clarissa
Agritechnology Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 (Juni) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i1.124

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan pertambahan penduduk maka kebutuhan energi juga semakin meningkat, baik untuk keperluan industri, jasa, perhubungan maupun rumah tangga. Untuk itu diperlukan sumber energi alternatif dengan pemanfaatan biomassa baik berupa briket maupun biopelet. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh berbagai ukuran pertikel terhadap laju pembakaran dan kerapatan massa pada biopelet biji buah merah. Metode yang digunakan berupa metode experimental dengan analisis data menggunkan excell dan statistik anova satu arah dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil yang diperoleh menujukkan bahwa ukuran partikel 50 mess dan 100 mess serta 80 mess dan 100 mess memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kerapatan massa. Namun, ukuran partikel 50 mess dan 80 mess memiliki pengaruh yang sama (tidak berbeda) terhadap kerapatan massa. Ketiga kelompok ukuran partikel memiliki pengaruh yang sama (tidak berbeda) terhadap laju pembakaran pada biopelet biji buah merah sehingga tidak perlu dilakukan uji lanjut.