Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Representasi Kesenjangan Sosial dalam Serial Netflix “The 8 Show” Firdausyi Nuzulla; Nurliah Nurliah; Kezia Arum Sary; Harry Isra Muhammad
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Maret-April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i2.8608

Abstract

Serial Netflix The 8 Show mengangkat isu kesenjangan sosial yang merepresentasikan realitas Korea Selatan melalui keadaan ekonomi, status, dan kekuasaan. Penelitian ini menganalisis representasi kesenjangan sosial dalam serial menggunakan metode penelitian kualitatif interpretatif dengan alat analisis semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui adegan yang merepresentasikan kesenjangan sosial dan literatur untuk memperkuat hasil analisis. Melalui tiga fokus analisis, ditemukan adanya kesenjangan sosial berdasarkan perbedaan ekonomi, yaitu pendapatan serta aset, perbedaan status sosial melalui perbedaan gaya hidup, serta perbedaan kepemilikan kekuasaan yang mengakibatkan munculnya penindasan dan intimidasi. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan satu sama lain, yang mana status sosial yang digambarkan dalam serial didapat karena adanya kepemilikan uang dan kekuasaan salah satu peserta. Secara keseluruhan, penelitian mengungkapkan adanya representasi kesenjangan sosial di dalam serial The 8 Show secara simbolik dan sesuai dengan realitas kehidupan nyata sosial budaya yang terjadi di Korea Selatan sebagai latar serial.
Analisis Manajemen Komunikasi Terhadap Keberhasilan Proyek Oleh Kontraktor Cv. Gunung Belah Di Kabupaten Kutai Kartanegara Abdul AryaRajani; Kezia Arum Sary; Silviana Purwanti
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen komunikasi pada CV. Gunung Belah serta mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat efektivitas komunikasi dalam proyek konstruksi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Berlandaskan Teori Situasional Hersey dan Blanchard, efektivitas komunikasi bergantung pada kemampuan organisasi dalam menyesuaikan strategi komunikasi dengan kondisi lingkungan. Pada industri konstruksi, dinamika lapangan, kompleksitas pekerjaan, dan keterlibatan beragam pemangku kepentingan menuntut pengelolaan komunikasi yang adaptif demi tercapainya target proyek. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menelaah tiga tahapan utama manajemen komunikasi: perencanaan, pelaksanaan, serta pengendalian dan evaluasi pada CV. Gunung Belah sebagai kontraktor lokal di Kutai Kartanegara. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa CV. Gunung Belah telah mengimplementasikan manajemen komunikasi melalui perancangan alur informasi yang terstruktur serta pemanfaatan media komunikasi yang bervariasi, baik secara tatap muka maupun melalui platform digital. Keterlibatan aktif stakeholder dan kejelasan pembagian peran menjadi faktor pendukung utama. Sebaliknya, keterbatasan dokumentasi terdigitalisasi yang sistematis serta tingginya ketergantungan pada instruksi lisan tanpa catatan tertulis memadai menjadi kendala operasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas manajemen komunikasi berkontribusi secara signifikan terhadap ketepatan waktu pelaksanaan, efisiensi anggaran, dan tingkat kepuasan stakeholder.
Pendampingan Branding Madu Kelulut melalui Pendekatan Green Marketing sebagai Upaya Keberlanjutan Usaha di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur Kezia Arum Sary; Juniza Firdha Suparningtyas; Dora Dayu Rahma Turista; Muhammad Nurdin Sanjaya; Fauzan Fadillah Putra; Monika Dwi Hermawan
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.27140

Abstract

Kelompok Usaha Rawat Hijau di Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, merupakan komunitas peternak lebah kelulut yang memiliki potensi untuk mengembangkan produk berbasis konsumerisme hijau. Kelompok ini memiliki keunggulan dalam hal lokasi yang alami dan semangat generasi muda, namun mereka menghadapi tantangan dalam aspek produksi dan pemasaran. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi kelompok tersebut dalam meningkatkan daya saing produk madu kelulut melalui penerapan strategi Green Marketing. Program ini dilaksanakan selama tiga bulan, dari Juni hingga September 2025. Hasil program meliputi peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam aspek produksi dan pemasaran. Kegiatan sosialisasi menghasilkan kesepakatan jadwal pelaksanaan. Pelatihan Good Manufacturing Practices meningkatkan pengetahuan standar produksi dan motivasi untuk sertifikasi. Pelatihan penyusunan Standar Operasional Prosedur menghasilkan dokumen panduan operasional. Pelatihan pemasaran dan branding menghasilkan kesepakatan penggunaan merek "Rawat Hijau" dan pengembangan identitas merek. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk dan mendukung keberlanjutan usaha madu kelulut kelompok Rawat Hijau.
Strategi Komunikasi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara Dalam Mempromosi Rambu Solo Andini Setia Murti; Rina Juwita; Kezia Arum Sary; Harry Isra Muhammad
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/z9vfq531

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara dalam mempromosikan Rambu Solo sebagai daya tarik wisata budaya. Rambu Solo tidak hanya merupakan ritual kematian yang sakral, tetapi juga representasi identitas budaya Toraja yang memiliki nilai simbolik, sosial, spiritual, dan estetis yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan pasif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi sumber. Informan penelitian terdiri atas Kepala Bidang Pemasaran, Seksi Promosi, Seksi Komunikasi Pemasaran, dan satu informan masyarakat Toraja. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Disbudpar Toraja Utara berorientasi pada tahapan attention, interest, desire, decision, dan action. Tahap perhatian dibangun melalui penonjolan visual dan narasi budaya; tahap ketertarikan dan keinginan diperkuat dengan konten digital, pameran, dan paket wisata budaya; sedangkan tahap keputusan masih menghadapi kendala berupa jadwal upacara yang tidak tetap, keterbatasan informasi real time, dan keterbatasan anggaran promosi. Penelitian juga menemukan bahwa efektivitas promosi diperkuat oleh identitas budaya yang kuat, pengalaman wisatawan, dan kolaborasi pemerintah dengan masyarakat adat. Namun, konsistensi informasi dan penguatan pengelolaan media digital masih perlu ditingkatkan. 
Analisis Visual Grammar Pada Iklan Program Makan Bergizi Gratis Berbasis Artificial Intelligence ¬ Ikke Rizka Eariyasanti; Kezia Arum Sary; Ziya Ibrizah
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.676

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana makna visual dibentuk dalam video iklan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diunggah melalui akun Instagram @meutya_hafid pada 3 Februari 2025. Dengan pendekatan kualitatif interpretatif yang berlandaskan Semiotika Sosial dan dioperasionalkan melalui Visual Grammar Kress dan van Leeuwen (2021), video berdurasi 37 detik tersebut disegmentasi menjadi 10 adegan dan 30 keyframe sebagai unit analisis dan unit observasi. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan pengamatan sistematis berulang, kemudian dianalisis melalui makna representasional, interaktif, dan komposisional, dengan modalitas sebagai pembacaan pendukung terhadap karakter visual sintetis berbasis AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna representasional bergeser dari tindakan naratif individual menuju keterlibatan kolektif, hubungan transaksional dengan objek, dan akhirnya presentasi konseptual/institusional. Makna interaktif didominasi pola offer pada Adegan 1–8 sebelum berubah menjadi demand pada Adegan 9, bersamaan dengan munculnya teks ajakan "Dukung yuk! Makan Bergizi Gratis". Makna komposisional menunjukkan salience yang berpindah dari figur utama dan wadah makanan menuju siswa dan aktivitas, kemudian menuju teks ajakan dan akhirnya logo institusional. Modalitas membedakan register naturalistik-terstilasi (Adegan 1–9) dari register grafis-simbolik (Adegan 10). Pola-pola tersebut dapat dibaca secara hati-hati dalam kaitannya dengan fungsi penjelasan kebijakan, pengelolaan hubungan, pembangunan legitimasi, dan mobilisasi dukungan publik dalam komunikasi pemerintah digital, tanpa mengklaim bukti mengenai respons audiens maupun efektivitas program.